Killing Me Softly

Killing Me Softly
15


__ADS_3

Di ruangan ini lah, Lyra akhirnya menandatangani dokumen dan menyampaikan beberapa kata di hadapan para petinggi.



Mulai sekarang ia akan menjadi orang penting yang akan membantu mengawasi keuangan perusahaan. Meskipun orang baru, Lyra sudah mempelajari banyak hal dan akan semakin mencari tahu banyak hal. Termasuk mengungkapkan orang-orang yang melakukan penggelapan dana.


Tidakkah sikap angkuh yang ia perlihatkan setiap memasuki perusahaan akan membuat semua orang menghormatinya? Lyra hanya berpikir akan lebih baik jika ia sama dinginnya dengan Moeis.


Pintu ruangan terbuka dan beberapa sekretaris membungkuk. Setelah pertemuan selesai, Moeis mengantar Lyra ke ruangannya. Rupanya mereka harus masuk ke dalam lift dan turun ke lantai 39.


"Semua bagian finance termasuk direktur berada dilantai ini, jadi kalian bisa berkoordinasi dengan mudah. Ruang rapat di sebelah sana, memiliki fasilitas lebih mewah dari yang lain. Itu ruangamu, saya sudah meminta renovasi sejak lama"


Lyra mengangguki setiap penjelasan dari Moeis. Memang benar, ruangannya sangat nyaman.


Selesai melihat-lihat seisi ruangan, Lyra duduk di sofa sedikit memijit kaki nya yang pegal menggunakan heel tinggi. Saat Moeis berjalan ke arahnya dan melihat Lyra, tatapan mereka berubah menjadi canggung. Tidak tau harus melihat ke arah mana.


"Mm.. kau yakin akan mempercayai ku memimpin posisi ini?"


"Seperti yang telah kau lihat sendiri. Saya membawamu hingga ke lantai teratas.."


Hanya ada mereka berdua didalam ruangan baru Lyra. Suasananya sangat tidak biasa, mungkin karena yang terjadi semalam.


"Juga… keuangan di rumah, seharusnya semua adalah otoritas ku kan?" tanya nya dengan sedikit ragu.


"Benar.."


Lyra sudah menahan pertanyaan-pertanyaan ini sejak lama, tetapi apakah bertanya di kantor tidak apa-apa?


"Boleh aku bertanya? sudah cukup lama aku ingin tau…"


Moeis memperbaiki posisi duduk nya, menghadap Lyra dengan tatapan serius. Ia mengangguk.


"Saat itu, saat pertama kali aku membaca laporan keuangan. Aku benar-benar terkejut dan tidak tau apa yang sedang ku baca. Maksudku.. aku hanya tidak mengerti. Mengapa kamu membelikan barang-barang mewah untuk Ellie? Mengirim uang untuk artis itu? Dan… kamu sangat marah padaku. Ada apa?"


Tidak ada perubahan ekspresi yang berarti. Wajah Moeis tetap dingin, menatap Lyra tanpa reaksi. Sedikit menakutkan, seperti sesuatu yang seolah-olah akan meledak.


Jantungnya berdebar dan sedikit gugup.


"Jawab aku, kali ini saja. Aku hanya ingin tau apa yang sebenarnya kamu lakukan…" tanya nya sekali lagi.


Sudah. Lyra sudah siap dengan amarah yang akan ia terima dari pria dihadapannya tersebut.

__ADS_1


Tiba-tiba, Moeis berdiri dan berjalan ke arahnya sambil merapikan jas. Moeis melewati sofa dan berada di belakang nya. Sedikit pun Lyra tidak berani menoleh.


Lyra tersentak. Merasakan kedua tangan Moeis yang memegang pundaknya dari belakang.


"... Jika kamu sangat penasaran, apa sudah seharusnya saya memberitahu? Baiklah… dengarkan baik-baik. Uang yang Ellie dapatkan sebagai kepala pelayan sudah terlalu banyak, maka dari itu saya memberinya barang. Dan, uang itu adalah hak Carrie.."


Spontan Lyra mendongak melihat Moeis yang berdiri di belakangnya.


"Hak apa yang kamu maksud?"


Terlihat garis senyum di wajah dingin Moeis.


"Dia telah menemani saya untuk beberapa malam di Singapore. Jadi, uang itu adalah bayaran nya"


Mendengar ucapan Moeis yang terdengar mengarah ke hal lain, tentu membuat Lyra makin terkejut dan menambah penasaran.


"Beberapa malam? Kamu tidur dengan dia, lalu memberi nya bayaran??!"


Kini bahkan posisi Lyra sudah berdiri bertatapan dengan Moeis. Sedangkan pria itu mengangguk dengan tenang dan berjalan mendekatinya.


"Ya.. karena uang bukan masalah untuk saya. Meskipun wanita itu hanya tersenyum, saya akan tetap memberinya uang"


Apa yang dibicarakan Moeis tidak dapat Lyra percaya. Ia tidak bisa melihat kejujuran dari suaminya. Tetapi, jika itu benar. Tidur dan membayar wanita adalah perbuatan yang tidak pantas.


Tidak. Bukan itu yang ingin Lyra ucapkan. Seharusnya ia marah mendengar pengakuan Moeis yang tidur dengan wanita lain.


Moeis tertawa mengusap kepala Lyra. Lalu memeluk nya.


"Bisakah saya melewatkan pertanyaan itu? Cukup seperti ini saja…"


Seakan terhipnotis, Lyra benar-benar menyudahi rasa penasarannya. Ia hanya menerima pelukan Moeis seperti semalam.


"Lalu Ellie?"


"Dia sudah seharusnya membantu saya dalam segala hal. Maka agar wanita itu tetap setia dengan pekerjaan nya dan merasa dihargai, saya harus terbuka dengan beberapa hal pribadi saya dan memberinya lebih… sudah cukup?"


Sebenarnya Lyra tidak merasa puas dengan jawaban itu.


Entah bagaimana lagi, Moeis tetaplah Moeis. Yang belum ia kenali sepenuhnya. Yang masih misteri baginya.


Moeis melepaskan pelukannya, dan mengajak Lyra duduk bersama.

__ADS_1


"Akhir-akhir ini sikapmu sedikit berubah, Moeis. Rasanya seperti kamu sudah mulai membuka hati. Meskipun aku tau itu tidak terjadi"


"Tunggu saja…"


***


Ellie memasuki ruangan Moeis begitu saja dan langsung mengunci pintu. Meski sudah pukul 2 malam, Moeis masih terlihat bekerja di ruangan nya.


"Ada apa?"


"Apa kamu memutuskan untuk menjauh dari Carrie? Itu tidak benar kan?" nafas nya terdengar tidak teratur, mungkin Ellie berlari dari kamar nya ke lantai atas.


"Yaa.. untuk saat ini adalah yang terbaik. Saya tidak mau terlibat dengan mereka lagi. Biarkan saja Daniel yang mengurus semuanya. Jika nanti memang saya harus turun tangan, saya akan datang. Tetapi tidak untuk sekarang.. saya tidak ingin menemui Carrie"


Mendengar ucapan Moeis yang di luar dugaannya membuat Ellie frustasi. Jadi apa, selama ini ia membantu banyak. Tetapi justru Moeis lah yang menyerah.


"Anda tidak menghargai usaha saya selama ini?"


Moeis meletakkan pulpen nya, menatap mata Ellie dengan lekat.


"Kamu lebih mengerti situasinya. Berpikir bahwa kamu tidak di hargai adalah sebuah ketidak hormatan mu kepada saya, Ellie. Jangan lupakan betapa saya mempercayai mu…"


Ellie mendesis membuang pandangannya.


"Apa anda jatuh cinta dengan Nyonya? Apa anda melepaskan Carrie karena Nyonya?" pertanyaannya cukup interogatif dan tajam.


Sementara Moeis menjeda waktu menjawabnya.


"...... Bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti itu? Apa mungkin bagi saya untuk memilih keduanya?"


"Ya benar.. mari berbicara kenyataan saja. Nyonya adalah milik anda sepenuhnya. Ya….. biarkan saya menerima itu.."


Suasana hening untuk beberapa saat. Moeis tau betapa kesal nya Ellie hanya terlihat dari raut wajahnya.


"Apa kau kecewa?" tanya Moeis.


"Apa anda perduli? Bahkan jika saya mengatakan bahwa Nyonya telah mempengaruhi anda?"


Apa benar Moeis telah menghancurkan usaha Ellie yang selama ini terasa berat dan rumit? Apa ini sudah keterlaluan?


"Maaf…." ucap Moeis.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2