
"Sudah lama menunggu." Sapa Audry saat dirinya dan Sisi sudah sampai di meja tempat Daffa duduk. Daffa yang sedang sibuk dengan ponselnya pun mendongak.
"Kalian sudah selesai?" Bukannya menjawab Daffa mala bertanya balik. Audry pun mengangguk sebagai jawaban. Audry ikut duduk disamping Daffa dan Sisi di kursi depan mereka.
"Papa mana?" Tanya Audry karena tak mendapati papa mertuanya disana.
"Balik duluan. Kata nya ada yang harus diurus." Beritahu Daffa. Karena memang benar, setelah pertemuan bisnisnya dengan tuan Kusuma selesai, papa Septian langsung pamit pulang duluan pada Daffa.
"Kalian udah ma.....eh yank, baju kamu kenapa?" Daffa yang melihat dres yang dikenakan Audry basah pun langsung bangkit guna melepaskan jas yang ia pakai, lalu dipakaikan pada istrinya.
"Ketumpahan minuman sendiri, gara gara ditabrak sama cewek gila!!" Seru Sisi sewot, membuat Daffa mengernyit bingung. Sementara Audry hanya menggeleng pelan melihat sikap sahabatnya yang masih saja kesal dengan kejadian tadi.
"Ngak sengaja ketumpahan minuman tadi." Ucap Audry cepat dan tersenyum kearah Daffa.
"Ngak sengaja apanya!" Potong Sisi cepat.
"Jelas jelas cewek tadi sengaja tau!" Lanjut Sisi garang.
__ADS_1
"Nggak baik berprasangka buruk sama orang." Audry mempringati sahabatnya itu. Sisi mendelik.
"Gue ngak berprasangka buruk."Sangkal Sisi.
"Masa lo ngak perhatiin cara cewek tadi natap lo!" Lanjut Sisi sewot.
"Apaan sih? Gimana mau perhatiin, orang gue lagi bersihin baju gue." Saut Audry tertawa kecil.
"Lo tau? Dia natap lo, kaya elo itu musuhnya tau ngak?!" Menatap Audry kesal. Karena sahabatnya ini terlalu polos dan juga baik hati.
"Ngak mungkinlah Si." Tukan, selalu saja seperti ini. Sementara Daffa yang tak paham, menatap kedua gadis itu bingung.
"Coba elo ingat ingat deh dengan baik. Siapa tau lo perna berurusan ama cewek gila itu sebelumnya." Ucap Sisi.
"Kalian dari tadi bahas apaan sih?" Akhirnya Daffa yang sejak tadi diam saja memperhatikan keduanya, kini ikut bicara.
"Tadi tuh habis dari salon,Kita mau kesini. Pas turun, eh tiba tiba ada cewek yang nabrakin dirinya ke arah kami. Alhasil minuman ditangan kami pada tumpah!" Jelas Sisi menggebu gebu.
__ADS_1
"Kenapa ngak dibalas?" Ujar Daffa tak terima.
"Yank!! Kamu apa apaan sih?!" Protes Audry saat mendengar respon Daffa.
"Pengin sih gue jambak. Tapi Audry megang tangan gue mulu." Jawab Sisi tambah sewot.
"Lagian ya sayang, dia yang numpahin minuman ke kamu. Ya harus di balas donk!" Tambah Daffa ikut ikutan sewot seperti Sisi. Andai saja kamu tahu siapa cewek yang dibahas istri mu dan sahabatnya sekarang, sudah dag dig dug jantung mu Daffa!!! 🤣🤣🤣
"Udah ngak usah dibahas. Pulang yuk. Aku capek, pengin istirahat" Memilih mengalihkan pembicaraan, daripada mendengar ocehan suami dan juga sahabatnya.
"Ya udah, yuk." Seraya bangkit dan segera merangkul lengan Audry dengan mesra, membuat Sisi menatap keduanya sebel.
"Ngak usah pamer kemesraan didepan umum!" Sarkas Sisi pada keduanya. Sementara kedua pasutri itu hanya terkekeh geli menanggapinya.
Audry pun segera menarik lengan Sisi, dan merangkulnya seperti Daffa merangkul lengannya. Hingga diparkiran, mereka pun berpisah, karena Sisi membawanya sendiri.
Tanpa disadari ketiganya, sejak tadi seseorang mengamati interaksi ketiganya dengan tatapan tak suka.
__ADS_1
"Ku pastikan kau menjadi milik ku" Gumamnya dengan tatapan yang tak lepas pada ke tiga orang yang ada di parkiran.