Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
Gagal Honeymoon


__ADS_3

Pagi ini, mungkin sudah tak pagi lagi. Karena saat ini waktu sudah menunjukkan jam 11. Kedua pasutri itu sudah sampai dikota.


Niat untuk berbulan madu selama lima hari. Kini telah gagal karena keegoisan dan ketidak akuran dari keduanya.


Kini mereka sudah berada didalam taxi yang akan mengantar mereka untuk pulang kerumah. Dan selama perjalanan tak ada yang bicara hingga sampai didepan rumah kediaman Wijaya.


"Assalamualaikum." Ucap Daffa dan Audry berbarengan saat memasuki pintu utama rumah.


Mama Rima yang memang saat ini sedang berada diruang tamu kaget melihat putra dan mantunya sudah kembali dari berbulan madu.


"Walaikumsalam. Loh sayang, kok kalian udah balik?" Ucap mama Rima heran. Karena beliau kira mereka akan pulang dua hari lagi.


"Iya ma. Habis disana Audry minta pulang mulu." Alibi Daffa. Ia tak mungkin mengatakan yang sebenarnya, jika dia sudah membuat Audry menangis bahkan tak makan seharian. Bisa kena omel dia sepanjang hari oleh mamanya yang bawel itu.

__ADS_1


"Loh, kenapa sayang, Daffa ngak nakalkan sama kamu?" Ucap mama Rima pada mantunya. Audry hanya menggeleng dan sedikit memaksakan senyumnya.


"Dia kefikiran sama sekolah ma. Kita kan udah kelas 3." Alibi Daffa. Audry mendengus dalam hati.


"Astaga sayang, kan papa kalian udah minta izin sama om Arman, jadi ngak usah kalian fikirin." Ucap mama Rima yang kini tengah menatap mantu kesayangannya. Audry yang sejak tadi diam saja hanya tersenyum canggung menanggapinya.


"Ya udah kalian istirahat aja. Nanti mama bangunin saat makan siang." Ucap Mama Rima lagi. Keduanya hanya mengangguk sebagai jawaban.


Sampai dikamar Audry langsung merebahkan diri diatas tempat tidur. Sedangkan Daffa, ia memilih membersihkan diri.


Ia berjalan mendekat kearah tempat tidur. Diperhatikan wajah lelap sang istri yang terlihat manis dimata Daffa. Ia menggeleng untuk menepis fikiran ngaurnya itu.


"Apa apaan sih gue!" Monoloqnya pada diri sendiri. Dia segera berbalik berjalan menuju lemari pakaiannya.

__ADS_1


"Sial! Dari kemaren kenapa perasaan gue jadi ngak karuan kaya gini sih saat liat dia nangis!" Upatnya pada diri sendir. Dia bingung, kenapa dadanya sakit saat Audry menangis didepannya kemaren.


Setelah menganti pakaiannya Daffa memilih keluar dari kamar dan menemui mamanya. Disana mamanya dan bi Surti tengah mengantur makan dimeja makan.


"Wah, masak apa ma, wangi banget." Ucap Daffa antusias. Ia mencium pipi mamanya dan duduk disalah satu kursi.


" Eh sayang, istri kamu mana? kok mala turun sendiri?" "Ucap mama Rima saat mendapati Daffa hanya sendiri.


" Tidur ma." Ucap Daffa acuh. Ia berniat mengambil makanan kedalam piringnya. Tapi urung karena mama Rima menepis tangannya .


"Bangunin istri kamu dulu, baru makan!" Ucap mama Rima garang. Dia tak suka sikap acuh putranya pada sang mantu.


"Ma, Daffa laper." Ucap Daffa.

__ADS_1


" Panggil Audry atau kamu jangan makan sampai besok!" Ancam mama pada putranya itu. Daffa mendengus seraya bangkit dari tempatnya. Dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


Sampai didepan kamar, Daffa langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Seketika matanya membelalak saat melihat sang istri yang hanya mengenakan handuk didepan cermin. Begitupun dengan Audry yang kaget saat melihat Daffa masuk.


__ADS_2