Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
Panti Asuhan?


__ADS_3

"Kita mau kemana?" Ucap Audry bingung saat matanya menatap jalanan yang saat ini mereka lewati.


"Ikut aja" Ucap Daffa santai yang masih fokus dengan jalanan didepannya.


"Eh, elo jangan macam macam sama gue yah!!" Teriak Audry sambil memukul lengan Daffa dengan telapak tangannya.


"Awww.. sayang jangan main pukul donk, nanti kalau kita tabrakan gimana?" Ringis Daffa menahan sakit pada lengannya.


"Gue ngak becanda.. kita mau kemana?!" Geram Audry. Ucapannya itu tak digubris sama sekali oleh sang tunangan.


☆☆


Setalah menempuh perjalanan yang ngak terlalu jauh, mereka tiba disebuah Panti Asuhan. Daffa turun dari dalam mobil diikuti oleh Audry. Ia menuntun sang tunangan agar mengikutinya masuk ke dalam.


"Kita mau apa kesini?" Tanya Audry bingung.


"Ayo masuk." Ajak Daffa meraih jari Audry agar ikut masuk bersamanya. Sampainya didalam mereka disambut oleh pengurus pantih dengan ramah dan sopan.


"Eh ada Den Daffa." Ucap bu pengurus panti saat melihat mereka masuk.


"Assalamualaikum Bu."Ucap Daffa sopan.

__ADS_1


"Eh iya Walaikumsalam den." Ucap bu panti.


"Ini temannya yah den" Tanyanya lagi yang diangguki Daffa.


" Nama saya Audry bu." Ucap Audry memperkenalkan diri.


"Nama saya Bu Siti non." Ucap Bu pengurus pantih sopa.


"Mana Debi,?"Ucap Daffa. Matanya seperti mencari kesana kemari keberadaan seseorang.


" Ada ditaman belakang den, biar ibu panggil." Ucap bu siti.


" Ngak usah bu, biar saya saja yang kesana." Ujar Daffa seraya beranjak dari tempatnya berdiri.


"Silahkan duduk Non," Ucap bu Siti membuat Audry tersentak. Ia tersenyum sopan pada pengurus panti tersebut, lalu berjalan menuju kursi kayu yang tersediah diruang tersebut.


"Daffa sering kesini bu?" Tanya Audry, tangannya menunjuk kearah Daffa berjalan tadi.


"ngak juga non."Jawab bu siti.


"Den Daffa kesini kalau Deby sakit atau aden sendiri yang kangen sama Deby." Ujar bu Siti. Sementara Audry mangut mangut saja menanggapinya. Ia merasa ada sesuatu yang menusuk hatinya saat ibu siti mengatakan itu.

__ADS_1


'apa pacar Daffa berasal dari panti asuhan ini?' begitu ucapnya lirih dalam hati.


☆☆


Sementara itu ditaman belakang panti, Daffa mendapati seorang gadis kecil berusia 7 tahun tengah duduk diatas sebuah kursi roda yang sedang mengamati teman" pantinya bermain dikejauhan.


"Hai baby."Sapanya dan mencium pipi gadis kecil tersebut.


"Kakak disini? kapan kakak datang?" Ucapnya girang. Seperti seseorang yang mendapat hadiah permen dari kakaknya.


"Iya.. kakak baru aja sampai." Ucap Daffa mengelus kepala gadis kecil itu, membuat empunya tertawa senang.


"Kakak. kok ngak ngabarin Deby kalau mau kesini?" Tanyanya lagi. Matanya yang berbinar mampu membuat Daffa tenang.


"Biar Surprise aja."Ucap Daffa membuat gadis itu senang bukan kepalang.


"Oh ya baby, kakak mau ngenalin seseorang sama kamu." Ucap Daffa lagi.


"Apa dia seorang wanita?" Ucapnya Antusias yang diangguki Daffa. Gadis itu semakin antusias mendengarnya. Daffa segera mendorong kursi roda Deby masuk kedalam panti.


■■

__ADS_1


🙏🙏Maaf nih ya para raiders, mungkin ekspetasinya belum pada kesampaian nih.. disini pelakornya belum muncul. karena disini Daffa maupun Audry belum punya perasaan satu sama lain.🙏🙂


__ADS_2