Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic 62: Perjalanan keluar Kerajaan Part 1.


__ADS_3

...Hari menjelang siang di menara yang seluruhnya berwarna hijau dan merah tempat perawatan Hikari berada....


...Haku dan Lui Zang sedang menunggu Hikari siuman dari pingsannya dengan duduk di kursi yang tersedia dengan ada menja bulat di tengah ruangan....


...Sementara itu Liano terbaring sembari melamun di dekat taman tempat Hikari di rawat dimana ia kembali memainkan pohon di dekat menara itu....


...Pada akhirnya Hikari terbangun....


..."Ehh.. Dimana ini?" Tanya Hikari yang masih terbaring lemah....


...Lui Zang beranjak dari tempat duduknya dan langsung menghampiri Hikari....


...Sementara Haku melihat dirinya dari jauh....


..."Kau di ruang perawatan, Sayangku. Maaf karena ulahku itu, kau jadi pingsan karena kepanasan. Apa ada yang di rasa tidak enak di tubuhmu? Katakan saja?" Rasa khawatir Lui Zang benar-benar begitu kuat dan takut terjadi sesuatu kepada Hikari dan buah hati dalam kandungannya itu....


..."Ehh.. Tidak ada yang sakit, aku hanya sedikit kelelahan dan mungkin butuh istirahat lebih lama." Hikari tersenyum sambil melihat wajah khawatir Lui Zang dimana dirinya sampai menggenggam erat telapak tangan Hikari....


..."Apa kau yakin? Jujur lah. Aku benar-benar takut saat itu, Sayangku." Kembali Lui Zang mencoba meyakinkan Hikari dengan pertanyaan kondisi dirinya itu....


..."Iyah.. Aku yakin tidak ada yang sakit, hanya saja diriku sedikit lelah. Istirahat lebih lama, tubuhku akan pulih." Hikari membangunkan tubuhnya perlahan dan handuk kecil basah di atas dahinya itu terjatuh ke atas perutnya....


...Lui Zang mengambilnya handuk basah itu dan menaruhnya di atas meja kecil dekat tempat tidur....


..."Hikari, jika kau memang merasa tidak enak atau apapun di saat suamimu meminta berhubungan, kau bisa tolak permintaanya bisa bukan? Ingat kalau kau itu sekarang bukan hanya dirimu saja yang ada tubuh cantikmu itu, tetapi ada 3 nyawa yang sedang berkembang dalam perutmu. Sekarang kau seorang perempuan yang akan memiliki tiga bayi, coba lah untuk ingat dan hati-hati." Tatap serius Haku dan sedikit merasa kesal kepada Hikari yang mungkin dirinya masih belum sadar dengan permasalahan itu....


..."Haku... Kau di sini juga, rupanya." Lirik Hikari ke arah Haku....


..."Jangan membuatku khawatir, Hikari. Iingat pesanku itu." Haku berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Hikari berada....


..."Iyah... Aku memang sedikit belum memahami semua itu, aku berterima kasih kau mengingatkan diriku masalah itu kepadaku. Sekarang aku perempuan yang tengah hamil tiga bayi, yang artinya ada tiga nyawa selain nyawaku di tubuhku ini. " Hikari tertunduk dan mengelus perutnya dengan kedua tangannya dimana dirinya bisa melupakan hal penting itu....


..."Mulai sekarang kau jangan sungkan untuk menolak jika dirimu tidak enak atau sejenisnya. Benar yang di katakan Haku, kalau kau sekarang memiliki tiga nyawa yang sedang berkembang, aku juga tidak peka masalah itu." Lui Zang memeluk lembut tubuh Hikari dengan memejamkan kedua matanya dan merasakan hangatnya tubuh Hikari dengan memberikan belaian di kepala dan punggungnya....


..."Lui Zang.." Hikari balik memeluk Lui Zang dengan tersenyum tipis di wajahnya....


..."Kalian berdua ini benar-benar pasangan yang masih perlu banyak belajar." Ucap Haku datar sambil melihat mereka berdua berpelukan....


...Lui Zang melepaskan pelukan itu dan memegang kedua pundak Hikari....


..."Walau telah banyak pernikahan yang aku lalui, sampai ke titik ini, hanya dirimu saja yang bisa, Hikari. Aku benar-benar meminta maaf, dimana kebahagianku ternyata malah membuatmu lebih memberatkan dirimu yang tengah mengandung buah Hati kita." Tatap serius Lui Zang tepat ke wajah Hikari yang cantik itu....


..."I-Iyah.. A-Aku juga melupakan hal yang penting." Hikari tersenyum malu....


..."Lalu, Hikari. Apa kau mau ikut piknik itu atau tidak? Jika tidak, maka kita tunda." Tanya Hikari sambil menepuk pundak kanan Lui Zang dengan tangan kirinya....


..."Tentu aku ikut, tapi sebelum itu, bisa kah kita makan dulu? Aku sangat lapar." Tersenyum Hikari....


..."Kau yakin ikut? Baru saja kau siuman dari pingsanmu. Aku sarankan kau istirahat." Tatap serius Haku....


..."Aku bisa menunggangi Liano dan tidak perlu berjalan nanti dan bisa istirahat di tubuhnya setelah kita sampai. Aku lebih nyaman tidur di tubuh Liano dan energiku seakan cepat terisi jika tidur di tubuhnya." Hikari melirik ke arah Lui Zang....


..."Baiklah jika kau ingin ikut. Tapi mari makan dahulu sebelum pergi." Lui Zang beranjak dari tempat tidur sambil menggendong Hikari yang masih memakai jubah tidur panjang yang perawat perempuan kenakan....


...*****...


...Lui Zang menggendong Hikari sampai ke kamarnya dengan Haku mengikuti dari belakang....


...Lui Zang dan Hikari makan bersama dimana sudah di sediakan kembali makanan yang lebih hangat dan banyak di banding sebelumnya....


...Setelah makan dan hari mulai siang....


...Hikari mengganti baju di rungan itu dengan pakaian Dress besar di bantu oleh Lui Zang dimana Hikari menunggu mereka di luar pintu kamar itu saat Hikari ingin memakai baju sebelumnya....

__ADS_1


...Setelah Cantik dan Lui Zang juga tampan....


...Lui Zang kembali menggendong Hikari agar dirinya tidak lelah untuk berjalan ke luar....


...Pintu kamar itu terbuka dan telihat Lui Zang yang menggendong Hikari....


...Para pelayan perempuan yang membawakan kotak besar berisi makanan dan alas untuk duduk nanti di saat piknik itu berlangsung, Haku bawa dengan kedua tangannya....


...Mereka berdua berjalan bersama dengan Hikari di gendongan Lui Zang....


...Ketika itu Xao Ba menyapa Lui Zang untuk menjaga ketat kerajaanya dan tidak boleh masuk ke menara miliknya kecuali para pelayan yang sudah bekerja lama dengan prajurit pilihan Lui Zang....


..."Tolong jaga kediaman ku selagi aku pergi, Xao Ba." Tersenyum Lui Zang....


..."Akan saya laksanakan, Tuan Lui Zang. Semoga anda bersenang-senang bersama istri anda." Jawab balik ramah Xao Ba dengan senyum di wajahnya....


...Terlihat ada kereta kerbau besar yang memang di tarik oleh kerbau hijau yang levelnya masih di bawah untuk sekedar menarik kereta yang sudah di siapkan Lui Zang seperti kereta kuda jaman dahulu yang tentunya di tarik oleh kuda di jaman Hikari dan Haku berada....


...Tetapi di jaman itu, kerbau yang menariknya dengan satu orang menungganginya....


..."Kau akan naik kereta kerbau itu? Kau sudah menyiapkan rupanya." Tanya Haku....


..."Aku memang memesannya untuk berpergian. Istriku bisa istirahat di dalam dengan nyaman tentunya." Lirik Lui Zang ke wajah Hikari yang ada di sisi kiri tangannya....


...Kereta kerbau itu cukup mewah dengan warna merah dan hijau mendominasi seperti kerajaan Lui Zang pada umumnya....


...Persis seperti kereta kerajaan yang di lihat Haku dan Hikari di televisi, walau agak sedikit ke tradisional china tentunya....


...Pintu kereta kerbau itu pun di buka untuk Lui Zang masuki bersama Hikari dan para pengawal yang di dekat kereta kerbau itu membawa semua keperluan piknik yang Haku bawa dan menaruhnya di atas kereta kerbau yang tertutup itu....


..."Berjalan lah dengan santai, karena jarak untuk membuka lahan agak jauh dari sini, karena aku tidak ingin usulanmu nanti membuat masalah di area kerajaanku ini." Lirik Lui Zang ke arah Haku....


..."Aku akan menunggangi Liano dan berjalan santai di depan dirimu. Bagaimana dengan Naga Hijau mu itu." Tanya Haku sambil melihat Si'ryu yang sedang berada di atas menara singgasana Lui Zang berada....


...Lui Zang duduk dan memangku Hikari dengan posisi kedua kakinya di luruskan di bangku yang ada di dalam kereta itu dengan empuk....


...Kepala Hikari perlahan menyandar di antara dada dan ketiak kiri Lui Zang....


...Lui Zang menarik bagian bawah kursi itu dan membuat kursi semakin lebar dimana Kaki Lui Zang juga bisa di luruskan untuk menumpu tubuh Hikari....


..."Tidur lah di pangkuanku sampai nanti tiba di tepat itu. Tapi aku tidak akan membangunkanmu jika melihat dirimu pulas karena lelahnya." Peluk Lui Zang sambil mengelus rambut panjang Hikari yang lembut dan wangi itu dengan tangan kanannya....


..."Baiklah, Sa-Sayang." Hikari tersenyum dan perlahan memejamkan kedua matanya sambil menyandarkan di antara dada Lui Zang itu....


...Lui Zang di jadikan sandaran dirinya untuk tidur dan untungnya ada bantal yang bisa di sanggah untuk kepalanya yang ada di dalam kereta tersebut....


...Kereta itu pun berjalan sesuai arahan yang sudah Lui Zang berikan kepada si penunggang dan pintu keluar kerajaan tempat dinding utama kerajaan Lui Zang berada di buka oleh kedua kerbau perak yang menarik gerbangnya....


...Haku kemudian menunggangi Liano dan bersiap untuk pergi mengikuti kereta kuda milik Lui Zang dan Hikari naiki dari belakang....


...Lui Zang sengaja tidak ingin mencolok kepergiannya sebentar untuk liburan....


...Bisa repot jika dirinya di ketahui pergi....


...Kereta kerbau itu memang khusus dan jarang di gunakan oleh Lui Zang untuk berpergian, dimana dirinya selalu naik Naganya dan tidak perlu waktu banyak untuk pergi ke tempat tujuan....


...Tetapi karena dirinya sudah mengkondisikan yang tidak memungkinkan, Lui Zang memakai kereta itu untuk mengistirahatkan tubuh Hikari, istrinya itu yang ingin ikut dan memang kereta itu juga di siapkan khusus agar nyaman selama perjalanan berapa lama pun....


...Tidak terlalu dingin juga, karena hawanya semakin dingin menjelang musim salju yang berlangsung dua minggu di wilayah selatan....


...Haku tidak kedinginan sama sekali walau pakaiannya minim, begitu juga dengan bulu-bulu Liano yang seperti memancarkan kehangatan dari bulu dan tubuhnya....


...Ketika itu Haku melihat Ang sedang santai berjalan di tempat menuju ke arah pintu kerajaan Lui Zang yang baru saja Liano, Hikari, Haku dan Lui Zang lewati....

__ADS_1


...Ang yang melihat Haku yang menunggangi Liano pun malah ikut berjalan di samping Liano dan tidak pergi ke awal dirinya arahkan ke posisi tempat memang gerbang utama kerajaan Lui Zang berada....


..."Boleh aku ikut?" Tanya Ang....


...Liano dan Haku tau siapa perempuan itu dan mereka mempersilahkannya....


...Haku mengulurkan tangannya yang sedang berada di punggung Liano....


..."Ayo, naiklah." Ucap ramah Haku....


...Ang kemudian naik dan memakai jubah abu-abu tebal menutupi seluruh tubuhnya termasuk kepala dan topeng khas terbuat dari kayu dengan wajah hanya ada lubang di area matanya....


..."Kalian ingin kemana?" Tanya Ang....


..."Kami ingin berlatih dan membuka lahan untuk membuat desa bagi para pencuri keliling untuk hidup lebih baik. Kau sendiri ingin kemana, Ang?" Jawab dan tanya Haku....


..."Aku kembali ingin menjelajah kembali ke wilayah lainnya dan baru saja ingin pergi karena ada yang perlu di bicarakan dahulu bersama Adikku. Nanti aku juga akan turun ketika sudah berada di desa untuk menjenguk orang tua adikku dan tentunya juga orang tuaku sekarang, untuk berpamitan." Ang tersenyum dari balik topengnya sambil tangannya berpegangan di pinggang Hikari yang kecil itu....


..."Begitu rupanya, padahal kau itu memiliki kekuatan yang sungguh luar biasa, dimana kita sama-sama orang yang bukan dari dunia ini. Tetapi mungkin suatu saat kita pasti kembali." Lirik Haku ke arah kanan belakang....


..."Itu pasti, Haku." Nam menatap mata indah milik Haku yang bola matanya berwarna biru gelap....


...Selama dalam perjalanan dari kerajaan Lui Zang, melewati area pemukiman bangsawan, pusat kota dan akhirnya di desa sebelum keluar dari kerajaan luar Lui Zang....


...Ang dan Haku saling berbincang dengan perbincangan mengenai masalah dunia yang mereka tinggali dan Haku menceritakan masalahnya juga dan alasan mengenai ingin membuat pemukiman tersebut....


...Ang lalu melompat dari punggung Liano ketika berada di jalan desa menuju gerbang utama keluar dari kerajaan Lui Zang, dimana tidak ada yang tau kalau Kaisar pergi keluar bersama Hikari, selirnya itu menggunakan kereta kerbau....


..."Wushhh..'...


..."Ingat, Haku. Ingat di saat tiba-tiba crsytal kita berdua menjadi memerah. Kau paham bukan?" Ucap keras Haku sebelum Liano melangkahkan kakinya lebih jauh....


..."Aku paham, Ang. Terima Kasih atas semua yang kau ceritakan, walau tidak semua yang ingin aku ketahui, tapi itu cukup. Aku akan menjaga Hikari." Tersenyum Haku sambil menengok ke arah belakang kanannya....


...Ang lalu berjalan berlawanan dengan Haku, Liano dan kereta kerbau itu....


...Liano melirik ke belakang kanan dimana Haku berada di atas punggungnya....


..."Perempuan itu sama seperti kita yang berbeda kehidupan sebelumnya, tapi dia tidak menceritakan masalahnya itu walau dirinya hidup sudah lebih lama dari kita di sini, Haku." Liano juga penasaran dengan sosok Ang dan masa lalunya dimana dia bisa masuk ke dalam dunia ini....


..."Selama dirinya baik, aku rasa tidak masalah. Lagi pula, dia yang banyak berjasa menemukan Hikari dan membawanya kabur dari kejadian yang mungkin akan lebih buruk menimpa Hikari." Haku sejenak juga berfikir dan penasaran dengan dirinya, namun jika dirinya baik, tidak masalah bagi Haku dan pastinya perlahan akan timbul suatu ikatan tersendiri....


...Dimana seperti saat dirinya dulu mengenal kawan-kawan geng di jepangnya, termasuk dengan Hikari....


..."Kekuatannya itu sangat berbahaya kalau dirinya menjadi orang jahat. Memanipulasi ingatan dan tubuhnya pun bisa berbuah menjadi angsa." Liano memikirkan kekuatan yang di miliki oleh Ang....


..."Bahkan yang katanya Hikari bisa menetralkan serangan atau apapun dengan wujudnya, pasti akan di netralkan, tapi sepertinya memang itu bukan sebuah serangan atau wujud. Melainkan pikiran dan itu sangat tidak biasa ada orang seperti itu, bahkan di dalam game pun jarang." Tatap Haku menatap langit musim gugur yang cerah dengan awan menyelimuti seluruh bagian wilayah selatan sampai menutupi matahari....


...Mereka pun berada di dekat gerbang besar yang sudah di perbaiki kembali saat Haku mengacau dan ingin memporak-porandakan kerajaan Lui Zang di saat dirinya emosi karena berita bohong kalau Lui Zang yang menyuruh penculikan Hikari dan ingin membunuhnya, padahal itu semua adalah bohong....


...Next......


...Masih dengan cerita santai yah, sabar yah, semua akan di mulai kembali dan bersiaplah dengan otak dan emosi kalian....


...Penulis akan membuat lebih dari sebelumnya dan jika tidak terekspetasi, maka maklumi yah....


...Namun tentu akan kembali kok, jadi tidak perlu khawatir....


...Terima Kasih....


...Silahkan Like, Comment dan Vote jika suka....


...Jangan lupa, Terima Kasih....

__ADS_1


__ADS_2