Killing Me Softly

Killing Me Softly
57


__ADS_3

Lyra menghentikan Moeis tepat di pintu utama sebelum Moeis pergi ke kantor setelah baru pulang beberapa jam saja.


Moeis sudah kembali ke perusahaan 12 hari terakhir karena terjadi kemerosotan saham akibat ulah beberapa petinggi jabatan. Selama itu pula Moeis tidak sempat untuk pulang dan tinggal di apartemen untuk menyelesaikan permasalahan.


"Aku akan pergi ke rumah Becca hingga malam" ucap Lyra datar.


"Ya, bersenang-senanglah. Minta sopir untuk menemani"


"Kemarin, saat kamu tidak pulang penasihat hukum ku sudah datang beberapa kali. Dia akan datang lagi besok pagi.."


Moeis berhenti sebelum masuk ke dalam mobil.


"Saya juga sudah tidak bisa memaksamu, Lyra. Jika kamu memilih untuk pergi, kita benar-benar berakhir.. meskipun saya baru saja ingin memulai nya lagi. Saya tidak bisa melepaskan kamu.. tetapi langkah mu sudah sudah terlalu jauh untuk berpisah. Pikirkan demi kebaikan dirimu kalau begitu…"


Lyra menahan pintu Mobil.


"Apapun keputusan ku, kamu bisa menerima nya?"


"...... Saya tidak ingin membayangkan nya. Tidak ingin mempengaruhi mu. Semua pekerja dirumah ini tau, kamu seperti sedang ingin melarikan diri. Maka dari itu saya akan tutup mata, dan menunggu hasil nya nanti"


Ponsel Moeis berdering beberapa kali. Tetapi ia acuhkan, karena menunggu jawaban Lyra. Ia sedang di tunggu oleh direktur untuk pembahasan kemungkinan mengambil langkah lain yang lebih tepat untuk kembali menaikan nilai saham.


"Aku sudah cukup bebas untuk memikirkan nya, karena kamu sedang sibuk di kantor…"


Tiba-tiba sopir nya menghampiri saat menerima telepon. Ia membungkuk karena menyela obrolan mereka.


"Maaf nyonya, tuan. Nona Helena menghubungi saya dan mengatakan bahwa pak Gani datang bersama wali hukumnya dengan beberapa tuntutan atas saham nya. Saya  di minta untuk mengatakan hal itu, tuan"


Moeis mendesis.


"Baiklah…" ia segera masuk ke dalam mobil.


Sementara Lyra masuk ke dalam dan duduk di kursi kerja Moeis. Ia membuka komputer tersebut dan melihat seisi nya.


Surat perjanjian telah di kirim kembali dari Singapore oleh Carrie. Lengkap dengan tanda tangan nya. Juga kabar bahwa Carrie telah menikah dengan Daniel.


"Ini melegakan tetapi rasanya tetap salah.." ucap Lyra pelan.


….


Moeis sedang memenuhi panggilan Pak Gani di sebuah hotel berbintang untuk berbicara secara pribadi. Meskipun sudah hampir pagi dan rasanya sudah lelah ingin memejamkan matanya.


"Minumlah.." pinta Pak Gani.


Moeis memajukan gelas kecil nya hendak di tuangkan alkohol.


"Maaf,, ini terakhir. Sudah botol kedua.. jadi kapan anda akan mencabut laporan? Perusahaan saya tentu bisa memberi kompensasi yang lebih menguntungkan jika kita dapat bekerja sama lagi kedepannya.." ucap nya lalu meneguk alkohol.


Pak Gani tertawa. Kini penampilan nya sudah tidak karuan bahkan kemeja yang berantakan.


"Kamu tidak bisa menentukan apakah ini gelas terakhir atau bukan. Hormati saya!"


Ucapan Pak Gani yang mabuk membuat Moeis tersenyum miring. Jika bukan karena tekanan dari ayah nya untuk mengambil kebaikan pak Gani lagi agar permasalahan usai. Moeis ingin segera pergi saja.


"Tolong beri kepastian mengenai keputusan anda. Saya bertanya baik-baik. Jika tidak, saya akan pergi, lalu kembali mengunjungi anda lagi besok .."


Namun Pak Gani menahan Moeis. Di ruangan hotel itu juga ada beberapa bodyguard yang mengawasi.


Sensor pintu berbunyi.


"Ini yang kita tunggu.. tamu khusus untuk bersenang-senang. Masih ada waktu, Moeis… minta mereka melayani mu, ambil satu.."


Moeis menoleh melihat kedatangan 3 wanita berpakaian sexy yang telah Pak Gani pesan. Ia pun mengusap wajah nya kasar.

__ADS_1


"Apa anda sedang bermain-main dengan saya?"


Pak Gani tertawa setengah mabuk.


"Bicara apa kamu? Kita sudah beberapa kali bermain bersama dengan wanita… hey kemari lah!!"


2 Wanita datang mendampingi Pak Gani dan 1 lainnya langsung mendekati Moeis.


Namun hal itu hanya membuat nya semakin marah besar. Ia saat ini sedang tidak tertarik dengan wanita-wanita bayaran.


"Pergilah!!'" bentak Moeis pada wanita tersebut yang berusaha memeluknya.


"Saya tidak peduli apa yang akan anda lakukan dengan permasalahan perusahaan. Bahkan jangan berani untuk bersujud di kaki saya jika terjadi sesuatu dengan perusahaan anda!!" amarah Moeis terlupakan.


Ia keluar dengan berjalan tidak stabil. Ini sudah pukul 4 pagi, Moeis langsung kembali ke apartemen untuk memejamkan matanya.


///


"Bu, kita hendak kemana?" tanya Lyra penasaran.


Sebab nyonya Dave menjemputnya tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Mereka sedang didalam mobil dan telah duduk selama setengah jam.


"Biar saya yang menyetir, Bu" ucap Lyra.


Mertuanya tersebut menyetir dengan menggunakan pakaian tertutup dan kacamata hitam.


"Apa kamu tau, kemana kita akan pergi?"


"Tidak…" jawab nya polos.


"Lalu, apa kamu pernah bertanya-tanya. Kemana kepala pelayan mu pergi?"


Benar. Ellie sudah tidak pernah terlihat lagi sejak saat itu. Namun Moeis mengatakan padanya bahwa Ellie ditarik ke rumah mertuanya tersebut. 


Nyonya Dave tersenyum menggelengkan kepalanya.


"Dia tidak pantas ada dirumah saya"


Hal itu semakin membuat Lyra penasaran.


"Lalu, di mana dia sekarang? Apa dia sudah di pecat?"


"Kamu tau, ibu ingin bertindak banyak dalam hal ini. Rasanya teringat waktu dulu ibu menyingkirkan wanita-wanita tuan Dave. Ibu ingin merasakan puas untuk kesekian kali nya"


".... Ibu menghukum nya?"


Dahulu nyonya Dave bahkan pernah di usir hanya karena wanita simpanan itu berani datang ditengah-tengah rumah tangga nya. Hingga rasa dendam dalam hatinya begitu besar.


"Kita sudah sampai.."


Mereka telah keluar dari mobil dan Lyra hanya melihat rumah kosong yang besar dengan lahan yang sudah berumput tinggi. Seperti tidak pernah di urus.


"Tempat apa ini, bu??"


Ia hanya mengikuti langkah nyonya Dave. 


Atau, Ellie di kurung di tempat mengerikan ini???


Butuh membuka rantai gembok pada pintu besi tua tersebut. Tetapi nyonya Dave melakukan nya seperti sudah terbiasa.


"Perhatikan langkahmu, Lyra. Ada beberapa pecahan kaca"


Jantung nya serasa tidak karuan melihat tempat ini. Jadi, mertuanya tega mengurung Ellie disini? 

__ADS_1


Mereka telah sampai di halaman belakang yang juga terdapat kolam renang yang sudah amat kotor dan beberapa patung-patung berwajah aneh.


"Dimana Ellie…." pandangan nya berhenti tepat setelah nyonya Dave berdiri disana.


Ia benar-benar membeku ketakutan. Kaki lemas sangat lemas.


Lyra melihat sebuah makam yang bahkan tanah nya masih basah dan terdapat baju milik Ellie disamping nya.


Ya. sebuah MAKAM tunggal.


Dengan gemetar, Lyra sudah terduduk begitu saja menatap wajah ibu mertuanya.


"Kamu pasti terkejut. Tetapi bukan tangan ibu yang melakukan nya. Ada orang lain yang lebih bisa membuatnya menderita sebelum itu.."


"I-ibu.. bagaimana… ibu bisa melakukan… maksudku, apa kesalahan nya.."


Lyra merasa jika hanya soal susu beracun itu, kini ia sudah bisa memaafkan nya.


"Dia adalah parasit. Dia penyebab semua ini, kamu harus tau bahwa Moeis bisa begitu menyayangi Carrie karena ulah wanita ini. Ellie selalu mengatur keadaan agar Moeis mengabaikanmu sejak pernikahan kalian. Setelah pernikahan kalian berakhir, ia akan langsung membuat Carrie menjauh juga. Dia bahkan mempunyai rencana untuk menyingkirkan saya dan tuan Dave.. kemudian memikat Moeis dengan cara licik nya"


Otak Lyra tidak sepenuhnya dapat memahami hal tersebut. Tubuhnya masih gemetar melihat makam Ellie.


"Maksud ibu.. Ellie me-menyukai Moeis??"


"Ya!.... Dan dia ingin menikmati harta kita di masa depan dengan menyingkirkan kita semua. Carrie hanyalah pengalihan. Dia juga sempat ingin terbang ke Singapore untuk melenyapkan Carrie, tetapi tepat di hari itu saya menyeretnya ke tempat ini.."


Lyra tidak bisa percaya dengan apa yang ia dengar. 


"Tetapi, bu.."


Nyonya Dave mendekat dan meminta Lyra untuk bangun.


"Dengar.. semuanya sudah usai. Moeis milik mu, Lyra. Jika ibu membiarkan wanita ini hidup, kalian akan dalam bahaya lagi. Dia sungguh bisa mempengaruhi Moeis lebih parah dari yang kita duga… tegak kan badanmu.. jangan mengasihani wanita seperti dia!"


Ia sungguh tidak tega memikirkan hal yang terjadi kepada Ellie sebelum tiada.


"Ya… iya.. baik, bu. Hhhggg" jawab Lyra terbata-bata.


Dengan buru-buru, Lyra meminta untuk kembali pulang. Efek dari permasalahan ini sungguh besar, banyak yang akhirnya menderita hanya untuk menyelamatkan pernikahan mereka.


Kini bahkan perusahaan sedang dilanda masalah berat. Meskipun Moeis belum bisa pulang, Lyra tidak mencarinya.


Ia beristirahat di dalam kamar nya berhari-hari hingga mencoba untuk menelan obat penenang agar pikirannya kembali jernih.


…..


….


Hingga 21 Hari kemudian. 


Lyra mendengar bahwa perusahaan sudah dalam tahap menyelesaikan masalah dengan baik. Ia juga sudah meminta dokumen lengkap dari penasihat hukum nya yang siap untuk di tanda tangani.


"Ini adalah kartu akses kamar apartemen tuan, Bu" 


Helena telah menunggu nya di Lobby.


"Terima kasih…"


Lyra berjalan dengan suara heels menuju kamar Moeis membawa amplop surat tersebut di tangannya.


Bersambung…


NOTE DARI AUTHOR: Untuk permintaan masuk grup sudah ada beberapa orang. Tetapi baru akan di buka jika sudah 15 orang ya. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2