
...Setelah sesi latihan itu berakhir....
...Haku istirahat sejenak ketika Lui Zang dan Hikari menikmati piknik bersama di atas bukit beralaskan pohon besar di bawahnya....
...Ketika matahari sudah terbenam....
...Lui Zang kembali menaiki kereta kerbau itu bersama Hikari yang lagi-lagi harus mengistirahatkan tubuhnya....
...Dimana hari sudah gelap dan para gerombolan pencuri keliling itu membuat api unggun besar dengan kayu-kayu dari Haku tebas sebelumnya dan mereka masih membuat rumah untuk tempat tinggal....
...Mei membawa bahan makanan mentah dari kota yang di beli dari uang Haku yang masih bisa menyediakan makanan untuk mereka selama sebulan di musim dingin nanti....
...Kemudian di dalam kereta kerbau itu yang di sisi-sisi luarnya sudah di nyalakan obor untuk penerangan mereka di jalan....
...Hikari di baringkan di kursi dalam kereta kuda itu oleh Lui Zang dengan alas bantal yang di taruh di kepalanya....
..."Istirahatlah sayang, sampai kita nanti kembali ke istana." Lui Zang menatap lembut Hikari, kembali elusan dari tangan kanannya ia berikan ke kepala Hikari yang sudah terbaring di atas bantal merah yang empuk....
..."Terima Kasih, Lui Zang. Hari ini sangat menyenangkan, walau agak sedikit dingin." Hikari menatap balik lembut Lui Zang dengan posisi celentang, perlahan menutup kedua mata indahnya itu sambil memeluk perutnya yang buncit....
..."Selamat istirahat, Sayangku." Lui Zang membungkukan sedikit wajahnya untuk mencium hangat dahi Hikari....
...'Muchh.'...
...Kemudian Hikari perlahan tertidur dan Lui Zang merasakan juga energinya mulai mengisi....
...Sementara itu di luar kereta....
...Dimana para kelompok pencuri keliling itu masing-masing membuat api unggun di dalam hutan sambil menutupi tubuhnya dengan selimut yang mereka punya karena dingin....
...Bahan makanan mentah seperti daging dan lainnya tersedia dan mereka tinggal ambil dan bakar di api unggun tersebut....
...Haku yang masih terluka berada di atas punggung Liano sambil mellihat suasana kebersamaan yang dahulu pernah dirinya rasakan sebagai geng Harusame di negeri sakura jepang....
..."Pemandangan seperti menjadi membuatku nostalgia, Liano." Lirik Haku ke beberapa tempat yang dimana mereka seperti berkemah dengan menggunakan api unggun masing-masing kelompok....
..."Kau benar, Haku. Kita sering sekali membuat api unggun seperti itu walau berbeda kondisinya. Saat itu kita memakai tong dan membakar kayu di dalamnya ketika masuk musim gugur ke musim dingin, bahkan kita juga pernah membakar ikan." Liano pun merasakan hal yang sama yang di rasakan oleh Haku ketika mereka masih di dunia sana....
..."Bisa kau temani aku di sini sampai esok pagi, Liano?" Tanya Haku kepada Liano....
..."Untuk satu hari ini mungkin bisa, Haku. Bagaimana dengan Hikari?" Tanya balik Liano sambil melirik ke arah kereta itu....
...Dimana ada Hikari di dalamnya....
..."Hikari sudah berada di tangan yang tepat, tidak masalah jika dirinya bersama orang itu, Liano." Haku terseyum dan ikut melihat ke arah kereta itu yang tepat di belakang kirinya yang sudah siap untuk berjalan kembali....
..."Benar, tetapi aku memang tidak bisa jauh darinya, Haku. Kau juga sebenarnya masih butuh perawatan lebih karena luka-lukamu itu, apalagi aku merasakan kekuatanmu belum hampir setengah terkumpul, istirahatlah." Liano sedikit mengkawatirkan Haku yang memaksakan diri....
...Lalu Mei datang dengan membuka gerbang lebih besar, dimana ada penjaga kerajaan Lui Zang yang datang dari teleportasi itu menunggangi kerbau berwarna silver besar dengan terbalut baju zirah perang di sisi dan tubuhnya....
...Bahkan kepalanya di buatkan topeng khusus dengan pelindung tanduk besar di kepalanya yang begitu runcing....
..."Benar yang di katakan oleh Liano, Haku. Sebaiknya kau istirahat sejenak. Apalagi kau itu seorang wanita. Jaga dirimu agar tidak terlalu memaksakan diri dan membuat banyak luka di kulitmu yang halus tersebut, nanti tidak akan ada laki-laki yang melirikmu." Gurau Mei dengan wajah ramahnya melihat Haku yang terluka di beberapa bagian....
..."Mungkin aku akan bertanya kepada mereka apakah ada perban yang bisa aku gunakan." Haku masih kukuh ingin di tempat itu....
..."Kau ini memang seorang wanita tangguh yah. Kalau begitu terserah lah. Aku dan Suamiku akan kembali ke istana menunggu kepulangan Lui Zang dan istrinya setelah bahan makanan untuk malam itu kami kirim, besok aku akan membuka gerbangnya kembali." Mei berbalik ke arah belakang melihat Xao ba yang sedang menggendong buah hati mereka, Yue....
..."Padahal ada teleportasi yang bisa langsung membawa mereka ke istana, tetapi Lui Zang itu benar-benar ingin menikmati kemesraan dirinya di kereta itu bersama Hikari." Haku tentu memikirkan ide tersebut....
..."Mau bagaimana lagi, Haku. Dirinya sudah begitu jatuh cinta kepada majikanku, selama dirinya selalu baik kepada dirinya, aku juga merasa tidak masalah, tapi memang aku tidak ingin lama-lama jauh dari dirinya, walau sudah ada orang kuat di sampingnya sekarang ini." Liano pun berfikir hal yang sama, tetapi dirinya memang tidak ingin jauh lagi dari Hikari....
__ADS_1
..."Kalau begitu, kau bisa pergi jika kau ingin pergi, aku bisa sendiri, Liano." Haku turun dari punggung Liano dan mengelus kepala kanan Liano....
..."Untuk sekarang aku mungkin lebih ingin bersama dirimu dan menikmati malam musim gugur seperti masa dulu dengan mereka dan api unggun." Liano tersenyum....
..."Kalau begitu tunggu apa lagi, mari kita bergabung dengan para pemimpin pencuri keliling itu." Haku bergegas berjalan ke tempat para laki-laki pemimpin pencuri keliling itu yang sedang membakar daging dekat pohon besar yang agak sedikit jauh dari para pengikut mereka....
...Kereta kerbau itu pun berjalan menuju ke arah jalan kerajaan Lui Zang berada, dengan empat pengawal kerajaan berpenunggang kerbau silver di ke empat sisi antara depan dan belakang....
...Lui Zang duduk bersandar sambil melihat hikari yang sedang tidur terlelap di dekatnya....
...Merasakan getaran roda kereta itu yang berjalan menuju kembali ke kerajaan miliknya berada yang cukup jauh....
...Lui Zang juga menikmati piknik dan dalam perjalanan pulang tersebut walau Hikari harus terbaring karena sudah waktunya dirinya harus mengisi kembali energi yang terhisap oleh ketia janin di perutnya itu....
..."Aku akan kembali mengajakmu jalan-jalan setelah selanjutnya liburanku kembali tiba, Sayangku." Lui Zang merencanakan ingin kembali berjalan-jalan dengan kereta kudanya....
...Dimana kali ini dia ingin menikmati perjalan di saat Hikari terbangun dan tidak tidur seperti sakarang ini....
...Percobaan pertama memang membuat pelajaran berharga untuk lebih baik dan Lui Zang mendapatkan itu....
...*****...
...Sementara itu di tempat Haku dan Liano berada dengan bersama para gerombolan pencuri keliling dan pemimpinnya....
...Haku ikut duduk bersama kelima orang laki-laki pemimpin para kelompok pencuri keliling itu dimana mereka sedang menunggu daging itu matang....
..."Bisa aku duduk bersama kalian." Bicara Haku dengan wajah ramah yang masih penuh luka....
...Mereka semua gugup dan takut dengan kehadiran Haku....
...Pemilik senjata pedang tersenyum dan dirinya yang pertama berani bicara....
..."Si-Silahkan, Perempuan Kuat." Ucap Gugup pemilik senjata pedang itu yang dekat di samping kiri Haku berada....
..."Aku juga ingin berbaring di sini dan istirahat, jadi harukan saja diriku." Ucap Liano yang merebahkan tubuhnya seperti kucing pada umumnya dengan ekornya dan sayap ia rebahkan....
...Mereka berlima semakin gugup dengan kedatangan Liano yang mengitari di belakang tubuh mereka....
..."Ngomong-ngomong, bisa aku minta perban untuk luka luarku ini? Kalian pasti punya perban bukan?" Haku menaruh reaper di samping kanannya dengan menancapkan ujung gagangnya di tanah....
...Kelima pemimpin kelompok laki-laki pencuri keliling itu saling bisik dengan permintaan dari Haku....
...Kemudian pemilik Gada yang sebelumnya hampir mati di tangan Lui Zang itu berdiri....
...Terlihat wajahnya dengan kumis tebal dan jenggot panjang yang di bentuk bulat-bulat dengan ikatan kecil....
..."Saya akan ambilkan di pengikut saya, tunggu sebentar Nona yang kuat." Pemilik Gada itu langsung cepat bergegas ke tempat pengikutnya untuk mencari perban....
..."Pertarungan tadi sangat dashyat, Nona." Puji Pemilik panah, dimana ada ikat kepala hitam di dahinya yang besar dengan kedua mata lancip seperti elang tanpa kumis dan jenggot....
..."Kalian menyaksikannya rupanya. Sekarang kalian tau bukan, kekuatanku yang besar itu jika kalian mencoba berani berontak dan melawan. Apalagi kalian sudah menyetujui kontrak itu, sekarang kalian di bawah tanganku." Haku tersenyum puas dengan apa yang ingin dia coba akhirnya tercapai, walau belum sepenuhnya....
..."Hehehehe.." Mereka semua tertawa karena takut jika misalkan mereka masih berani melawan....
...Tidak butuh waktu lama, pemilik gada itu memberikan perban dan sebuah benda berbentuk bulat seperti makanan kaleng di tangannya....
..."Ini perban dan ramuan obat kulit untuk mempercepat penyembuhan anda, Nona. Pakailah ini."...
...Haku mengambil perban berwarna putih yang sama pada umumnya dan benda yang ternyata terbuat dari kayu itu....
..."Terima Kasih." Haku mengambilnya dan langsung memakaikan perban dengan ramuan obat kulit yang dia buka seperti cairan agak padat, mirip seperti cream dengan warna hijau dan aroma yang enak....
__ADS_1
...Haku mengoleskan cream itu di beberapa luka di lengan, kaki dan bahkan di antara kedua pahanya....
...Sontak saat Haku mengoleskan cream itu di antara kedua kakinya yang ia lebarkan dan memperlihatkan celana dalamnya berwarna putih membuat mata dari pemimpin pencuri keliling itu langsung tertuju pada satu titik itu....
...Ketika itu Haku sontak menyadari kalau mereka semua satu pandangan ke arah bawah miliknya dan berhenti sejenak sambil merapatkan kedua kakinya dengan menutup tengah miliknya yang memang roknya hanya ada di sisi tengah layaknya tradisional china....
..."Kalian lihat bagian bawahku?" Tanya datar Haku dengan tatapan tajam....
...Sekejap pandangan mereka semua buyar ke segala arah dan pura-pura tidak melihat....
...Liano juga melihat hal itu, tapi dirinya biasa saja dan tidak ada ketertarikan....
..."Jelas mereka melihat, Haku. Kau itu seorang perempuan seperti Hikari sekarang, wajar jika saat kau memperlihatkan bagian kecantikanmu itu, laki-laki akan memandangi dirimu." Ucap Liano....
...'BENAR YANG DI KATAKAN HEWAN ITU.. BENAR... YAH.. BENAR...'...
...Suara mereka berlima langsung membenarkan perkataan Liano seakan memang seperti itu kenyataannya....
..."Hoi... Kalian ingin aku tebas dengan Reaperku." Tatap tajam Haku....
..."Ti-Tidak Nona yang cantik dan kuat... Kami minta maaf jika melihat itu.." Pemilik senjata gada itu sampai berlutut dan di ikuti pemimpin yang lainnya saking takutnya di tebas oleh Haku....
..."Sudah lah kalian tidak perlu meminta maaf, lagi pula memang pakaianku ini agak sedikit minim dan aku tidak tau mana yang cocok dengan style bertarungku. Tapi karena sudah nyaman dengan style rok yang berfokus di depan saja dengan sisi sampingnya terbuka, menurutku ini sangat cocok, walau yah seperti yang terlihat." Haku kembali melumuri luka di kakinya dengan Cream hijau itu yang sekarang kakinya ia rapatkan....
...Para pemimpin itu bangun dari bersujudnya dan kembali duduk....
...Kemudian Haku mulai menutupi lukanya itu dengan perban sambil mencoba berbincang dengan kelima laki-laki itu....
..."Aku ingin tanya kepada kalian semua. Kenapa kalian bisa menjadi pencuri keliling di negeri yang damai ini? Apa kalian tidak bisa membuat desa sendiri atau apapun agar tidak membuat jelek diri kalian?" Tanya Haku sambil mulai memerban lengan kanannya terlebih dahulu....
...Sejenak tidak ada yang menjawab pertanyaan dari Haku itu dan kembali mereka saling melirik....
...Sampai pada akhirnya sang pemilik senjata pedang bicara, dimana dirinya memiliki jenggot panjang tapi tidak memiliki kumis....
..."Kami semua terlahir dari keturunan pencuri keliling yang selalu berpindah-pindah tempat. Sebenarnya kami semua tidak tau asal semua ini bisa terjadi. Hanya sebuah cerita turun temurun yang mengatakan kalau orang yang terlahir sebagai pencuri keliling itu adalah orang-orang yang terasingkan oleh kerajaan wilayah selatan dan menentang kerajaan ini dimana katanya dahulu ada desa yang berbuat kejahatan, sampai desa itu harus di kosongkan dan warganya tidak di izinkan masuk. Sampai pada akhirnya warga yang terusir itu akhirnya membuat kelompok dan seperti yang Nona lihat, kalau pencuri keliling itu juga katanya warga desa di wilayah selatan ini yang terusir akibat kejahatan beberapa orang dan berimbang kepada yang lainnya. Kami sendiri yang sudah terlahir di kelompok pencuri keliling tidak jelas asal muasal bisa terjadi, karena kami juga tidak tau siapa yang berulah sampai terusirnya warga desa sebelum Lui Zang sekarang terpilih untuk menguasai wilayah selatan ini." Pemilik senjata pedang itu bercerita dengan wajah serius....
...Pemimpin yang lainnya juga setuju dengan cerita dari pemilik pedang itu....
..."Benar, karena kehidupan kami sudah dari dulu seperti ini, jadi kami cukup jalani saja." Ucap pemimpin pemilik Gada....
..."Begitu rupanya, sudah aku duga." Haku tersenyum sambil terus memperban luka lainnya di kedua tangannya itu....
...Liano melihat ke arah Haku....
..."Apa alasan mu juga ingin mengulik suatu kebenaran yang terjadi kenapa bisa seperti itu kepada mereka, Haku?" Tanya Liano....
..."Benar, Liano. Kami semua di geng Harusame juga memiliki alasan dengan ketua yang membuat geng tersebut, dimana kami tentu menentang pemerintahan yang korupsi dan tidak adil, hingga kami yang mengatakan itu di anggap kejahatan. Tapi memang kisahnya berbeda dan ada yang janggal mengenai awal mula mereka terbentuk." Haku mencoba menganalisa....
..."Apa kau ingin mencoba menguak apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya kembali Liano....
..."Aku merasakan kalau Naga Hitam itu ada hubungannya dengan masalah ini, karena rasa dendam dan kebencian ketika kita melawan Naga Hitam dalam wujud seperti permen karet aku rasakan sekali besarnya." Tatap Haku ke arah Liano....
..."Kau ada benarnya, Haku." Liano juga menyadarinya....
...Next......
...Sekarang mulai kembali episode masalah kedepan yah....
...Setelah hubungan cinta, kita kembali ke inti permasalahan....
...Silahkan di lanjut jika sudah update....
__ADS_1
...Jangan lupa Like, Vote dan Comment....
...Terima Kasih....