Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
Makan malam


__ADS_3

"Bukan lebay Hon, tapi romantis." Ucapnya santai dan duduk dikursi depan Audry. see sifat playernya kambuh. Audry hanya memutar bola mata males menanggapinya. Setelahnya ia memanggil pelayan untuk memesan makanan.


Selama menunggu makanan yang mereka pesan, baik Audry maupun Daffa hanya sibuk dengan ponsel yang ada ditangan mereka. Audry yang sedang memberi kabar kapada kedua orang tuanya. Sedangkan Daffa, ntah apa yang sedang ia lakukan dengan ponselnya. Karena ia hanya tersenyum tipis menatap layar didepannya.


"Ini mas, mba pesanannya." Ucap salah seorang pelayan yang menghetikan aktifitas mereka dari ponsel masing masing.


"Thank's" Ucap Daffa meletakkan ponsel yang ia pegang kesaku celana sekolahnya. Begitupula dengan gadis didepannya. Pelayan itu mengangguk sopan sebelum berlalu meninggalkan pasangan itu.


"Ayo, silakan dimakan hon." Ucapnya pada sang tunangan.


"Hmm." Gumam Audry. Sejujurnya ia merasa gugup saat ini. Karena, ini kali pertama ia makan berdua dengan seorang laki laki dan lelaki itu pula yang telah mengambil ciuman pertamanya.


Mereka makan dalam diam. Sesekali Audry melirik pada Daffa yang sedang fokus dengan makanannya. Cowok itu tampak menikmati makanan yang ada dihadapannya, tanpa perduli sekeliling mereka.

__ADS_1


"Daffa?" Suara sapaan dari seseorang mengintruksi mereka berdua untuk mengangkat kepala guna melihat siapa orang tersebut. Daffa sedikit terkejut, tapi buru buru ia mengubah ekspresinya agar tak disadari oleh kedua gadis didepannya. Dua gadis? ia, yang menyapa Daffa seorang gadis.


"Wah ternyata benar." Ucap Gadis itu girang dan reflek memeluk Daffa. Bukannya menolak Daffa malah tak bergerak untuk mendorong gadis itu. Audry yang melihat hal itu hanya diam saja menyaksikan tunanganya dipeluk oleh gadis lain didepannya.


"Aku seneng baget bisa ketemu kamu disini." Ucap Gadis itu, yang tak tau malunya mala menarik kursi dimeja lain dan duduk disamping Daffa.


"Oh yah?" Daffa memperhatikan gadis tersebut. Sepertinya mereka lupa ada seseorang dimeja itu juga sedang menyaksikan interaksi mereka berdua dalam diam.


"Eh ini siapa Ay?" tanya gadis itu yang baru menyadari jika Daffa tak sendiri disini.


"Dia anak sahabatnya papa." Ucap Daffa santai.


"Oh, Hai.. gue Krystal." Ucap gadis itu memperkenalkan diri. Ia mengulur tangannya yang disambut Audry sopan.

__ADS_1


"Audry." Ucapnya singkat. Ia menarik tautan tangan mereka agar terlepas.


"Aku pacarnya Daffa." Ucap Krystal lagi. memberi tahu Audry seolah dia adalah kekasih satu satunya Daffa Wijaya. Audry hanya tersenyum menanggapinya. Beda dengan Daffa yang sejak tadi diam memperhatikan mimik muka Audry yang tak berubah sedikitpun.


"Ay, aku gabung ya sama kalian." Ucap Krystal membuat pandangan Daffa teralih pada gadis itu.


"Boleh." ucapnya singkat. Ia kembali menatap Audry yang sudah sibuk dengan makanan didepannya.


"Oh ya kalian berdua satu sekolah?." Ucap Krystal disela selakegiatan makan malam mereka.


"Iya, kami satu kelas." Ucap Daffa santai.


'****, kenapa krystal harus sekarang sih!!' Upatnya kesal dalam hati. Ia melanjutkan makan malam dengan suasana hati yang sedikit kacau. Kehadiran krystal membuat rencananya untuk menaklukkan Audry sirna dalam sekejap.

__ADS_1


__ADS_2