Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic 14: Penyusupan Malam.


__ADS_3

...Malamnya di dalam hutan dekat sebuah desa Selanjutnya, setelah mereka melewati desa sebelumnya....



...Hikari, Liano dan Haku sedang duduk di akar-akar pohon besar yang di depannya sudah ada api unggun yang di buat oleh Liano dan juga sudah ada daging seperti Domba yang sebelumnya pernah di makan oleh Hikari sedang di bakar di atas api unggun itu menggunakan kayu....


..."Kenapa jadi seperti ini."Keluh Hikari sambil bersandar di tubuh Liano yang ada di belakangnya....


..."Aku juga tidak tau, jangan tanya aku."Ucap Haku dimana dirinya sedang menyayat daging itu yang sedang di bakar dengan Reaper besarnya....


..."Hoi Haku.. Aku ini bukan pisau dapur."Ucap Reaper itu kepada Haku....


..."Tidak apa, lagi pula kau itu serba guna dulunya."Senyum Haku....


..."Ahhh.. Kau ini... Padahal sudah keren seperti ini aku, tetapi malah di jadikan pisau menyayat daging."Jawab Reaper itu kembali dengan nada sedikit kesal....


..."Bisa tidak kau itu seperti Liano yang tenang? Aku juga tidak tau kau sekarang bisa seperti itu. Bersyukur saja lah kau ini bisa bicara dan dapat tubuh yang lebih keren. Lagi pula kau itu juga paham bukan dengan diriku dulu."Lirik Haku ke arah Senjatanya itu....


..."Haaahhhhh... Baiklah-baiklah.."Hela Nafas Reaper dengan jawaban pasrah....


...Hikari dan Liano tersenyum....


..."Jujur, sebenarnya aku sangat iri dengan dirimu yang kuat, tidak dengan diriku ini yang benar-benar seperti perempuan lemah. Ya ampunnn.."Keluh Hikari sambil melihat ke arah langit malam yang penuh bintang....


..."Tetapi aku akan selalu ada di sisimu, Hikari."Senyum Liano dengan salah satu ekornya menyelimuti tubuh Hikari agar dirinya hangat....


..."Ya, tetapi untungnya ada kamu, Liano. Aku harap kita bisa hidup dengan tenang di negeri yang gila ini."Senyum Hikari sambil mengelus ekor Liano yang sedang menyelimuti tubuhnya dengan kehangatan....


..."Entah kenapa kita bisa terlempar ke Negeri yang penuh dengan kekuatan seperti ini setelah kita mati."Ujar Haku sambil merapatkan kedua kakinya....


..."Aku juga benar-benar bingung, Haku."Tertunduk Hikari dengan melihat ekor halus Liano yang mengeratkan sedikit ke perutnya....


..."Yang paling aneh adalah, kenapa kita berdua berubah menjadi perempuan di Negeri ini. Sungguh ini jauh lebih gila."Senyum Haku....


..."Hahaha... Aku sependapat dengan Haku."Balik Senyum Hikari ke Haku....


...Setelah daging itu matang, mereka semua makan bersama di tengah hutan yang cukup gelap dengan hanya penerangan dari api unggun yang di buat oleh Liano....


...Liano membuat gelas ice dari kekuatan sihirnya kembali untuk minum mereka....


...Kemudian Haku mulai merencakan untuk menyelinap ke desa tersebut dengan terlebih dahulu mencuri jubah untuk menutupi tubuh dan wajah kami....


...Sementara Hikari di tinggal dalam hutan itu bersama Liano yang masih menyala api unggunnya....


...Hikari bersandar di tubuh Liano sambil tangan kanannya menapak di perutnya dan merasakan ada sesuatu yang berbeda....


..."Kenapa aku merasa ada seperti denyut jantung di perutku ini setelah meninggalkan istana Lui Zang."Ucap Hikari....


..."Denyut jantung? Maksudnya bagaimana?"Bingung Liano....


..."Seperti ada yang berdenyut begitu, Liano. Apa mungkin aku belum mengeluarkan semua cairan hitam itu ya."Bingung Hikari sambil terus mengelus perutnya itu dengan telapak tangannya....


..."Hmmm..."Tatap Liano....


...Liano melihat cahaya putih di dalam perut Hikari seperti kelipan bintang dengan kedua matanya, tetapi ia tidak tau itu apa....


...Kemudian Haku kembali dengan cepat dan melompat di atas pohon dekat Hikari bersandar lalu melempar jubah berrwarna abu-abu tipis besar....


..."Pakai itu, Hikari. Kita akan menyelinap ke desa dengan jubah tersebut."Ucap Haku yang sudah mengenakan Jubah abu-abu besar tertutup itu....


...'Plukk'...


...Liano menangkap Jubah itu dengan salah satu ekornya dan memberikannya kepada Hikari....


..."Terima Kasih, Liano."Senyum Hikari sambil mengambil jubah itu dan memakainya....


..."Ayo sekarang kita pergi. Penduduk desanya mulai sepi dengan penjaganya juga."Lirik Haku ke arah desa itu yang tidak terlalu jauh dari dahan pohon dirinya berpijak....


..."Baiklah."Jawab Hikari....


...Hikari menaiki Liano setelah mengenakan jubah itu dan langsung mengikuti Haku yang melompat di atas pohon ke pohon lainnya....


...Sampai mereka tiba di sebuah dinding besar terbuat dari kayu-kayu runcing yang seperti desa-desa pada umumnya untuk menghalau hewan-hewan....



...Haku melompatinya dengan kekuatan kakinya di bantu dengan senjata parangnya sebagai tumpuan untuk mendorongnya melompat....


...Sementara Hikari di ikat bagian perutnya dengan lembut oleh salah satu ekor milik Liano untuk menyeberangi dinding yang penuh dengan kayu-kayu runcing itu....


...Kemudian Haku melempar Parang miliknya ke arah atas dimana melambungkannya....



..."Hoiii... Apa yang kau lakukan.."Teriak Reaper itu saat berada di udara....


..."Liano, aku titip dia padamu. Aku dan Hikari saja akan masuk ke sini, agar kau tidak kesepian di luar karena tidak bisa ikut bersama kami."Tersenyum lebar Haku....

__ADS_1


...'Traang.'...


...Liano menangkap senjata milik Haku itu dengan ekornya....



..."Baiklah, Haku."Senyum Liano....


..."Ya ampun..."Keluh Reaper itu....


..."Apa tidak apa-apa kau tidak memakai senjatamu itu?"Tanya Hikari....


..."Tubuh fisikku sudah kuat, tidak perlu cemas. Sekarang kita cari penginapan sebelum ada yang menyadari kita di sini."Ucap Haku sambil berjalan dan menggenggam tangan kanan Hikari....


..."Iyah."Hikari mengikuti genggaman dari Haku yang menuju ke pusat desa....


..."Besok kami berdua akan mencari informasi mengenai Negeri ini, kalian berdua tetap di dekat sini sampai aku memberikan isyarat."Lirik Haku ke Liano....


..."Isyaratnya itu adalah lemparan benda ke dalam hutan bukan?"Tanya Liano....


..."Ya, seperti yang sudah kita rundingkan sebelum masuk."Senyum Haku....


..."Liano... Hati-hati.."Ucap Hikari yang berpisah sementara dari Liano....


..."Kamu juga, Hikari. Aku akan setia menunggumu di sini bersama parang ini."Tatap Khawatir Liano....


...Malam itu di desa....


...Liano dan Hikari terpisah sementara....


...Haku dan Hikari melihat-lihat sekeliling bangunan yang sederhana dan seakan seperti pergi ke abad masa dimana belum ada gedung-gedung besar seperti dulu mereka hidup....


...Semua rumah benar-benar sangat bergaya tradisional dengan susunan batu dan kayu-kayu yang di satukan....


...Bahkan penerangannya pun menggunakan obor....


...Haku fokus melihat-lihat dan mencari penginapan....


...Walau tulisannya aneh, tapi entah kenapa dirinya termasuk Hikari bisa membacanya juga....


...Dimana mereka menemukan penginapan yang tidak jauh dari saat diri mereka datang dari dinding itu....


..."Kita masuk, selagi tidak ada yang curiga."Ucap Haku bisik....


..."Iyah."Lirik HIkari....


...Terlihat di dalam ada kedainya juga yang sudah kosong dengan pengunjung karena sudah hampir larut malam....


...Haku langsung menemui seorang laki-laki yang ada di balik sebuah meja yang di belakangnya terdapat banyak rak minuman....


..."Apa masih ada kamar kosong untuk dua kamar tidur?"Ucap Haku sambil membuka kupluk jubahnya....


...Laki-laki berkumis dengan pakaian seperti warga desa di game-game bertema masa lalu itu melihat ke arah Haku....


..."Kamar untuk dua orang, masih ada. 4 perunggu untuk satu malam."Jawab laki-laki itu....


...Haku mengambil kantung uangnya di dalam dadanya itu untuk mengeluarkan 4 keping perunggu....


...Akan tetapi....


...Tiba-tiba ada seorang laki-laki bertubuh besar dengan wajahnya yang tampak seperti preman dan kedua orang di sisi kiri kanannya mengerumini Haku....


..."Hei perempuan cantik, dari pada kau tidur di penginapan, lebih baik ikut kami. Geratis kamar, tetapi syaratnya harus melayani diriku dan anak-anak buahku."Ucap Laki-laki bertubuh besar dengan wajah menyereamkan seperti preman itu....


...Haku yang tingginya kalah dengan laki-laki itu mendangakan wajahnya ke atas dan tersenyum sombong....


..."Maaf, aku tidak tertarik dengan laki-laki."Ucap Haku....


...Laki-laki itu merangkul tubuh kecil Haku dengan tangan kirinya yang berotot dan memasang wajah mesumnya....


..."Ayo lah... Kau pasti akan suka dengan kami."Laki-laki itu menggoda Haku....


..."Haku-Senpai."Hikari khawatir dan hanya bisa melihatnya....


..."Jauhkan tanganmu dari pundak ku, dasar **** besar."Ejek Haku tanpa ragu....


...'Cring.'...


...Suara kantung uang milik Haku yang di ambil paksa oleh laki-laki tersebut....


..."Berani sekali kau mengatakan itu kepadaku. Apa kau tidak tau kalau aku adalah penguasa wilayah desa area ini?"Laki-laki itu menatap tajam Haku....


...Laki-laki pemilik penginapan itu terlihat ketakutan....


...Tiba-tiba Haku memasang kuda-kuda sampai mata kakinya terlihat dan menyiku kuat tubuh Laki-laki besar itu ke sisi kanan dinding....


...'Bugg...'...

__ADS_1


..."Ahhkkk..."Laki-laki itu tersentak....


..."Jangan main-main denganku, dasar **** mesum."Ucap Haku....


...'WUSSHHHH.. DUARRRRRR'...


...Tubuh laki-laki besar itu terpental sampai keluar dinding penginapan dan membuat laki-laki lain di sekeliling dirinya terkejut akibat cepat dan kerasnya sikuan dari Haku....


...'Cring'...


...Kantung itu di tangkap kembali oleh Haku setelah terlepas dari genggaman laki-laki besar tersebut yang sudah tidak berdaya di tumpukan tong luar dekat jalan sampai pejalan kaki pun terlihat dari lubang bekas laki-laki itu terpental menembus dinding penginapan itu....


..."Sudah aku bilang kalau aku tidak suka dengan laki-laki, apalagi seperti dirimu yang sok."Tersenyum Haku....


...'He-Hebat.."Tercengang Hikari....


...Kemudian para laki-laki yang di samping laki-laki besar itu langsung pergi dari arah dinding yang berlubang dan menghampiri si tubuh besar itu....


..."Ehhh.."Laki-laki berkumis pemilik penginapan itu juga tercengang....


..."Hei paman, apa aku harus mengganti dinding yang berlubang itu juga?"Ucap Haku seperti tidak terjadi sesuatu....


..."Ahhh.. Ehh.. I-Iyah... Kalau anda menginginkannya."Laki-laki berkumis itu takut dan gerogi melihat Haku....


..."Hmmm.. Baiklah, karena aku juga ternyata terlalu berlebihan mengeluarkan tenagaku, karena aku kira dirinya kuat, setara dengan tubuhnya yang besar itu, ternyata dirinya hanya sebuah tong besar. Apa 2 emas cukup?"Jawab Haku sambil mengeluarkan 4 kepingan perunggu dan 2 Emas....


..."Ehhh.. Cu-Cukup.."Jawab gerogi paman berkumis itu sambil mengambil kepingan uang di atas mejanya....


..."Kalau begitu antarkan kami berdua ke kamar."Haku menaruh kantung uangnya kembali ke dalam dadanya....


..."Ba-Baiklah... Lewat sini."Paman berkumis itu mengantar Haku dan Hikari ke sebuah tangga lantai dua dan berhenti di sebuah pintu....


...Pintu itu di buka dan terlihat dua tempat tidur sederhana yang rapih dengan 1 lentera minyak di atas meja dekat jendela....


...Haku dan Hikari masuk ke dalam dan menutup pintunya....


...Haku merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan wajah tersenyum....


..."Akhirnya aku bisa kembali merasakan rasanya empuknya tempat tidur. Ahhhh.."Senyum Haku yang sedang celentang di atas tempat tidur....


...Hikari membuka jubahnya dan ikut terbaring di tempat tidur satunya....


..."Tetapi, aku merasa jauh lebih enak tidur di antara bulu dan tubuh Liano yang hangat itu."Terpejam sesaat Hikari membayangkan kelembutan dan kehangatan tubuh Liano sebagai alas tidurnya....


..."Apa aku tidak salah dengar?"Lirik Haku ke Hikari....


..."Tentu tidak. Bulu halus Liano dan hangat tubuhnya benar-benar nyaman. Aku jadi merasa jauh lebih aman di dekat Liano, hahaha."Tertawa Hikari dimana dirinya kembali membuka kedua matanya....


..."Kau masih bisa tidur dengan dirinya kapan saja setelah kita mendapatkan banyak informasi mengenai Negeri ini. Sekarang kita istirahat dulu di sini sampai besok tiba."Ucap Haku sambil membenarkan tubuhnya di atas tempat tidur dan sudah siap untuk tidur....


..."Iyah.."Hikari juga ikut membenarkan tubuhnya dan bersiap untuk tidur....


...Dengan mereka sudah menyelinap ke dalam desa kecil itu, Haku dan Hikari bisa mencari informasi mengenai Negeri ini....


...Haku mematikan lentera minyak itu sebelum tidur....


...Mereka perlahan tertidur pulas di penginapan itu dengan tenang....


...Sementara di bawah lantai penginapan itu....


...Paman pemilik penginapan itu sibuk menambal sementara lubang dinding yang di buat oleh tubuh laki-laki besar itu akibat hanya di siku oleh Haku....


...Dirinya di bantu dengan koki dan pelayan menambal sementara dinding itu dengan tong dan kayu-kayu agar tidak ada yang masuk....


...Sementara beberapa warga di jalan yang masih berkeliaran di malam larut itu membicarakan kejadian konyol tersebut kepada yang lainnya....


...Lalu Liano dan Senjata milik Haku itu tidur di dalam hutan dengan api unggun yang masih menyala....


...******...


...Sisi lain....



...Xao Ba dan Mei Wong sudah berada di desa dekat tempat Hikari sedang singgah....


...Namun ternyata mereka berdua membawa Bayi mereka ikut mengembara mencari Hikari dengan berpura-pura sebagai pengenala keluarga....


..."Mei.. Besok kita ke desa selanjutnya."Ucap Xao yang sedang melihat anaknya yang sudah tidur di gendongan Mei....


..."Iya. Ini menjadi cukup menyenangkan dengan sekarang dimana kita telah memiliki anak. Hampir seperti kita sebelumnya."Senyum Mei ke arah bayinya dimana sambil mengingat dahulu bekerja sama dengan Lui Zang bersama Suaminya itu....


..."Rasanya memang cukup Nostalgia, tetapi tetap kita dalam misi."Xao Ba mengelus dahi anaknya yang masih Bayi tengah tertidur itu....


...Perlahan namun pasti Yah....


...Tunggu kelanjutannya yang lebih menarik....

__ADS_1


__ADS_2