
"Ish Daffa.. Kalau udah janji jangan ingkar donk!" Omel mama Rima lagi. Beliau melepas telinga Daffa yang sudah memerah karena dijewer.
"Besok kalian nginap aja dirumah ayah dan bunda ya." Ucap mama Rima lembut pada sang mantu yang diangguki Audry.
"Ya udah kalian masuk gih," Lanjut beliau lagi.
"Dan kamu Daffa. Awas kalau kamu buat Audry nangis lagi." Ancam mama Rima yang segara diangguki Daffa. Setelahnya merekapun masuk kedalam rumah.
"Kamu istirahat aja sayang, ngak usah bantu mama masak." Pinta mama Rima yang dibalas anggukan oleh Audry.
Dengan langkah gontai Audry menaiki anak tangga menuju kamar mereka dengan Daffa yang mengekor dibelakangnya.
Sesampai dikamar Audry berjalan kekamar mandi tanpa mengatakan sepatah kata pun, ia berjalan melewati Daffa dengan acuh.
Sementara itu Daffa hanya menghembuskan napas pasrah menatap punggung Audry yang mulai menghilang dibalik pintu kamar mandi.
'Kayanya dia benar benar marah ke gue' gumamnya dalam hati.
__ADS_1
'Udah buat dia mau bersikap baik ke gue kaya kemaren aja susah banget. Kenapa sekarang jadi balik kaya semula sih, kali ini kayanya akan parah.' gerutunya lagi dalam hati.
Tak selang berapa lama Audry pun keluar dengan baju tidur berlengan panjang dan celana panjangnya berwana merah polos. Ia menaiki tempat tidur dan membaringkan diri tanpa menegur Daffa seperti biasa.
"Aku tau kamu masih marah." Ucap Daffa yang saat ini tengah berdiri disamping tempat tidur. Daffa beringsut menaiki tempat tidur mendekati Audry yang tengah berbaring membelakanginya.
"Kita itu masih pengantin baru, ngak baik marahan kaya gini." Daffa memelas sambil memegang tangan sang istri yang ditepis kasar oleh Audry.
"Lebih baik kamu mandi, airnya udah aku siapin" Ucap Audry dingin. Ia bahkan tak berbalik untuk menatap Daffa. Daffa menghelai napas berat.
cup Daffa mengecup pipi Audry kilat.
☆☆
Keesokan paginya
Audry dan Daffa sudah sampai disekolah. Sejak tadi pagi Audry sudah diam membisu tak seperti biasanya yang akan tersenyum jika berjumpa dengan ketiga sahabatnya.
__ADS_1
" Elo kenapa?" Tanya Sisi pada Audry yang saat ini hanya diam disampingnya.
"Hah? ngak kenapa napa." Ucap Audry
"Kenapa elo diam aja dari tadi?" Ujar Sisi.
"Apa sih kunyuk Daffa buat masalah lagi?" Tanya Sisi lagi membuat Audry menghembus nafas berat. Ia menatap Sisi dan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Ia tak mau melibatkan sahabatnya dalam masalahnya dan Daffa lagi.
"Gue cuma kangen sama Bunda dan Ayah gue aja." Audry tak sepenuhnya bohong. Memang semenjak pulang dari honeymon ia tak perna bertemu kedua orang tuanya.
"Ajak aja sih kunyuk nanti mampir kerumah ortu lo." Saran Sisi yang hanya dibalas anggukan kepala Audry.
"Yuk ke kantin." Ajak Sisi sambil menarik tangan Audry agar mengikutinya. Mau tak mau Audry pun beranjak dari duduknya dan berjalan mengikuti Sisi kekantin menyusul Manda dan Serly yang telah lebih dulu kesana.
Setibanya dikantin ia tak sengaja melihat Daffa yang tengah duduk bersama David dan juga seorang gadis yang Audry tahu bernama Sinta yang merupakan anggota osis juga.
"Audry" Ia pun menoleh saat mendengar namanya panggil.
__ADS_1
"Kak Haikal?" Ia menatap tak percaya pada cowok dihadapannya saat ini. Bagaimana mungkin Haikal ada disini, bukankah cowok sudah tamat kulyah dan tak mungkin ia murid disekolah ini?
"Kakak ngapain disini?" Tanya Audry bingung.