Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
Rumah Baru part²


__ADS_3

"Jadi?" Tuan Septian memandang kedua pasangan muda itu penuh tanya.


"Maksud papa?" Tanya Daffa bingung.


"Kalian akan langsung menetap, apa ikut kami kembali ke kediaman wijaya. Besok baru kalian benar-benar pindah kemari?" Tanya tuan Septian diselah makan malam mereka berenam. Kenapa berenam, karena disana ada kedua orang tua Audry juga yg ikut membantu kepindahan mereka.


"Kayanya Daffa dan Audry langsung menetap aja deh Pa, iya kan sayang?" Tanyanya pada Audry yang hanya sibuk pada makanan dihadapannya, tanpa memperdulikan sekitar.


"Hah?" Dia malah bertanya balik ke arah Daffa, membuat semua yang ada di meja makan terkekeh geli dengan tingkahnya.


"Hehe, maaf Riry ngak dengar hehe." Cengirnya. Bunda Riana dan mama Rima hanya bisa geleng kepala gemes dengan tingkah gadis mungil itu.


"Ya ampun sayang, makan aja yang kamu fikir. nanti tambah gembul kamu." Canda bunda Riana membuat putri satu satunya itu cemberut.


"Riry laper bund hehe." cengirnya lagi. Membuat seisi ruangan tak mampu menahan tawa mereka.


"Hahaha, jadi gini sayang. Kamu sama Daffa akan langsung menetap disini atau akan ikut pulang sama kami ke kediaman Wijaya?" Ulang Mama Rima lembut.

__ADS_1


"Riry terserah Daffa aja ma." Menatap semua penghuni ruangan bergantian.


"Ya sudah. Mama,papa dan ayah, bunda kamu akan pulang setelah ini." Masih mama Rima yang mendominasi pembicaraan dengan kedua pasangan muda itu.


"Kenapa ngak nginap aja?" Tanya Audry bingung.


"Papa ada rapat besok pagi. " Kali ini papa Septian yang bicara.


"Besok kami akan kesini lagi." Tambah papa Septian.


☆☆☆☆


"Sayang, Tidak apa apakan kamu pulang sendiri ke rumah nanti?" Saat ini mereka berdua tengah berada di ruang osis. Karena tadi Daffa meminta Audry agar menemuinya kesana.


"Hmm, memang kamu mau kemana?" Audry mengangkat pandangannya dari buku novel ditangannya menatap suaminya lekat.


"Aku ada janji sama David pulang sekolah nanti." Tangannya terulur mengelus rambut sang istri lembut.

__ADS_1


"Apa aku tak boleh ikut?" Masih dengan pandangan yang sama.


"Kenapa? apa kamu masih tak percaya pada ku?"


"Tidak. Hanya saja, aku akan kesepian jika di rumah sendirian." Jawab Audry lirih.


"Bagaimana kalau kamu ku antar ke Caffe saja? atau ke pantih ketemu deby?" Tanya Daffa hati hati.


"Memangnya kamu akan kemana sama David?" tanya penasaran.


"Kami hanya akan membahas tentang pemilihan ketua Osis yang baru."


"Bukankah kalian sudah membahasnya minggu lalu?" Audry masih kekeh ingin ikut. Ntahlah, Dua hari ini perasaannya tak enak.


"Sayang, untuk urusan seperti itu. Tak harus satu kali di bahas. Kami harus menentukan siapa yang benar benar tepat dan mampu bertanggung jawab nantinya." Jelas Daffa panjang lebar. Terdengar Audry menghelai nafas sebelum membalas ucapan Daffa.


"Baiklah. antar aku ke kediaman Wijaya aja. Aku ingin bertemu ayah dan bunda sebelum mereka kembali nanti malam." Putusan akhir Audry. Mendengar itu Daffa hanya menganggung saja, dan mulai menjalankan mobilnya ke kediaman orang tuanya.

__ADS_1


Semoga keputusan ku mempercayai mu adalah keputusan yang benar, karena saat ini aku sudah benar² menyerahkan segenap hati dan perasaan ku pada mu.


MAAF GAK BISA UPDATE BANYAK²🙏🏻. DAN GAK BISA TIAP HARI JUGA. SOALNYA MASIH SIBUK. TAPI SAYA JANJI AKAN TETAP UPDATE LAGI. TERIMAKASIH SEKALI LAGI DUKUNGANNYA🙏🏻😇. SAYANG KALIAN BANYAK².


__ADS_2