Killing Me Softly

Killing Me Softly
10


__ADS_3

Dua pelayan berjalan sepanjang balkon samping membawa sebuah nampan yang berisi beberapa kain curtain dan taplak meja. Mereka hendak mengganti nya dengan yang baru, tetapi hanya ada satu ruangan yang belum mereka bersihkan yaitu kamar utama yang hingga saat ini masih terkunci.


Alasannya adalah karena sang nyonya belum juga keluar sejak pagi dan menampakkan dirinya, hal itu membuat para pelayan bertanya-tanya karena hari sudah siang. Termasuk Ellie, ia bahkan mencoba menghubungi Moeis untuk menanyakannya.


Ellie berdiri didepan guci besar di dekat tangga. Ia menghubungi nomor Moeis.


"Halo, Tuan"


"Ada apa?"


"Apa kamu tau, kenapa nyonya belum juga keluar? ini sudah lewat waktu makan siang dan ia juga melewatkan sarapan. Pintu terkunci, kami juga harus membersihkan kamar utama"


"Dia semalam tidak pulang dan saat pagi saya sudah melihatnya di tempat tidur dengan aroma alkohol yang kuat. Kunci cadangan ada di laci meja ruang kerja, buka saja dan paksa dia bangun untuk membersihkan diri"


Suara Moeis terdengar tegas.


"Baiklah"


"Saya tidak ingin mencium aroma itu sedikitpun saat pulang. Urus itu segera"

__ADS_1


"Tentu saja. Akan ku bereskan semua. Dan, apa Tuan sudah makan siang?"


"Jangan khawatir"


Setelah percakapan tersebut selesai. Ellie buru-buru berjalan ke atas dengan ekspresi datar. Ia juga sudah memanggil 4 pelayan untuk membantunya kali ini.


"Masuklah. Urus ruangan ini hingga tidak tercium aroma alkohol sedikitpun. Aku akan mengurus Nyonya dengan mu"


Ucap nya saat akhirnya pintu terbuka dengan kunci cadangan.


Ia dan pelayan Yuan menarik tangan dan tubuh Lyra dari tempat tidur dan membuatnya duduk di kursi.


"Apa yang kalian lakukan di kamar saya? Hhffrgghh" suaranya masih menahan pusing sambil memegangi kepala.


Ellie berbicara dengan nada perintah "Nyonya. Anda harus segera sadar sepenuhnya. Tuan sudah dalam perjalanan pulang"


"Hhh? Siapa?"


"Tuan Moeis Meyers"

__ADS_1


"Laki-laki itu, ada apa sih dengannya.. Baiklah aku akan pergi sarapan" ia langsung berdiri namun hampir saja ambruk dan ditahan oleh Ellie dan Yuan.


Ellie menghela nafasnya kesal. Tatapannya sangat tidak biasa. Matanya mengisyaratkan pelayan Yuan untuk membawa Lyra ke kamar mandi.


"Kami harus melakukan ini, Nyonya. Hari sudah semakin sore.."


"Lepaskan! aku bisa berjalan sendiri!" merasakan cengkraman yang kuat, ia berusaha untuk melepaskan diri.


Mata Lyra langsung membulat dengan wajah syok. Bagaimana tidak, pakaiannya kini sudah terlepas dari tubuhnya. Kedua pelayan ini benar-benar sedang memandikannya didalam bathtub dengan wewangian mawar.


Ia tidak bisa percaya dengan apa yang pelayan berani lakukan kepada Nyonya seperinya. Ia hanya diam, tatapannya datar. Namun, hatinya tersenyum tidak terima. Bukankah ia bebas melakukan apapun dirumah ini, bahkan jika ingin tidur hingga malam seharusnya para pelayan tidak ikut campur sedikitpun.


Hingga akhirnya perlakuan tersebut usai. Ia melihat kamar nya yang baru selesai dibersihkan dengan sempurna.


Tiba-tiba pintu terbuka, Moeis memasuki kamar dan beberapa kali melihatnya yang masih menggunakan handuk piyama dengan rambut basah.


"Mau pergi keluar bersama?" tanya Lyra pelan.


Moeis yang sedang melepaskan jas nya kemudian menoleh. Namun, tidak merespon pertanyaan Lyra.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2