Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic Cinta 41: Awal kembali kisah cinta Lui Zang dan Hikari.


__ADS_3

...Malam itu pun berlalu di istana Lui Zang dengan kembali ada Hikari di dalamnya....


...Pagi yang cerah tiba....


...Tempat dimana kamar Hikari terbaring lemah dengan masih dalam perawatan....


...Penasehat perempuan Lui Zang datang bersama beberapa pelayan yang menyiapkan makanan untuk Lui Zang dan Hikari....


...Sebuah makanan enak dan tentunya menyehatkan tersedia di bawa nampan oleh pelayan perempuan kerajaan bersama penasehat perempuan kerajaan juga....


...Lui Zang masih tidur terduduk di pinggir samping Hikari yang juga masih tertidur itu sambil menggengam tangan kanannya yang lembut dan putih milik Hikari....


...Para pelayan dan penasehat perempuan kerajaan itu tersenyum melihat Lui Zang yang setia menunggu Hikari sampai tertidur terduduk di pinggir tempat tidur....


...Penasehat perempuan itu dan pelayan lainnya yang membawa makanan tidak ada yang berani mengganggu mereka setelah mereka menaruh makanan di sebuah meja bulat di tengah ruangan itu dan lalu mereka kembali keluar tanpa bersuara berisik agar tidak membangunkan mereka berdua....


...Kemudian tidak lama Lui Zang terbangun karena mendengar pintu tertutup....


..."Ehh.. Sepertinya aku tertidur.. Hmmm..."Lui Zang mengangkat kepalanya yang tertidur di samping tempat tidur Hikari berada dan menggenggam tangan kanannya....


...Lui Zang langsung melirik ke arah Hikari, istrinya yang cantik itu dimana sudah bisa ia kembali ke istananya setelah beberapa bulan pergi....


..."Hikari... Akhirnya aku bisa melihat wajahmu yang cantik itu lagi di saat aku terbangun dari tidur yang panjang."Lui Zang tersenyum dan mengelus pipi kanan Hikari....


...Hikari masih tertidur terlelap karena rasa lelah yang ia rasakan akibat sebelumnya....


...Lui Zang mengambil kesempatan itu untuk melihat lebih lama wajahya yang cantik tengah tidur dengan tenang di tempat tidur....


...Lui Zang beranjak dari tidurnya dan mengelus kepala Hikari sambil mencium dahinya dengan penuh rasa gembira....


...'mucchh..'...


...Lui Zang pergi keluar untuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, namun sebelum pergi dari kamar itu, dirinya melihat kalau sudah ada sarapan pagi tersedia di meja dalam kamar itu....


...Lui Zang tersenyum dan membuka pintu itu dimana terdapat dua penjaga pelayan perempuan di pintunya....


...Beberapa menit berlalu dengan dirinya sudah berpakaian baru khas kekasiarannya berwarna hijau putih dan tubuhnya tengah bersih....


...Lui Zang kembali ke kamar Hikari berada....


...Ketika pintu di buka, terlihat Hikari sudah menyandarkan tubuhnya di kepala tempat tidur yang menyatu dengan dinding sambil tertunduk diam....


..."Hikari.."Lui Zang tersenyum dan langsung menghampiri dan memeluk lembut dirinya sambil mengelus rambut panjang putih lurusnya....


...Pintu itu pun di tutup oleh pelayan penjaga yang ada di luar ruangan itu....


..."Hikari... Apa kau sudah baikan? Bagaiman dengan kondisimu?'Lui Zang langsung bertanya tentang kondisi Hikari sambil memeluk hangat dirinya yang masih hanya berselimut....


...Lui Zang melepaskan pelukannya dan memegang pundak dari Hikari, menatap lembut dirinya dengan senyuman....


..."Hikari... Aku senang kau kembali ke pelukanku."...


...Hikari balik menatap lembut Lui Zang dan menggenggam sedikit ujung dari pakaian miliknya yang besar itu....


..."Lui Zang... Aku... Aku..."Hikari masih belum bisa berkata apa-apa dan seakan dirinya canggung berada di dekat Lui Zang....


...Namun ada sesuatu yang ingin ia keluarkan dan itu mungkin aneh bagi Hikari....


..."Ada apa sayang? Bicaralah kepadaku, tidak perlu sungkan, kau ingin meminta apa? Bicara saja."...


...Lui Zang benar-benar mulai menunjukan rasa cintanya itu kepada Hikari yang sekarang sudah bisa ia lihat begitu dekat dan ia rasakan tubuhnya yang lembut dan halus itu....


...Hikari yang dahulu sebagai laki-laki dengan kondisinya sekarang sebagai perempuan dan di depannya ada Lui Zang yang statusnya adalah suaminya itu merasa bingung ingin berkata apa....


...Sesuatu yang ingin ia keluarkan itu sangat membuat dirinya merasa canggung....


..."Aku..."Tatap lembut Hikari....


..."Apa?"Tersenyum Lui Zang....


...Hikari menatap wajah Lui Zang yang tampan dengan senyumannya....


...Ketika itu Hikari perlahan mendekati tubuh Lui Zang dan memeluk dirinya sambil memejamkan kedua matanya....


..."Ehhh... Hikari?"Lui Zang sedikit bingung, tetapi dirinya balik memeluk tubuh hangat Hikari itu....

__ADS_1


...Kedua mata Hikari perlahan kembali membuka dan tersenyum sambil masih memeluk tubuh Lui Zang....


..." Aku sangat berterima kasih karena kau menyelamatkan diriku dan juga bayi ini."...


...Lui Zang mengelus kepala Hikari dan menciumnya....


..."Mcchh.. Tidak perlu kau berterima kasih, Sayang. Aku sebagai seorang kaisar dan suamimu, tentu hal itu seharusnya yang aku lakukan sebelum kejadian ini ada, aku sendiri masih merasa bersalah dan malah membahayakan dirimu dan bayi kita."...


...Hikari melepaskan pelukan Lui Zang dan melihat lembut dirinya dengan senyum manis di wajah cantiknya itu....


..."Ehh.. Hmm... "Tersenyum lembut Hikari....


..."Kau sekarang satu-satunya istri yang akan aku cintai dan juga tentunya ketiga bayi kita yang sedang tumbuh di perutmu itu."Lui Zang mengelus perut hikari dengan lembut....


...Lui Zang lalu beranjak dari tempat duduk di pinggir tempat tidur dan menghampiri meja yang penuh makanan di atas meja....


..."Apa kamu lapar, Hikari? Aku akan menyuapi dirimu, suapan dari seorang yang akan menjadi ayah super yang akan langsung memiliki ketiga bayi dari seorang perempuan yang cantik tak tertandingi di wilayah selatan ini."...


...Lui Zang seakan menggoda Hikari dan itu berhasil membuat Hikari tersenyum tipis....


...Lui Zang membawa beberapa makanan ke tempat Hikari dan dirinya menyuapi Hikari dengan penuh rasa cinta dan kelembutan....


..."Ayo buka mulutmu, ini untuk dirimu dan bayi kita."Senyuman Lui Zang menghiasi dimana dirinya sedang menggenggam sebuah sendok berisi nasi dan lauk makanan....


..."Ehh... Aaa.."Hikari perlahan membuka mulutnya dan menerima suapan lembut itu dari sendok kayu yang di tangan Lui Zang....


...Pagi itu benar-benar menjadi merubah suasana hati dari Lui Zang dan Hikari....


...Beberapa pelayan perempuan termasuk penasehat Lui Zang melihat kemesraan antara Hikari dan Tuannya dari celah pintu yang terbuka di depan....


...*****...


...Selesai makan dimana Hikari begitu lahap makannya karena butuh energi di tubuhnya....


...Lui Zang selanjutnya membawa sebuah baskom air dan handuk berwarna putih ke dalam kamar tempat Hikari berada....


...Tentu Hikari bingung dengan yang di bawa Lui Zang itu untuk apa....


...Lui Zang menaruh air baskom besar itu di pinggir tempat tidur dan selimut yang menutupi tubuh Hikari di singkap ke samping dan itu membuat Hikari merasa malu....


..."Apak maksudmu? Aku ingin membasuh tubuhmu untuk di bersihkan. Memangnya kamu pikir aku ingin melakukan apa, Sayang?"Lui Zang tersenyum....


..."Ehh.. Mem..mebasuh tubuhku?"Hikari tertunduk malu....


..."Aku akan berhati-hati dengan beberapa luka di tubuhmu, tidak perlu khawatir, sekarang kamu tenang dan tiduran dengan nyaman, Sayang."...


...Lui Zang mulai dengan mencelupkan handuk basah itu ke dalam baskom berisi air dan memerasnya hingga tersisa sedkit air di handuk basah itu....


...Kemudian dirinya mulai dari Kedua kaki Hikari yang tengah di luruskan dalam posisi sedang bersandar duduk di atas tempat tidur....


..."Ehhh... Mnn.."HIkari melihat Lui Zang begitu tenang dan lembut membasuh kedua kakinya dimana saat itu dia tentu melihat tubuh Hikari yang tidak mengenakan sehelai pun....


...Lui Zang tersenyum dan terus membasuh ke sisi-sisi lainnya hingga tidak lupa ke sela-sela yang ada....


...Perlahan dari kaki hingga ke atas bagian area sensitifnya, Lui Zang masih tenang dan seakan dirinya tidak merasa malu dengan apa yang dia lakukan....


...Namun Hikari saat itu merasa sedikit tergelitik....


...Lalu ke area perut Hikari yang buncit dimana saat itu Lui Zang menggoda Hikari sambil mengelus perut dirinya....


...Sampai area pundak di basuh dan kemudian Lui Zang menyuruh Hikari untuk memperlihatkan punggungnya yang penuh bekas luka memar akibat di pecut oleh Ling Hao beberapa kali....


...Hikari mengambil selimut dan menutup bagian depannya dimana menyisakan punggungnya untuk di basuh oleh Lui Zang....


...Tentu Lui Zang sedikit merasa kasihan dengan luka yang ia lihat di tubuh istrinya itu....


...Beberapa kali Lui Zang mengelus lukanya Hikari dengan lembut, dimana beberapa kali juga Hikari merespon kalau ada bagian yang masih sakit jika di tekan....


...Sampai selesai dimana Lui Zang mengganti air dan handuknya untuk membasuh wajah cantik Hikari dengan air jernih....


...Lalu Hikari di pakaikan jubah putih besar yang di pakainya cukup di ikat saja di bagian perut seperti mantel....


...Lalu kembali di baringkan untuk istirahat kembali....


...Hampir seharian dan menjelang sore hari itu....

__ADS_1


...Lui Zang selalu berada di dekat Hikari dan bahkan saat itu dirinya menaruh kepala di antara kedua kaki Hikari sambil menatap perutnya yang sudah membesar itu sambil mengelusnya....


..."Hai ketiga bayiku, apa kalian merasa nyaman di dalam?"Ucap Lui Zang ke perut Hikari....


...Hikari yang sedang bersandar itu tersenyum dengan tingkah Lui Zang yang mengajak bicara bayi yang ada di dalam perutnya itu yang jelas-jelas belum bisa merespon....


...Namun Hikari merasakan kalau ada gerakan dan bukan denyutan seperti yang bisa ia rasakan walau masih sangat lembut gerakannya....


...Satu hari berlalu dengan Lui Zang selalu menemani Hikari di kamar itu sampai menemani dirinya di kamar mandi walau hanya sebatas mengatar, tetapi dirinya tidak ingin jauh lagi dari Hikari....


...*****...


...Luar Istana Lui Zang berada sehari setelah itu di waktu senja....


...Haku dan Liano sudah berada di istana Lui Zang akibat Liano yang ternyata tidak bisa lagi jauh lebih lama dari Hikari berada....


...Haku saat itu sedang duduk di teras taman sambil memandangi langit dan pohon-pohon yang mulai menguning juga di terpa angin musim gugur yang dingin dengan ada Liano sedang tertidur di samping kanannya berada....


...Saat itu Mei tiba-tiba datang bersama Yue yang di gendong olehnya dalam kondisi terbangun....


..."Apa kau tidak mau istirahat setelah lengan kirimu baru saja terobati?"Tanya Mei yang langsung duduk di samping kiri Haku berada....


..."Tidak perlu, aku masih punya banyak energi stamina yang sudah terkumpul sebelumnya."Tersenyum Haku sambil meregangkan kedua tangannya ke atas walau yang kirinya tidak terlalu di angkat olehnya....


...Karena masih merasakan rasa nyeri saat bahu kirinya di gerakan....


..."Setelah ini, kau akan kemana? Karena Hikari sekarang selalu berada di dekat Lui Zang dan bahkan belum terlihat dirinya keluar dari tempat dirinya di rawat dengan Lui Zang di sampingnya terus."Mei menggoda anak perempuannya Yue dengan wajah cantiknya dimana Yue tersenyum dan seperti ingin meraih wajah Mei, Ibunya yang cantik itu dengan jari-jari dan tangan mungilnya....


..."Aku tentu akan singgah di sini sampai Hikari pulih sepenuhnya, baru nanti aku akan bicara. Kalau Liano sendiri mungkin dirinya tidak akan pernah mau jauh dari Hikari lagi setelah kejadian itu."Haku merilekskan tubuhnya dengan meluruskan kedua kakinya ke arah bawah....


..."Kau itu kuat, kenapa tidak coba saja kau itu jadi pengganti diriku sebagai tangan kanannya Lui Zang?"Tanya Mei....


..."Tentu aku tidak ingin lagi jadi ini itu, apalagi dengan yang kamu katakan, Mei. Aku hanya ingin menjadi warga biasa dan hidup tenang nantinya di suatu tempat."Jawab santai Haku yang memang dirinya tidak mau lagi terlibat seperti kehidupan lamanya....


..."Kamu itu sungguh kuat, tapi memilih menjadi warga desa biasa, sesuatu yang unik."Mei tentu tidak memaksa Haku....


..."Ngomong-ngomong aku ingin tanya beberapa hal mengenai kehamilan Hikari, yang dimana baru 2 bulan berlalu, tetapi perutnya sudah seperti pada usia kandungan 6-7 bulan."Lirik Haku ke arah Mei yang penasaran....


..."Selain faktor air ketubannya yang akan terus ada sampai akhir masa kehamilannya, tentu bayinya juga mempengaruhi, apa kau pikir kehamilan yang Hikari rasakan sama dengan orang lain? Karena dia mengandung 3 bayi, jelas sangat wajar."Mei menjawab pertanyaan Haku sambil melihat buah hati perempuannya yang sedang senyum-senyum dan seperti ingin mengajak main....


..."Jadi begitu yah. Lalu masa kehamilannya berapa bulan?"Tanya lagi Hikari kepada Mei....


..."Kalau Hikari hamil dua bulan jalan lalu dan sekarang musim gugur, artinya dia akan mungkin lahir di musim salju kedua mendatang. Ya tidak, sayang cantikku Yue yang lucu... Hehehe..."Tatap Mei lembut ke arah bayinya sambil menggoda dan mengajak main dirinya....


..."Tu-Tunggu dulu, bukan kah itu sangat lama? Bulan di dunia ini 12 bulan kan?"Haku terkejut dan bingung kenapa bisa seperti itu....


..."Memang 12 bulan, tetapi Kehamilannya kan 15 bulan kurang, wajar bukan, apa kau tidak paham masalah itu?"Mei bingung....


...Tentu Haku bingung dan wajar jika dia begitu, karena di dunianya dulu itu jeda waktu hamil hanya 9 bulan, namun di dunia ini 15 bulan kurang, sungguh itu jauh lebih lama dan hampir satu tahun lebih mengandung bayi saja....


..."La-Lama sekali yah.. Hehehe.. Maaf, aku tidak pandai dalam hal seperti itu."Haku pura-pura tidak mengetahuinya dan memang dia tidak mengetahuinya karena bukan berasal dari dunia ini....


...Mei lalu melihat ke arah menara hijau besar dimana tempat Hikari dan Lui Zang sedang berada di dalam kerajaan....


..."Tentu itu akan sangat berat di jalani oleh dirinya dan harus banyak-banyak bersabar dengan kehamilannya yang akan menguras staminanya, apalagi 3 bayi itu bukan sesuatu yang normal di dunia ini, tentu mungkin setelah bayinya tumbuh, perutnya akan jauh lebih besar dari sekarang."...


...Haku seketika langsung membayangkan Hikari yang mungkin perutnya lebih besar dari sebelumnya....


..."Hueeehhh... Apa perutnya tidak apa-apa yah dengan ada 3 bayi, aku jadi khawatir takut perutnya meledak."Tersenyum Haku....


..."Tentu tidak lah, mungkin memang ukurannya besar dari pada kehamilan lainnya yang pernah ada di dunia ini, tetapi yang namanya seorang Ibu itu kuat dan tidak akan mungkin perutnya meledak seperti yang kau pikirkan, Haku."Mei tersenyum dan menepuk pundak Haku yang masih nyeri itu....


...'Puk..'...


..."Aduh.. Mei.."Meringis Haku merasakan nyeri....


..."Hahaha.. Eh kamu tertawa juga sayang, memangnya kamu tau apa yang kami bahas hah?"Mei tertawa di ikuti bayinya yang tertawa juga....


...Saat itu Haku ikut tertawa melihat bayi Mei yang lucu itu tertawa sambil menikmati sore musim gugur yang tenang di taman istana Lui Zang yang luas itu....


...Next......


...Yup, Cinta sudah datang dan tetap tunggu kelanjutan kisah ini yah....


...Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2