
Pagi ini Audry dan Daffa memutuskan untuk masuk sekolah. Mengingat alasan mereka pulang honeymoon kemaren, karena Audry yang kangen ingin masuk sekolah. Dan memang itu kenyataannya Audry juga kangen sahabat sahabat bawelnya.
Saat ini mereka sudah sampai disekolah. Keduanya barjalan terpisah. Karena Daffa yang harus keruang Osis dan Audry yang menuju kelas.
Sampai dikelas ternyata teman temannya belum datang, karena memang Audry datangnya terlalu pagi. Sambil menunggu teman temannya ia membaca novel yang baru ia beli minggu lalu dan belum sempat ia baca karena acara pernikahannya dan bulan madu mereka.
Brak
"Elo utang penjelasan sama kita!" Audry terjengkit kaget saat meja digebrak oleh sebuah tangan. Ia menengadah menatap orang tersebut.
"Kalian apa apaan sih! bikin kaget tau!!" Ucapnya kesal. Ternyata ketiga sahabatnyalah yang menggebrak meja tadi.
"Elo liburan sama si Player Daffa kan?!" Tuduh Serly dengan mata memicing. Sementara kedua sahabatnya yang lain sudah bersedekap dihadapannya menunggu jawabannya.
"Ka-kalian ngomong apa sih?" Audry gugup. Ia kembali membuka halaman novelnya yang belum selesai dibacanya.
"Audry!!!!!" Teriak ketiganya kompak. Membuat semua mata tertujuh pada mereka berempat. Audry terjengkit kaget.
"Kalian kenapa sih?" tanyanya sok polos. Wah udah ketularan nyebelinnya si Daffa ni wkwkkk.
__ADS_1
"Elo pacarankan sama sih Resse Daffa?!!" Tudu Sisi sambil memperlihatkan foto disosmed Daffa membuat Audry gelagapan.
"Ssssttt.. pelan pelan ngomongnya." Bisik Audry pada ketiganya. Sementara itu Daffa yang baru saja masuk heran melihat kearah meja istrinya yang saat ini rame.
"Elo punya hubungankan sama si Playboy Daffa Wijaya?!" Sarga Serly keras sengaja biar Daffa dengar.
"I-itu... I-tu" Bingung Audry.
"Itu apa? Benarkan elo punya hubungan sama si PLAYBOY DAFFA?!" Sarga Serly lagi. Membuat seluruh penghuni kelas menatap tak suka kearah meja mereka, karena meja mereka berempat yang paling berisik sejak tadi.
"I-iya." Lirih Audry pelan.
"What!!!!!!!!!" Pekik ketiganya kompak. Membuat Audry terkejut. Sementara itu Daffa tersenyum tipis kearah punggung Audry.
"Gu-gue sama dia dijodohin." Jujur Audry dan menghelai nafas lega karena sahabatnya tidak marah seperti dugaannya.
"Apa diJODOHIN!!!!!"Pekik ketiganya membuat Audry menatap tajam ketiga sahabatnya itu.
"Sssstt, bisa ngak ngomongnya pelan pelan." Bisik Audry pada ketiga sahabatnya.
__ADS_1
"Nanti yang lain dengar."
"Sorry, habis kita kan kaget." Sisi ikutan berbisik.
"Tapi kok bisa elo sama dia dijodohin." Bisik Sisi. Audry menghelai nafas sebelum menjawab.
"Katanya Ayah sama papanya dia sahabat dari kecil." Jelas Audry.
"Terus." Manda Antusias.
"Mereka sepakat kalau nanti mereka masing masing udah nikah, terus punya anak dan anak mereka akan dijodohin." Jelas Audry lagi. Dan ketiga sahabatnya hanya berOh ria menanggapinya.
"Kenapa elo ngak nolak aja." Ujar Serly.
'Mau bangat si aku nolak, tapi keluarganya dia, udah bantu ayah dulu saat ayah susah '. Gumamnya dalam hati.
Audry menatap Serly bingung.
" Kenapa elo liat gue kaya gitu?" Ucap Serly memicing. Audry hanya menggeleng.
__ADS_1
"Elo lagi ngak mikir gue suka sama si RESSE kan?" Tudunya lagi. Audry mala mengangguk. Ya ampun polos sekali kamu Audry🤦‍♀️
"OMG ngak mungkin gue suka sama laki lo yang tukang PHP!" Jelas Serly tak terima dengan pemikiran sahabatnya itu.