
Seorang gadis tengah duduk disalah satu kursi yang ada disebuah Stan makanan yang berada di lantai bawah. Matanya sibuk melihat pada layar ponsel yang ia genggam.
"Hai Ra, Maaf buat kamu lama nunggu." Sapaan itu membuatnya mengalihkan perhatiannya. Ternyata disana ada Audry dan sahabatnya Sisi.
"Ngak kok. Aku juga baru sampai." Jawab gadis itu lembut.
"Hai Si." Sapanya pada Sisi, yang dibalas anggukan kepala singkat oleh gadis itu, setelahnya mengalihkan pandangannya guna melihat sekitaran yang ternyata sangat rame dengan pengunjung.
"Kamu ke sini sendiri?" Tanya Audry.
"Tadi aku kesini sama kakak aku, tapi orangnya udah pergi, cuma ngantar doank. hehe" cengirnya.
"Oh ya, makasih udah mau datang." Ucapnya dengan nada tak enak.
"iya, kebetulan kami lagi ngak sibuk kok Ra." Jawab Audry tulus. Sementara Sisi malah sibuk dengan ponsel ditangannya,tak tertarik sedikit pun dengan perbincangan sang sahabat dengan gadis yang baru beberapa minggu lalu mereka kenal.
"Mmm.. Jadi kita akan cari apa dulu?" tanya Audry pada Laura. Yah, gadis yang ditemui Audry dan Sisi adalah Laura yang merupakan mantan kekasih Daffa.
"Bagusnya aku kasih apa ya Ri?" Tanya Laura balik.
__ADS_1
"Emang pacar kamu ulang tahun kapan?" Mereka mulai berjalan menujuh toko yang akan mereka kunjungi.
"Bukan ulang tahun sih Ri, tapi dia baru aja ikut gabung di perusahaan ayahnya." Jawab Laura.
"Kebetulan dia bentar lagi mau lulus sekolah, dan ayahnya meminta dia belajar bisnis mulai dari sekarang sebelum masuk kulyah. Agar kelak, ia bisa mengganti ayahnya saat ayahnya tua nanti." Laura tersenyum antusias kearah Audry, yang membuat gadis itu ikut tersenyum.
"Bay The Way, kamu mau beli apa buat pacar kamu itu?"
"Bagus nya kasih apa ya Ri, Si?" Laura menatap kedua gadis disampingnya bergantian, guna meminta pendapat dari mereka.
"Emang pacar kamu sukanya apa?" Lagi lagi hanya Audry dan Laura yang terlibat dalam pembicaraan, karena sepertinya Sisi sangat enggan berbicara dengan gadis disebelah kiri Audry itu.
"Dia suka ngoleksi jam tangan dan sepatu." Lagi lagi Laura melemparkan senyum lebarnya kearah Audry dan Sisi. Sementara iitu, Sisi menyikut lengan Audry pelan serasa berbisik pelan ditelinga sang sahabat.
"Maksud lo?" Tanya Audry pelan seperti yang Sisi lakukan.
"Lu merasa ngak sih, dari ceritanya dia mirip gitu kaya yang perna lu ceritain ke kita tentang alasan Daffa gabung di kantornya Om Septian. Daffa juga suka ngoleksi jam tangan sama sepatu."
"Jangan berprasangka buruk dulu Si. Mungkin cowok nya dia kesukaannya sama kaya My hubby." Audry tersenyum geli mendengar decakkan yang keluar dari mulut sahabatnya itu.
"Jangan terlalu polos. Lu harus waspada. Gue tau Daffa udah berubah, tapi apa salahnya berjaga jaga, atas segala kemungkinan." Ucap Sisi pelan agar Laura tak mendengar pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Terima kasih nasehatnya sayank ku. Tapi gue dan Daffa udah berjanji untuk saling percaya satu sama lain. Dan akan jujur tentang perasaan masing masing." Ujarnya panjang lebar dan merangkul memeluk lengan sisi manja. Sejenak mereka lupa jika ada orang lain disamping mereka.
Tiga minggu yang lalu
Sepeti sebuah takdir yang direncanakan, beberapa minggu belakangan. Audry dan Laura sering sekali dipertemukan sacara tidak terduga.
Seperti beberapa hari yang lalu saat Audry dan Sisi turun dari eskalator, dan secara tidak sengaja bertabrakan dengan Laura yang mengakibatkan bajunya tertumpah minumannya sendiri.
Begitu pun minggu selanjutnya,saat Audry menemani mama Rima keacara Arisan dengan teman-teman sosialita mama mertuanya. Tepat saat ia izin ke toilet, dan sampainya didepan pintu toilet, ia pun tak sengaja bertabrakan dengan Laura yang akan masuk juga ke toilet yang sama.
"Oh sorry." Ucap mereka beberangan. Keduanya mengakat wajah mereka bersamaan.
"Kamu!!" Ucap Keduanya bersamaan
"Duluan saja." Lagi lagi bersamaan. Keduanya berpandangan dan tersenyum malu, karena ucapan mereka selalu sama diwaktu yang sama pula.
"Kalau kamu udah kebelet, duluan aja." Ucap Laura dengan senyum lebar kearah Audry yang masih terlihat malu.
"Ah? ngak, aku cuma mau cuci muka aja." Audry membalas senyum Laura tak kalah lebar.
"Kamu aja yang duluan." Lanjut Audry dengan masih mempertahankan senyuman dibibirnya.
__ADS_1
"Kalau gitu, kita bareng aja, soalnya aku juga mau cuci muka." Ujar Laura. Dan keduanya pun masuk bersamaan kedalam toilet. Berbincang, bercerita panjang lebar dan saling bertukar kontak satu sama lain.