Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic 65: Perjalanan keluar Kerajaan Part 4


__ADS_3

...Haku menanyakan beberapa orang yang ingin bertani dan berternak dari para pencuri keliling yang saat itu berkumpul di sisi kiri dan kanannya....


..."Kalau kalian ingin bertani dan beternak, silahkan ingin beternak apa? juga bertani apa, kalian kelompokan dan tidak boleh semuanya kalian garap dan untuk yang bertani, kalian bisa menanam 2 jenis bibit karena banyaknya sayuran dan buah tentunya." Perintah Haku kepada gerombolan itu yang mulai sibuk....


...Mereka lalu saling berkomunikasi untuk menentukan beternak apa atau bertani apa, seperti misalkan ingin beternak sapu, maka mereka akan di berikan sapi, jika ingin ayam, maka akan beternak ayam, masing, masing mereka akan merintis dari bawah....


...Sama dengan bertani, jika mereka bertani sayuran seperti wortel dan bayam, maka mereka hanya itu saja yang boleh....


...Mei dengan teleportasinya yang awalnya untuk melihat saja, malah harus mengangkut beberapa bibit dan hewan-hewan yang di belikan oleh keuangan Lui Zang....


...Haku menukar senjata-senjata mereka yang sudah tidak lagi digunakan dengan bibit, hewan juga keperluan bertani dan beternak....


...Semuanya....


...Haku yang menanggung masalah itu dan mengurus desa tersebut....


...Namun karena musim dingin akan segera tiba, Haku memfokuskan dahulu membuat gambar di tanah dimana dirinya mendisign desa itu seperti jepang dan tertata....


...Para laki-laki yang serius dan sudah menentukan jalan hidup barunya merasa bersemangat mengikuti arahan dari Haku....


...Semantara para pemimpin mereka hanya melihat saja dari kejauhan....


..."Karena sebentar lagi musim dingin, aku akan fokus terlebih dahulu membuat bangunan untuk kalian tinggal, waktunya cukup jika kita kerja sama." Tatap Haku kepada sekeliling dari arah kiri ke kanannya, dimana para gerombolan laki-laki mau pun perempuan sedang memperhatikan dirinya yang menggambar dan mengarahkan mereka....


..."Bagaimana dengan makanan kami nanti untuk dua bulan selama musim dingin?" Tanya seorang laki-laki-laki kurus dengan rambut cepak....


..."Aku akan memasok masakan sementara selama 2 bulan itu dari desa ke desa lain dengan keuangan dari yang akan kalian bayar setelah musim dingin selesai. Tenang saja, aku tidak akan melupakan dan aku semuanya yang akan bertanggung jawab masalah ini." Haku tersenyum menjawabnya lalu dirinya beranjak dai lantai tanah lalu menggenggam reapernya....


...Haku berjalan ke arah samping kanannya menghadap ke arah hutan....


...Kemudian tangan kanannya di ayunkan....


...'Cring.'...


...'Duarr..Duarr..Duar..Duarr..'...


...Pohon-pohon itu tertebas rapih hanya dengan kekuatan biasa dari Haku hanya satu ayunan lembut....


..."Gunakan pohon-pohon itu untuk membuat rumah seperti yang kalian tau, kalian bekerja samanya membuat rumah sambil mengambil beberapa perlengkapan yang sudah di antarkan ini....


...Mei saat itu sibuk bersama para pelayan kerajaan turut membantu membawa barang-barang keperluan itu dan bahkan makanan di sajikan oleh Haku....


..."Kenapa kau repot-repot ingin melakukan itu, Haku." Tanya Mei kepada Haku yang melihat mereka mulai memotong dan menggergaji beberapa pohon yang tadi Haku tumbangkan untuk membuat rumah....


..."Aku hanya ingin mencari kesibukan saja, dimana kesibukannya itu cukup membantu orang juga. Akan aku bayar semuanya jika mereka sudah melakukan panen dan menghasilkan dari beternak itu. Lagi pula uangku masih cukup untuk membiayai mereka secara 2 bulan masa musim salju tiba." Haku menepuk kedua pundak Mei dengan wajah menyeringai seakan dirinya bisa tangani....


...Tentu Haku sudah memperhitungkannya....


..."Iya, kalau masalah makanan memang bisa, tapi perlengkapan itu di tukar dengan senjata. bibit dan hewan belum termasuk." Tatap Mei ke wajah Haku yang tenang itu....


..."Simpan bibit dan hewan di kerajaan saja, aku melihat ada tempat untuk menyimpan dan menaruh hewan selama musim dingin nanti berlalu." Haku berjalan ke arah kereta Lui Zang berada....


..."Baiklah-baiklah." Mei pun berbalik menuju ke tempat teleportasinya....


...Kemudian Xao Ba ikut datang dan membantu dimana sambil melihat apa yang Haku lakukan sebenarnya....


...Haku menghampiri kereta Lui Zang dengan ada Liano di kanannya sedang menidurkan tubuhnya di jalan....


..."Hoi Lui Zang, sekarang bagaimana kalau kita berlatih di dekat sini dan gelar saja pikniknya." Ucap Haku dengan sedikit nadanya ia tinggikan....


...Dalam kereta itu....


...Lui Zang melihat ke arah kiri jendela kereta itu dimana Haku menunggunya....


...Seementara Hikari sudah terbangun dari tidurnya di saat Haku masih mempersiapkan itu....


..."Kita sudah sampai, Lui Zang? Humm.." Tanya Hikari yang masih baru bangun dari tidur nyenyaknya....


..."Iyah, kita sudah sampai. Apa kau ingin keluar?" Tanya Lui Zang dengan tangannya membersihkan sela-sela mata Hikari yang masih belum terbuka sepenuhnya itu dengan lembut....


..."Iyah... Aku ingin keluar.. Hummmpp..." Hikari menggeliat sedikit dan melihat wajah tampan dari suaminya itu....


..."Ayo, mari aku bantu, sayang." Lui Zang membantu Hikari untuk beranjak berdiri dari tidurnya dan langsung membuka pintu kiri kereta itu....


...Haku melihat Lui Zang menuntun Hikari yang sudah terbangun....


..."Kau sudah bangun rupanya, Hikari." Tanya ramah Haku....


..."Haku.. Hehehe... Iyah.." Jawab ramah Hikari seperti biasanya....


...Liano langsung bangun dan melihat majikannya itu yang cantik di temani suaminya yang juga tampan keluar dari dalam kereta....


...Beberapa orang laki-laki yang sedang memotong pohon dan para pemimpin pencuri itu kaget melihat paras wajah Hikari yang cantik dimana auranya terpancar....

__ADS_1


...Sampai seketika pekerjaan mereka terhenti sejenak....


...Haku lalu menggenggam erat reapernya dan menengok ke arah belakang dengan wajah datar dan senyum lebar mengandung hawa membunuh....


..."APA YANG KALIAN LIHAT? JANGAN HARAP KALIAN BISA MENDEKATI DIRINYA SELAMA ADA AKU DI SINI." Ucap Haku dengan nada berat dan tekanan oleh auranya....


...Mereka semua langsung kembali bekerja dan takut Haku marah....


...Pemimpin yang memakai pedang dan Panah itu saling berbincang dimana mereka semua masih di atas tunggangan kerbau hitamnya yang besar....


..."Ternyata itu istri Kaisar yang baru. " Ucap Pemimpin yang memakai pedang....


..."Sepertinya yang terlihat, dia sedang hamil. Pantas saja saat tadi dirinya tidak membunuh si bodoh itu." Lirik pemimpin yang memakai panah itu ke pemimpin memakai gada yang hampir di bunuh oleh Lui Zang....


..."Pantas saja dirinya sangat marah, di dalamnya ada istrinya. Aku tidak menyangka bisa selamat karena dirinya secara tidak langsung, Huhhh..." Laki-laki menghela nafas sambil memegang dadanya dengan tangan kanan, bersyukur tidak di bunuh dimana sedikit lagi kepalanya pasti sudah entah kemana....


..."Tapi ngomong-ngomong, walau sedang hamil, dirinya memang sangat cantik." Tatap tajam pemimpin pemakai pedang ke arah Hikari sedang berbincang dengan Haku....


..."Menurut rumor yang beredar memang dirinya seorang dewi yang di utus untuk Kaisar dan dari yang sudah kita lihat, memang dirinya sangat cantik sebagai seorang perempuan, walau dirinya sedang hamil anaknya kaisar sekarang." Jawab Pemimpin yang memakai panah....


..."Sebaiknya jika kalian ingin mencoba merebutnya, pikirkan dengan bayaran kematian di depan mata kalian. Aku lebih baik hidup dan menikah lalu mempunyai anak, setidaknya aku bisa merasakan kenikmatan yang sama setelah menikah nantinya. Mungkin dirinya sudah takdir untuk jadi selir kaisar bukan, apalagi seperti yang kita sudah semua tau kalau Kaisar sebelumnya selalu menikah dan mengganti pasangannya, tapi belum ada satu pun bisa mengandung anaknya. Dirinya pasti akan lebih beringas melindungi istrinya itu yang sudah memberikan keturunan yang sudah cukup lama di idamkan." Laki-laki pemilik gada itu pasrah dan menasehati pemimpin lainnya....


..."Kau benar... Lebih baik hidup dan bisa menikahi banyak perempuan lalu memiliki anak, setidaknya aku puas dengan itu." Tersenyum pemimpin pemilik panah....


..."Iya, benar. Aku tidak mungkin memiliki kesempatan ini lagi, karena memang dahulu aku juga bermimpi ingin hidup sederhana." Jawab pemimpin memakai pedang....


...Tiba-tiba.....


...'SRING...'...


...'SRUUKK.'...


...Reaper Haku lewat di antara mereka yang dirinya lempar dan menancap di pohon besar....


..."HOI KALIAN BANTU MEREKA DAN JANGAN DUDUK DIAM DI TUNGGANGAN KALIAN... INGAT KALAU AKU PEMIMPIN UTAMANYA DI SINI. KALIAN ITU MEMANG MEMILIKI KEKUATAN SETARA 5 LAKI-LAKI, CEPAT BANTU MEREKA." Teriak Haku kepada mereka....


..."Hiiii... Baik Nona..." Para pemimpin yang jumlahnya 5 orang itu langsung pergi membantu dengan turun dari tunggangannya....


...Sementara itu Lui Zang melihat sekitar dengan Hikari di sampingnya sedang menggenggam lengan kirinya....


..."Ramai sekali di sini. Aku kira tadi kita hanya berlima untuk piknik." Tanya Hikari yang bingung....


...Haku berbalik melihat ke arah Hikari yang sedang berdiri di kanannya....


..."Mereka pencuri keliling dan aku ingin membuat desa kecil disini, lalu aku dan Liano akan mengadakan latihan. Kau tidak perlu khawatir, Hikari." Haku kembali memberikan senyum manisnya itu ke arah Hikari....


..."Kita akan piknik di atas bukit itu saja. Semuanya bisa terlihat dari sana." Tunjuk Lui Zang ke arah kanan belakang dimana ada sebuah bukik besar....


..."Kalau begitu kita latihan di dekat wilayah sini saja. Hikari, lihat kami berlatih yah, aku pastikan kau akan terhibur." Tersenyum lebar Haku....


..."Aku juga akan menunjukan kemampuan lebihku." Ucap Liano....


...Kemudian Lui Zang menggendong tubuh Hikari....


..."Kyahh.. Kenapa kau menggendongku." Lirik Hikari....


..."Kita Naik Nagaku menuju ke sana. Berpegangan lah, sayang." Lirik balik Lui Zang dengan senyum di wajah tampannya....


...'Wushh..'...


...Lui Zang melompat ke atas dengan tingginya, Hikari memejamkan kedua matanya sambil kedua tangannya melingkar di leher Lui Zang....


...Terpaan angin lesatan itu menerpa rambutnya yang panjang dan wajah cantiknya....


..."Hummmpp..."...


..."Hehehe.." Lui Zang tertawa melihat Hikari yang sedang memejamkan kedua matanya sambil berpengangan di lehernya....


...Kemudian Naga Hijau itu mengampiri Lui Zang dan Lui Zang sudah naik di dekat kepalanya....


..."Buka lah matamu, sayang." Tatap lembut Lui Zang dengan rambut panjang dan pakaiannya terkibar oleh angin hembusan di atas langit dengan menunggangi naga hijau besarnya itu....


...Perlahan kedua mata Hikari membuka dan melihat sekeliling hutan yang berwarna warni karena musim gugur dimana dirinya sudah berada di atas langit dan menaiki Naga Hijau besar itu....


..."Huahhh.. Aku jadi teringat sebelumnya." Tersenyum Haku dengan perasaan takjub yang masih di gendongan Lui Zang....


...Lui Zang kembali memberikan ciuman singkat di bibir cantik Hikari berwarna merah muda dengan menatap dalam kedua mata Hikari....


...'Muchh..'...


..."Kau sekarang akan selamanya jadi istriku yang akan aku sayangi, Hikari." Lui Zang menaruh tubuh Hikari di depannya dan memeluk dirinya dari belakang sambil menaruh kedua tangannya di perut buncit Hikari....


...Hikari menyandarkan tubuhnya di tubuh Lui Zang dan menatap wajahnya dengan kedua pipi yang memerah....

__ADS_1


..."Lui Zang..." Hikari menapakan kedua tangannya juga di atas tangan Lui Zang yang ada di atas perutnya yang buncit itu....


...Mereka berdua menikmati keromantisan di langit sambil menunggangi naga hijau yang besar untuk menuju ke sebuah bukit....


...Haku, Mei yang duduk di belakang Haku dan Liano melihat hal itu dari bawah tubuh Naga tersebut yang terbang menggeliat ke atas dan kebawah seperti ular dan sama seperti yang pernah Haku lihat di film-film bagaimana Naga terbang di atas langit....


...Sangat persis seperti itu....


..."Mereka berdua benar-benar menikmati keromantisan mereka, hahhh.." Hela nafas Haku yang melihat Hikari dan Lui Zang saling bermesraan berdua di atas dekat kepala Naga Hijau itu....


..."Kau juga bisa jika ingin." Liano tersenyum....


...Mei pun ikut tersenyum....


..."Yah, aku tau. Tapi untuk sekarang aku cukup menikmati hidupku ini yang ingin membangun desa di atas perlindungan dan kepemimpinanku." Haku menatap ke depan kembali dan menggenggam Reapernya ke arah pohon besar yang sudah semakin terlihat di atas bukit untuk di tebas dan di jadikan alas piknik Hikari dan Lui Zang berdua....


...Sementara makanan dan lainnya untuk piknik itu akan di bawa dengan cara Mei menteleportasi ke tempat itu....


...Haku bersiap menebas pohon besar yang tumbuh di samping-samping bukit....


...Dirinya beranjak dari punggung Liano dan kedua kakinya bersiap melakukan kuda-kuda melesat....


..."Liano, Mari kita tunjukan kemampuan Kita nanti." Ucap Haku sebelum melesat....


..."Tentu saja, Haku." Lirik Liano....


...'Trak..'...


...'Cring.'...


...'WUshhhh..'...


...Haku melesat dan tangan kanannya bersiap menebas....


...'Criiing...'...


...'Srkk...'...


...Dengan cepat melesat mendahulu naga hijau itu, Haku sudah menebas pohon besar itu dan terlihat permukaan rata di atasnya dengan pohon itu yang jatuh....


...Namun saat itu Haku menggunakan sabitnya utuh untuk memotong-motong lebih kecil pohon yang jatuh itu ke bawah bukit dimana jika misalkan kalau ia gunakan sabitnya dengan kekuatannya, pasti tebasannya itu akan menimbulkan angin dan bisa menembus ke belakangnya....


...Maka itu Haku menebas dengan sabit utuhnya dengan santai dan berpindah-pindah dari pohon yang jatuh itu ke pohon lainnya hingga menjadi potongan kecil-kecil....


...Sementara Lui Zang turun dari atas kepala Naganya itu dengan kembali menggendong Hikari di pelukan tubuhnya ke atas pohon yang tertebas rapih dan menyisakan pohon itu hanya dengan setengah tubuhnya yang begitu rapih di potong oleh Haku....


...Liano mendekatkan dirinya untuk Mei turun dan membuka gerbang di tempat itu agar bisa mengambil keperluan piknik mereka....


...Hikari perlahan di turunkan dan Lui Zang dan dirinya melihat sejauh mata memandang wilayah selatan yang luas itu dimana seluruhnya masih banyak pohon....


..."Indah dan sejuknya." Ucap Hikari yang melihat pemandangan dari atas bukit di pinggir itu....


..."Aku tidak menyangka kalau bisa merasakan hal ini dengan seorang yang aku cintai." Lui Zang merangkul tubuh Hikari yang kecil itu dengan tangan kirinya, lalu mengelus perutnya Hikari dengan tangan kanannya....


...Hikari kembali melihat wajah Lui Zang yang begitu menyayangi dirinya dan selalu memperhatikan kehamilannya itu....


..."Lui Zang.." Ucap lembut Hikari....


...Lui Zang melirik ke arah kiri dan lagi-lagi mencium bibir Hikari dengan singkat....


...'Muchh..'...


..."Piknik satu hari ini akan berkesan untuk kita dan bayi ini, sayang. Kita juga akan melihat Haku dan Liano, tunggangan kesayanganmu ini akan berlatih dengan Nagaku." Peluk Lui Zang dengan lembut....


...Liano ikut bahagia melihat majikannya sekarang di sayang oleh seseorang yang kuat....


...Haku pun melompat-lompat di antara dahan pohon untuk kembali ke atas pohon itu dengan ada Hikari dan Lui Zang yang sedang saling peluk hangat dengan cinta di dekat pinggir pohon itu yang berada di tinggi di atas bukit....


..."Dasar." Tersenyum Haku....


...Kemudian teleportasi Mei di buka dan piknik mereka di mulai di waktu yang hampir menjelang sore yang indah, dimana seluruh pepohonan itu sudah berubah warna mengjiasi cantiknya wilayah yang luas itu....


...Next.....


...Huahhh... Rasanya ingin juga piknik di wilayah itu dengan banyak pepohonan yang mulai berbuah warna karena musim gugur akan berakhir sebentar lagi....


...Terima Kasih yang sudah baca sampai part ini yah....


...Silahkan Like, Comment dan Votenya jangan lupa......


...Tolong yah ratingnya jangan di sengaja turunkan yang baru baca atau lihat sampai sini, tidak aku sangka beberapa menurunkan dengan sengaja....


...Entah karena alasan iri atau apa....

__ADS_1


...Tapi memang seperti ini gaya penulisanku, mohon di maklumi....


...Terima Kasih.....


__ADS_2