
"Kau!" Ucap Audry ketika sadar bahwa posisinya dan Daffa terlalu dekat bahkan intim. Daffa saat ini berada diatas tubuhnya yang terbaring diatas tempat tidur.
"Kenapa?" Ucap Daffa santai.
"Menjauh dariku! Aku ngak bisa napas tahu!" Ucap Audry gugup, wajahnya memerah antara kesal dan juga malu.
"Kalau aku tidak mau" Ucap Daffa santai. Omg, tidak tahukah Daffa kalau saat ini jantung Audry berdetak lebih cepat.
"A-aku...aku..aku akan teriak." Ancam Audry yang membuat Daffa kembali terkekeh.
"Teriak aja." Kata Daffa saat menghentikan tawanya.
"Kita lihat apa mereka akan datang menolong mu." Ucapnya lagi. Ia bahkan tak bergeming pada posisinya.
"A-ku benar benar akan teriak" Ucap Audry saat wajah Daffa kembali mendekati wajahnya.
" Silahkan." Ucap Daffa tak perduli. Ia kembali memajukan wajahnya.
__ADS_1
"Tol. mmph" Ucapan Audry terpotong karena serangan Daffa pada bibirnya. Awalnya Audry memberontak memukul bahu Daffa. Tapi karena tenaganya yang mulai berkurang akhirnya dia memilih diam. Ia tak memberontak atau membalas ciuman Daffa. Mata Audry yang awalnya melotot kini sudah terpejam.
"Bernapas Hon." Ucap Daffa dengan napas tersengal karena ciuman mereka tadi. Ia menyatuhkan keningnya dengan kening gadisnya. Audry dengan segera meraup oksigen sebanyak banyaknya.
"Kau ingin membunuh ku?!" Sarkas Audry kesal. Daffa tak merespon. Ia sibuk mengamati bibir Audry yang bengkak karena ulahnya.
"Bibir mu ****." Ucap Daffa yang tak mengalihkan pandangannya dari bibir istrinya.
Mendengar itu wajah Audry memerah karena malu.
"Jangan macam macam atau aku akan melaporkan mu pada papa Septian!" Ancam Audry. Tapi Daffa tak bergeming tetap pada posisinya diatas tubuh Audry.
"Kalau kau meninggalkan ku seharian dalam keadaan kelaparan dan pergi berkencan dengan gadis lain." Ancam Audry lagi. Sebenarnya Audry hanya menggertak. Daffa terhenyak, ia bangkit dari atas tubuh Audry.
"Kamu belum makan dari kemaren?" Ucapnya khawatir. Audry mengernyit melihat reaksi Daffa. seharusnya yang Daffa khawatirkan ancaman Audry.
"Ngak usah sok perduli deh!" Ucap Audry kesal. Daffa berdecak tak suka.
__ADS_1
"Kamu istri ku wajar donk aku perduli." Daffa ikut kesal.
" Pergi aja sana sama pacar kamu! ngak usah sok khawatir gitu!" Usir Audry kesal.
"Kamu lagi nguji aku?!" Daffa mala ikutan emosi.
"Uji apa maksud kamu?"
"Jangan menguji kesabaran ku." Ucap Daffa dengan aksen datar.
"Aku ngak pernah ya nguji nguji apa ke itu yang kamu maksud." Ucap audry kesal.
"Aku disini seharian ngak makan. Sementara kamu asyik asyikan kencan sama pacar kamu." Ucap Audry dengan mata yang sudah berembun.
"Kalau tau kaya gini. Mendingan aku ngak usah ikut sama kamu kesini!!" Ucap Audry lirih.Daffa menghembus napas lelah.
"Ayo bangun. Aku akan pesan makanan untuk kita makan malam." Ucap Daffa yang kini sudah berbalik menuju sofa meninggalkan Audry yang menahan air matanya agar tak jatuh dihadapan Daffa.
__ADS_1
Makan malam yang Daffa pesan kini telah sampai. Dan kini keduanya tengah menikmati makan malam dalam hening. Baik Daffa maupun Audry tak ada yang membuka suara.
Hingga makan malam pun selesai. Audry membereskan bekas makan mereka. Sedangkan Daffa setelah makan tadi ia memilih masuk kekamar mandi membersihkan diri. Setelah selesai dengan urusan masing masing mereka beristirahat tanpa saling menegur satu sama lain.