
...Hari semakin larut dan Lui Zang akhirnya yang mengantar Hikari untuk kembali ke kamarnya dengan cara di gendong setelah waktu pekerjaanya berakhir....
...Nam dan Peramal Xion di persilahkan pulang ke tempat mereka yang sudah di sediakan....
...Dalam perjalan Lui Zang yang sedang menggendong Hikari....
...Dirinya bicara masalah tentang besok untuk di ajak piknik kecil kembali....
..."Besok kita akan piknik dan jalan-jalan keluar kerajaan ku bersama Haku dan hewan tungganganmu yang akan berlatih dengan Nagaku." Tatap lembut Lui Zang yang melihat wajah Hikari di depan dadanya yang sedang ia gendong layaknya seperti tuan putri....
..."Benarkah? Aku senang jika ikut. Tapi bolehkah aku menunggangi Liano?" Tanya Hikari dengan memasrahkan tubuhnya di gendongan Lui Zang....
..."Kalau soal itu, aku tidak bisa memberimu izin, Sayang. Kau sedang hamil dan jauh lebih baik kau aku bawa di dekat kepala Nagaku itu, karena tidak ada guncangan di saat dirinya berjalan, ingat kalau kau itu sedang hamil dan masih muda, walau memang kebanyakan tidak banyak masalah walau air ketuban di dalamnya akan keluar karena suatu hal, tetapi aku tidak mau ambil resiko dan aku ingin yang terbaik, Sayangku, karena aku sudah menyikap kan kereta untuk kita bersama naiki." Lui Zang lebih baik memilih untuk mengamankan Hikari dari pada menyesal nantinya....
..."Baiklah jika itu memang pendapatmu, aku yakin itu juga baik untuk diriku juga." Hikari memegang pipi kiri Lui Zang dengan telapak tangan kanannya yang halus sambil memberikan senyum manis di wajahnya....
...Lui Zang dengan hati-hati naik tangga menuju kamar mereka dimana juga sedang menggendong Hikari....
..."Ngomong-ngomong beratmu sedikit aku rasakan bertambah dimana saat aku pertama kali menggendong dirimu seperti ini, Sayangku." Lui Zang memang merasa tubuh Hikari lebih berat dari sebelumnya dan walau lebih berat, bukan berarti dirinya tidak bisa ia angkat, melainkan masih cukup ringan untuk dirinya gendong....
..."Karena tentunya ada buah hati kita yang sedang tumbuh di perutku ini." Hikari mengelus perutnya dengan tangan kirinnya....
..."Kau benar, Sayangku." Tersenyum lembut Lui Zang....
...*****...
...Mereka pun akhirnya sampai di kamar kedua di ruangan itu kembali....
...Lui Zang masuk ke kamar dengan Hikari yang ada di gendongannya dan perlahan ia turunkan....
...Hikari duduk di pinggir tempat tidur dan lagi-lagi Lui Zang menghampiri Hikari....
...Lui Zang memegang kepala belakang kiri Hikari lalu sedikit mendangakannya ke atas dengan tangan kanannya dan tubuhnya membungkuk dengan wajah yang perlahan mendekat ke wajah Hikari....
...Hingga pada akhirnya kedua bibir mereka kembali bertemu....
...'Muchh.. Mucch.. Mucchh.'...
...Lui Zang kembali menyerang lembut Hikari dan Hikari memegang lengan Lui Zang yang sedang memegang kepala belakangnya dari kiri samping dengan tangan kirinya dan tangan kanannya menapakan di perutnya yang buncit....
...Bibir Hikari perlahan terbuka di saat Lui Zang memainkan lidahnya sampai masuk ke dalam mulut Hikari di saat dirinya dalam ciuman hangat itu....
...'Mucchh.. Ahh.. Muchh..'...
...Lui Zang seakan seperti menghisap bibir Hikari dengan bibir miliknya dengan kedua mata saling menatap satu sama lain....
...Hikari hanya pasrah dan membiarkan Lui Zang bermain dengan bibirnya....
...Namun kembali darah Hikari menjadi naik....
...'Muchh.. Muchh.. Uhh.. Muchh..'...
...Lui Zang kemudian perlahan membaringkan Hikari perlahan dan menyuruhnya menumpu pada kedua tangannya ke belakang....
...Kedua tangannya menyikap bagian bawah Dress panjang Hikari sampai ke atas perutnya dan melihat bagian bawahnya yang ternyata tidak memakai dalaman bawah dan itu membuat terkejut Lui Zang....
..."Kau tidak memakai dalaman bawah, Sayang?" Tanya Lui Zang sambil mengangkat kedua kaki Hikari dari dalam bagian lututnya dengan lengannya yang ia sangkutkan dan membuka kedua kaki Hikari dalam keadaan terbaring....
..."Ehh... Karena aku sering ke kamar mandi, jadinya aku tidak memakainya sekarang." Jawab Hikari dengan wajah memerah dimana bagian bawahnya sudah terlihat oleh Lui Zang....
...Lui Zang menaruh kakinya Hikari terlebih dahulu dan dirinya membuka pakaiannya di lantai....
...Kembali Hikari melihat tubuh Lui Zang yang tanpa busana dengan otot di perut, lengan, dada dan kakinya yang terbentuk semputna walau tidak seperti binaragawan pada umumnya....
...Tapi cukup sangat terlihat jelas-otot-ototnya yang sudah jadi itu....
...Bagian bawah Hikari sedikit di tarik sampai keluar dari pinggir tempat tidur dan kedua kakinya di tumpu seperti sebelumnya oleh Lui Zang yang menaruh di lengan kedua tangannya....
...Tanpa waktu lama, Lui Zang memasukan miliknya yang sudah siap ke dalam milik Hikari yang tidak ada lagi apapun untuk menghalanginya masuk....
..."Ahhh.." Hikari meringis dan sedikit meronta ke arah kanan sambil mengambil bantal untuk ganjalan kepalanya....
__ADS_1
..."Aku mulai, Sayangku... Maaf aku kembali bermain hingga tiga malam berutut-turut. Aku tidak tahan dengan hasrat dan kecantikanmu." Tatap Lui Zang yang tampan itu dengan sudah tanpa busana....
..."Ti-Tidak apa.. Uhh.. Sayang... Aku juga menikmatinya.." Hikari memegang kedua pipi Lui Zang....
...Permainan itu pun dimulai kembali....
...Lui Zang sengaja sedikit mengeluarkan bagian bawah Hikari dari pinggir tempat tidur, karena bisa menodai tempat tidur itu lagi....
...Walau tubuhnya lebih banyak di atas tempat tidur, namun Lui Zang memegang bagian bawah Hikari dengan kedua tangan kuatnya agar nyaman....
..."Huuuhhh.. Huhh... Huhh... Hummpp..." Hikari beberapa kali memejamkan kedua matanya dan tubuhnya sedikit meronta karena rasa yang ia nikmati itu perlahan terus mencapai puncaknya....
...Lantai di dekat pinggir tempat tidur kembali ternodai dari permainan antara milik Lui Zang dan Hikari....
...Beberapa kali Hikari mengelus perutnya yang buncit dan juga menggenggam seprai di tempat tidur itu....
...Posisi itu cukup lama di lakukan oleh Lui Zang....
...Sampai akhirnya Lui Zang mencoba mengganti posisi Hikari dan sekarang kakinya turun di lantai dengan tubuhnya masuk dan bertumpu di atas tempat tidur....
...Perut buncitnya Hikari yang menggantung itu Lui Zang beri alas bantal dan Hikari bertumpu pada kedua siku lengannya....
...Lui Zang merenggangkan kedua kakinya dan kembali main dalam posisi Hikari menungging ke arah dalam tempat tidur dengan kedua kaki berdiri....
...Cengkraman kuat kedua tangan Lui Zang berada di atas pinggul belakang Hikari yang memperlihatkan bokong yang indah dengan masih mengenakan Dress panjangnya itu....
..."Uhh.. Uhh.. Uh..." Hikari mencengkram bantal yang ada di atas kedua lengannya dan sesekali memejamkan kedua matanya menikmati bagian bawahnya yang di masukan oleh milik Lui Zang itu....
..."Posisi ini memang aku sukai, Uhhh.. Uhh.. Sayang.." Goda Lui Zang sambil meremas bagian bokong Hikari lalu memenag pinggangnya yang masih mengenakan Dress tersebut dan menggerakan tubuh Hikari ke belakang agar membuatnya jauh lebih dalam masuknya....
...Satu tangan kanan Hikari di arahkan ke arah belakang dan menapak di perut Lui Zang yang kotak-kotak itu sambil melirik dari arah kanan juga....
..."Ja-Jangan kamu tekan tubuhku terlalu ke be-belakang.. Uhh.. Ahh.. Aku merasakan milikmu menyentuh bagian dimana bayi kita berada, Sayang.. Ahh.. Uhh.." Ucap Hikari dengan sambil merasakan nikmatnya sebuah permainan santai itu yang mulai dirinya biasakan....
...Lui Zang memegang tangan kanan Hikari itu dengan tangan kanannya hingga Hikari sekarang hanya bertumpu pada satu tangannya....
..."Rasanya berdenyut dan geli ketika lebih dalam, Sayang. Uhhh.. Aku akan cepat ke titik puncak... Sabar yah.." Ucap Lui Zang sambil mengelus kepala Hikari dengan tangan kirinya....
...Lui Zang melepaskan tangan kanan Hikari dan kembali menapakan di punggungnya karena kasihan melihat Hikari yang harus menumpu dengan satu lengannya di atas bantal....
...Lui Zang sesekali mengelus perut Hikari dan bagian payudara miliknya dimana masuk terbalut pakaian Dress besarnya yang sengaja Lui Zang tidak lepas....
..."Perutmu besar sekali, Sayangku... Mereka pasti juga ikut merasakan senang saat ini... Bukan aku berfikir demikian, tetapi dimana ibunya pasti senang, di situlah mereka juga ikut senang." Ucap Lui Zang dimana dirinya membungkukan sedikit tubuhnya dan mengelus perut Hikari dengan kedua tangannya sambil pinggulnya terus bergerak maju dan ke belakang....
..."Iyahh... Aku merasa senang... Uhh.. Tapi mereka pasti juga merasa sedikit tidak nyaman... Ahhh... Kau terlalu masuk lebih dalam... Aaahhhh... Lui Zang... Uhhhh... " Terlihat keringat di dahi Hikari dan dirinya ingin buang air kecil di saat bersamaan ingin kembali sampai puncaknya untuk kesekian kali....
...Lui Zang kembali menegakan tubuhnya dan tiba-tiba terdengar suara percikan air bening di antara kedua kaki mereka setiap Lui Zang memasukan miliknya ke dalam Hikari....
..."Ahhh... Ahhhhh... Ahhhh.." Meringis Hikari sambil menggenggam erat bantalnya dimana dirinya sudah tidak kuat menahan rasa ingin buang air kecil....
..."Apa kau lagi-lagi pipis, Sa-Sayang? Uhh.. Aku merasakan ada yang keluar hangat saat aku mencoba memasukannya." Lui Zang bertanya kepada Hikari....
...Hikari mengangguk dan masih terus mengalir air seninya di saat main berlangsung permainan itu....
..."Iyahh.. Aku pipis... Aku tidak tahan dan itu keluar di saat kau menekan lebih dalam... Aku malu... Uhhh... Bisa cepat Akhiri... Aku tidak kuat menahan hasrat ini..." Tatap sayu Hikari melirik dari arah kanannya....
...Namun Lui Zang tidak mempermasalahkan itu....
..."Tidak perlu malu, sayangku. Ahh..Ahh.. Keluarkan saja... Nanti akan aku kembali bersihkan, jangan kau tahan, untuk kebaikan dirimu juga." Ucap Lui Zang yang makin mempercepat gerakannya....
...Begitu juga air seni yang keluar bercampur cairan air ketuban dari dalam Milik Hikari yang keluar sedikit akibat permanian dari Lui Zang tersebut....
...Lantai di bawah kedua kaki mereka basah dengan banyaknya air seni yang di keluarkan oleh Hikari dan bercampur dengan air ketuban miliknya, serta cairan dimana puncaknya ia keluarkan....
...Hikari seakan di buat melayang dalam hubungan itu dimana dirinya kembali merasakan suasana yang begitu nikmat sampai hanya desahan yang bisa di keluarkan dan di artikan dari rasa yang begitu nikmatnya....
...Bahkan air liur dari dalam bibir Hikari keluar dan menodai sedikit bantal putih itu di dekat lengannya yang jadi tumpuan dan ia cengkram....
..."Ahh..Aahh..Ahh.."...
...Lui Zang pun beberapa kali merasakan bagian bawah Hikari menyempit dengan kedua kakinya gemetar....
__ADS_1
...Perlahan air seninya yang di keluarkan oleh Hikari terhenti....
...Saat itu Lui Zang kembali memberikan cairan sucinya ke dalam milik Hikari sambil mecengkram pinggangnya sedikit karena efek tersebut....
..."Aku keluar... Ahhkk.. Ahhkk... Ahh.."...
..."Kyaahh.." Hikari ikut keluar untuk terakhir kalinya dan dirinya jatuh menyamping ke kiri sambil mengelus perutnya yang buncit dan merapatkan kakinya dimana sudah melepas milik Lui Zang dari dalam miliknya....
...Lui Zang mengambil sapu tangan dari pakaian bajunya yang ia taruh di atas meja dan membersihkan bagian bawah milik Hikari yang tengah terbaring lemah menyamping dan membuka kedua kakinya....
...Terlihat cairan suci milik Lui Zang yang ia keluarkan di dalam milik Hikari mulai keluar dengan perlahan dimana Hikari juga mendorong sedikit dengan otot miliknya agar bisa mengeluarkan cairan yang banyak itu dari dalam....
...Karena tentunya sudah ada bayi yang ada di dalam rahim Hikari dan air ketubannya itu yang keluar seakan juga membuat sebagai pendorong cairan Lui Zang keluar dan membersihkan dari dalam untuk di keluarkan agar tidak mengganggu janin di dalamnya....
..."Aku lelah.. Hahh..hahh...hahh.." HIkari memejamkan kedua matanya sambil menggenggam lembut bantal di samping kirinya dengan tangan kiri dan mengelus perut miliknya yang terbalut Dress panjanganya itu dengan tangan tangan kanannya....
...Lui Zang terlebih dahulu membersihkan bagian bawah Hikari dengan sapu tangan kering dan kembali dirinya bergegas memakai pakain tidur berwarna putih dari dalam lemari yang simple dengan cukup di ikat di pinggangnya untuk menutupi tubuhnya, lalu dirinya bergegas keluar mengambil baskom dan handuk untuk di basahi....
...Dengan penuh ketelitian, Lui Zang kembali membersihkan semuanya dengan sabar termasuk bagian bawah milik Hikari dimana dirinya sudah kelelahan, namun belum tidur....
...Setelah semuanya terapihkan seperti semula....
...Lui Zang menyikap bagian bawah Hikari sampai ke atas pertunya dengan posisi kedua Kaki Hikari terangkat dimana Lui Zang tepat berada di bawahnya dengan Hikari dalam posisi celentang melihat dirinya....
..."Posisi ini nantinya akan aku lihat di saat dirimu akan melahirkan ketiga bayi kita dari dalam milikmu yang cantik dan imut itu." Lui Zang tersenyum sambil mengelus kedua paha Hikari dengan kedua tangannya dan kemudian ia tumpukan di kedua lutut Hikari yang terangkat itu....
..."Ketika hari itu tiba, temani aku yah. Sejujurnya aku masih merasa takut nanti menghadapi rasanya melahirkan untuk pertama kalinya, apalagi dengan tiga bayi sekaligus. "Lirik malu-malu Hikari ke wajah Lui Zang dan ke arah lainnya dimana bagian bawahnya begitu jelas terlihat di tempat Lui Zang duduk di atas tempat tidur....
...Lui Zang menyikap lebih atas sampai ke antara atas perut dan dada Hikari....
..."Tenang saja, Sayang. Aku akan menemani dirimu sampai ketiga bayi kita lahir semua, walau aku tidak tau rasanya, tetapi aku akan selalu tetap di sampingmu." Elus lembut dengan tangan kanan Lui Zang ke perut Hikari yang buncit itu....
...Lui Zang lalu menundukan bagian tubuhnya dan mencium bagian bawah perut Hikari dan juga mencium bagian bawah Hikari....
...Namun ketika itu, Lui Zang malah meneruskan dengan mencoba merasakan milik Hikari dengan bibir dan Lidahnya, dimana Hikari kembali kembali naik darahnya sampai pinggulnya sedikit ia ankat akibat permainan bibir dan Lidah Lui Zang di bagian bawah miliknya sambil kedua tangannya memegang bagian paha atasnya dekat miliknya berada....
..."Ahhh.. Sudah... Kita akhiri... Kyaaahhh.." Hikari mendesah sambil memegang kepala Lui Zang....
...Saat itu Lui Zang melakukan seperti apa yang Hikari lakukan dan merasakan aroma khas bagian bawah Hikari yang harum....
...Namun tidak lama dirinya merasakan cairan lengket yang mengenai lidah dan bibirnya....
...Perlahan ia rasakan seperti cairan lembut yang tidak ada rasa dan beraroma wangi....
...Namun setelah di cicipi, anehnya terasa ada manis-manisnya....
...(Hanya Hikari yang demikian.)...
...Sampai kedua Kaki Hikari rapatkan dan menjepit kepala Lui Zang yang sedang main di bawah miliknya....
...Malam itu masih berlanjut dengan Lui Zang yang mencoba meniru Hikari dan ternyata tidak buruk dan rasanya cukup berbeda di rasakan....
...Next......
...Maaf tentang banyaknya adegan yang di ceritakan oleh aku yah....
...Aku hanya ingin ini berjalan natural dan tidak ada maksud lainnya, dimana tentu sebagai seorang yang sudah menikah, sangat wajar jika melakukan hal itu....
...Jadi di mohon agar tidak meniru sampai kalian yang membaca itu menikah....
...Agar semuanya jelas dan anak yang di kandung bagi pembaca perempuan atau nanti pembaca laki-laki akan miliki, sudah jelas statusnya....
...Seperti yang di lakukan oleh Hikari dan Lui Zang, walau pernikahan itu terpaksa, tetapi mereka sudah sah menjadi suami istri dan bayi yang di kandung Hikari jelas anak dari Lui Zang setelah dirinya menikah....
...Sedikit pesan aja sih....
...Silahkan Like, comment dan Vote....
...Apa yang terjadi esok? Selalu tunggu di kisah ku yah....
...Terima Kasih......
__ADS_1