Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
Caffe


__ADS_3

Audry Federica Wijaya



Sepanjang perjalanan pulang, Audry hanya diam,begitu pun dengan Daffa. Mereka berdua sibuk dengan pemikiran mereka masing masing.


Daffa yang memikirkan tentang pembicaraannya dengan papa Septian tadi siang diRestauran, mengenai keharusannya memimpin perusahaan Wijaya.


Sementara Audry, memikirkan gadis yang tak sengaja bertabrakan dengannya tadi siang di Mall. Jika diamati, sepertinya Audry pernah bertemu dengan gadis itu disuatu tempat, tetapi ia lupa dimana.


"Sayang, Ayo turun." Seruan Daffa menyentak Audry dari segala pemikirannya. Ia memperhatikan Daffa yang sedang menunduk disamping pintu tempatnya duduk, sambil membukakan sabuk pengaman yang melingkar ditubuh Audry.


"Kita sudah sampai?" Memandang kearah rumah dan Daffa secara bergantian, dengan raut bingung.


"Jadi, sejak tadi kau melamun?" Tanya Daffa balik. Bukannya menjawab, Audry mala mengerjap beberapa kali membuat Daffa yang melihatnya merasa gemas.


"Awww,, Sakit yank!" Ringis Audry mengelus elus jidatnya yang baru saja disentil oleh Daffa.


"Habis kamu ditanya bukannya jawab, mala kedip kedip mata." Kekeh Daffa geli.


"Mau godain aku." Sambungnya dengan wajah menggodanya. Membuat Audry melotot tajam.


"Ngak usah ngada ngada ya. Dasar mesum." Tangannya mencubit lengan Daffa yang masih berbalut kemeja lengan panjangnya, membuat Daffa meringis. Tak lama setelahnya mereka berdua mala tertawa.


¤¤


Sudah Tiga minggu berlalu. Daffa dan Audry tengah fokus dengan kegiatan mereka masing masing.


Daffa yang sudah mulai membantu papa Septian dikantor. Semenjak libur, ia sudah mulai belajar bisnis bersama papanya.

__ADS_1


Sedangkan Audry, ia fokus mengurus caffe milik Daffa atas saran suami dan juga kedua mertuanya, agar selama libur ia tak bosan setiap hari berada dirumah terus.


Hari ini ia tengah sibuk membuat kue di Caffenya, dan akan ia rekomendasikan sebagai salah satu menu yang wajib di coba oleh para pengunjung.


"Gimana mba Mitha?" Menatap penuh harap kearah salah satu pegawainya, menanti jawaban.


"Mmmm.. Delicious Ri👌🏻" Pujian itu mampu membuat senyuman dibibir Audry seketika terbit. Mitha adalah salah satu Chef di Caffe Daffa. Mengenai panggilan para pegawai, memang Audry memintah para pegawai Daffa untuk memanggil namanya saja dari pada ibu atau mba, yang menurutnya tak sesuai dengan Usianya yang masih muda.


"Beneran mba Mitha?" Tanyanya antusias, yang dijawab dengan anggukan yang tak kalah antusias pula.


Drttttt... Drttttt


Deringan ponsel disaku celemek yang Audry gunakan mengalihkan perhatian kedua gadis tersebut.


"Sebenyar mba, Riri angkat telpon dulu." Izinnya pada Mitha.


"Hallo, Assalamualaikum." Salam Audry pada seseorang disebrang sana.


"Aku lagi dicaffe Ra." Balas Audry lagi.


"Sibuk ya? hhh.. Padahal tadi rencananya aku mau ngajak kamu keluar."


"Keluar? Aku bisa kok, kemana emang?" Tanya Audry pada seseorang disebrang sana.


"Ke Mall, soalnya aku mau beli hadiah buat pacar aku. Kamu bisakan?"


"Hmm.. Bisa." Jawab Audry cepat.


"ahh.. baiklah, aku kirim lokasi aku sekarang yah."

__ADS_1


"Ok, aku OTW sana sekarang." Seraya melepas celemek yang masih menenpel ditubuhnya.


"Oh thank's.. Assalamualaikum Audry."


"Walaikumsalam." Ucapnya lagi.


"Mba Mitha, keknya Riry harus pergi deh, tadi ada teman minta di temanin beli kado buat pacarnya." Ijinnya pada Mitha yang sejak tadi hanya diam menunggu perintah apa yang akan diberikan istri atasannya itu.


"Kenapa harus ijin si Ri, kan disini saya cuma bawahan, kamu atasan saya." Jawab Mitha sungkan. Ia sering merasa canggung dengan bila berhadapan dengan istri atasannya ini.


"Hehe.. Ya udah Riry pamit pergi dulu ya mba, Sekalian mau pamit sama Riki." Ia pun bergegas meninggalkan dapur menuju ruang manager.


Tok. Tok. Tok.


"Masuk." Setelah mendengar perintah dari dalam ruangan manager, Audry pun masuk.


"Eh, bu Bos, kirain siapa. Kenapa ngak langsung masuk aja." Ucap Riki sedikit canggung, ini kali pertama mereka berbicara berdua, tanpa ada Daffa disana.


"Mas Riki, saya kesini mau ijin keluar sebentar." Ucap Audry tanpa merespon ucapan Riki sebelumnga.


"Hah? Kenapa izin ke saya bu bos, telpon bos Daffa saja." Saran Riki sungkan. Dia heran kenapa istri bos nya ini mala minta izin ke dia, bukan ke Daffa langsung.


"Hmm. Nanti saya telpon Daffa. Kalau begitu saya pergi dulu ya." Pamitnya. Tapi belum sempat ia berbalik suara Riki sudah menghentikannya.


"Bu Bos, tolong izin sama bos Daffa dulu. Baru pergi." Dengan Mimik memohon kearah Istri atasannya itu. Ia hanya tak mau jika Daffa mara, karena istrinya pergi tanpa seizinnya.


Maaf Baru Up🙏🙏.


Makasih bagi yang masih setia menunggu. BTW kalian jaga kesehatan yah. Jangan lupa untuk selalu memakai masker bila beraktivitas diluar rumah...

__ADS_1


Borahe💕 Sarangheeee💜💜💜


__ADS_2