
Lyra membereskan ruang tengah sendiri dengan vacuum cleaner disetiap sudut, bawah sofa, meja dan karpet. Juga mengganti bunga hias di vas yang berisi air.
Beberapa hari ini banyak sekali kerabat dan rekan kerja Moeis yang datang ke rumah untuk melihat kelahiran Jayden. Begitu banyak pula kado yang mereka terima dan masih belum di buka.
Lyra senang bahwa Jayden menerima banyak cinta dari orang-orang terlebih keluarga nya yang selalu meminta dikirimkan video setiap hari.
Ia benar-benar menjadi ibu rumah tangga saat ini. Tidak sempat bermake-up, sering telat makan dan menjadi kian sibuk ini dan itu. Ia ingin semuanya sempurna untuk Jayden.
Moeis pun hanya ke kantor saat penting saja atau ada pertemuan di luar hanya beberapa jam lalu pulang dan membantunya mengurus Jayden. Saat tidak ada Moeis dan mertua nya pun sudah pulang. Bibi banyak membantu nya juga.
Lyra menoleh mendengar Moeis menuruni anak tangga.
"Kamu sudah mengganti popok nya? Bisa?" tanya Lyra ingin memastikan.
"Aku sudah bisa sekarang, jangan khawatir sayang.." jawab nya santai menuju belakang membawa keranjang kecil pakaian ganti Jayden yang sudah kotor.
Setelah itu ia menghampiri Lyra. Di atas ada Bibi untuk menjaga nya sebentar.
"Sudah tidak ada yang datang kan? Kalau begitu mau panggil jasa pijat untuk mu? Kamu pasti lelah..." ucap Moeis menawarkan kepada Lyra.
Lyra tersenyum, "Justru aku membersihkan ini karena akan ada yang datang"
"Siapa?"
"Becca, Max dan anaknya. Michelle..."
"Lalu kemana sahabat mu yang lainnya? Sudah lama tidak terdengar.."
"Mereka sudah menghubungi ku, dan akan mencari waktu. Sementara Olla sudah pindah ke Bali jadi akan ke sini beberapa bulan lagi.."
Moeis mengangguk mengerti. "Ah begitu. Ya sudah kamu ke atas saja, duduk di sofa menunggu Jayden. Nanti saya panggil saat sahabat kamu datang.."
"Tetapi aku harus memisahkan pakaian Jayden yang sudah terkena poop dulu di belakang, kasihan bibi... aku tidak enak.." .Lyra tertawa ringan mengatakan nya.
"Tidak masalah, kamu ke atas saja. Saya bisa melakukan itu.." jawab Moeis.
__ADS_1
Lyra melihatnya dengan ragu, "Kamu yakin..?? tidak mungkin kamu mau..".
"Ya, untuk mu dan Jayden.. saya lakukan, Lyra" jawab Moeis sedikit menggoda nya. Ia sudah bersiap untuk ke belakang.
Lyra seperti tidak percaya mendengar Moeis ingin melakukan ini dan itu. Ia pun mencium nya terlebih dahulu sebelum ke atas. Hanya sebentar. Sebab ini di ruang tengah bagaimana jika pelayan melihat.
"Aku ke atas ya.."
"Ya sayang.."
Moeis terdiam sejenak. Baru akhir-akhir ini hati nya berdebar dan merasa ada yang berbeda dengan perasaannya setiap kali berciuman atau bermesraan dengan Lyra.
Rasanya berbeda saja, tidak seperti dulu yang hanya puas belaka. Bahkan ingin melakukan apapun untuk Lyra tanpa keberatan.
..........
..........
Bibi membuka kan pintu utama setelah bel berbunyi.
"Silahkan masuk.. mari saya antar"
Becca datang bersama suami dan anak nya.
Tidak lama kemudian Moeis lah yang turun lebih dulu.
"Halo.. terima kasih sudah datang" seperti menyambut klien. Moeis menjabat tangan nya dan tersenyum formal. Benar-benat karakter kaku yang tidak pernah bisa hilang dari citra nya.
"Halo... / Apa kami mengganggu?.." tanya Becca berbasa basi. Ia juga cukup segan dengan Moeis.
"Tidak, Lyra memang sudah menunggu kalian. Sebentar lagi akan turun.. silahkan duduk" ucap Moeis.
Kemudian Moeis ke dapur untuk meminta sajian lebih untuk sahabat Lyra.
"Becca....." panggil Lyra yang turun menggendong Jayden dengan hati-hati. Ia mendekat dan langsung di sambut.
__ADS_1
"Wah, Jayden.. ya ampun lucu sekali ya. Lihatlah hidung nya" ucap Becca langsung melihat Jayden.
Mereka duduk bersama sekarang.
"Max kamu sedang tidak sibuk kan?" tanya Lyra dengan ramah.
"Sama sekali tidak" jawab nya.
Becca pun meminta untuk menggendong Jayden sebentar.
"Aduh, Michelle.. cantik nya. Baju mu juga cantik, nak. Sudah makan belum?" tanya Lyra menggoda Michelle, anak Becca.
"Sudah tante.. terima kasih" jawab Becca untuk nya.
Mereka banyak berbincang ini dan itu dengan seru. Dan Moeis pun ikut bergabung, ia juga yang selanjutnya memangku Jayden. Ia mengerti Lyra ingin banyak mengobrol dengan sahabat nya yang mungkin akan sangat jarang bertemu lagi karena sibuk mengurus Jayden kedepan nya.
Moeis juga memulai obrolan pekerjaan dengan Max.
"Ayo sini, Michelle. Biar tante yang suapin puding nya" Lyra pun berhasil menyuapkan nya. "Duh, pintar sekali..."
Mereka tertawa melihat tingkah lucu Michelle dengan pipi chubby dan mainan kecil yang selalu ia pegang.
Pelayan yang sesekali datang membawakan sajian tambahan merasa ikut bahagia melihat rumah ini sudah sangat jauh berbeda daripada dulu. Sekarang terasa lebih hangat dan kekeluargaan.
Terdengar tawa bahagia dan banyak tamu berdatangan.
"Apa Moeis banyak membantu mu?" bisik Becca.
Lyra pun menjawabnya dengan berbisik pula, "Iya. Dia bahkan sudah kehilangan aura CEO dingin di mata ku. Moeis baru saja membersihkan pakaian yang terkena poop Jayden di belakang. Mustahil jika hanya membayangkan saja" jawab nya sedikit tersenyum.
"Kapan ingin menambah adik untuk Jayden?" bisik nya lagi.
Lyra menyenggol Becca pelan. "Kamu gila ya, anak ku baru saja netas masa sudah mau tambah lagi. Kamu saja dulu, kan Michelle sudah lumayan besar"
Becca menahan tawa nya, "Baiklah aku akan meminta pada Max kalau begitu" jawab nya asal.
__ADS_1
"Dasar kamu..." goda Lyra.
Bersambung...