
"Saya sebagai su....ehm sebagai tunangannya Audry keberatan tunangan saya keruangan anda!" Ucap Daffa cepat membuat Haikal yang berdiri didepan kelas terkejut begitu juga dengan semua penghuni kelas. Pengakuan Daffa yang mendadak membuat mereka semua terkejut.
Daffa sengaja mengatakan dirinya tunangan Audry dan bukan suami karena status mereka yang masih pelajar. Walaupun sekolah itu milik keluarganya tapi Daffa telah diingatkan oleh papanya untuk merahasiakan pernikahan mereka hingga mereka lulus nanti.
"Tapi saya guru disini dan ini masih jam pelajaran saya. Audry saya tunggu tugas teman-teman kamu dimeja saya." Ucap Haikal sebelum keluar dari dalam kelas menuju ruang guru, Audry mengangguk patuh. Sementara itu Daffa menggeram kesal ditempatnya menatap punggung Haikal yang mulai menghilang dibalik pintu. Ia berjalan mendekat kearah meja Audry dan Sisi didepan sana..
"Nanti tugasnya biar aku aja yang antar." Ucap Daffa tegas tanpa mau dibantah.
" Tapikan..."
"Jangan membantah. Atau kamu memang suka ketemu sama dia?!" Cercanya dengan menatap tajam sang istri.
"Kamu ngomong apa sih?" Ucap Audry bingung. Sementara ketiga sahabat Audry tersenyum mengejek kearah Daffa.
"Lucu ya playboy berubah jadi bucin.wkwkkk" Ejek Manda hanya dibalas tatapan sinis sama Daffa.
__ADS_1
"Dasar jomblo.. bilang aja elo iri." Balas Daffa ketus membuat keempat gadis itu memutar bola mata jengah kearahnya.
"Pokoknya nanti aku yang antar tugasnya." Ucap Daffa lagi dan berbalik menuju ke mejanya tanpa menunggu jawaban dari Audry.
Jam istirahat pun tiba. Seperti yang dikatakan Daffa tadi bahwa yang akan mengantarkan semua buku tugas teman-teman sekelasnya adalah dia.
"Jadi kau yang antar?" Ucap Haikal dengan wajah datarnya menatap siswa dihadapannya.
"Apa anda kecewa karena bukan tunangan saya yang kemari?!" Tanya Daffa sinis. Ia tersenyum sinis menatap Haikal.
"Jadi anda terobsesi menjadi pebinor?!" Emosi Daffa sudah tak bisa dikontrol lagi.
"Pebinor? kalian belum menikah, masih tunangan, jadi kalau ngomong jangan asal." Ejek Haikal semakin membuat Daffa geram. Ia sudah akan membalas ucapan Haikal, tapi urung karena pak Kepsek tiba-tiba memanggilnya diluar ruang guru.
"Jangan perna mengganggu Audry, jika anda berani, anda akan lihat akibatnya!" Ancamnya dengan wajah memerah menahan kesal. Daffa pun beranjak dan keluar dari ruang guru menuju ruang Kepsek.
__ADS_1
Sementara itu didalam kelas semua siswa menatap Audry penuh tanya. Sudah sejak tadi mereka ingin mencerca Audry dengan berbagai pertanyaan yang ingin mereka lontarkan.
"Elo benaran udah tunangan sama Daffa?" Tanya Widya tak percaya.
"Kenapa? cemburu?" Itu bukan suara Audry melainkan suara Sisi yang duduk disebelah Audry.
"Enak aja kalau ngomong, ngapain gw cemburu sama si Playboy Resse itu?!" Jawab Widya ketus.
"Terus kenapa elo nanya-nanya?" Tanya Sisi sewot.
"Kok elo sewot sih? Lagian gw nanyanya ke Audry bukan ke Elo!" Widya ikutan sewot jadinya.
"Terus kenapa kalau iya? Elo keberatan?" Ucap Sisi membuat Widya gelagapan. Kenapa juga dia jadi kepo seperti sekarang dengan hubungan orang lain?
"Ng...ngak, gw ngak keberatan" Ucap Widya gagap.
__ADS_1
"Gw sama yang lain cuma penasaran aja." Sambung Widya lagi yang membuat ketiga sahabat Audry mencibir kearah Widya.