
Setelah menghadiri konferensi bisnis bersama. Moeis dan Lyra melanjutkan bekerja setelah makan siang. Mereka tetap berkomunikasi baik. Moeis bahkan memberikan pulpen seharga jutaan kepada Lyra untuk menandatangi dokumen.
Hari mulai malam, Lyra tidak dapat pulang bersama Moeis karena ia masih ada pertemuan lainnya.
Mobil nya memasuki pekarangan rumah. Lyra masuk ke dalam dan melihat Mikha sedang berada di ruang keluarga menonton televisi. Ah, baru kali ini televisi dirumahnya menyala. Lyra menghampiri Mikha.
"Sedang menonton tv?"
"Sudah pulang kak? Iya, Aku menonton saluran luar, terdapat demo besar-besaran di Amerika" ucap nya santai.
Mikha benar-benar santai seakan-akan dirumahnya sendiri. Ia kini hanya menggunakan kaos polos dengan celana super pendek. Bersandar di sofa dan menaikan kakinya. Rambutnya bahkan berantakan dan banyak makanan di meja.
"Ya,itu terjadi pro dan kontra atas kebijakan baru yang di keluarkan,aku melihatnya di portal berita…"
"Benar, kak.. // Dimana kak Moeis?"
"Dia masih ada pertemuan"
"Oh baiklah.."
"Aku naik dulu ya.."
"Oke.."
Lyra pun naik ke atas. Ia mandi dan berganti pakaian lalu menyiapkan pakaian ganti untuk Moeis.
Ia memiliki banyak tugas kantor dan mengerjakan nya di tempat tidur. Lyra melihat kembali hadiah yang diberikan oleh Moeis. Tanpa di sadari wajahnya membentuk garis senyum.
///
23.11 WIB.
Ellie keluar dari pintu samping mendengar gerbang terbuka dan mobil Moeis memasuki pekarangan. Ia berjalan perlahan dengan ekspresi datar membawa sebuah map cokelat.
Sejak tadi ia sudah menunggunya, ada hal penting yang ingin ia bicarakan kepada Moeis.
"Tuan…"
Ellie menutup kembali pintu mobil.
" Ada apa?"
Tatapan nya semakin serius.
__ADS_1
"Ada yang lebih ingin aku bicarakan. Bisa kah.."
Namun Moeis malah berjalan masuk. Hal itu membuat Ellie tidak terima.
"Apa Tuan tidak ingin tau mengenai hal itu? Ini sangat penting lebih dari yang anda pikiran!!"
Kata-katanya berhasil membuat Moeis berbalik menatap mata Ellie. Apa lagi kali ini??
Moeis menghela nafasnya.
"Baiklah, datang ke ruang kerja saya" ucapnya pergi begitu saja.
Ellie tersenyum miring.
Moeis memasuki kamar dan berganti pakaian, ia juga mendekati Lyra terlebih dahulu menanyakan apa yang sedang dikerjakan nya.
Tidak berlama-lama, Moeis Langsur ke ruang kerjanya. Ia juga penasaran dengan apa yang akan Ellie beritahu.
Terlihat Ellie sudah berdiri didekat jendela.
"Hal penting apa yang kamu maksud?"
"Sudah lama ku katakan. Seharusnya anda tidak mengacuhkan semua ucapan ku. Dan sekarang, kita lihat. Siapa yang akan menyesali nya" ucapnya angkuh.
"Hentikan omong kosong mu! Jangan membuang waktu saya!!" bentak Moeis.
Suasana sudah terasa berbeda. Sama seperti yang pernah terjadi, dulu.
"Ada dua hal. Mana yang ingin anda ketahui terlebih dahulu??"
Moeis mendesis dihadapan Ellie.
"Kau !!…."
Ellie pun memberikan amplop besar tersebut dan langsung direbut oleh Moeis. Ia membuka nya dengan emosi. Tidak sabar melihat apa yang ada di dalam nya.
Seakan membeku.
2 kabar tersebut sama-sama membuatnya kehilangan akal.
Setelah menahan emosi nya selama beberapa menit, mendengar kan semua ucapan Ellie beserta sesuatu yang di tunjukan nya lagi.
Akhirnya Moeis berada di puncak batasnya. Ia mulai melemparkan map besar dan barang-barang nya. Sementara Ellie keluar ruangan dengan senyuman licik.
__ADS_1
Lyra tidak mendengar kan kekacauan yang Moeis buat. Karena ia memakai earphone dan Mikha tidur di kamar lantai bawah yang letaknya lumayan jauh.
Tidak tanggung-tanggung. Moeis bahkan memecahkan akuarium yang berisi ikan seharga puluhan juta miliknya.
Semalaman Moeis berada diruangan itu tanpa tidur, ia hanya menahan wajahnya dengan kedua telapak tangan. Pikiran kacau dan sangat frustasi.
///
Lyra sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, dan Moes masih berganti pakaian. Mereka belum berbicara pagi ini.
Namun sepertinya Lyra membutuhkan file yang ada di komputer Moeis. Ia pergi ke ruang kerja.
"Kenapa pelayan sibuk disini?"
Lyra mendekat. Pintu ruangan terbuka. Pelayan sedang membereskan ruangan ini dan terlihat kekacauan yang belum beres. Ia menutup mulutnya karena syok. Apa yang terjadi?
"Bi, ada apa?"
Bibi paruh baya masih memegang ember besar untuk mengumpulkan pecahan kaca.
"Seperti nya Tuan sedang tidak dalam keadaan baik, nyonya. Dulu juga sering seperti ini…"
"Ya tuhan.. "
Lyra melihat agak ke dalam. Ia bertanya-tanya apa yang terjadi pada Moeis.
Melihat Moeis berjalan turun dengan pakaian rapi, Lyra mengikutinya dari belakang. Mereka sudah siap untuk berangkat bersama.
Di dalam mobil, Lyra bisa merasakan sikap Moeis yang dingin. Selama beberapa menit perjalanan Lyra tidak berani untuk berbicara hingga akhirnya keberanian nya terkumpul.
"Moeis… apa ada masalah?"
"Tidak ada" jawab nya singkat.
"Katakan saja.. kenapa ruang kerja mu begitu kacau? Jika ada masalah kamu bisa mengatakan padaku. Kenapa begini??"
Namun Moeis justru menelepon seseorang. Sehingga tidak ada kesempatan untuk Lyra bicara lagi.
Saat makan siang pun, Helena melarang Lyra bertemu Moeis. Dan terpaksa ia makan siang bersama sekretaris nya saja. Berkali-kali mengirimkan Moeis pesan, tetapi tidak ada jawaban apapun.
Bersambung..
Author: Helo… konflik akan mulai di susun lagi. Dan bagi yang penasaran akan 2 hal yang Ellie katakan sampai membuat Moeis bersikap emosional lagi. Kalian bisa ikutin terus cerita ini. Jangan lupa vote dan tentunya komen yaa! ^^
__ADS_1