Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
jatuh cinta?


__ADS_3

"****." upat Daffa memukul stir mobil. Ia kembali menyalakan mobilnya menuju Apartemen sang kakak. Sepanjang jalan ia tak hentinya mengumpat kesal dengan apa yang ia debatkan tadi di caffe dengan Vanya.


Sampai diparkiran Apartemen ia tak langsung turun, mala memperhatikan cincin yang melingkar di jarinya. Bibirnya tertarik keatas membentuk sebuah senyuman. Ntah mengapa dia mengingat kembali momen ciumannya dengan sang tunangan saat itu yang membuat pipinya ditampar untuk pertama kalinya oleh seorang wanita.


"Menggemaskan." Gumamnya memainkan cincin dijarinya. Akhirnya iapun turun dari mobil dan masuk ke Apartemen. Malam ini ia akan menginap disana.


Sampainya dalam Apartemen ia langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak selang berapa lama, ia keluar menggunakan handuk yang hanya menutupi pinggang hingga sebatas lututnya dan menuju lemari pakaian yang ada disudut ruangan.


Saat membuka lemari, senyuman kembali terbit dibibir tipisnya. Matanya menatap sebuah dompet berwarna merah yang terletak diatas kemeja hitamnya.


"Sepertinya ia tak menyadarinya."Gumamnya pada diri sendiri. Akhirnya ia pun mengambil piama tidurnya untuk ia gunakan. setelahnya ia membaringkan tubuhnya diatas ranjang dan meraih Hp berniat menghubungi seseorang.


"Apa yang akan ku katakan saat dia mengangkat telpon nanti?" monolognya pada diri sendiri. Saat ini ia sedang menimbang nimbang antara menelpon orang tersebut atau tidak.

__ADS_1


"Mengapa aku jadi seperti seseorang yang sedang jatuh cinta seperti ini?!" Ucapnya kesal pada diri sendiri. '****' upatnya dalam hati dan meletakkan ponselnya sembarang dan mulai memejamkan mata.


☆☆


Sementara itu dilain tempat, gadis yang saat ini sedang berbaring ditempat tidur terlihat membolak balikkan tubuhnya gelisah. Ntah apa yang saat ini ia fikirkan? sajak sejam yang lalu ia tak kunjung tidur. Pasalnya besok ia akan mulai masuk sekolah lagi.


"Bagaimana ini?" Tanyanya ambigu pada diri sendiri.


"ahhh... Dasar Ketos Resse, nyebelin.!!!" makinya. Ntah mengapa ia merasa pipinya memanas saat ini. Segera Ia menarik selimutnya untuk menyembunyikan diri, seperti seseorang yang kepergok sang Ayah berpacaran.


☆☆


Pagi menyapa, gadis itu sepertinya enggan untuk bergerak dibalik selimut yang membungkus tubuhnya.

__ADS_1


"Riry sayang Cepat bangun, Daffa udah OTW buat jemput kamu." Ucap sang Bunda didepan pintu kamar Audry.


"I-Iya Bunda. ini Riry mau mandi." Ucapnya. Sengera ia berlari masuk kekamar mandi.Sepertinya ia tak dengar kalau sang tunangan akan datang menjemput dirinya. Tak selang berapa lama ia sudah keluar menggunakan seragam putih abu"nya.


Tak butuh waktu lama untuk Audry merias diri. Ia memakai sepatu hitam hadia Mama Rima sang calon mertua dan setelahnya ia meraih tas yang ia letakkan dikursi meja belajarnya dan segera turun untuk sarapan bersama kedua orang tuanya.


Saat ia menuruni tangga, sayup sayup Audry mendengar suara seseorang yang sedang berbincang dengan sang Ayah,suaranya sangat ia kenal. Saat matanya menangkap sosok yang semalam membuatnya susah tidur, ia mendengus sebel.


"Pagi Yah.. pagi Daff" Sapanya dan mencium pipi sang Ayah. Yang dibalas pula oleh sang Ayah.


"Berhubung Riry udah disini, ayo kita sarapan dulu." Ucap Danu pada calon mantu dan putrinya.


"Iya Yah." Ucap Daffa sedikit canggung.

__ADS_1


__ADS_2