Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic 24: Masalah kehamilan baru dan Kejahatan mendekat


__ADS_3

...Hikari, Liano dan Haku pergi ke bukit yang jauh menghindari rute yang bisa membuat orang lain bisa mengikuti dirinya....


...Liano pun menurun kan Hikari dan juga Haku di atas bukit tersebut....


..."Sekarang sebaiknya kita tidak lagi pergi ke desa untuk mencari informasi, karena bisa saja suruhan Lui Zang itu diam-diam mau melukai dirimu, Hikari. Aku juga tidak bisa menjagamu saat di dalam Desa."Tatap dalam Liano yang khawatir kepada Hikari....


..."Yang kau ucapkan benar, Liano. Kita mengambil rute hutan selain wilayah kota yang masih wilayah kekuasan dirinya."Terduduk Haku sambil menaruh Reaper di tanah....


...HIkari turun dan langsung bersandar di tubuh Liano, karena dirinya merasakan lemas....


..."Aku setuju saja, Haku. Aku istirahat sebentar."Terbaring Hikari di tubuh lembut yang penuh bulu halus dari Liano....


...Tentu Haku melihat kalau Hikari ini terlihat memang cepat sekali lelah beberapa hari ini....


...Haku berfikir itu adalah bawaan dari sang bayi yang sedang di kandungnya....


..."Hikari, apa selama kau mengandung bayi itu, kau mulai merasakan cepat kelelahan?"Tanya Haku khawatir....


..."Iyah... Ketika aku memiliki tenaga yang sudah aku kumpulkan setelah bangun tidur atau istirahat, seakan saat beraktifitas biasa, tenagaku seperti mengalir ke arah perutku ini, Haku, hingga sampai membuat diriku cepat lelah dan harus istirahat."Tersenyum Hikari dengan wajah sayu yang kelelahan....


..."Kemungkinan kalau itu adalah bawaan dari ketiga bayimu?"Bingung Haku....


..."Sepertinya. Apa karena aku hamil ini dengan ketiga bayi tersebut, dimana mereka membutuhkan tenagaku untuk berkembang? Bagaimana menurutmu, Haku?"Tanya balik Hikari sambil bersandar lemah di tubuh Liano dan menatap sayu Haku yang sedang duduk di akar pohon dekat di depannya....


..."Aku tidak bisa mengambil kesimpulan itu, tetapi jika kau merasa kalau tenagamu di hisap karena pertumbuhan dalam bayimu itu, maka sebaiknya kau banyak istirahat sekarang. Kita berdua tidak tau masalah ini, sebaiknya lakukan sebaik mungkin dan jangan sampai kau sakit, Hikari."Jawab Haku sambil mendekat ke arah Hikari....


...Haku berlutut dan tangan kanannya mengelus perut Hikari yang buncit tersebut....


..."KIta istirahat malam ini di sini dahulu. Haku, nanti kau bisa berburu hewan atau lainnya untuk makan malam? Aku harus menjaga Hikari dimana kondisinya sedang lemah dan takut ada serangan tiba-tiba nantinya tanpa kau diteksi."Liano khawatir dengan majikannya itu, dimana Liano juga melihat kelipan bintang itu telah menjadi 3 cahaya dan terlihat di dalam perut HIkari dengan sinarnya....


..."Baiklah, aku akan berburu sekarang dengan Reaper ku. Kau jaga Hikari."Tersenyum Haku sambil mengelus perut HIkari....


...Hikari pun memegang balik tangan Haku yang sedang mengelus perutnya....


..."Maaf jadi merepotkan mu lebih dari ini, Haku."Tatap sedih Hikari yang rencanannya untuk hidup tenang kembali terusik dengan hal itu....


...Apalagi menyeret Haku, sahabatnya sendiri....


..."Apa yang kau bicarakan itu, Hikari. Kita mendapatkan kesempatan kedua hidup untuk memperbaiki kesalahan kita dahulu dengan kekuatan ini, tentu ada kemungkinan baiknya juga yang mungkin belum kita tau ini. Aku tidak merasa dirimu merepotkan ku, Hikari. Walau sifatmu yang aneh itu, tetapi aku tetap menganggap mu rekan dahulu, bersama Liano."Tersenyum Haku dengan tangannya mengelus kepala Hikari....


...Hikari tersenyum dan bersyukur sekali dalam perjalanannya itu bertemu Haku....


...Hikari benar-benar sangat bersyukur....


..."Aku akan berburu dahulu di hutan, kau dan Liano di sini saja."Haku beranjak pergi dan ke dalam hutan....


...Hikari lalu memiringkan badannya ke arah kanan, dimana kepala Liano berada....


..."Liano, aku seperti biasa, ingin tidur dahulu."Tatap Sayu Hikari yang kedua matanya sudah mulai menutup karena kelelahan....


..."Tidur lah, Hikari. Aku akan menjagamu dan juga bayimu itu, tidur lah yang nyenyak untuk memulihkan tenagamu."Tersenyum Liano dengan melihat wajah Hikari yang tengah sayu lemah....


..."Terima Kasih Liano."Hikari tersenyum dan mulai memejamkan kedua matanya....


...Salah satu ekor Liano di taruh di atas tubuh Hikari untuk di jadikan selimut dirinya....


..."Selamat tidur, Hikari."Tersenyum Liano....


...Hikari pun tertidur untuk mengisi kembali tenaga dirinya....


...Kemudian di desa sebelumnya, dimana Haku dan Hikari mengunjungi sebuah kedai peramal....


...Perempuan itu menghubungi Ling Hao dengan wujud jahatnya dari bola crystal khusus di ruang khusus di atas mejanya dengan nuansa gelap....


..."Sekarang mereka berada di mana, Hang Da?"Tanya Ling Hao....


..."Mereka sedang berada di sebuah bukit yang jauh dari desa ini, Ling Hao."Tersenyum Hang Da....


..."Sampai berapa lama kau bisa menditeksi mereka?"Tanya kembali Ling Hao....


..."Paling cepat esok hari, karena ada yang menyerap energi sihirku hingga hilang kekuatannya secara cepat."Jawab Hang Da....


..."Menurut informasi yang kau dapat adalah kalau selir Lui Zang itu mengandung 3 bayi? Pasti ada resikonya dengan kehamilannya itu bukan?"Tanya Ling Hao serius....


..."Seperti yang anda tahu kalau memang kehamilan itu membuat tubuh para perempuan akan cepat lelah karena membutuhkan energi berkembang untuk janin itu dari Ibunya, Sudah pasti akan memiliki resiko besar, apalagi sangat mustahil dan baru pertama kali aku juga melihat ada seorang perempuan bisa hamil 3 bayi sekaligus."Tatap serius Hang Da ke bola crystal itu yang memperlihatkan Ling Hao....


..."Mereka berdua benar-benar dalam kondisi yang lemah, aku sudah melancarkan strategiku untuk memecah mereka. Tinggal menunggu waktu aku akan menyeret permpuan itu dan bayi dalam perutnya ke hadapanku."Tersenyum lebar Ling Hao....


..."Tetapi anda hanya punya waktu hingga esok tiba, sebelum energi batu sihir itu menjadi netral dan aku tidak bisa melacaknya dengan bola crystal pada umumnya."Ucap Hang Da....


..."Tenang saja, aku sudah bekerja sama dengan seorang lainnya untuk masalah ini."Tersenyum licik Ling Hao....

__ADS_1


...Kemudian malam pun datang....


...Xao Ba dan Mei Wong mencari Hikari dan Haku dengan bertanya-tanya kepada seluruh tempat penginapan di desa lainnya....


...Namun mereka merasa ada yang aneh dimana tidak satu pun para pemilik penginapan melihat ciri-ciri dari mereka yang memakai jubah....


...Xao memberitahu Mei yang sedang menyusui Yue, anak perempuan mereka di dalam kamar....


..."Aku tidak menemukan informasi mereka singgah di desa ini beberapa minggu lalu dan beberapa hari ini."Xao bingung....


..."Apa telah terjadi sesuatu kepada mereka?"Terkejut Mei sambil menggendong dan menyusui anaknya itu....


..."Entah lah, tapi yang jelas kau tetap tinggal di sini. Aku akan mencari jejak lainnya di dalam Hutan untuk memeriksa tandanya."Xao Ba membuka jendela kamar itu untuk pergi ke luar dinding dan memeriksa sesuatu....


..."Segera kembali setelah kau menemukan sesuatu yang aneh."Ucap Mei khawatir....


..."Tenang lah, teman yang bersama istri Lui Zang itu sangat kuat. Aku tidak meragukan kemampuan dirinya. Kalau besok aku belum kembali, tetap lah tinggal di sini."Tersenyum Xao....


...Sebelum Xao pergi, Mei mencium bibir dari Xao dengan lembut sambil mengendong bayi kecilnya itu yang sedang tenang di berikan ASI oleh Mei....


..."Mcchh... Jangan kecewakan tuan kita dan tetap lah hati-hati, Sayang."Tatap Malu Mei....


...Xao memegang kedua pundak Mei dan mencium balik bibir Mei....


..."Mccchh... Tentu saja, Sayang. Aku sudah lama juga tidak beraksi setelah pertempuran hebat tersebut dan menikahi perempuan yang dari kecil aku cintai ini."Xao merayu manis Mei yang memang mereka sebelum menjadi tangan kiri dan kanan Lui Zang, mereka berdua adalah sahabat sejak kecil dan pada akhirnya memutuskan menikah....


...Karena tujuan mereka berdua telah tercapai dan memutuskan menjadi suami istri sebagai puncaknya mereka....


...Dimana sewaktu mereka remaja pun, Mei dan Xao sangat dekat dan terus berlatih di Istana Lui Zang bersama-sama....


...Ciuman dari Mei pun menjadi hadiah spesial Xao sebelum pergi mencari Haku dan Hikari di malam itu....


...Xao pun tidak lupa mencium bayi perempuannya yang kedua tangan kecilnya lagi-lagi merabah-rabah lucu....


..."Jaga bayi cantik kita, Mei."Tersenyum Xao....


..."Tentu, Sayang."Mei tesrenyum malu dengan kedua pipi memerah....


...Xao pun pergi dengan cepat ke luar desa dan dia seperti Haku yang memiliki gerakan cepat dan kuat melompat dari rumah ke rumah lainnya dengan kecepatan tidak biasa seperti Haku....


...Xao mencari ke dalam hutan dengan melompat cukup tinggi sambil memperhatikan, apakah ada api unggun yang menyala di pandangannya yang jauh....


...*****...


...Hikari terbangun dari tidurnya setelah melihat cahaya seperti kobaran api....


..."Ehhh..."Terbangun Hikari dan membuka kedua matanya perlahan setelah tidur nyenyaknya di tubuh Liano yang halus dengan bulu-bulunya....


..."Kau bangun juga, Hikari. Sudah waktunya makan malam."Tersenyum Haku yang sedang memanggang sebuah daging besar di dekat api unggun....


..."Cukup lama aku tertidur yah, Haku. Hmmmm...."Ucap Hikari sambil mengucak perlahan kedua matanya dengan tangan kanannya....


..."Tidak apa, lagi pula jika tubuhmu membutuhkan itu, maka lakukan saja, lagi pula kau sedang hamil."Tersenyum Haku....


...Hikari pun duduk di sangga oleh tubuh Liano....


..."Entah kenapa aku seperti ini. Mei tidak memberikan informasi lebih rinci mengenai tentang kehamilan, selain air ketubannya yang akan memenuhi terlebih dahulu sebelum bayinya tumbuh."Tatap Hikari ke arah api unggun itu....


...Haku saat itu mencurigai Mei....


..."Tunggu dulu, apa mungkin mereka berdua adalah seorang mata-mata dari Lui Zang dari kelompok yang sama?"Tanya Haku serius ke arah Hikari....


...Namun saat itu Hikari berpendapat dan yakin kalau mereka berdua bukan komplotan sebelumnya yang menyerang dirinya....


..."Aku rasa tidak, Haku. Karena saat Mei bersama diriku, dia bisa saja membunuhku langsung, apalagi saat itu kami berdua saling duduk bersama dengan bayinya yang lucu itu."Senyum Hikari sambil mengingat wajah lucu dari bayi Mei itu....


..."Ehhhh... Memang belum pasti, tetapi bisa saja mereka sekedar memata-matai kita, apalagi saat Xao, suaminya itu mengatakan kalau dirinya ingin bergabung dengan kita? Sekarang ini, jauh lebih baik menghindar dari beberapa orang dahulu untuk mencegah sesuatu hal yang tidak di inginkan, Hikari."Ucap Haku dengan memutar beberapa daging yang sudah mulai matang dengan sisi lainnya agar matang merata....


..."Kau benar, Haku."Tertunduk Hikari yang dirinya memang tidak memiliki pikiran kalau Mei dan Xao adalah dari komplotan mereka berdua....


...Hikari merasakan aura kebaikan saat bersama Mei, apalagi dengan dimana dirinya menggendong bayinya yang lucu itu....


...Tetapi untuk berjaga-jaga, Hikari tidak boleh mendekati terlebih dahulu orang lain selain Haku....


...Termasuk Lui Zang sendiri....


...Hikari menapakan tangan kanannya di perutnya yang sudah besar itu dan tertunduk menatapnya sambil bicara dalam hati....


..."(Apa benar dia sejahat itu sampai mau membunuhku dan janin dari hasil dirinya membuahi ku? Padahal dia berkata kalau selalu ingin memiliki keturunan, Lui Zang.)"...


...Hikari terus termakan perasaan dan pikirannya sebagai seorang perempuan dan sampai sisi dari laki-lakinya tidak lagi tampak....

__ADS_1


...Pikirannya itu menjadi lebih lembut dan feminim, bahkan hatinya malah menjadi begitu lemah untuk urusan sebuah perasaan....


...Sampai dirinya yang di kala itu bingung harus bagaimana, dalam pikirannya hanya ingin di peluk dan menangis....


...Berbeda dengan dirinya yang dahulu sebagai seorang laki-laki yang semangat dan enerjik seperti Haku, dimana bersemangat bertarung....


...Haku tidak sekali pun berubah dan malah terkesan jauh dari kata feminim seperti Hikari....


...Hikari hingga sekarang pun masih bingung dengan kekuatan dirinya di dunia ini....


...Sementara Haku begitu kuat dan bahkan bisa menang sendirian walau di kepung banyak pasukan dengan kekuatannya....


...Sementara dirinya terkesan lemah dan malah menjadi menyusahkan orang lain dan Liano....


...Hikari termenung dalam sambil menunggu daging-daging yang di bakar oleh Haku matang dimana perutnya sudah lapar....


...*****...


...Sisi lain hutan....


...Ketika Xao Ba mencari jejak dari Hikari....


...Dirinya berpapasan dengan Mao Lan yang juga sedang melompat dari dahan satu ke dahan lainnya sambil melihat satu sama lain....


..."Itu.."Tatap serius Xao....


...'Tap.'...


...'Wushhh...'...


...Xao berbalik ke belakang menuju ke arah Mao Lan....


..."HOI.... TUNGGU..."Teriak Xao....


...Mao Lan terus melompati dahan pohon dengan cepat sambil memegang sisi tubuh kanannya....


..."Sial, kenapa bisa ada orang itu di sini. Bukan kah dirinya tidak lagi bertugas."Bisik Mao Lan....


...Xao Ba tau Mao Lan dimana dia adalah wakil bicara dari bangsawan Ling Hao....


...Tentu dirinya tau siapa Ling Hao, yaitu pemilik banyak rumah bordir di seluruh desa....


..."KAU MAO LAN BUKAN? KENAPA DENGAN DIRIMU?"Ucap teriak Xao....


...Namun Mao Lan memilih untuk pergi menjauh dari pada harus di tanya-tanya oleh Xao Ba dan dirinya melirik tajam Xao....


..."Bukan urusanmu."Ucap Mao Lan dengan lirikan tajamnya itu....


...'Tap'...


...Xao mengentikan langkahnya dan berdiri melihat Mao Lan yang sudah pergi menjauh....


..."Ada apa dengan dirinya? Apa dia selesai bertarung dengan sesuatu?"Ucap Xao....


...Saat itu Xao berfikir sesuatu....


..."Apa jangan-jangan orang itu melawan teman dari istri Lui Zang."Tersentak Xao walau belum tau kepastiannya....


..."Aku akan mencari tau masalah ini dahulu dan melihat dari arah dirinya tadi datang. Aku memang sedikit curiga dengan beberapa para bangsawan yang mulai berkelompok-kelompok. Termasuk Bangsawan Ling Hao."Xao melangkah kan kedua kakinya kembali ke arah depan sebelumnya Mao Lan datang....


...Xao pun pergi kembali....


...Namun di sisi lainnya dekat Hikari dan Haku berada....


...Utusan dari Bangsawan wakil Quan GI mendekati mereka berdua dan menunggu kesempatan dengan menghilangkan hawa keberadaanya dimana salah satu kemampuan dirinya....


..."Ketemu kau, selir kaisar."Ucap Ghyo Ro sendirian sedang mengamati mereka di malam itu....


...Bersambung......


...Kyaaaaa.... Bagaimana dengan kisah selanjtunya........


...Di tunggu saja, OK......


...Semakin menegangkan......


...Huhuhuhu......


...Sama, penulisnya juga menegangkan.....


...Terima Kasih yang masih terus setia memberi Like, comment dan votenya....

__ADS_1


...Semua itu memang mudah dan geratis, tetapi hal tersebut yang membuat semangat kami para penulis....


__ADS_2