
"Menurut mu?" Ucap Daffa semakin menyeringai. Ia semakin mengikis jarak diantara mereka. Tanpa sadar Audry memejamkan matanya membuat Daffa semakin menyunggingkan senyum nakalnya.
Cup.. Kecupan dikening Daffa berikan pada sang istri. Audry yang mendapatkan perlakuan manis seperti itu dari Daffa mengerjapkan matanya berkali kali. Antara bingung, malu dan tak percaya.
"Sadarlah."Ucap Daffa geli melihat ekspresi sang istri.
"Hah?" Ucap Audry yang belum sepenuhnya sadar dari katerkejutannya.
"Kenapa? Sepertinya kau kecewa?" Ucap Daffa dengan nada meledek. Kesadaran Audry belum sepenuhnya kembali.
"Kecewa?" Ucap Audry bingung. Daffa semakin bersemangat menggoda Audry.
"Apa kau berharap aku mencium mu disini?" Tunjuknya pada bibir Audry.
"Hah? Kau!!" Bentak Audry yang telat menyadari kejahilan suaminya. Wajah Audry bersemu. Ia mendorong wajah Daffa agar segera menjauh dari wajahnya.
__ADS_1
"Kenapa wajah mu merah? Benarkan tebakan ku?" Tanya Daffa menggoda Audry.
"A-aku?. Tidak!!" Ucap Audry ketus guna menutupi kegugupannya. Ia bahkan tak sadar menyebut dirinya aku bukan gue lagi pada Daffa. Membuat Daffa tersenyum mendengarnya.
"Baiklah. Ini sudah malam, lebih baik kita tidur sebelum aku benar benar akan menerkam mu." Ancam Daffa seraya membaringkan dirinya disamping Audry.
"Mau kemana?" Ucap Daffa karena bukannya tidur Audry malah berniat turun dari tempat tidur.
"Sofa!" Jawabnya ketus. Ia hendak menurunkan kakinya dari tempat tidur. Tapi niatnya itu terhalang oleh Daffa yang sudah lebih dulu mencekal pergelangan tangannya.
"Tidur!" Ucapnya lagi dengan aksen datar. Audry hanya mengangguk takut melihatnya.
Daffa menghempas dengan kasar tangan Audry dan berbaring memunggunginya.
Keesokkan harinya.
__ADS_1
Hari ini Audry bangun sedikit telat. Ia menggeliat dan perlahan membuka matanya. Melihat kesamping, tapi Daffa tak ada disana, kasur terasa dingin seperti tak ada yang tidur disana. mungkin Daffa tidur disofa fikirnya. Tapi saat matanya mengarah kesofa, tak ada tanda tanda seseorang tidur disana.
"Mungkin dia sedang mencari sarapan." Monoloqnya pada diri sendiri. Ia segera bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah membersihkan diri Audry keluar menyusul suaminya. Sampai dilobby hotel ia mengedarkan pandangan mencari keberadaan Daffa.
"Kemana dia?" Ucap Audry celingak celinguk mencari keberadaan Daffa.
Saat matanya menatap kesebuah kedai depan hotel, ia menemukan sosok yang ia cari tadi. Ia tersenyum tipis dan ingin menghampirinya. Tapi langkahnya terhenti saat netranya menangkap sosok orang lain menghampiri suaminya dengan dua gelas minuman ditangannya. Gadis itu tersenyum manis kearah Daffa dan begitu pula sebaliknya.
"Siapa gadis itu?" Tanyanya pada diri sendiri. Karena melihat Daffa yang asyik berbincang dengan seorang gadis, Audry pun tak berniat untuk menyusul. Ia membalik badan menuju kamarnya dengan segala gerutu dan makian ia lontarkan untuk Daffa. Hingga sampai dikamar yang ia tempati.
"Ck, Kenapa gue jadi kesal kaya gini?" Ucapnya pada diri sendiri. Ia masuk kekamar dan menutup pintu kamar dengan kasar.
"Emang dasar playboy, udah punya istri masih aja godain cewek lain diluar." Gerutunya. Ia duduk disofa dan menyalakan Televisi.
__ADS_1
"Gue disini kelaparan, eh dia asyik asyikan kencan sama ceweknya disana!" Gerutunya lagi. Ia bahkan tak tahu acara apa yang ia tonton saat ini.