
"Gue tunggu elo di luar." Ucap Daffa sambil berlalu, tanpa menunggu jawaban dari orang yang dia ajak bicara.
"Tu orang ngomong sama siapa sih?"Ucap Sisi Ketus.
"Tau tuh, Sok cakep, belagu, ck nyebelin!." Ucap Serly jengkel. Manda hanya geleng kepala menanggapi ucapan kedua sahabatnya. Sementara Audry masih diam, memikirkan bagaimana caranya menemui Daffa di luar.
"Gue duluan ya." Ucap Audry.
"Loh kok gitu, ngak bareng kita aja keluarnya?" Ucap Sisi
"Gue udah ditunggu Ayah diluar." Alibih Audry pada sahabatnya.
"ya udah,, hati-hati kalau gitu." Ucap Serly mewakili kedua sahabatnya.
Audry pun berlalu dari hadapan ketiga sahabatnya menuju parkiran dimana Daffa menunggunya. Diparkiran terlihat Daffa sedang mengobrol dengan seorang gadis yang Audry tahu adalah kakak tingkat mereka.
"Eh, kamu sudah datang."Ucap Daffa setelah menyadari kehadiran Audry di sana. Audry hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.
"Masuk." Ucap Daffa sambil membukakan pintu belakang untuk Audry. Tanpa berucap apapun Audry masuk dan duduk disana. Setelahnya Daffa membukakan pintu depan untuk gadis yang Audry tahu bernama Bianca.
"Daff kita makan dulu sebelum pulang, aku lapar." Ucap Bianca manja.
__ADS_1
"Makan dimana?" Tanya Daffa.
"Mm, itu loh di warung biasa kita nongkrong." Ucap Bianca antusias. Sepertinya mereka lupa jika ada seseorang di jok belakang.
"Oky." Ucap Daffa. Setelahnya hening beberapa saat. Hingga Audry membuka suara.
"Bisa antar gue pulang dulu?" Ucap Audry.
"Eh, kok gitu sih, kamu juga ikut makan sama kita aja Ry." Ucap Bianca cepat.
"Tapi.."ucapan Audry terpotong oleh Bianca.
"Kamu tenang aja Ry, Makanan disana enak loh." Ucap Bianca. Akhirnya Audry memilih diam, karena sepertinya Daffa juga tak mau mengantarnya pulang.
"Ayo, Turun." Ucap Daffa lembut. Tapi Audry tak beranjak sedikitpun.
"Kamu ngak mau makan?" Tanya Daffa heran karena melihat Audry masih betah diposisinya.
"Gue pulang aja, takut ganggu kalian makan nanti." Ucap Audry.
"Cepat turun!" Ucap Daffa tegas menahan kesal. Mau tidak mau, Audry turun dari mobil karena melihat raut kekesal dari wajah Daffa.
__ADS_1
"Iya, ya gue turun, ngak usah ngegas kali." ucap Audry manyun, yang membuat Daffa tersenyum tipis melihatnya.
☆☆
"Daff, nanti malam temanin aku ke Mall ya, beli kado." Ucap Bianca disela aktivitas makan mereka.
"Boleh,"Ucap Daffa.
" Bagusnya kasih kado apa ya? Jam tangan atau baju?"Tanya Bianca lagi.
"Jam tangan." Saran Daffa. Setelahnya ia menatap Audry yang sibuk dengan handphone ditangannya. Sepertinya ia sedang mengirim pesan dengan seseorang, begitu fikir Daffa.
"Dih, itu sih kesukaan kamu. Kamu kan suka ngoleksi jam tangan." Diselingi tawa kecil.
" Audry, kapan kamu Ulang Tahun?" Ucap Biaca tiba-tiba. Menoleh kebelakang.
"Hah? U-ulang ta-hun?" Ucap Audry Gagap. Yang di balas anggukan kepala oleh Bianca.
"kapan kamu ulang tahun?" Ulang Bianca lagi.
"Dua bulan lagi." Ucap Audry dan kembali fokus dengan handphone ditangannya.
__ADS_1
Sebenarnya Audry sudah tidak nyaman berada disana, karena sepertinya Daffa maupun Bianca terlalu sibuk dengan urusan mereka berdua tanpa perduli keberadaan Audry disana.
Setelah makan mereka bertiga pun beranjak masuk ke dalam mobil untuk pulang. Mobil mulai melaju meninggalkan warung makan. Daffa mengantar Audry terlebih dahulu, setelah memastikan Audry masuk kedalam rumah, Baru Daffa melajukan mobilnya kembali.