Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
Perasaan Audry


__ADS_3

"Airnya udah siap tu. Mandi gih." Beritahu Audry pada Daffa.


"Makasih sayang." Seraya bangkit dari tempat tidur dan berjalan kekamar mandi. Ia mengacak acak lembut rambut Audry.


Audry mendengus.Sambil menunggu Audry pun membereskan baju Daffa yang diletakkan diatas sofa.


' Bau parfume cewek? tapi ini bukan bau parfume aku deh?' Ucapnya saat tak sengaja, hidung menangkap bau parfume pemiliar dibaju Daffa. Sekali lagi ia mencium aroma parfume yang menempel di baju Daffa guna memastikan.


' Jadi temannya cewekkah?' Lagi lagi ia hanya menerka nerka dengan fikirannya.


Deg


'Kenapa dada aku sakit gini ya?" Lirihnya dalam hati. Audry memegang dadanya yang terasa nyeri. Ada apa dengan ku?.


Tak berselang lama, Daffa keluar dari kamar mandi. Ia mengernyit saat mendapati istrinya melamun sambil memegang seragamnya.


"Kamu kenapa?" Ujar Daffa bingung membuat Audry terperanjak.


"Hah? ngak kenapa kenapa."Ucap Audry. Ia berjalan meletakkan baju Daffa ketempat cucian.


"Ngak kenapa napa, tapi bengong gitu." gumam Daffa hanya mampu didengar olehnya sendiri.


"Ayo tidur, udah malem." Ucapnya lagi seraya naik ketempat tidur diikuti Audry.

__ADS_1


Keesokkan paginya.


Seperti yang Audry dan ketiga sahabatnya katakan kemaren, kini mereka sudah ada disalah satu Mall terbesar dikota.


"Beda ya kalau yang udah punya pasangan, kemana mana dianter sama pasangannya!!" Sindir Manda pada kedua sahabatnya, Audry hanya tersenyum mendengarnya.


"Ck, makanya jangan jomblo terus, kaya Audry donk langsung merid." Sarga Serly, membuat kedua sahabatnya mencibir kesal.


"ya ya deh yang ngak jomblo." Cibir Sisi


"Kita mah apa atuh yang ngak laku laku." Lanjut Manda. Audry hanya tersenyum, sedangkan Serly memutar bola matanya malas dengan tingkah kedua temannya.


"Kenapa harus kaya Audry? kenapa ngak kaya elo aja Ser?" Lanjut Manda membuat Serly mengernyit.


"Kita tau elo udah ngak jomblo lagi." Ucap Manda.


"Elo udah jadian sama David kan?" Sarga Sisi. Serly terkejut dengan ucapan kedua sahabatnya itu.


"Ck, sok tau lo berdua." Ia berdecak sebal dengan kedua sahabatnya itu. Audry hanya diam mendengar perdebatan mereka.


"Emang kita tau, ya kan Si?" Ujar Manda.


"Terserah kalian." Ujar Serly malas.

__ADS_1


"Eh, kita kesitu aja yuk, gue mau makan es krim" Setelah sekian lama diam dan mendengar teman temannya berdebat akhirnya Audry menunjuk penjual es krim yang ada lantai dua Mall tersebut.


"Yuk." Ketiganya kompak.


Sesampainya dipenjual Es Krim, mereka memilih duduk dimeja bundar dekat jedela sambil menunggu Es krim pesanan mereka datang.


"Btw, gimana hubungan elo sama Daffa, Ry?" Tanya Serly setelah mendudukkan bokongnya dikursi.


"Biasa aja sih, ngak ada perubahan." Jawab Audry sekenanya. Ia mengambil ponselnya didalam tas.


"Elo ngak ada perasaan apa apa gitu ke dia?" Tanya Serly lagi. Audry yang awalnya menatap layar ponselnya kini menatap Serly.


"Maksudnya gimana?" Audry bingung dengan ucapan Serly.


"Maksud gue, gimana perasaan elo ke Daffa?" Ulang Serly.


"Gue bingung." Audry menunduk menatap pada kedua tangannya yang berada diatas meja. Tak lama pelayan datang mengantar pesanan mereka.


"makasih mba." Ujar Sisi. Mereka bertiga fokus kembali ke Audry.


"Bingung kenapa?" Tanya Serly. Manda dan Sisi, hanya akan menjadi pendengar setia.


"Gue ngak tau, tapi akhir akhir ini, gue ngerasa nyaman aja dekat sama dia." Jujur Audry. Ketiga sahabatnya saling melirik satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2