
Sehari setelah perayaan ulang tahun Jayden yang ke 2th.
Malam hari, Lyra dan Jayden bermain bersama di kamar nya. Begitu banyak mainan kecil yang ada di atas kasur dan terlihat berantakan.
Suara Jayden yang sudah mulai aktif berucap apapun membuat Lyra ingin terus melatihnya.
Sudah pukul 9 malam, di luar hujan dan Moeis belum pulang dari kantor. Lyra sedikit khawatir karena belum juga menerima balasan pesan.
"Jayden.. mama bereskan kasur nya dulu, ya? Mungkin nanti papa akan langsung beristirahat.." ucap nya lembut.
Lyra tertawa melihat reaksi Jayden yang menggemaskan. Ia lalu meletakkan Jayden di box tidurnya. Sudah beberapa hari box tersebut di pindahkan karena Jayden terus terbangun saat tengah malam sendiri jika di kamarnya.
"Ini mainan Jayden... sebentar ya sayang" ucap nya memberikan mainan jerapah.
Kemudian Lyra mulai membereskan tempat tidur yang kacau. Karena sudah malam dan hujan, mungkin akan terasa lebih melelahkan dan Moeis ingin segera tidur.
Tetapi pintu kamar nya terbuka dan Moeis datang membawa sesuatu di tangan nya.
Lyra mendekat dan memeluk nya.
"Kenapa pulang larut? Apa ada masalah?"
"Tidak ada sayang.." jawab nya mencium Lyra singkat. Dan pelukan itu menjadi sedikit lebih lama.
"Jayden.. papa belikan mainan ini tadi.." ucap Moeis mendekat mengeluarkan sebuah alat musik berbentuk jerapah.
"Wah, Jayden suka sekali dengan jerapah ya nak. Terima kasih papa.." jawab Lyra untuk Jayden. Akhir-akhir ini mereka menyadari kesukaan Jayden terhadap binatang Jerapah. Mulai dari buku-buku hingga baju baju dan mainan nya.
__ADS_1
Seperti biasa sebelum menggendong Jayden saat pulang kerja, Moeis terlebih dahulu mandi dan berganti piyama tidur.
Lyra menghubungi bibi di bawah untuk membawakan air madu hanya untuk Moeis. Setelah itu di letakkan di meja nakas.
Tidak berselang lama. Moeis selesai.
"Sayang, minum dulu air madu nya" ia mengambil kan gelas tersebut. Dan Moeis menerimanya.
Setelah selesai, seperti biasa mereka bertiga akan duduk di kasur dan bermain. Lyra membiarkan Moeis memangku dan menggoda Jayden. Tawa di kamar ini sudah kembali lagi.
Jayden di duduk kan di tengah.
"Jayden... lemparkan bola nya.. pilih mama atau papa, ayo" ucap Moeis tersenyum dan melirik Lyra.
Lyra tertawa mendengar nya memukul lengan Moeis pelan, "Kamu ini... baiklah.. / ayo Jayden lemparkan nak.. ke mama ya.." ucap Lyra sambil menepuk-nepuk tangan mencuri perhatian Jayden.
"Ayo sayang.. lemparkan kepada papa"
Hingga pada akhirnya Jayden melempar dengan lucu. Tubuhnya sangat chubby.
Lemparan tersebut mengarah kepada Moeis.
"Hahhaa.. anak papa pintar sekali" ucap Moeis dengan bangga lalu mengangkat Jayden sambil berbaring.
Lyra memanyunkan bibirnya namun ikut tertawa lalu bersandar di tempat tidur, sementara kepala Moeis berada di pangkuan nya.
"Kamu senang ya?" ucap Lyra mengecup bibir Moeis dengan menunduk kan kepalanya.
__ADS_1
"Saya bahagia, Lyra. Tidak pernah membayangkan moment seperti ini sedikit pun dalam hidup saya. Tetapi terjadi karena ada kamu dan Jayden" jawab nya super bahagia dan mengangkat Jayden ke atas berkali-kali.
"Aku juga merasakan hal yang sama.. rasanya sudah terlalu sempurna. Terima kasih sayang, karena kamu menepati janji untuk menjadi lebih baik untuk ku.." berkali-kali Lyra selalu bersyukur setiap kali melihat Moeis melakukan ini dan itu untuk dirinya.
Moeis menggenggam tangan Lyra lalu menciumnya, "Kamu yang membuat semuanya terasa sempurna.."
Tatapan mereka berubah menjadi tawa ringan lalu kembali terarah kepada Jayden. Ini sudah terlalu malam, Moeis pun menidurkan Jayden di dada nya, serta Lyra yang terus mengusap kepala nya.
Suasana hangat seperti ini selalu membuat tidur mereka nyenyak.
"Lyra.. saya sangat mencintaimu"
Ucapan Moeis membuat Lyra terdiam sesaat.
"Kamu bilang apa sayang.."
"Ya... saya sudah menyadari ini sejak lama. Maaf baru mengatakan nya sekarang, saya benar-benar mencintaimu" ucap nya sekali lagi meyakinkan apa yang benar-benar ia rasakan.
Lyra merasa terharu hingga matanya berkaca-kaca.
Setelah menidurkan Jayden di kasur. Moeis memeluk Lyra.
"Aku bahagia sekali mendengar nya. Terlebih ada Jayden di sini.. aku tidak tau harus berkata apa" ucap nya dengan senyuman manis.
"Saya juga bahagia meskipun saat sedang bekerja perasaan itu terus muncul dan ingin cepat pulang menemui kalian.."
Lyra akhirnya mendapatkan apa yang ia perjuangan kan selama ini. Menatap mata Moeis pun sangat mendebarkan saat ini hingga rasanya seperti jatuh cinta lagi dan lagi. Begitu pun dengan Moeis. Ia merasakan hal yang sama.
__ADS_1
Kini mereka sama-sama menikmati kehidupan baru ini dengan memantau tumbuh kembang Jayden setiap hari nya. Sangat melegakan.
-SELESAI-