
Sepertinya aku harus hati-hati dengan kedua bersaudara itu, mereka sepertinya sepaket, sama-sama menyebalkan. Lihat saja tingkah mereka, bahkan aku belum setuju untuk sarapan dengan mereka, mereka main pergi-pergi saja. Dasar duo Resse.
Sepanjang jalan menuju caffe hotel, segala sumpah serapah aku ucapkan untuk kedua saudara resse itu.Tak butuh lama aku pun sampai di Caffe, aku mengedarkan pandangan ke segala arah untuk mencari keberadaan mereka.
"Audry, sebelah sini." Ucap seorang gadis anggun melambaikan tangan kearah ku. disampingnya makhluk Resse sedunia sedang duduk.Dia menggunakan hoddie biru dongker yang membuatnya terlihat begitu tampan. Aku pun berjalan menghampiri mereka sambil memaksakan senyum.
"wah, kompak banget deh pasangan baru, sama-sama pakai Hoddie."Ledek Bianca, yang membuat ku sedikit salting.
"Bukankah kami sangat serasi Bi?"Ucap si Ketos Resse ini sambil menarik tangan ku agar duduk di sampingnya.
"Banget Daff" Ucap Bianca dan menggerlingkan mata. Apa mereka sedang mengerjai ku saat ini?
"Kak Bianca ngak jadi kulyah di Amerika?" Ucap ku mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Wah kau tau kalau kakak akan ke Amerika?" Ujarnya malah balik bertanya. Ck, benar-benar sepaket ya kalian berdua. batinku mencibir.
"Satu sekolah juga tau, kalau kak Bianca si Queen Bie akan melanjutkan Study di Amerika." Ucapku.
"Wah Adek ipar, Aku merasa tersanjung karena adek ipar mengenal ku juga." Ucapnya berlebihan. adek ipar ndas mu! sumpahku hanya beraninya dalam hati saja sih hehe.
"Baiklah sudahi dulu acara adek dan kakak iparnya." Ucap si ketos Resse.
"kalian berdua tidak mau pesan makanan gitu? ucapnya lagi.
"Kamu ngak pesan makan Bi?" Ucapnya. Bianca hanya menggeleng sebagai jawaban.
"Dari semalam kamu ngak makan, nanti asam lambung mu kambuh! Ucap Daffa terdengar sedikit kesal. See, kalian bisa lihat bukan kedekatan mereka. Siapa yang tidak mengira kalau mereka pacaran.
__ADS_1
"Terserah." Ucap Daffa mulai kesal.
"Mas, Orange juz 3 dan salad buah 3." Ucap Daffa mulai memesan. what? Dia ngak nanya dulu gitu? aku mau pesan apa. ish dasar nyebelin. gerutu ku dalam hati.
Akupun tak jadi protes, hanya duduk sambil cemberut menunggu pesanan yang tadi dipesan si ketos Resse and nyebelin di sampingku ini.Ingin rasanya ku cekek aja deh dia.
Setelah cukup lama menunggu akhirnya pesanan kami datang juga. Sejujurnya aku tak biasa sarapan seperti sekarang, jika bukan dengan nasi maka bisa di pastikan 1 jam lagi aku pasti akan kelaperan.
Karena tak memiliki pilihan lain kami makan salad dan berbincang mengenai keseharian kami di luar sekolah. Tak jarang Bianca juga membicarakan tentang Daffa, yang membuat yang di bicarakan kesel. Aku sedikit terhibur ketika melihatnya kesal seperti sekarang ini. Sepertinya dia tak berkutik dihadapan kakak sepupunya ini.
Akhirnya acara sarapan bersama duo Resse selesai juga. Aku sedikit lega ketika kak Bianca bilang jika dia ingin istirahat, karena semalam dia tak bisa tidur. Jujur saja, aku penasaran ada apa dengan mereka semalam. kenapa semalam mereka bersama? jika memang benar mereka kakak dan adik sepupu, kenapa mereka bertemu diam-diam seperti semalam.
"Hon, aku antar kamu ke kamar." Ucap Daffa menyentakku dari lamunan ku.
__ADS_1
"Hah? Ba-baiklah."Ucapku Akhirnya.