Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
Hadiah Mama


__ADS_3

Sementara itu masih diwaktu yang sama. Ditempat yang berbeda, disebuah Caffe seorang pemuda jangkung tengah duduk menikmati cafucinolatte pesanannya. Didepannya seorang gadis cantik nan anggun tengah duduk dengan manisnya sambil menyeruput juz alpukat kesukaannya.


"Kenapa kamu dandan kaya gini Beb?" Ucap cowok jangkung itu tiba tiba.


"Lah, kenapa Beb? Jelek ya? ngak cocok sama aku?" Ucap cewek itu panik sambil mencari sesuatu didalam tasnya.


"Bukan gitu Beb, tapi malam ini kamu cantik, dan aku ngak terima orang lain juga menikmati kecantikan mu." Ucapnya menggerling nakal kearah sang gadis, membuat gadis itu tersipu malu mendengarnya.


"Ih Daffa, aku kira dandanan aku jelek tau " Ucap sang cewek manja.


"Ya ngaklah my baby Vanya,kamu cantik dan **** malam ini."Puji Daffa lagi yang membuat pipi Vanya semakin merona karena malu.


"Ih Baby, Jadi aku cantiknya cuma malam ini doank." Dengan nada merajuk.


"Ngak donk beb, kamu udah cantik dari dulu, dan malam ini kamu semakin cantik." Ucapnya lagi. Gadis didepannya tersenyum mendengar itu. Tapi sesaat kemudian senyuman dibibirnya hilang, dan menatap penuh tanya kearah Daffa.


"Ada apa Beb?" Ucap Daffa bingung yang melihat tatapan sang kekasih.


"Beb itu cincin apa?"Tanya Vanya menunjuk cincin yang tersemat dijari manis Daffa. Reflek Daffa melihat kearah yang dimaksud Vanya.

__ADS_1


'Oh ****,Gue lupa nyimpan nih cincin,"Upatnya dalam hati.


"Oh ini, ini Cincin hadiah dari Mama." Ucapnya Santai. 'cincin tunangan hadiah dari mama.' lanjutnya dalam hati.


"Hadiah mama? Itu kaya cincin tunangan deh Beb?"Ucap Vanya masih kekeh.


"Mungkin." Ucap Daffa santai sambil menghabiskan Cafucinnolatte digelasnya.


"Kayanya mama kamu mau jodohin kamu ya Beb?" Ujarnya jutek.


"Ngak penting. ngak usah difikirin."Ucap Daffa Acuh, membuat Vanya manyun.


"Beb, kamu sayang kan sama aku?" Ucap Vanya manja menggenggam tangan Daffa.


"Ih Beb, kok Hemm sih?"Rengek Vanya manja.


"Kenapa? "Tanya Daffa


"Aku mau kamu kenalin aku sama ortu kamu." Ucap Vanya manja.

__ADS_1


"Untuk apa?" Ucap Daffa


"Ih Beb, supaya ortu kamu tau, kalau kamu udah punya pacar donk."Ucapnya. Mendengar itu Daffa bangkit dari kursinya hendak pergi meninggalkan caffe, tapi Vanya memegang pergelangan tangannya.


"Kenapa?Kamu ngak mau ngenalin aku sama ortu kamu? apa jangan jangan kamu ngak serius sama hubungan kita."Ucapnya lagi dengan mata yang mulai berkaca kaca. Daffa berbalik dan menatap Vanya dengan wajah datar.


"Elo udah tau. Dari awal udah gue katakan sama elu." Ucap Daffa datar.


" Jangan terlalu berharap dengan hubungan ini!" Ia menatap tajam gadis di depannya,membuat sang gadis menciut.


"Kalau elo mau yang serius, lebih baik kita akhiri hubungan ini sampai disini dan cari yang mau serius sama elo." Ucap Daffa dingin.Ia berbalik memandang gadis itu.


"Satu lagi, mulai hari ini berhenti hubungi gue."Ucapnya lagi menghempas tangan Vanya kasar dan melenggang pergi meninggalkan caffe tanpa menoleh kearah Vanya yang sedang menangis dan berteriak memanggil namanya.


☆☆


Didalam mobil ia mengumpat kesal, dan memukul stir mobil. Dengan emosi ia melaju mobil meninggalkan Caffe. Sepanjang jalan Daffa mengupat kesal dengan kejadian tadi.


"Dia bilang apa tadi? kenalin ke ortu gue?" Ucapnya pada diri sendiri mengingat perdebatannya dengan Vanya tadi.

__ADS_1


"****, Dia ngak tau apa, kalau gue udah pusing dengan tunangan gue yang udah ngambek gara gara gue cium." Upatnya kesal.


"Ini lagi, jadi tunangan dicium aja udah marah." Upatnya lagi pada sang tunangan, yang sampai sekarang masih marah padanya.


__ADS_2