Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
Maaf


__ADS_3

"Ish, dasar si Ketos Resse, nyebelin, kenapa ngak bilang kalau dia yang nemuin dompet aku!" gerutunya pada sang suami.


"Kalau tau ngak ilang kaya gini, aku ngak perlu buat ulang KTP, ATM dan Kartu Pelajar ku. Emang menyebalkan!" gerutunya lagi.


Setelahnya ia pun memilih memakan makanannya yang tadi dibelikan Daffa untuknya. Selesai makan ia memilih menyalahkan televisi diruang tamu sembari menunggu Daffa pulang.


"Kemana dia? kenapa lama sekali?" Sambil melirik jam didinding yang sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.


Karena terlalu lama menunggu Audry pun masuk kekamar dan berbaring sambil menyalakan TV yang ada dikamar. Karena memang waktu yang sudah terlalu larut membuat matanya mulai berat dan tertidur dengan televisi yang masih menyalah.


Sekitar dua jam setelahnya barulah Daffa kembali keApartemen.Ia masuk keApartemen sang kakak. Yang pertama ia rasakan sepi, seperti tak berpenghuni. Ia pun melangkah menuju kamar.


Senyuman terukir diwajah tampannya saat mendapati sang istri tengah tertidur lelap ditempat tidur. Ia berjalan mendekati tempat tidur. Sampainya disamping tempat tidur ia duduk dipinggir ranjang dan memperhatikan wajah lelap sang istri.


"Maaf sayang membuat mu menunggu." bisiknya sambil memandangi sang istri.


"Aku janji, tidak akan mengulanginya lagi" Sesalnya.


"Maaf."Bisiknya mendekati wajah sang istri dan mengecup pipi, kedua mata, kening dan terakhir dibibir Audry lembut. Awalnya cuma kecupan tapi lama kelamaan itu menjadi *******.

__ADS_1


"aahh." Lengkuhan Audry membuat Daffa tersedar dari kegiataannya. Ia pun melepas tautan bibir mereka. Dan dengan perlahan pula mata Audry terbuka.


"Da-daffa!!" pekiknya. Daffa tersenyum manis kearah sang istri.


"Iya sayang. Kenapa kok kaget gitu?" Ia mengernyit.


Bugh.


Bantal guling yang tadi Audry peluk mendarat dengan sempurna dimuka tampan Daffa.


"Aww... kok aku dipukul sih sayang?" Aduh Daffa.


"Dasar mesum!!! main cium cium aja!!" Amuk Audry dengan wajah memerah karena malu.


"Lepasin!!" Berontak Audry dipelukkan Daffa.


"Sayang diam donk" pinta Daffa.


"Lepas, kalau ngak aku akan gigit bahu kamu!!" Ancam Audry, ia hanya menggertak.

__ADS_1


"Gigit aja." Ujar Daffa. Tapi Audry diam saja. Ia bingung, kenapa ia merasa nyaman dipeluk oleh Daffa seperti saat ini.


"Kenapa baru pulang?" Tanya Audry setelah cukup lama mereka diam saling berpelukkan.


"Ngak ada. Cuma lama ngobrol tadi." Beritahu Daffa dengan posisi masih berpelukkan


"Teman kamu cewek apa cowok?" keceplosan Audry. Daffa tersenyum, ia melepas pelukkannya ditubuh mungil Audry. Menatap saja ayu sang istri dalam dalam.


"Kalau aku bilang cewek, kamu cemburu apa ngak?" tanya Daffa dengan mimik menggoda. Audry mendengus.


"PD banget." Cibirnya yang membuat Daffa terkekeh geli.


"Ini bibir minta dicium ya, makanya maju gini?" Godanya yang semakin membuat Audry mendengus sebel.


"Kamu udah mandi?" Tanya Audry yang dibalas gelengan kepala oleh Daffa.


"Aku siapin Air hangatnya dulu." Audry bangkit dari tempat tidur. Daffa mengernyit melihat penampilan sang istri.


'tumben dia mau pakai baju gue' Batin Daffa yang memperhatikan punggung Audry yang berlalu kekamar mandi.

__ADS_1


"Sayang, kamu kok **** ya!!!" Teriaknya dari atas tempat tidur bermaksud menggoda Audry.


"Diam!!!" Teriak Audry dikamar mandi yang membuat Daffa tertawa puas ditempatnya. Ia yakin sekali pasti wajah istrinya itu sudah mereh seperti kepiting rebus saat ini.


__ADS_2