
Supaya Autho****rnya semangat update jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara Like, Vote and Komen ya sayang😘 Terima kasih atas dukungan kalian😘🤗
______________
"Kepedean banget. Aku tu dandan kaya gini tu karena tadi disaranin sama Sisi. Katanya siapa tau cocok buat aku." Elaknya. Ia menatap Daffa garang. Dih padahal benarkan yang Daffa katakan, kalau ia dandan buat Daffa. Sedangkan Daffa terkekeh melihat wajah Audry yang memerah.
"Iya iya. Ngak usah marah marah donk sayang, kan dandanannya jadi rusak." Kekeh Daffa yang membuat Audry merengut sebel.
" Ayo cepat pulang!" Ketusnya.
"Dari tadi marah marah terus sih sayang. iya iya ini mau jalan." Jawab Daffa sambil menjalankan mobilnya meninggalkan area Mall.
"Kenapa cemberut?" Tanya Daffa saat melihat wajah Audry yang sejak masuk mobil tertekuk.
"Benar kata Serly kalau kamu semalam ketemu sama cewek lain?!" Tanya Audry dengan nada tak suka.
"Kamu cemburu ya sayang?" Goda Daffa. Ia tersenyum manis mendengar pertanyaan yang dilontarkan Audry padanya.
__ADS_1
"Apaan sih? Jawab aja." Rupanya ia sudah pandai merajuk sekarang.
"Cuma teman." Jawab Daffa santai. Audry semakin jengkel mendengar jawaban Daffa.
"Jadi benar yah? yang kamu temuin semalam temen cewek?!" Terdengar nada tak suka saat mengucapkan pertanyaannya tersebut.
"Kan tadi aku bilang cuma teman sayang." Masih tetap pada jawaban semulanya.
"Jadi menurut kamu wajar gitu teman cewek peluk peluk teman cowoknya, padahal cowok itu udah merid gitu?!" Semakin kesalkan Audry mendengar jawaban Daffa yang sangat santai menurutnya.
"Bukan kata mereka, tapi kata aku kan barusan!" Nada Audry sudah mulai ketus. Ia sebel karena Daffa sepertinya sedang ingin membohonginya.
"kamu pasti nebak nebakkan dari ucapan sahabat kamu tadi?" Ucap Daffa
"Aku cium bau parfumenya dibaju kamu semalam!" Ucap Audry cepat.
"Dengar ya tuan Daffa yang terhormat. Walaupun menurut kamu, kita itu menikah karena dijodohin dan ngak ada cinta diantara kita. Tapi sebagai perempuan yang sudah menikah, aku tidak mau rumah tangga aku hancur hanya karena adanya orang ketiga!" Amok Audry panjang lebar. Daffa dibuat tercengang oleh ucapan Audry barusaan. Ia sampai menginjak rem karena terkejut mendengar ucapan sang istri. Daffa menatap wajah Audry lekat lekat dan menggenggam kedua tangan Audry.
__ADS_1
"Emang siapa yang mau rumah tangganya hancur sih sayang?" Ucap Daffa lembut.
"Terus semalam apa?!" Mata Audry sudah mulai berkaca kaca.
"Dengar du_"Ucapan Daffa terpotong oleh Audry.
"Sudah aku katakan dari awal, jika kamu punya kekasih lebih baik kamu tolak perjodohan kita." Potong Audry lirih.
"Begini say_" Lagi lagi Kalimat yang Daffa ucapkan harus terpotong oleh Audry.
"Aku kira setelah kepulangan kita dari pulau itu, kamu akan berubah!." Sudah ada air mata yang menetes dipipi Audry saat mengucapkan kalimatnya barusan.
"Tapi apa? Kamu tetap aja kaya dulu." Audry sudah tidak bisa menahan airmatanya saat ini. Ia bahkan sudah membuka pintu mobil dan berniat keluar.
"Sayang, Kamu mau kemana?" Daffa terlihat panik saat melihat istrinya menangis dan bahkan sudah menjulurkan kakinya keluar mobil.
"Pulang!" Tanpa menatap pada Daffa, Audry pun keluar dari mobil dan segera menghentikan taxi yang baru saja melintas disekitar sana.
__ADS_1