
"Jadi" Tanya Haikal sekali lagi. Membuat ketiga gadis itu mengernyit bingung.
"Yang dia (Sisi) katakan tadi, maksudnya apa?" lanjut Haikal sambil menunjuk kearah kepergian Sisi dengan dagunya.
"Omongan Sisi ngak usah diambil hati pak, hehe." Jelas manda tak enak.
"Dia, lagi Bad Mood, jadi asal ceplos aja hehe" Lanjutnya lagi. Sementara Audry dan Serly hany diam saja, tak ada niatan untuk menjelaskan. Mereka sibuk dengan kegiatan mereka berdua. Audry yang sibuk dengan ponselnya, begitupun dengan Serly.
"Hmmm, baiklah."Gumam Haikal.
"Kalian akan pulang bersama?" Tanya Hakail.
"Iya pak." Kali ini Serly yang jawab, setelah sebelumnya memasukkan ponsel yang sejak tadi ia pegang pada saku rok yang ia gunakan.
"Apa kalian berencana untuk keluar?" Tanya Haikal lagi.
"Iy--"
"Tidak pak." Jawab Serly cepat sebelumnya memotong kalimat yang akan manda ucapkan. Haikal melirik gadis mungil yang sejak tadi diam saja disamping Manda dan Serly. Gadis itu hanya diam saja, sepertinya tak tertarik untuk menjawab pertanyaannya.
"Kalau begitu kami duluan pak." Pamit Serly sambil menyeret Audry dan Manda menuju parkiran.
__ADS_1
◇◇
Minggu pagi di kediaman wijaya.
Suasana di kediaman wijaya sedang ramai, karena hari ini kedua orang tua Audry datang berkunjung ke jakarta. (Kalian masih ingatkan. kalau ayah Danu, sedang di pindah tugaskan ke luar kota oleh pak Wijaya).
"Bunda sama Ayah akan lama kan disini?" Sudah sejak sejam yang lalu Audry bergelanyut manja dilengan sang bunda, tanpa ada niatan mau melepasnya. Dia kangen bangat sama kedua ortu nya guys😁.
"Aduh maaf sayang, bunda sama ayah besok udah balik lagi kesana." jawab bunda Riana lirih, membuat Audry manyun tanda merajuk.
"Tapi ayah sama bunda janji kok, akan hadir di acara kelulusan kamu." Sambung bunda lagi.
"Kalian perginya udah lama." Lanjutnya lirih. Sementara di sofa sebrang sana, kedua mertua dan suaminya hanya senyum saja melihat kelakuan kekanakkan gadis itu.
"Kan malam ini Ayah sama Bunda juga nginap disini kok sayang." Celetuk mama Rima.
"Benaran bunda?" Seketika wajah gadis itu berubah cerah. Bunda Riana hanya mengangguk saja.
◇◇
Senin pagi.
__ADS_1
Pagi ini Audry dan Daffa akan pindah ke rumah baru mereka. Itulah alasa kenapa kedua orang tua Audry kembali ke kota. Hanya untuk membantu kepindahan sang putri ke rumah barunya.
"Gimana Sayang? kamu suka kan rumahnya?" Daffa memperhatikan setiap ekspresi yang di tunjukkan sang istri sejak tadi.
Mereka saat ini berada di halaman belakang rumah, setelah melihat semua ruangan yang ingin Audry lihat. Seperti ruang tamu, ruang keluarga, dan dapur.
"Suka. Terima kasih." Menatap Daffa dengan senyum tulusnya. Terlihat jelas kebahagian diwajah chuby nya.
"Kenapa harus terima kasih. Bukankah ini sudah menjadi kewajiban ku." Balas menatap Audry dengan senyuman menawan yang terpatri di wajah tampannya.
"Kau istri ku, jadi sudah sewajarnya aku membuat mu bahagia." Lanjutnya lagi, sambil merangkul bahu Audry agar merapat ke arahnya.
"Kau sudah banyak berubah." Sambil melingkarkan tangan mungilnya ke pinggal Daffa, dan menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.
"Maksud mu." Daffa menundukkan wajahnya agar bisa melihat wajah Audry yang bersandar di dadanya. Audry hanya tersenyum, tanpa niatan menjawab pertanyaan dari Daffa.
Semoga selamanya, ku harap kau tak kembali menjadi diri mu yang dulu. Yang hanya bisa mempermainkan perasaan. Dan membuat ku harus kecewa lagi dengan sikap mu.
MAAF BARU UP LAGI, SAYA MASIH SIBUK KARENA PERSIAPAN TAHLILAN AYAH SAYA DI RUMAH🙏🏻.
TERIMA KASIH JUGA, KARENA MASIH SETIA DENGAN NOVEL INI.
__ADS_1