
...Malam itu di istana Lui Zang....
..."Aku akan menemui Liano dan langsung bergegas."Ucap Haku....
..."Tunggu, biarkan aku ikut bersama dirimu."Tatap serius Lui Zang....
...Tiba-tiba ada teleportasi terbuka dimana itu kekuatan Mei....
...Semua yang berada di singgasana menara Lui Zang melihat Mei datang yang dirinya mencari suaminya....
..."Suamiku? Ehh Tuan Lui Zang?"Mei kaget melihat semuanya sedang berkumpul dimana ada Haku juga....
...Tapi tidak dengan Xao Ba....
..."Mei, kebetulan kau datang, kau ikut lah bersama Haku untuk menemui Istriku yang katanya berada di wilayah barat selatan wilayah ini."Tatap serius Lui Zang ke arah Mei yang baru datang dari pengintaiannya dari rumah bordir desa ke desa lainnya....
..."Hah? Apa Selir anda sudah di temukan dimana dirinya berada, Tuan Lui Zang?"Kaget Mei....
...Penasehat perempuan itu menyela pembicaraan....
..."Sebaiknya di percepat, karena kondisinya sangat genting sekali. Tuan Lui Zang."Khawatir perempuan penasehat Lui Zang itu....
..."Kalau begitu Mei, cepat berangkat dengan Haku dan mengarah ke arah barat selatan wilayah ini, saat kau sudah berada di sana, segeralah buat teleportasi agar aku bisa kesana juga untuk menyelamatkan istriku itu."Lui Zang memerintahkan Mei untuk pergi bersama Haku....
..."Baiklah, tuan Lui Zang."Mei menghampiri Haku yang sudah bersiap....
...Mei belum jelas ceritanya mengenai apa yang telah terjadi, tetapi dirinya melihat kalau Tuannya tidak mengamuk saat dirinya tau kalau istrinya menghilang....
..."Mei, ayo ikut aku."Haku menatap serius Mei dan langsung pergi menuju ke arah Liano berada....
..."Baiklah, Haku."Mei mengangguk dan mengikuti Haku berada....
...Lui Zang berharap kepada mereka berdua....
..."Segera temukan istriku, Haku dan Mei."Tatap dengan wajah berharap Lui Zang....
...Lui Zang memejamkan kedua matanya dan mengumpulkan energi miliknya dimana dirinya berkonsentrasi penuh terhadap kekuatannya....
...*****...
...Kembali dimana pertarungan antara Angsa putih itu dengan Ling Hao yang terasuki oleh aura gelap....
..."Keras kepala sekali."Ucap Angsa putih itu yang dimana dirinya sudah berada di hutan yang sebagian hancur pepohonannya akibat pertarungan itu....
...Pohon-pohon tumbang dengan begitu berantakannya, hingga memperlihatkan seperti area terbuka pertarungan dengan pohon-pohon tumbang di bawahnya....
...Terlihat tubuh Ling Hao sudah terluka dan pakaiannya juga ada yang terobek-robek dengan luka di beberapa tubuhnya juga....
...Dirinya bangkit dari reruntuhan dahan pohon yang hancur itu....
..."Tidak aku sangka hewan angsa ini benar-benar merepotkan."Tatap Ling Hao dengan dahi sudah berdarah di sisi kiri dan luka di lengan dan kakinya....
..."Menyerahlah atau kau memang ingin mati?"Tatap tajam angsa putih itu....
..."Kau pikir aku akan menyerah begitu saja, hei angsa putih."Ling Hao tersenyum....
...Aura gelap itu lagi-lagi memaksa tubuh Ling Hao untuk bertarung dengan kondisi seperti dimana tabib itu juga sampai sekarat dan akhirnya tewas tertebas oleh Haku....
...Ling Hao mengeluarkan aura miliknya bercampur aura hitam....
...Ling Hao memanggil tunggangan miliknya yang berbentuk belalang dengan ada dua tangan pengait di kiri kanannya yang besar....
...Namun hewan tunggangannya itu yang juga sebagai penyerang ada yang berbeda saat di panggil....
...Dimana tubuhnya memiliki bercak hitam dan tatapannya seperti hewan yang tidak waras....
...Angsa putih itu paham kalau aura gelap itu pun tercampur dengan kekuatan Ling Hao dan bahkan akan menginfeksi tubuhnya seperti yang Lui Zang miliki....
...Walau kekuatannya tertambah, tetapi tetap saja aura gelap itu memperburuk keadaan tubuhnya sendiri....
..."Menjijikan."Tatap sini Angsa putih itu dengan kondisi Ling Hao dan tunggangannya yang menjadi aneh....
..."KITA AKAN LIHAT SIAPA YANG AKAN KALAH SEKARANG INI, 2 LAWAN 1."Tersenyum lebar Ling Hao....
..."Coba saja."Tatap tajam Angsa putih tersebut....
...*****...
...Tempat lain dimana Hang Da sedang mengejar Bayangan dari perempuan misterius tersebut....
..."Rasakan ini."Hang Da menyerang dengan tongkat sihirnya ke arah depan dimana sudah terlihat tubuh dari bayangan perempuan tersebut....
...'BUSHH...'...
__ADS_1
...'DUARRRRRR'...
...Perempuan misterius itu menghindari serangan tersebut yang hanya mengenai dahan pohon sampai terbakar....
..."Aku tidak boleh membuat dirinya curiga dan harus terus dalam posisi ini."Lirik sekilas bayangan perempuan misterius itu yang sudah melihat Hang Da....
..."JANGAN KABUR KAU."Teriak Hang Da yang masih belum menyadari kalau Hikari sudah tidak lagi di gendong oleh perempuan misterius itu dan hanya ada selembar pakaian saja....
...*****...
...Dinding terluar istana kerajaan Lui Zang berada....
...Haku menemui Liano yang dimana dirinya memberi tanda seperti lemparan batu seperti sebelumnya bersama Mei....
...Mereka bertiga berkumpul di dalam hutan....
..."Liano, kita menuju ke arah barat selatan, kata penasehat perempuan Lui Zang kalau Hikari berada di sana dengan kondisi dirinya sedang di kejar seseorang."Ucap Haku sambil menaiki punggung Liano....
..."Benarkah itu, Haku."Terkejut Liano mendengar informasi keberadaan Hikari itu....
..."Ya, sekarang ayo pergi bersama perempuan yang bernama Mei ini."Haku memberi isyarat kepada Mei untuk duduk di punggung Liano....
..."Baiklah, kalian berdua berpegangan yang erat lah. Aku akan gunakan kekuatan maksimal diriku untuk menuju ke arah yang di tuju."Bersiap Liano dengan kedua sayapnya untuk melesat ke arah yang di tuju....
..."Tapi, Liano. Jangan sampai kau kelelahan, karena kami butuh kau untuk mencium keberadaan Hikari juhga, karena lokasinya hanya beradasarkan arah."Haku menggenggam erat bulu Liano....
..."Aku juga akan memastikan dengan tenagaku."Ucap Reaper milik Haku yang juga bisa menditeksi keberadaan Hikari melalui kalungnya itu....
..."Baiklah."Liano pun terbang ke atas langit....
...'WUSHHHHH'...
...Liano langsung melesat ke arah barat selatan yang di tunjuk oleh Mei....
...*****...
...Kembali di istana Lui Zang berada....
...Lui Zang berdiri di pinggir pagar luar di atas menara singgasanannya....
..."Penasehat perempuanku. Bagaimana kau bisa tau keberadaan dari istriku? Apa kau juga seorang mata-mata?"Tanya Lui Zang tanpa melihat wajah penasehat perempuannya itu yang sedang berdiri dan berada di area dalam singgasana Lui Zang berada....
..."Sebenarnya aku sendiri tidak mengerti dengan apa yang terjadi dengan sebuah ingatan di dalam pikiranku, Tuan Lui Zang."Penasehat perempuannya itu bingung....
..."Begini, tuan Lui Zang. Aku sebelumnya tidak pernah memiliki ingatan tentang diriku yang mempunyai seorang Kakak perempuan, tetapi secara mengejutkan, aku memiliki ingatan seorang kakak perempuan yang sangat cantik dan begitu dekat."Perempuan itu tersenyum....
..."Apa kau ingin bicara kalau pikiranmu di manipulasi oleh orang lain? Apa ada yang jahat lainnya hingga ingatanmu itu terasa janggal dengan keberadaan dirinya?"Lui Zang menatap serius ke arah perempuan penasehatnya itu....
..."Untuk yang pertama iya, tetapi entah jahat atau tidak, aku rasa dirinya tidak sekalipun jahat. Karena ingatan ini dan tingkah dari Kakak ku yang baru saja ada di pikiranku terasa begitu nyaman dan tidak merasa adanya kejahatan. Apalagi saat dirinya membantu pencarian istri anda yang terculik oleh bangsawan Ling Hao."Tersenyum perempuan penasehat tersebut....
..."Artinya, apakah dirinya bisa memanipulasi ingatan seseorang?"Ucap Lui Zang....
..."Sepertinya begitu, karena dirinya tiba-tiba dengan mudah bisa masuk ke antara bangsawan Ling Hao untuk menyelidiki sesuatu yang janggal dengan kudeta dari beberapa orang yang terdengar rumornya semakin tampak ke permukaan."Tatap lembut perempuan itu ke arah Lui Zang....
..."Kalau begitu, artinya dia bukan orang jahat dan apa ada kemungkinan kalau dirinya itu orang luar? Karena kau juga merasa di manipulasi bukan, sampai kau tidak pernah ingat memiliki seorang Kakak perempuan?"Lui Zang mendekati penasehat perempuannya itu....
..."Apa yang tuan katakan benar. Mungkin memang dirinya orang luar dan aku sendiri juga tanpa ingatan kalau dirinya adalah Kakakku yang tiba-tiba hadir, tentu itu sesuatu yang aneh."Tertunduk perempuan penasehat itu....
..."Kalau begitu kita akan tanyakan dirinya siapa setelah istriku ketemu."Lui Zang mengelus kepala atas perempuan penasehat itu....
...Lui Zang merasa bersyukur masih ada orang baik di sekeliling dirinya yang dimana dalam kondisi lemahnya itu untuk mengurus suatu wilayah yang luas....
...*****...
...Waktu hampir menjelang dini hari pagi dan bulan mulai menyingsing....
...Tempat Angsa putih dan Ling Hao bertarung....
...Angsa putih itu mengalami luka cukup parah dimana sayap kanannya patah dan terdapat bekas luka sayatan besar dengan darah yang mengalir....
..."Sudah ku duga kalau dengan hanya setengah kekuatanku saja belum bisa menandingi kekuatan dirinya di sini."Angsa putih itu seperti sudah mencapai batas kekuatannya....
..."Benar-benar merepotkan dan kau itu memiliki tubuh yang cukup menarik untuk ku rasuki selain perempuan ini, walau levelnya mungkin hampir setara, tapi aku tau kau itu punya potensi lebih."Tersenyum Ling Hao yang masih berdiri tegap di atas tunggangan belalangnya yang dimana kedua tangannya seperti pengait itu ada darah milik Angsa putih itu yang ia tebas dan sayat dengan tangan tajam pengaitnya....
..."Jangan harap kau bisa merasuki tubuh indahku ini, heh. Kau pikir tidak jelek jika bulu indahku ini tercemar dengan warna hitam menjijikanmu itu."Tersenyum Angsa putih tersebut....
...Kemudian......
...Angsa putih itu merasakan kalau bayangannya telah di kalahkan oleh Hang Da....
..."Ehh.."Angsa putih itu terdiam sejenak....
..."Kalau begitu mari kita kembali bertarung dan tentunya aku tidak akan membunuhmu, karena aku ingin menguasai tubuh kuatmu itu."Tersenyum Ling Hao sambil mengepalkan kedua telapak tangannya....
__ADS_1
..."Bayanganku sudah di kalahkan, ini gawat."Angsa itu berbisik dan menatap Ling Hao yang mulai mencoba bersiap kembali menyerang....
...*****...
...Tempat bayangan perempuan itu berada....
...Tubuh perempuan misterius itu tergeletak jatuh di tanah dengan setengah badan kanannya hancur akibat serangan dari Hang Da....
..."BRENGSEK, DIA PASTI DI TURUNKAN DI SUATU TEMPAT."Kesal Hang Da yang menggenggam erat Dress gaun milik Hikari....
..."Uhukk..uhukk.. tidak ada gunannya sekarang berada di sini."Tersenyum bayangan perempuan itu yang sekarat di atas tanah....
..."DIAM KAU, BRENGSEK. RASAKAN INI."Hang Da mengarahkan kekuatan tongkat sihirnya ke arah bayangan perempuan itu....
...Lalu......
...'DUARRRRRRRRRRRRR.....'...
...Bayangan perempuan itu musnah meledak sampai mengagetkan beberapa hewan dan termasuk Hikari yang sedang terbaring lemah bersandar di pohon....
..."Hahhh.. Suara ledakan."Hikari terbangun dengan kondisi tubuh yang masih belum sepenuhnya pulih....
...Hikari bingung dan dirinya harus pergi dari tempat dirinya berada....
..."Aku harus menjauh dari sini sebelum perempuan itu menangkapku."Hikari berajanka dari pohon itu menuju lebih dalam ke dalam hutan....
...Tapi sebelum itu Hikari meminum air sungai yang mengalir di dalam hutan itu dengan cara menciduknya dengan kedua tangan lembutnya dan di masukan ke dalam mulutnya untuk menyegarkan diri....
..."Aku tidak boleh lagi tertangkap. Kalian bertiga tenang lah di dalam perutku, aku tidak ingin juga kalian merasa tidak nyaman seperti sebelumnya."Hikari merasakan denyut lembut jantung ketiga bayinya itu sambil mengelusnya dengan tangannya yang basah karena menciduk air sungai untuk minum....
...Setelah selesai meminum air yang segar itu, dirinya kembali bangkit dan berjalan dengan hati-hati masuk ke dalam hutan....
...Hang Da langsung menyusuri ke belakang dengan wajah penuh kemarahan....
..."Sudah cukup aku bermain-mainnya dan berlaku lembut. Kalau bukan karena tubuh lemah ini, sudah pasti sejak awal aku mengambil janin sekaligus rahim perempuan itu dan menaruhnya di dalam perut perempuan ini, walau mungkin hasilnya tidak sama karena ketiga bayi itu menyerap kekuatan tubuh suci perempuan itu, tapi setidaknya aku bisa memakan para bayinya untuk menambah kekuatanku."Tatap serius Hang Da sambil melihat arah kiri dan kanannya....
...Hang Da mencari petunjuk yang beguna dimana Hikari di turunkan....
...Namun akhirnya Hang Da menggunakan sihir besar....
...Sebuah sihir diteksi....
..."Aku tidak ingin melakukan sihir besar ini karena berakibat menguras tenagaku. Tetapi karena lawanku sekarang hanya perempuan hamil tidak berdaya itu, tidak ada salahnya melakukannya."Hang Da berhenti dan turun ke tanah....
...Saat itu dia mengetukan tongkatnya dan membuat sebuah simbol sihir khusus....
...Menggambar sebuah simbol khusus dengan melingkar dengan jarak yang cukup besar....
...Hampir 5 menit Hang Da membuat simbol sihir itu dengan tongkat dan darahnya....
...Ritual pun di mulai dan sekali lagi Hang Da mengetukan tongkat atasnya yang ada crystal hitam dan mengeluarkan kekuatan sihirnya di tengah-tengah lingkaran tersebut....
..."AKAN KU TEMUKAN KAU."Hang Da tersenyum....
...Kemudian tiba-tiba muncul sebuah sinar merah redup dari simbol yang di gambar oleh Hang Da....
...Lalu sebuah aura gelap menyebar cepat seperti lingkaran radar dan Hang Da konsentrasi untuk mengetahui keberadaan Hikari dimana....
...Aura gelap itu terus menyebar luas menembus pohon-pohon besar, hewan dan lainnya....
...Hikari menyadari hal itu dan tubuhnya terkena aura gelap tersebut dan dirinya menyadari kalau itu bukan pertanda baik....
..."Jangan lagi..."Hikari panik dan langsung mempercepat langkahnya....
...Hang Da tersenyum lebar karena telah menemukan posisi awal Hikari berada....
..."KETEMU KAU, PEREMPUAN LEMAH. AKAN AKU AMBIL JANIN DAN RAHIMU DARI PERUTMU ITU SECARA PAKSA."Hang Da langsung melesat cepat dimana Hikari terditeksi dan melewati pohon-pohon....
...Hikari tidak bisa berjalan lebih cepat dengan kondisi hamil dan berjalan tanpa alas kaki....
...Terlalu berbahaya jika dirinya tidak hati-hati melangkah....
..."Aku harus segera menjauh.. UH..."Tangan kiri Hikari menapakan di perutnya yang buncit dan tangan kanannya merabah pohon untuk berpegangan....
...Next......
...Selanjutnya akan bagaimana dengan Hikari?...
...Selalu tunggu yah....
...Jangan lupa Klik Like, Vote dan Comment....
...Tunggu selalu kelanjutannya....
__ADS_1
...Terima Kasih....