Killing Me Softly

Killing Me Softly
55


__ADS_3

"Dimana Daniel?" tanya Moeis.


"Dia sedang membelikan makan siang untuk ku. Besok aku harus kembali ke rumah sakit lagi untuk beberapa pemeriksaan.." jawab Carrie.


Di ruang kerja nya, Moeis menghubungi Carrie dan mencoba untuk membicarakan masalah ini.


"Saya sekarang sudah menjadi seorang pengecut. Ada di antara kamu dan Lyra. Kita sudah mengakhiri hubungan beberapa bulan lalu, karena aku memilih Lyra. Tetapi keadaan ini membuat semuanya rumit, terlebih kamu dan Daniel belum lama bertunangan..."


"Aku menerima Daniel untuk melupakan mu, Moeis. Aku masih mencintaimu.."


"Lupakan hal itu, Carrie. Jangan menambah masalah.."


"Apa kamu tidak bisa bercerai saja dengan Lyra? Kehamilan ku sudah cukup menjadi alasan yang kuat.. bagaimana pun anak ini harus bersama ayah kandung nya"


Tidak. Moeis tidak ingin terpengaruh lagi dengan ucapan Carrie.


"Saya tidak akan pernah meninggalkan Lyra. / Kamu tidak perlu khawatir, Carrie. Meskipun kamu sudah berhenti menjadi aktris, saya akan terus menafkahi mu dan anak itu hingga kapan pun. Ada atau pun tidak ada saya, -saya pastikan hidupmu tidak akan kesulitan... menikahlah dengan Daniel"


"Berhenti mengaitkan semuanya dengan uang!! Kita melakukan nya bersama, tetapi akhirnya hanya aku yang harus menanggung nya??"


Bentak kan Carrie membuat Moeis semakin geram dan marah.


"Saya akan menanggung masa depannya! Saya pastikan dia dapat pendidikan di tempat terbaik, di negara mana pun. Saat dewasa dia ingin rumah atau mobil, akan saya berikan. Carrie, sadarai keadaan!"


Terdengar tangisan yang sesak dari Carrie.


"Ibu ku benar. Daniel jauh lebih baik dari pada kamu!! Lupakan soal uang, lupakan anak ini!! Aku dan Daniel akan merawatnya sendiri, memberikan segalanya! Jangan menghubungi ku lagi. Kamu harus tau seberapa lemah kandungan ini dan resiko saat melahirkan nya. Meskipun aku mati, jangan pernah datang!!"


Amarah Carrie terluapkan kepada Moeis. Selama ini ia telah mengacuhkan nasihat ibu nya untuk menjauhi orang seperti Moeis. Tetapi sama sekali tidak ia dengarkan. Dan sekarang, Carrie tau apa yang terbaik untuk nya.


Ia membenci Moeis mulai saat ini.


Sementara Moeis melemparkan ponsel nya dengan keras hingga hancur di lantai. Mata nya memerah karena emosi yang tidak dapat di kontrol lagi.


///

__ADS_1


Diruang keluarga, suasana menjadi tegang sejak beberapa jam yang lalu. Semua pelayan telah menyambut kedatangan tuan dan nyonya Dave secara tiba-tiba. Dan mengharuskan Moeis dan Lyra menghadapi mereka.


Tuan Dave secara tegas meminta Moeis untuk meminta Carrie agar menyetujui sebuah perjanjian. Meminta Carrie untuk melupakan Moeis dan menjalani kehidupan masing-masing.


Mereka sudah tau semua hal yang terjadi. Dan harus turun tangan agar tidak ada yang dapat mencoba untuk menjatuhkan derajat keluarga Meyers.


Tuan Dave melemparkan sebuah berkas.


"Pergilah ke Singapore dan minta wanita itu untuk menandatangani nya! Masalah ini harus bersih dan jelas. Siapkan 1 Triliun sebagai uang tutup mulut mereka. Dia seorang aktris, bagaimana jika media mengungkap privasinya? Apa kau pikir kita tidak akan terseret di dalam nya? Pikirkan nama naik keluarga ini!!!"


Tuan Dave melemparkan gelas ke meja arah Moeis.


Bentakkan nya juga selalu berhasil membuat siapa saja yang mendengar nya terkejut dan takut. Bahkan istrinya sendiri mulai cemas apabila terjadi perselisihan jika Moeis menentang nya kali ini.


"Carrie sudah bicara pada saya. Dia tidak ingin di ikut campuri lagi mulai saat ini..."


"Apa masalah ini membuat mu kehilangan akal? Apapun bisa terjadi pada sesuatu hal yang semu. Perjelas semua nya dengan wanita itu!! Atau nama baik keluarga dan bisnis kita akan hancur sewaktu-waktu!"


Ah, rasanya Moeis sudah tidak dapat berpikir se licik dulu. Ini sama saja seperti permainan bisnis nya dulu tetapi mengapa ia lemah pada saat ini. Atau mungkin ia hanya terlalu mengenal Carrie sebaik itu, dan yakin Carrie bukan wanita yang akan menghancurkan seseorang di masa depan.


"Lalu, untuk perceraian yang Lyra minta. Saya akan pikiran lagi.." ucap tuan Dave berusaha menenangkan diri.


Hal itu membuat Moeis melihat dengan ngeri. Ia tidak tau bahwa Lyra membicarakan perceraian dengan keluarga.


"Apa?" tanya Moeis.


"Tidak hanya itu, saya juga akan membawa penasihat hukum sebagai pematang keputusan saya. Mohon di mengerti ayah, ibu..." ucap Lyra pelan.


Tuan Dave dan nyonya mengerti bagaimana keadaan Lyra saat ini. Menantu nya pasti sangat kecewa dengan masalah yang di sebabkan oleh Moeis.


"Terserah padamu saja, Lyra.." sahut nyonya Dave.


Moeis tersenyum tidak menyangka. Ia sudah hampir gila menghadapi ini semua.


....

__ADS_1


....


Setelah mertua nya pulang. Lyra kembali ke kamar dengan lelah.


"Jadi kamu sudah bertindak sejauh itu untuk bercerai?"


Tanya Moeis dingin berjalan di samping nya.


"Tidak ada lagi yang dapat aku lakukan.. memang nya apa yang ku dapatkan jika terus berada di rumah ini? Aku tidak perduli meskipun harus bekerja di toko dengan gaji yang hanya cukup untuk makan sehari-hari, asalian nanti hidup bersama pria yang ...."


Begitu pintu tertutup. Moeis langsung memeluk Lyra dari belakang dengan eratnya. Ia tidak ingin mendengar kelanjutan dari ucapan Lyra.


Untuk pertama kalinya Moeis menangis tepat di telinga Lyra.


"Jangan pernah mengucapkan hal itu lagi! Kamu tidak di takdir kan untuk hidup seperti itu, Lyra. Tetaplah disini, bersama saya.. saya akan berikan semuanya, termasuk hati.. seperti yang selama ini kamu minta.. ambil semua yang kamu butuhkan dari saya. Andalkan saya!"


"Kamu tetap lah kamu! Tidak akan pernah berubah kan??"


Moeis mencium Lyra dari pelukan belakang itu.


"Hal ini tidak akan terulang lagi.. saya bersumpah!"


"Siapa yang jamin?? Kamu tidak bisa..."


Moeis terus menggelengkan kepalanya mendengarkan amarah Lyra.


....


Tengah malam, Moeis masih bersuara di ruang kerjanya. Ia telah menghabis kan beberapa gelas vodka hingga mabuk berat. Bisa di bayangkan jika toleransi nya tinggi terhadap alkohol, maka berapa banyak yang telah ia teguk.


Dengan terhuyung-huyung menggunakan jubah tidur berwarna hitam. Moeis keluar ruangan dan menurut anak tangga hingga hampir jatuh. Ia masuk begitu saja ke dalam mobil yang masih terparkir didepan.


Saat masih tidak sadarkan diri, kecepatan mobil yang tinggi membuat ban tidak stabil lagi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2