Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
Si Muka Dua


__ADS_3

"Yang ini bagus ngak Ri?" Laura memegang sebuah jam tangan pria berwarna hitam dan menunjukkannya kepada Audry. Membuat Kedua gadis yang sejak tadi sibuk melihat sepatu itu menoleh kearahnya.


"Bagus. Tapi, apa ngak terlalu mewah?" Audry meragu saat melihat jam tangan mewah yang Laura tunjukkan pada nya. Jam tangan tersebut sangatlah mewah, karena banyak artis artis papan atas yang perna memakainya, dan sudah bisa ditebak harganya pastilah mahal. Bagaimanapun, mereka masih seorang Siswa, jadi pasti sangat mustahil membeli barang mahal seperti itu.


"Kenapa? Kamu takut aku ngak mampu beli?" Memang pengucapannya lembut, tapi siapa pun dapat melihat ketidak sukaan dari cara kalimat tersebut diucapkan.


"Maksud Audry bukan gitu!" Sisi menimpali.


"Kita masih remaja SMA, sangat tidak mungkin donk membeli barang yang mahal seperti itu." Lanjut Sisi.


"Kenapa tidak mungkin?" Masih kekeh dengan pilihannya.


" Elu kan masih anak SMA, jadi mana mungkin beli barang mahal tanpa dampingan orang tua!" Jelas Sisi sewot. Keduanya melayangkan tatapan tidak suka kepada satu sama lain.


"Elu juga masih SMA!" Sewot Laura sambil menatap sinis kearah Sisi.


"Yang bilang gue dah tua siapa?!" Sisi jadi emosi di buatnya.

__ADS_1


"Kalian berdua bisa diam ngak!"Lama lama Audry jadi kesal kan, liat kedua gadis itu yang tak juga bisa akur.


"Teman elu tuh yang duluan!" Jawab Laura ketus.


"Heh!Gue cuma ngasih tau yah, ngak ngajak ribut!" Lagi lagi terjadi perdebatan antara Sisi dan Laura yang membuat Audry semakin geram.


"Cara elu ngasih tau gue itu ngengas!"


"Heh elu yang duluan nge..." Omelan Sisi terpotong oleh teriakan Audry.


"DIAAAAAAMMMM!!!!" Sontak keduanya diam.


"Liat tuh, semua orang jadi merhatiin kita, mau kalian di usir dari sini, karena buat keributan!" Keduanya malah melongos dan berlalu dari hadapan Audry, dan memilih melihat lihat barang yang akan mereka beli.


Hari pun sudah beranjak sore, ketiga gadis itu terlihat mulai keluar dari dalam toko sambil menjinjing paperbag disalah satu tangan mereka masing masing.


"Oh ya Laura, kamu pulangnya sama siapa?" Tanya Audry saat langkah mereka mulai mendekati eskalator.

__ADS_1


"Aku baliknya sama abang aku aja." Jawab Laura, tanpa menatap lawan bicaranya, karena ia lebih fokus ke ponsel yang ia pegang.


"Oh ya udah, kalau gitu aku ama sisi duluan yah." Pamit Audry yang di balas anggukan singkat dari Laura. Keduanya pun melangkah meninggalkan Laura yang masih diam disana.


"Ri, gue ngak suka elu dekat ama dia." Saat langkah mereka sudah tak terjangkau Laura lagi.


"Kenapa,Laura gadis yang baik loh." Menggandeng tangan Sisi dengan salah satu tangannya yang bebas, karena tangan yang satunya menjinjing paperbag isi belanjaannya.


"ck, Dia itu sok baik dan sok polos doank depan lu!" Sewot Sisi.


"Ngak boleh berprasangka buruk sama orang, elu belum dekat aja ama dia."


"Ogah banget gue dekat ama si muka dua kaya dia!."


"Elu kenapa sih, kaya ngak suka gitu sama Laura?" Terlihat jelas,kebingungan dimata Audry.


"OMG! Dari tadi pagi kita bersama dia, elu belum bisa liat karakter dia?!" Ngak habis fikir Sisi dengan keluguan sahabatnya ini.

__ADS_1


"Sebaiknya elu hati hati ama dia Ri." Lanjutnya lagi.


__ADS_2