
"Selamat pagi bidadari bidadari ku." Sapaan seseorang dibelakang mereka, membuat keduanya menoleh. Disana sudah ada Daffa yang menjulang tinggi, berdiri diambang pintu dapur dengan menggunakan kaos hitam dan celana denim Abu abu tua selututnya.
"Hmm.. pagi juga pengerannya mama." Jawab mama Rima. Sementara Audry hanya tersenyum dan mengangguk menjawab sapaan dari Daffa.
"Mau kemana pagi pagi udah kece dan harum." Tanya Audry saat Daffa mendekat untuk mencium pipinya.
"Ngak kemana mana kok sayang." Seraya berjalan menuju meja makan.
"Sebentar, aku cuci tangan dulu." Berajalan kearah wastafel. Setelah selesai Audry pun menyiapkan sarapan untuk Daffa dengan telaten seperti biasanya.
"Kamu udah sarapan?" Tanya Daffa karena Audry hanya menyediakan piring untuknya saja. Audry hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Yank, hari ini aku mau ke kaffe. Barusan Riky chat aku, katanya ada yang harus ia sampaikan." Beritahu Daffa saat melihat istrinya hendak berbalik untuk kembali bergabung dengan mama Rima didapur.
"Apa ada masalah?" Mengurungkan langkahnya dan kembali mendekat kearah Daffa.
"Sepertinya tidak." Ucap Daffa sambil menatap Audry.
"Sampai jam berapa? Makan siang dirumahkan?" Tanya Audry memastikan.
__ADS_1
"Ngak tau sayang, Liat gimana nanti aja." Sambil memasukkan makanan ke mulutnya. Audry pun mengangguk dan memilih duduk dikursi samping Daffa menunggu suaminya menghabiskan sarapan.
Setelah menyelesaikan sarapannya Daffa pun berpamitan kepada mama Rima, sementara Audry mengantar Daffa kedepan. Setelah melihat mobil yang dikendarai Daffa keluar dari halaman rumah, Audry pun masuk kedalam rumah, melanjutkan acara membuat kuenya bersama mama mertuanya.
Dikaffe
Daffa yang baru saja sampai ke Kaffe, segera masuk keruang manager yang saat ini dihuni oleh Riky selaku manager yang dipercaya Daffa.
"Apa ada masalah?" Saat baru memasuki ruang manager.
"Duduklah dulu bos." Riky mempersilahkan Daffa duduk disofa yang ada diruangan manager. Daffa pun melangkah kearah sofa dan mendudukkan bokongnya disoffa.
"Tidak perlu." Tolak Daffa.
"Katakan saja apa yang ingin kau sampaikan." pintanya. Riky tersenyum, sepertinya atasannya ini sangat kesal padanya karena telah mengganggu acara weekendnya bersama sang istri.
"Tidak ada masalah besar bos. Ini akhir bulan, jadi aku hanya ingin melaporkan pendapatan dan juga pengeluaran dikaffe." Jelas Riky panjang lebar. Daffa pun mengangguk dan mempersilahkan Riky menjelaskan.
"Kemaren semua bahan dan perlengkapan yang bos pesan sudah sampai, dan ini laporan pengeluaran untuk barang tersebut." Riky menyodorkan sebuah buku note yang berisi data barang yang mereka beli.
__ADS_1
Daffa pun menerima dan memeriksanya. Setelah selesai memeriksa laporan yang Riky berikan, ia pun menyerahkannya kembali.
"Baiklah. Apa masih ada yang ingin kau tunjukkan?" Tanyanya.
"Apa kau tak ingin melihat persiapan digudang bos?" Tanya Riky. Daffa menghelai napas panjang.
"Lain kali saja, hari ini aku ada janji dengan David." Ujar Daffa seraya melirik jam yang bertengker dilengan kanannya.
"Oh oky" Jawab Riky singkat.
"Aku percayakan pada mu." Ucap Daffa menepuk pundak Riky, ia pun berdiri.
"Besok aku akan datang bersama istri ku." Tambah Daffa lagi.
"Baik bos." Jawab Riky sopan. Daffa pun berbalik menujuk pintu dan keluar dari ruang manager.
Daffa berniat meninggalkan Kaffe, karena ia sudah berjanji akan bertemu David hari ini. Tapi saat ia melewati kursi pengunjung, tiba tiba seseorang memanggil namanya.
"Daffa." Ia pun menoleh kesumber suara yang berada dikursi pengunjung. Daffa mengernyit saat melihat siapa yang baru saja memanggilnya.
__ADS_1
"Laura?"