
...Liano secara tiba-tiba merasakan sesuatu sedang terbang menuju ke arahnya dengan cepat....
..."Hikari, Kita masuk ke dalam hutan dulu, aku merasakan kekuatan yang besar sedang melesat cepat ke arah kita.'Ucap Liano sambil mengigit bagian belakang baju Hikari dan menaikinya ke bentangan sayap kanannya....
..."Apa Kaisar itu yang mengejar kita dengan menaiki Naga Hijau hah? Ya ampun..."Ucap lemah Hikari....
...Hikari merangkak dari sayap Liano menuju ke pundaknya....
..."Berpegangan lah, aku akan berjalan perlahan di bawah rimbunan pohon-pohon besar ini."Ucap Liano yang mulai melangkahkan keempat kakinya menuju ke bagain dalam hutan rimbun itu....
...Karena kondisinya sedang mendung, pada akhirnya cukup gelap....
...Namun Liano menggunakan matanya yang bisa bercahaya berwarna merah dan berjalan dengan aman di tengah kegelapan hutan itu sambil membawa Hikari yang dalam kondisi lemas di punggungnya....
...*****...
...Lui Zang sampai di sebuah wilayah hutan rimbun yang di masuki oleh Liano dan Hikari untuk melindungi dirinya....
..."Cincin yang masih melekat di jari manisnya tidak lagi bisa aku lacak karena berada jauh dari istana dan tempat batu itu berada."Ucap Lui Zang dengan khawatir....
..."Maaf kan saya karena telah membiarkan dirinya pergi, Tuan."Naga Hijau milik Lui Zang merasakan bersalah telah membiarkan Hikari pergi....
..."Kau tidak perlu meminta maaf, Si'ryu. Ini juga karena kesalahan diriku yang lupa dengan tanda awalnya, akibat terlalu lama aku menunggu dan menikahi banyak perempuan dalam prosesnya, jadi hal kecil itu aku lupakan. Seharusnya aku memerintahkan dirimu dulu agar dirinya tidak pergi, tetapi saat itu juga aku merasa dirinya belum bisa memberikan keturunan walau menurut ramalan dari peramal kerajaan, sialnya ternyata itu benar dan telat aku sadari, hingga aku sudah menyerah dan tidak peduli padanya."Lui Zang terlihat merasa menyesal telah mencampakan Hikari yang tidak memiliki tanda-tanda dirinya hamil setelah di buahi beberapa hari....
...Namun Lui Zang salah dan merasa sangat menyesal....
..."Seharusnya aku memikirkan dirinya juga, bukan memikirkan tentang bagaimana dia bisa memberikan aku keturunan. Karena sudah jenuh dan banyak perempuan yang sudah aku nikahi, pada akhirnya di saat terakhir ini, aku melupakan dirinya sebagai perempuan yang membutuhkan cinta."Ucap Lui Zang pasrah....
..."Tuan memang sepertinya memang telah kehilangan rasa cinta karena fokus kepada tujuan tuan untuk sekedar mencari pasangan yang bisa melahirkan keturunan tuan saja."Ucap Si'ryu kepada Lui Zang yang muram wajahnya....
..."Itu kesalahan fatal yang terjadi kepadaku sekarang. Sekarang mau tidak mau aku harus mencarinya walau ke 3 Wilayah kekuasaan kerajaan lainnya."Tatap tajam Lui Zang dengan nada tegas....
..."Apa kita harus menemui Tuan Han Wei di wilayah timur?"Ucap Si'ryu kepada Lui Zang yang bingung....
..."Wilayah Han Wei jauh di ufuk timur, tidak mungkin dia sudah ada di sana, apalagi dia belum tau apapun dengan dunia ini."Berfikir keras Lui Zang....
..."Tuan sudah pernah mendengar namanya bukan? Hikari. Tetapi jika kita pergi terlalu jauh sendirian dengan kondisi Tuan yang masih belum pulih dari kutukan itu dan kerajaan kosong tanpa anda, sebaiknya kita tidak terlalu memaksakan diri anda."Si'ryu juga mengkhawatrkan kondisi Lui Zang yang masih lemah kekuatannya dalam hal bertarung, walau dirinya sudah bisa aktifitas lebih....
...Namun sebagai seorang Raja di wilayah Selatan yang cukup besar, kekuatannya di butuhkan untuk menjaga keseimbangan....
..."SIALLL!! KENAPA AKU TERLALU BODOH UNTUK MELEPASKAN DIRINYA BEGITU SAJA."Marah Lui Zang sampai kedua matanya bercahaya Hijau....
..."Hentikan kemarahan anda, Tuan. Jangan mengeluarkan amarah yang tidak perlu, sampai kutukan anda hilang sepenuhnya."Ucap Si'ryu Tegas....
...Kemudian kedua mata Lui Zang kembali seperti sebelumnya....
..."Maaf. Sekarang kita cari dulu di sampai titik akhir wilayah Selatan kekuasaan kita dan singgah di beberapa desa-desa dan kota-kota kecil."Ucap Lui Zang....
__ADS_1
..."Baik, Tuan."Si'ryu menambahkan kecepatannya dan melewati pepohonan yang rimbun itu....
...Dimana Hikari sedang bersembunyi bersama Liano di dataran....
...*****...
...Liano merasakan aura kuat itu menjauh ke arah timur arah yang ingin mereka lalui sebelumnya....
..."Sepertinya sudah aman kita dari kejaran Naga Hijau itu."Ucap Liano....
...Hikari terbaring tengkurap lemas di punggung Liano....
..."Bisa kita berhenti, Liano. Aku semakin mual saat kau berjalan. Hueekkk.."Hikari kembali mual-mual....
...Liano meniduri tubuhnya di bawah dan Hikari meluncur dari bulunya yang lembut perlahan ke bawah dengan posisi terbaring....
..."Baiklah, kita berhenti di sini."Ucap Liano yang menuruti perintah dari Hikari....
..."Kenapa kita ini sial sekali yah, Liano. Baru saja ingin menjelajah dengan tenang, ada saja masalahnya, bahkan aku secara tiba-tiba mual-mual sampai muntah cairan hitam yang menjijikan itu."Tatap Sayu Hikari ke wajah Liano yang sedang melihat ke arahnya....
..."Sepertinya memang kehidupan kita yang dulu mau yang sekarang jauh lebih gila dengan yang sekarang."Tersenyum Liano....
..."Hahaha... Kau benar... Baru kemarin rasanya kita terbangun di dunia ini, tetapi aku sudah banyak mengalami hal gila, sampai di jadikan selir Kaisar Gila keturunan itu."Hikari tertawa mengingat hal yang sebelumnya terjadi kepadanya saat baru awal bangun dari dunia ini....
...Kemudian hujan rintik kembali turun dan untungnya rimbunan pohon-pohon besar dengan dedaunan yang besar itu menutupi bagian bawah walau sedikit ada tetesan yang lolos dari celah-celah kecil....
...Sayap Kanan Liano di bentangkan menutupi bagian atas Hikari yang sedang terbaring dan memejamkan kedua matanya, agar air tidak membasahi tubuh dan pakaiannya yang ia pakai....
..."Iyah... Aku hanya pusing dan merasa mual-mual ku masih ada, tetapi sudah agak mendingan di banding sebelumnya."Jawab Hikari tanpa membuka kedua matanya....
..."Kalau sudah baikan, nanti malam aku akan membuatkan api unggun dan memburu hewan yang hidup di hutan ini dengan penglihatan ku. Tapi aku juga tidak bisa meninggalkan mu sendirian, Hikari. Aku bingung."Liano tentu bingung jika harus berburu atau menjaga Hikari....
...Hikari membuka kedua matanya setengah dan melirik ke arah Liano wajahnya berada di kanannya."Maaf karena aku juga yang jadi beban karena hal sepele ini, Liano."...
...Liano melihat pohon-pohon besar itu dan dirinya memiliki ide....
..."Aku tau, aku akan membuat lubang setengah di pohon untuk dirimu bersembunyi, aku akan menutupinya dengan Ice milik ku sebagai pintu yang nanti aku buka setelah selesai berburu."Tersenyum Liano....
..."Lakukan lah seperti yang ingin kau lakukan."Hikari tersenyum dan perlahan membangunkan tubuhnya dari sandaran tubuhnya Liano....
..."Bisa kau duduk sebentar? Aku akan menggali pohon yang dekat dengan kita ini. Cocok untuk seperti rumah singgah kita sementara malam ini"Liano perlahan kembali membangunkan tubuhnya dan mengeluarkan kuku-kuku tajam di kedua kaki depannya....
..."Aku masih kuat jika untuk duduk-duduk saja."Tersenyum dengan wajah lemah, Hikari dan ia duduk di sebuah akar besar dekat pohon itu....
..."Ini tidak akan lama."Ucap Liano....
...Liano pun mulai menggaruk kan cakarnya seperti menggali sebuah gundukan tanah dan membentuk seperti lubang yang bisa di masuki oleh Hikari dan dirinya saat malam nanti di dalam pohon itu....
...(KRRKKK... KRRRRKKK..RRKKKK..) Suara Liano terus menggaruk cakarnya ke pohon sampai membentuk sebuah lubang setengah jadi dan menyisakan ruang yang cukup lumayan luas....
...Serpihan-serpihan kayu itu Liano ambil dengan 9 ekornya untuk di susun dan akan di jadikan bahan untuk api unggun....
...Liano membentangkan sayapnya untuk Hikari lewat ke dalam pohon yang sudah terbolongi itu dengan sedikit kurang rapih....
__ADS_1
..."Lewat lah, Hikari. Alasnya sudah aku ratakan dengan cakarku, walau mungkin tidak sepenuhnya rata, tetapi sudah mulus."Tersenyum Liano....
..."Baiklah."Hikari merangkak di atas bentangan sayap Liano dan masuk ke arah pohon itu yang sudah terlubangi....
...Hikari langsung menyandarkan diri di dinding pohon bagian dalam dan kembali mengistirahatkan dirinya....
...Liano melihat Hikari sepertinya memang sangat lemas sekali dan butuh istirahat....
..."Aku akan menutupnya dengan kekuatan Ice ku, istiarahat lah sampai aku kembali di sini."Tatap kasihan Liano kepada Majikannya itu yang sedang terbaring lemah....
..."Iyah... Liano.."Jawab lemah Hikari sambil memejamkan kedua matanya....
...Kemudian mata Liano berubah menjadi Biru terang dan ia mulai mengunakan kekuatan Ice nya untuk menutupi dan mebuat runcingan di sekeliling pintu masuk itu, juga bagian atasnya, agar terlindungi dari hewan liar yang mungkin mencoba masuk....
...Setelah selesai dan di sisakan celah untuk udara masuk di bagian paling atas....
..."Bagus, sempurna, dengan ini aku sudah yakin tidak ada hewan yang berani mendekat dengan banyaknya runcingan Ice tajam yang aku buat."Tersenyum Liano....
...Liano lalu dengan cepat pergi dan mulai berburu hewan yang ada di hutan itu dengan kekuatan ice nya dimana matanya berubah menjadi warna Biru terang....
...Hikari lalu istirahat dengan sejuknya Ice yang menutupi pintu keluar di dalam pohon itu....
...*****...
...Malam pun datang....
...Lui Zang tidak menemukan jejak dari Liano dan Hikari setelah berputar-putar di wilayah kekuasaanya yang luas, bahkan sampai ke batas wilayahnya yang terpisah oleh laut yang luas....
..."Sudah malam, Tuan. Kita kehilangan jejak dan tidak satu pun orang di kota mau desa di wilayah lainnya mengatakan ada orang baru masuk ke wilayah mereka."Ucap Si'ryu kepada Lui Zang yang sudah berkeringat deras di dahinya....
..."Aku tidak menyangka dirinya bisa lari dengan cepat seperti itu."Kesal Lui Zang....
..."Tuan sudah mencapai batasnya, sebaiknya kita kembali dahulu untuk membuat tuan mengisi energi. Kalau tidak, kutukan itu akan merambah lagi ke tuan. Jangan sia-siakan juga kutukan yang sebagian telah hilang berkat Istri tuan itu akan kembali memenuhi tubuh tuan."Ucap Tegas Si'ryu kepada Lui Zang....
..."Kau benar, Si'ryu. Sebaiknya kita kembali dulu dan aku akan menyuruh beberapa prajurit untuk menemukan dirinya."Ucap Lui Zang yang terlihat sudah kelelahan....
...Langit malam yang mendung itu menjadi sebuah hal yang sangat merugikan bagi Lui Zang....
...Seharusnya dirinya bisa bergembira dengan hasilnya walau telat, namun Lui Zang malah cepat mengambil sikap acuh dan tidak peduli saat tanda itu belum juga muncul....
..."Sebagai seorang laki-laki, seharusnya aku sedikit menanamkan rasa cinta kepada dirinya dan membuatnya jauh lebih nyaman walau dirinya belum bisa memberikan keturunan untuk ku. Sungguh baru kali ini aku sangat menyesal setelah kehilangan istriku yang lalu itu, dimana ia mengajarkan banyak hal di desa hingga akhirnya aku paham dengan kondisi warga ku di area paling dekat dengan gerbang utama Kerajaan. Sialll!"Menggegrutu kesal Lui Zang akibat ulahnya yang terlalu cepat ambil kesimpulan....
..."Sebaiknya tenangkan pikiran anda dan besok kita terus cari dirinya, aku yakin mereka akan banyak tau saat ada yang melihatnya, apalagi tunggangannya yang sangat langka dan berbeda itu, pasti lah mereka akan tau."Tersenyum Si'ryu untuk sedikit membuat tenang Lui Zang....
..."Benar juga, lagi pula hewan ekor 9 itu adalah hewan mistik seperti kamu, tidak mungkin dia kalah dalam hal bertarung, apalagi dengan sebelumnya ia menggunakan elemen api dan es.."Lui Zang sedikit berfikir postif....
...Lui Zang pun di antar pulang oleh Si'ryu ke kerajaan miliknya di malam yang dingin itu....
......Maaf karena lama Updatenya yah, padahal udah di persiapan part dan udah part 14.......
...Soalnya penulisnya sibuk....
...Silahkan like, comment dan vote....
__ADS_1