Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic Cinta 46: Untuk Malam yang indah bersama.


__ADS_3

...Malam tiba di musim gugur....


...Lui Zang yang sudah juga membersihkan diri saat waktu pergantian sore ke malam di pemandian air hangat khusus yang tersedia di ruangan bawah untuk dirinya mandi....


...Dirinya berjalan cepat untuk menemui Hikari yang sedang menunggu di kamarnya....


...Para pelayan yang ada di dalam istana tempat Lui Zang berada melihat dirinya yang tergesa-gesa dengan wajah tersenyum melintas di hadapan mereka dari jauh sebelum mereka membungukan tubuhnya untuk memberi hormat....


...Lui Zang menaiki tangga terbuka menuju kamarnya berada dan tidak lama kemudian dirinya sampai di kamar itu dan membuka lebar pintu tersebut....


..."Istriku, Aku pulang." Ucap Lui Zang dengan nada sediki tinggi....


...Ketika itu Hikari sedang terbaring miring ke arah kanan di tempat tidur dengan berselimut menutupi tubuhnya dimana Nam sedang duduk di samping pinggir tempat tidur....


..."Tuan Lui Zang. Selamat datang, istri anda sedang tidur." Ucap Nam dengan nada sedikit ia pelankan dan beranjak dari tempat duduknya menuju arah Lui Zang berada....


...Saat itu Lui Zang merasa sedikit kecewa, tetapi karena melihat kondisi Hikari yang sedang Hamil itu, pada akhirnya hatinya luluh dan memilih sabar....


..."Begitu yah, dia sudah tidur." Lui Zang menurunkan suaranya dan berjalan ke arah Hikari berada....


..."Kalau begitu saya permisi dahulu, Tuan Lui Zang." Nam membungkukan tubuhnya untuk hormat dan pamit kepada Tuannya itu....


..."Terima kasih kau telah menjaga dirinya dan mungkin tidak juga membuat dirinya bosan di kamar ini, besok pagi kau bisa langsung datang ke luar ruangan kamarku sebelum aku pergi bekerja dan temani dirinya kembali." Tersenyum Lui Zang dengan penasehat perempuannya itu yang bisa di andalkan....


..."Siap, Tuan. Saya permisi."...


...Nam pun keluar dari kamar dan kedua pelayan perempuannya juga ikut istirahat karena Lui Zang sudah kembali....


...Sementara Penjaga yang berpatroli di tangga bawah dan dekat area menara Lui Zang bergantian sesuai siftnya....


...Pintu kamar itu pun di tutup dan di ruangan itu hanya ada Hikari dan Lui Zang....


...Lui Zang naik ke atas tempat tidur dimana dirinya melihat lembut wajah Hikari yang begitu tenang tengah tertidur lelap dengan selimut tebal hangatnya....


...Dirinya mengelus kepala atas Hikari sambil tersenyum memandangi wajahnya yang cantik sedang tidur di sampingnya....


..."Sepertinya tidak malam ini yah, Istri cantikku." Bisik Lui Zang....


...Lui Zang lalu mencium dahi Hikari sebelum dirinya berajak tidur juga di samping dirinya yang terlebih dahulu sudah tidur....


...'Mucchh.'...


..."Kau pasti lelah. Selamat malam, Istriku." Senyum Lui Zang sambil membuka selimut tebalnya itu yang begitu lebar sampai hampir menyentuh lantai untuk dirinya juga pakai selama tidur....


...Lui Zang tidur posisi miring ke kiri dengan menghadap Hikari sambil menapakan tangan kanannya di tangan Hikari tepat di atas selimut perutnya berada....


...Mata Lui Zang perlahan mulai terpejam perlahan dimana memang suasanannya sangat sejuk walau agak sedikit dingin....


...Langit malam yang cerah penuh bintang menghiasi malam itu....


...Naga Hijau milik Lui Zang ikut tidur di tempat khususnya berada dimana dirinya tidur di sebuah taman luas dengan tanah lapang di belakang istana kerajaan tentunya dirinya membutuhkan waktu untuk mengisi kembali energinya setelah lama juga tidak tidur....


...Malam semakin larut mendekati waktu pagi dan suasana semakin sunyi di sekeliling istana dengan hanya ada prajurit malam yang berjaga dan tidak ada pelayan perempuan....


...Ketika itu Hikari terbangun seperti biasa karena ingin buang air kecil....


..."Hummpp.. Lagi-lagi aku selalu ingin buang air kecil, apakah seorang perempuan hamil itu sering buang air kecil yah, bahkan di tengah malam." Ucap Hikari yang perlahan bangun dari tidurnya dengan kedua mata masih belum terbuka sempurna....


...Hikari menyingkap selimut yang ia pakai lalu duduk sebentar di pinggir tempat tidur sebelum dirinya pergi ke kamar mandi....


...Hikari melirik ke belakang dimana Lui Zang sedang tertidur dengan posisi miring ke kiri sebelumnya menatap dirinya yang juga tidurnya miring ke kanan....


...Saat itu Hikari bingung antara membangunkan Lui Zang atau tidak untuk mengantarnya ke kamar mandi, karena melihat dirinya begitu pula terlelap tidur....


..."Ehh.." Hikari sedikit bingung....


...Namun karena dirinya sudah sehat dan bisa berjalan hanya untuk ke kamar mandi saja yang dia tau jaraknya dekat karena pernah memakainya dahulu waktu insiden gila itu, akhirnya Hikari beranjak dari tempat tidurnya dengan sedikit butuh tenaga kuat karena perutnya yang besar itu....


...Namun tiba-tiba......


...Pergelangan tangan kanan Hikari di genggam dan dirinya langsung melirik ke arah belakang....


...'Tap..'...


..."Kau mau kemana, Istriku?" Lui Zang tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan menggenggam pergelangan tangan Hikari sebelum dirinya berdiri....


..."Ehh.. Lu..Lui Zang... Jangan membuatku kaget." Hikari memang merasa di kagetkan karena tiba-tiba pergelangan tangannya di genggam oleh tangannya yang panjang dan lembut itu....


...Lui Zang bangun dari tidurnya dan duduk di atas tempat tidur sambil melihat ke arah Hikari....


..."Apa kau ingin ke kamar mandi seperti biasa?" Tanya Lui Zang yang sedikit mengusap kedua matanya dengan tangan kirinya....


..."I-Iyah... Aku ingin ke kamar mandi seperti biasa. Tetapi tidak perlu kamu antar kok, karena aku sudah tau dan jaraknya dekat, uhh.." Tersenyum Hikari sambil mencoba melepaskan genggaman tangan kanan Lui Zang yang sedang menggenggam lengan kanannya....

__ADS_1


..."Kalau begitu mari aku antar, aku tidak mau kau berjalan-jalan sendirian walau sekedar ke kamar mandi." Tatap lembut Lui Zang dengan wajah tampannya itu....


...Kedua pipi Hikari memerah sambil melihat wajah tampan Lui Zang yang baru bangun tidur itu....


..."Ehh.. Baiklah.."...


...Lui Zang pun mengantar Hikari dengan dimana Hikari menggandeng lengan kiri Lui Zang seperti biasa menuju ke kamar mandi yang tidak jauh dari kamar itu....


...Lui Zang menunggu Hikari di pintu kamar mandi dengan pakaian tidurnya khas kerajaan berwarna putih....


...Begitu juga yang Hikari kenakan....


...Setelah selasi, Lui Zang kembali menyodorkan lengan kirinya untuk di pegang oleh Hikari dan kembali berjalan menuju ke kamar....


...Saat itu Hikari memang merasakan kalau suasana di dunia itu jauh lebih dingin di bandingkan di dunianya....


...Lui Zang melirik Hikari yang merasakan tangan dinginnya dari genggaman lengan kirinya itu....


...Sesampainya di kamar....


...Lui Zang mendudukan Hikari dan dirinya saling menatap satu sama lain....


..."Isrtiku, sepertinya kau merasa kedinginan? Apa tidak apa?" Tanya serius Lui Zang menatap wajah cantiknya Hikari....


..."Ehh.. I-Iyah.. Aku tidak apa-apa, hanya dingin karena air dan hawa malam ini." Jawab gerogi Hikari....


...Saat itu Lui Zang tidak bisa lagi menahan hasrat dalam dirinya dan lagi-lagi ciuman di bibir kembali terjadi antara dirinya dan istrinya yang cantik itu sambil memejamkan kedua matanya dan menggengam kedua tangan Hikari di atas tepat tidur....


...'Mucchh..'...


...'Muchh..'...


...Hikari merasakan hangatnya genggaman tangan Lui Zang dan bibirnya yang sudah menempel di bibir manis kecilnya berwarna merah muda itu....


...Perlahan Hikari juga memejamkan matanya menikmati ciuman hangat di malam yang sudah setengah berlalu....


...Lui Zang melepaskan ciuman itu, lalu kembali membuka kedua matanya....


...Hikari ikut membuka kedua matanya dengan bibirnya yang terbuka sedikit....


...Kedua tangan Lui Zang mengarah ke pakaian depan Hikari dan perlahan membukanya, tapi tidak semuanya....


...Hikari hanya terdiam sambil menatap wajah Lui Zang yang begitu dekat di hadapannya....


...Terlihat lah tubuh cantik Hikari dan pakaian dalam miliknya di dada dan bawahnya yang berwarna putih polos dimana masih belum ada pakaian dalam moderen seperti sebelumnya pada jaman itu....


...Lui Zang lebih mendekatkan tubuhnya ke arah Hikari dan tangan Lui Zang merangsak masuk ke belakang punggung Hikari untuk membuka pakaian dalam putih yang menutupi dadanya....


..."Ehh.." Hikari memegang kedua pundak Lui Zang yang dimana dirinya sedang membuka pakaian dalam dadanya itu....


...Pakaian dalam dadanya itu pun terlepas dan terlihat sesuatu yang indah di mata Lui Zang dengan Hikari yang malu-malu....


...Kemudian tangan kanannya merabah ke bawah untuk membuka tali samping yang menutupi bagian bawah Hikari, dimana mahkota perempuan itu berada....


...Setelah terlepas....


...Lui Zang kembali mencium bibir Hikari sambil merabah-rabah tubuhnya yang cantik itu....


...Namun tidak lama berselang....


...Lui Zang membaringkan dirinya di tempat tidur dengan pakaiannya yang sudah ia buka seperti yang di pakai Hikari....


...Lui Zang menyuruh Hikari duduk di atas dirinya berada di antara bagian atas kedua kakinya....


...Hikari menuruti perintahnya dan saat sudah duduk di atas bagian bawah Lui Zang, tubuhnya sedikit miring ke depan hingga perut dirinya dan Lui Zang yang berotot itu tersentuh....


..."Hummmpp.." Hikari meringis sayu sambil menupukan kedua tangannya di dada Lui Zang yang begitu terasa keras dan berotot....


...Lui Zang melihat perut Hikari yang besar tanpa ada sehelai pakaian pun di dekat perutnya dan mengelus dengan kedua tangannya....


..."Perutmu besar dan indah, semakin cantik dirimu memang aku lihat setelah dirimu hamil, Hikari." Lui Zang memuji Hikari sambil melihat dirinya yang menatap sayu ke arahnya....


...Tiba-tiba Hikari mengerang desah....


..."Haaahhhh.."...


...Lui Zang merasakan di bagian bawahnya sesuatu yang hangat....


..."Hikari, apa kau.. " Lui Zang paham apa yang ia rasakan....


..."A-Aku jadi entah kenapa semakin jauh sensitif, bisa segera di mulai? Aku merasa bagian bawahku penuh dan terlalu dalam rasanya, Uhh.." Ucap Hikari dengan nada berat dan nafas terengah-engah....


...Terlihat basah tempat tidur itu dimana bagian bawah mereka saling bersentuhan....

__ADS_1


..."Mungkin karena ada Bayi di dalam rahimmu, Sayang. Aku tidak akan memaksakan, tenang saja. Baiklah, aku akan mulai." Ucap Lui Zang sambil mengelus pipi Hikari yang sedang berada di atas tubuhnya....


...Lui Zang pun mulai sedikit mengangkat dan mendorong ke bawah pinggulnya itu membuat tubuh Hikari ikut naik dan turun....


...Hikari berpegangan di dada Lui Zang dan Lui Zang menapakan tangannya di area sensitif hikari sampai mengelus perutnya untuk membuat dirinya nyaman....


...Malam yang dingin itu berubah hangat setelah Hikari terbangun untuk ke kamar mandi....


...Terdengar sayup-sayup lemah suara desahan dari dalam kamar Lui Zang yang hanya bisa di dengar olehnya....


...Lui Zang saat itu lebih santai dan berhati-hati....


...Hanya permainan sederhana dengan gaya yang tidak menyulitkan Hikari lakukan dengan kondisinya yang tengah hamil besar itu....


...Sampai hampir pagi dini hari....


...Hikari sudah tidur celentang di atas tempat tidur dan Lui Zang berada di atas tubuhnya dengan kedua Kaki Hikari buka dan Lui Zang tahan dengan kedua tangannya di bagian dalam lutut Hikari....


...Hikari kembali meronta dan menggeliat, dahinya berkeringat dan kedua tangannya menggenggam bantal yang ada di belakangnya....


..."Huhhhh... Bisa ce-cepat sudahi? Aku sudah tidak kuat menahan kesadaranku, Aaahhh......."...


...Hikari hampir menangis dan kehilangan kesadaran saat itu walau Lui Zang sudah lembut memainkan tubuhnya....


..."Sebentar lagi, Sayang.. Uhhh.."...


...Lui Zang melepaskan ganjalan Kaki Hikari yang membuka lebar dan tangan kanannya langsung mengelus perut Hikari dan tangan kirinya menyeka dahi Hikari yang berkeringat....


..."Cepaaattt.. Uhhhh... Lui Zang.... Huhuhuhuhuuuu.. Aaaahhh" Hikari menggenggam erat lengan kiri Lui Zang yang berotot dengan kedua telapak tangannya menahan permainan dirinya yang belum sampai akhirnya....


...Kepalanya sesekali ia angkat dan ia baringkan ke bantal empuk di belakangnya sambil sedikit meronta dan meringis....


..."Aku berusaha, Sayang.. Buat Lah aku lebih puas lagi. Uhhh.." Lui Zang terlihat serius dengan terlihat di dahinya juga keringat....


...Hikari mencoba menutup kedua kakinya yang dimana ada tubuh Lui Zang di tengahnya dan kedua tanganya ia tempelkan di kedua pipi wajahnya yang tampan itu sambil menatap sayu dan pipinya memerah....


..."Ahhh... Bayi.. Ki-Kita..hhh.. UHhhh.. " Ucap berat Hikari ke arah Lui Zang yang di dengar olehnya sambil mengelus bagian perut bawah dirinya yang tersentuh oleh perut Lui Zang....


...Saat itu lah Lui Zang mencapai titik akhirnya dimana Hikari merasakannya juga di bagian bawah dalam dirinya....


...Nafas terengah-engah di rasakan oleh Hikari dimana tubuhnya tergulai lemas dan tangannya jatuh ke atas tempat tidur....


..."Hah..hahh..hah...hah..."...


...Lui Zang perlahan beranjak dari bagian bawah atas tempat tidur tepat juga bagian bawah Hikari berada dan Lui Zang duduk sambil menyeka keringat di dahi dan leher Hikari....


..."Maaf karena terlalu lama, aku berusaha. Sayangku." Ucap Lui Zang menatap wajah Hikari yang kelelahan di atas bantal lembut itu....


...Lui Zang lalu menggendong tubuh Hikari untuk menggeser tubuhnya ke sisi lain tempat tidurnya karena bagian bawah yang ia tiduri basah seperti terkena tumpahan air....


..."Huhuhuhuuuu... Aku hampir hilang kesadaranku.. " Ucap Hikari lemah dan seperti ingin menangis....


...Lui Zang mengelus perutnya yang buncit dan memeluk menyamping Hikari....


..."Maaf, sayang... Aku sudah selembut mungkin melakukanya, mungkin karena kau sedang hamil jadi terasa berat." Peluk Lui Zang hangat dari samping kanan Hikari....


...Hikari melirik ke arah kanan wajah Lui Zang berada dan menapakan tangan kirinya di tangan Lui Zang yang sedang mengelus perutnya itu....


..."Aku tidak bisa menahan rasa sensitifku sampai aku terus mencapai batas puncaknya, hampir lebih dari 10 kali aku dalam puncaknya dan itu membuatku seakan tidak kuat lagi jika harus menahan rasa sensitifku dan takut tidak sadarkan diri, huhuhuhuhuuu.." Lagi-lagi Hikari seakan ingin menangis saat itu....


...Lui Zang memeluk dirinya dengan cinta dan hangat tubuhnya yang kecil dimana perutnya itu terasa hangat....


..."Iyah..Iyah... Aku paham sekarang, Sayang. Setelah ini aku akan mencoba dalam posisi puncak dalam waktu yang tidak terlalu lama. Maafkan aku, Sayang."...


...Namun saat itu Hikari mencium Bibir Lui Zang....


...'Mucchh.'...


..."Bayangkan saja ada bayi kita yang merasakan hal itu juga, karena dirimu yang masuk ke dalam tempat mereka berada dari dalam diriku.." Tatap lembut Hikari....


...Lui Zang balik mencium bibir Hikari dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua yang hampir terbuka sedikit....


...Perlahan Hikari dan Lui Zang kembali memejamkan kedua matanya dan terlelap tidur setelah melakukan hubungan hangat yang baru mereka mulai kembali....


...Next.....


...Penulis sampai deg-degan menulisnya loh mengenai hal itu, ya ampun......


...Maafkan penulis yah dan ingat jika mereka sudah menikah....


...Ingin selalu melihat keromantisan mereka kembali....


...Selalu tunggu Kisah Kingdom of Prismatic ini....

__ADS_1


...Terima Kasih dan seperti biasa tinggalkan like, comment dan Vote....


...Penulis harus istirahat dan bersih diri......


__ADS_2