
...Paginya yang cerah kembali musim gugur di istana Lui Zang berada....
...Lui Zang terbangun terlebih dahulu dari Hikari dimana dirinya masih terbaring tidur dengan nyenyaknya....
...Dirinya langsung bersiap-siap kembali semangat untuk menghabiskan kertas-kertas pekerjaanya yang menumpuk....
...Namun Sebelum dirinya pergi dengan sudah membersihkan diri, sarapan dan berpakaian rapih....
...Lui Zang mengecup kening Hikari dan mengelus kepalanya yang masih tertidur lelap....
...'muchh..'...
..."Selamat istirahat, Sayangku. Tidur lah yang nyenyak bersama ketiga bayi kita di dalam perutmu itu." Ucap Lui Zang yang begitu sangat mencintai Hikari....
...Dimana dirinya sebenarnya ingin selalu di dekatnya, tetapi kepentingan wilayahnya juga tidak boleh di abaikan....
...Namun karena Lui Zang mengingat kata-kata Hikari untuk semangat dan menjadi pemimpin yang adil, tentu semua itu ia lakukan....
...Apalagi tentu dirinya akan menjadi seorang ayah....
...Lui Zang pun pergi dan Nam kembali masuk dimana dirinya sudah cantik dan tentunya membawa makan yang akan di makan oleh Hikari setelah dirinya bangun....
...*****...
...Suasana di luar terlihat mulai mendung dengan awan tipis menutupi wilayah selatan seluruhnya menjelang di tengah hari....
...Saat itu Haku mendatangi tempat Lui Zang bekerja untuk mengusulkan sesuatu....
..."Hallo, Lui Zang." Ucap Haku yang seakan tidak ada kehormatannya dengan pemimpin wilayah selatan itu....
..."Ada apa, Haku?" Tanya Lui Zang dengan santai walau dirinya seperti itu, tetapi tetap Haku adalah sahabat dari istrinya dan pengecualian untuknya....
...Peramal Xion yang juga sedang duduk di mejanya melihat Haku masuk dengan santainya....
..."Aku sedikit memiliki usulan untuk membangun desa bagi para pencuri keliling itu, agar mereka jauh lebih baik bekerja dan menghasilkan sesuatu untuk mereka hidup dari pada harus mencuri." Tersenyum Haku....
..."Membangun sebuah desa untuk para pencuri keliling? Apa kau serius?" Tanya bingung Lui Zang yang tangannya memegang kertas dan alat tulis kayu....
..."Aku yang akan bertanggung jawab untuk mengurus masalah mereka, dengan beberapa perjanjian yang akan aku tawari juga untuk mereka, tentu keuntungan akan masuk ke kuasaanmu." Ucap Haku dengan mudahnya....
..."Apa kau tau membangun suatu wilayah itu tidak mudah? Tuan sendiri yang harus turun mengurus pohon-pohon besar itu agar tidak tumbuh besar di pemukiman nantinya, dan pohon yang bisa di tanam dengan dahan kecil itu kami bawa dari luar wilayah selatan dan mengambil benihnya dari hutan lainnya. Seperti yang kau bisa lihat di sekeliling istana ini." Ucap Peramal Xion....
..."Apa maksudmu dirinya harus turun tangan? Aku bisa menebas pohon-pohon itu dengan mudah dan bisa mencabut akarnya jika aku mau. Tanpa bantuan dirinya." Jawab Haku dengan bangga....
..."Tidak semudah itu, Haku. Karena pohon-pohon yang kau lihat itu terhubung dengan jantung batu wilayah ini dan aku sebagai perantara atas kuasanya, aku bisa saja membuka lahan itu dan menyingkirkan dengan yang jauh lebih lembut, karena pohon-pohon itu akan tumbuh menjalar dan masuk ke pemukiman walau kau sudah potong atau kau cabut akarnya." Tatap serius Lui Zang....
..."Begitu rupanya. Tapi.. Apa iya?" Haku masih belum percaya....
..."Coba lah kau pergi ke tempat dimana pohon yang kau tebas di area pertarungan atau lainnya, pasti kau akan melihat akar pohon menjalar dan seperti membangkitkan kembali pohon itu walau harus dengan tumbuhan baru yang akan menutupi pohon lama yang sudah mati. " Lui Zang tersenyum sambil menaruh kertas di tangan kirinya dan mengambil kertas lainnya di atas meja....
..."Maksudnya, akar pohon lain itu akan menjalar dan membuat tunas baru di atas pohon-pohon yang telah mati tersebut." Haku mulai sedikit paham....
..." Benar, sampai celah di antara mereka kembali merapat. Karena seperti yang kau lihat, kalau pohon-pohon di wilayah ini dan akar-akar besar mereka saling terhubung, jadi jika kau memutusnya, itu akan kembali menjalar dan menutupi sampai ke akar lainnya." Tatap datar Lui Zang....
..."Begitu rupanya." Haku sedikit berfikir sejenak....
...Namun Lui Zang langsung bicara....
..."Aku akan libur satu hari besok, mungkin aku bisa membuka lahan itu untukmu, tapi seperti yang kau bilang, kalau kau yang akan bertanggung jawab. Tentu aku akan juga menempatkan prajurit diriku di wilayah itu untuk berjaga-jaga."...
...Haku tersenyum....
..."Besok? Kalau begitu baiklah. Tentunya aku yang akan bertanggung jawab untuk masalah ini, tenang saja. Hehehehe.." Haku sudah memikirkan surat perjanjian dan yang lainnya jika pencuri keliling itu ingin hidup baik....
..."Ngomong-ngomong, dimana senjatamu yang bisa bicara itu?" Tanya Lui Zang mengenai Reapernya Haku....
..."Hah.. Ehh.. Itu... Hehehehe.." Haku cengengesan sambil membuang mukanya ke arah kanan....
...Sisi lain dimana Reapernya Haku menancap di dinding dalam wilayah kerajaan Lui Zang....
..."HOOIII HAKUUU... AKU SUDAH HAMPIR SEMALAMAN TERSANGKUT DI SINI, TARIK AKU... HOIII..." Teriak-teriak Reapernya Haku....
...Beberapa penjaga malam itu pun sampai ke berisikan dengan ocehan Reapernya Haku sampai mereka berganti dengan penjaga pagi....
..."Brisik sekali senjata itu." Ucap salah satu penjaga dinding yang sedang berjalan-jalan dengan tombaknya....
__ADS_1
..."HOIII AKU DENGAR ITU... ANDAI AKU PUNYA TANGAN DAN KAKI, AKU PASTI SUDAH MENGEJARMU, PRAJURIT TIDAK TAU DIRI... HUHUHUUHUHU... HAKUUUU..." Marah Reaper itu....
...Penjaga tersebut hanya tersenyum dan kembali berpatroli sambil mendegarkan ocehan dari Reaper yang selalu memanggil-manggil nama Haku....
...*****...
...Ketika Haku ingin pergi dari ruangan itu....
...TIba-tiba Liano datang dan mengejutkan semua yang ada di ruangan itu, namun hanya kepalanya yang bisa masuk di pintu....
..."Hoi, Lui Zang." Ucap Liano yang hanya wajahnya di depan pintu....
..."Huaahh.. Kau mengagetkan ku, Liano." Haku kaget....
...Peramal Xion dan Lui Zang juga langsung melihat Liano....
..."Hahhh.. Apa lagi sekarang." Lui Zang menghela nafas dan bersandar di kursinya sejenak....
..."Kata Naga Hijau mu, kau punya libur satu hari bukan? Aku ingin mencoba berlatih dengan Nagamu untuk melihat seberapa jauh kekuatan diriku dan juga, Haku apa kau mau ikut berlatih?" Ucap Liano sambil bertanya kepada Haku tentang masalah itu....
..."Heh? Berlatih? Bersama Naga Hijau itu?" Tanya bingung Haku....
..."Iyah, kau pasti penasaran juga bukan dengan kekuatan dari Naga Hijau itu dan sudah sejauh mana kita berkembang. Bagaimana?" Tersenyum Liano....
..."Menarik juga, sekalian saja setelah dirinya membuka lahan untuk para pencuri keliling bisa hidup tenang, setelah itu kita berlatih." Tersenyum Haku dengan usulan itu....
..."Heh? Kau mau membuka lahan untuk para pencuri keliling Hidup?" Liano balik bingung....
..."Benar sekali, aku ingin membuat desa untuk mereka dengan diriku yang akan tanggung jawab." Tersenyum lebar Haku....
..."Ehhh.. Sepertinya aku tau apa yang kau pikirkan." Liano merasakan kalau dirinya pernah dan tau jika Haku menjadi pemimpin atau yang bertanggung jawab....
...Karena dirinya pernah mengingat melihat Haku menjadi pemimpin dan yang bertanggung jawab di sebuah Base geng Harusame yang sementara ia pimpin selagi ketua mereka pergi ada urusan....
..."Kalian berdua ini seenaknya saja." Terpejam kedua mata Lui Zang sambil menyilakan kedua tangan di dadanya....
...Saat itu Haku kembali memberikan usulan yang pasti tidak akan mungkin di tolak oleh Lui Zang....
..."Hei, Lui Zang. Bagaimana jika kau ajak istrimu sambil melihat kau membuka lahan dan juga melihat kami berlatih, dari pada dirinya di hanya di istana, kau bisa piknik kembali bersama dirinya." Tersenyum licik Haku....
..."Hah.. Benar juga.. Aku bisa mengajaknya jalan-jalan keluar istana di hari liburku dari pada dirinya hanya di istana." Lui Zang tersenyum sambil menatap Haku....
..."Nah.. Benarkan.. Hikari pasti akan senang di ajak olehmu melihat sesuatu yang berbeda di luar sana yang mungkin belum ia ketahui. Apalagi menonton kami bertarung, itu pasti akan seru." Lirik Haku ke arah Liano....
..."Dasar kau ini, Haku." Liano mengerti sekali sifatnya Haku....
..."Baiklah, besok kita akan piknik bersama, tapi aku akan tetap dekat di sampingnya dan memperketat kerajaanku." Lui Zang gembira dan pada akhirnya dirinya menantikan hari esok....
..."Terserah kau saja, intinya kau bisa lakukan itu. Aku pergi dahulu, ayo Liano. Besok kita hajar Naga Hijau miliknya itu dan kita rubah jadi Makanan Naga Panggang Cincang." Ucap Haku sambil mendorong wajah Liano dari hidungnya yang imut itu....
..."Hei kita hanya berlatih, bukan untuk membunuh." Ucap Liano....
..."Aku tau... Hahahahaha... Sudah ayo kita pergi, biarkan dia kembali bekerja." Tersenyum Haku....
...Pintu itu pun di tutup oleh penjaga pintu di depan....
..."Apa anda yakin ingin piknik di luar bersama istri anda?" Tanya Peramal Xion....
..."Tentu, tidak ada salahnya aku menghabiskan waktu di luar bersama istriku, lagi pula dengan adanya mereka dan diriku, aku pastikan dirinya tidak akan terluka, termasuk bayi yang ada di dalam kandungannya itu." Ucap Yakin Lui Zang yang kembali bersemangat menuntaskan pekerjaanya itu....
..."Baiklah, terserah Tuan Saja." Peramal Xion juga kembali bekerja....
..."Besok suruh Xao Ba mengawasi wilayah kediamanku dan tidak ada yang boleh masuk ke ruangan atau taman di dekat kerajaanku selagi pergi. Usir siapa saja yang memaksa termasuk para bangsawan itu, jika perlu gunakan kekerasan." Tatap Serius Lui Zang....
..."Baik, Tuan. Saya akan langsung memberitahu Xao Ba dan ketua penjaga di Kerajaan anda." Jawab tegas Peramal Xion....
...*****...
...Sisi lain kerajaan tempat Ang sedang istirahat....
...Dirinya sedang duduk di tempat tidur sambil melihat 3 benda yang ada di telapak tangan kanannya....
...Benda aksesori yang dari bahan sihir yang sudah pudar energinya karena terserap oleh Hikari dimana sebelumnya itu di pakai untuk menditeksi keberadaan Hikari dari Hang Da....
...Namun 3 aksesoris gelang yang di beli oleh Hikari untuk nanti ketiga bayinya pakai dengan warna merah gelap, biru langit dan putih crystalnya sudah retak dan tidak bisa lagi memancarkan cahaya....
..."Gelang ini. Aku akan memberikan gelang ini kepada Lui Zang dan mungkin itu akan cocok ia berikan nanti saat bayinya lahir. Sekilas aku tidak menghapus tentang ingatan ini, tetapi kemungkinan Perempuan itu Lupa." Tertunduk Ang sambil melihat ketiga gelang itu yang saat itu Hikari melepaskan pakaiannya dan ada di kantung baju tersebut dimana di ambil oleh Ang saat itu....
__ADS_1
...Ang lalu beranjak dari tempat tidur untuk menemui Lui Zang di tempat dirinya bekerja....
...*****...
...Sementara itu di kamar Hikari berada....
...Dimana dirinya sudah kembali cantik dan duduk di kursi tengah ruangan itu bersama Nam di sampingnya....
..."Nam, bagaimana kalau kita sedikit jalan-jalan di luar? Aku sedikit merasa jenuh di kamar. Selagi hawanya sejuk." Lirik Hikari ke wajah Nam yang cantik itu....
..."Kalau begitu ayo silahkan Nona. Saya akan menuntun anda dan berpegangan di tangan saya." Nam langsung berdiri dan menyodorkan lengan kirinya untuk di genggam oleh Hikari....
...Hikari perlahan bediri dan langsung menggenggam lengan tangan kiri Nam....
..."Ayo kita pergi. Nam." Tersenyum manis Hikari....
..."Ayo, Nona Hikari." Nam melangkahkan kakinya dan di susul di sampingnya Hikari berjalan yang mengarah ke arah pintu keluar kamar itu....
...Hikari berjalan bersama Nam....
...Menuruni tangga perlahan dengan berpegangan kepada Nam dan melangkah dengan sangat hati-hati....
...Namun setelah sampai di bawah....
..."Bagaimana kalau kita duduk sejenak di pinggir aula taman, aku sudah merasa lelah, hehehe.." Hikari seperti biasa sudah merasa lelah dimana baru menuruni tangga dan memang cukup banyak karena melingkar juga posisinya....
..."Tentu, Nona Hikari.. Anda memang butuh itu. Ayo kita duduk bersama sampai anda pulih." Nam dengan sabar bersikap karena memang tidak mudah di saat kondisi seperti yang Hikari rasakan, apalagi 3 bayi itu sudah tidak biasa dan pastinya lelah....
...Hikari di dudukan perlahan oleh Nam di bangku batu pinggir dekat aula menuju taman....
..."Pelayan, bisa kau ambilkan minum untuk Nona Hikari." Ucap Nam kepada Pelayan perempuan yang mengikuti dirinya dan Hikari dari belakang dimana memang di tugaskan untuk melapor dan memberikan sesuatu yang di butuhkan seperti yang terlihat sekarang....
..."Baik, Pengawal Nam."...
...Pelayan perempuan itu bergegas menuju ke arah dapur untuk memberikan minum....
...Nam mengeluarkan sapu tangannya dari saku dan menyeka keringat di Dahi Hikari....
..."Saya usah keringat Nona Hikari dulu yah." Tersenyum ramah Nam sambil menyeka dahi Hikari....
..."Terima Kasih, Nam." Hikari balik tersenyum....
...Tidak lama air bening itu datang di gelas tanah liat dengan nampan kecil....
..."Ini minumannya, Pengawal Nam."...
...Nam mengambil air itu dan meminumkan air tersebut kepada Hikari dengan perlahan....
..."Nona Hikari minum lah." Nam hati-hati menegakkan air itu ke bibir tipis dan merah muda Hikari....
...Hikari perlahan meminum air segar itu dengan perlahan....
...Nam saat itu benar-benar melihat sosok perempuan yang cantik dan begitu wangi aromanya yang khas seperti bunga, dimana aromanya itu sangat khas dan tidak ada aroma yang sama seperti Hikari keluarkan....
...Nam kemudian kembali menaruh gelas itu di nampan yang di bawa oleh pelayan perempuan tersebut....
..."Anda ingin minum lagi atau tidak? Nona Hikari?" Tanya Nam....
...'Tidak, tidak usah. Kalau aku minum lagi, pasti aku akan buang air kecil terus. Apalagi suasanannya dingin seperti ini." Hakari merasa memang buang air kecilnya itu sangat sering sekali, apalagi sehabis makan....
..."Sudah sewajarnya jika itu terjadi, Nona. Karena perut anda menekan bagian bawah anda, jadinya sensai buang air keci itu dalam masa kehamilan sangat sering sekali, apalagi perut anda yang besar ini. Pastinya bagian bawah anda tertekan lebih berat." Nam menjelaskan hal itu....
...Dan benar apa yang di katakan Nam....
..."Sepertinya aku ingin pipis jadinya, hehehe.." Hikari tersenyum....
..."Hehehe.. Mari kalau begitu saya antar, Nona Hikari." Nam tersenyum dan kembali membantu Hikari berdiri menuju ke kamar mandi di dekat ruang makan Lui Zang yang pernah Hikari juga di ajak di saat awal dirinya saat itu menikah dengan dirinya dan makan makanan yang enak....
...Next......
...Silahkan like, comment dan vote kisah ini yah....
...Ada apa di part selanjutnya?...
...Selalu tunggu yah....
...Terima Kasih semuanya.......
__ADS_1