
...Kembali ke kerajaan Lui Zang berada....
...Lui Zang kembali ke kamarnya setelah waktu bekerjanya telah habis....
...Nam yang senang tiasa menemani Hikari kemana pun dirinya pergi kembali istirahat ke tempat dimana dirinya tinggal di dalam kerajaan....
...Pintu kamar yang masih di tempat dimana Hikari dan Lui Zang pindah karena sesuatu....
...Namun Hikari lebih nyaman berada di kamar yang kedua itu....
...Hikari yang sedang duduk di pinggir tempat tidur langsung menemui Lui Zang dan memeluknya....
..."Lui Zang." Peluk hangat Hikari ke tubuh Lui Zang....
..."Sayangku.. Bagaimana satu hari ini, semakin lama kau semakin manja saja kepada diriku." Lui Zang kembali memeluk Hikari dan merasakan perutnya yang buncit menekan perutnya dan bagian bawahnya....
..."Aku tidak tau kenapa merasa ingin sekali selalu berada di dekatmu, Lui Zang." Hikari melihat wajah Lui Zang di atas kepalanya dengan cara sedikit mendangakan kepalanya, dimana wajahnya begitu tinggi bagi dirinya....
..."Apa mungkin lagi-lagi itu bawaan ketiga bayi kita yang ada di dalam perutmu?" Tanya ramah Lui Zang sambil merangkul Hikari ke pinggir tempat tidur dan duduk bersama sambil berpegangan tangan....
..."Entah lah, tiba-tiba rasa manja itu semakin besar seiring waktu berjalannya kehamilanku ini." Tangan Hikari menapakan di atas perutnya yang buncit dan tersenyum manis di wajahnya yang selalu cantik....
...Lui Zang menatap lembut wajah Hikari, perlahan tangan kanannya ia naikan dan membelai kepala sisi kiri Hikari....
...Tangan kirinya menapak di tangan kanan Hikari yang berada di atas perutnya....
..."Luapkan saja apa yang ingin kau lakukan, Sayangku. Apapun untuk dirimu dan bayi kita ini."...
...Lui Zang perlahan mendekati wajah Hikari dan perlahan tangan kanannya memegang kepala belakang Hikari sambil mendorong kepalanya juga menuju ke arah wajahnya....
...Lagi-lagi ciuman bibir cinta Lui Zang di berikan di bibir Hikari....
...Perlahan kedua mata Hikari terpejam dan menikmati bibir dan lidah Lui Zang yang ia julurkan sampai masuk ke dalam mulut Hikari, dimana kedua lidah mereka satu sama lain menyentuh dan saling merabah....
...Telapak tangan kiri Lui Zang sedikit mencengkram tangan Hikari yang sedang menapak di perutnya yang buncit itu....
...Perlahan bibir mereka pun saling berjauhan dengan air liur yang menetes di antara bibir bawah mereka....
...HIkari perlahan membuka kedua matanya lagi dengan kondisi darah yang memuncak naik sambil menatap lembut Lui Zang....
...Lui Zang menyeka bibirnya dan bibir Hikari dengan jubah lengannya yang panjang....
..."Ciuman sebelum tidur untukmu, Sayang. Aku tidak akan bermain dengan tubuhmu malam ini, karena aku merasakan kau sudah kelelahan." Senyum tipis hadir di bibir Lui Zang dengan menatap balik lembut wajah Hikari yang cantik....
..."Be-Begitu yah.. Memang benar kalau aku sudah kelelahan." Jawab Hikari yang malu-malu....
..."Ngomong-ngomong, sebentar lagi akan ada festival Api abadi selama seminggu saat musim dingin tiba, Sahabatku yang juga penguasa Wilayah Timur akan datang bersama rombongan keluarga beserta prajurit pilihannya. Pasti akan meriah dan kau akan menjadi pendampingku di saat ketika sedang dalam festival tersebut." Lui Zang memberitahu festival api yang akan di adakan seminggu setelah musim dingin tiba....
...Tetapi Hikari belum tau kalau ada festival semacam itu di negeri selatan....
..."Festival api abadi? Festival yang seperti apa, Lui Zang?" Tanya polos Hikari....
..."Tuan Han Wei, nama dari sahabatku yang menjadi penguasa wilayah Timur akan memberikan api abadinya sebagai bagian dari kerjasama yang sudah turun temurun ada setelah terbentuknya kerjasama antar wilayah." Lui Zang menjelaskannya dengan wajah lucu seperti seorang guru mengajari muridnya....
__ADS_1
..."Hummpp.. Hummpp.." Hikari menagguk-anggukan kepala dengan polos mendengarkan penjelasan dari Lui Zang yang seperti guru....
..."Api dari kekuatan Han Wei akan membagi keseluruh wilayah kerajaan dan desa melalui alam, Api itu yang akan menghangatkan seluruh penduduk karena musim dingin yang cukup dingin di wilayah selatan itu, jika di rasa nanti dirimu tidak kuat, maka gunakan lah baju yang tebal dan hangatkan diri di perapian. Di sudut itu ada perampian, nanti kita bisa gunakan." Terpejam sesaat kedua mata Lui Zang sambil menganggukan kepalanya....
..."HUmpp.. HUmmpp.." Hikari lagi-lagi hanya menjawab dengan menganggukan kepalanya dengan polos....
...Lalu kemudian Lui Zang mengangkat tubuh Hikari ke pojok tempat tidur dekat dinding dan Lui Zang tidur di samping tempat tidur itu, agar Hikari tidak jatuh tentunya....
..."Sekarang kau tidur yah, Sayang. Bayi kita masih membutuhkan dirimu untuk mereka berkembang."...
...'Muchh'...
...Lui Zang mencium kening Hikari dan menyelimuti tubuhnya yang sudha terbaring ke atas dan kepala memiring ke arah kanan, tepat Lui Zang berada....
..."Iyah, sayang." Hikari mengelus pipi kiri Lui Zang dengan tangan kanannya....
...Lui Zang pun menarik selimut itu sampai atas tubuhnya dan tidur menyamping ke arah kiri....
...Telapak tangannya ia taruh di atas perut Hikari yang buncit terselimuti selimut tebal yag hangat....
..."Tidur yang nyenyak, Sayangku. Bayi dalam perutmu pasti juga butuh itu. Aku benar-benar tidak sabar untuk melihat mereka bertiga, sampai perutmu terlihat besar sekali, Sayang." Tatap Lui Zang melihat perut Hikari yang memang semakin besar dari sebelumnya....
...Hikari hanya memiringkan kepalanya ke arah kanan sambil menapakan kedua tangannya di pipi Lui Zang yang tirus dan putih bersih....
..."Aku juga tidak sabar melihat wajah mereka, Sayangku, Lui Zang. Tapi memang benar perutku semakin besar dan semakin sering juga aku ingin buang air kecil, rasanya aku harus minum banyak air agar cairan ketubanku selalu stabil walau secara perlahan keluar di saat aku sedang buang air kecil juga, kata Nam aku harus banyak minum air dan jangan sampai kekurangan air dalam tubuh, nanti bisa tidak baik untuk janinnya." Tatap lembut Hikari sambil mengelus-elus kedua pipi Lui Zang dengan jari-jari tangannya yang lentik dan halus....
..."Nam dan Mei tentunya berpengalaman, sayang. Nikmati saja kehamilan yang berharga ini, aku memang tidak bisa merasakan bagaimana jadinya menjadi seorang yang membawa bayi di perutnya, tapi aku sebagai suamimu akan selalu ada dan menjagamu di sini. Sampai waktunya tiba, aku akan menemanimu dan meninggalkan sejenak pekerjaan itu. Karena aku tidak ingin kehilangan momen saat kau melahirkan buah hati kita nantinya."...
...'Muchh.."...
..."Temani aku saat itu yah, Sayangku, Lui Zang." Tersipu malu Hikari....
..."Tentu, aku akan berada si sisimu. Sekarang kita tidur dan besok aku sepertinya akan sibuk menyiapkan semuanya. Aku akan kembali berpatroli dan menyiapkan jalur untuk api abadi itu untuk ke desa-desa yang ada, di satu waktu mungkin aku tidak akan ada di istana ini, tetapi aku sudah melarang bangsawan atau orang asing masuk walau keadaan genting sekali pun. Kau tetap bersama Nam dan tungganganmu yah." Lui Zang mengelus pipi dan bibir tipis seksi Hikari....
..."Baiklah, Sayang. Semangat yah yang nanti mereka bertiga lihat kalau Ayah mereka seorang yang kuat dan pemimpin hebat wilayah selatan ini." Tersenyum manis Hikari....
..."Lalu mereka akan melihat kalau yang melahirkan mereka adalah seorang Dewi yang cantik turun dari langit." Lui Zang mencubit lembut kedua pipi Hikari....
...Perlahan mereka saling bercanda ringan sebelum tidur di kamar yang hangat dan mulai sunyi itu....
...Hingga pada akhirnya Hikari tertidur lebih dahulu di bandingkan Lui Zang dalam posisi kepala menghadap Lui Zang dengan senyuman di bibirnya....
..."Selamat tidur, Dewi istriku dan juga untuk ketiga buah hati kita."...
...'Muchh.'...
...Lui Zang mengecup kening sebelum dirinya ikut tidur dan memeluk tubuh Hikari yang ada di sampingnya....
...*****...
...Kembali ke tempat Xao ba dan San Fei yang sudah berada di sebuah desa dekat jaraknya dai istana Lui Zang dan mereka menginap di sebuah penginapan sederhana dengan dua kamar tidur....
...Sementara itu prajurit yang mengawal mereka masuk ke kemah khusus untuk para prajurit kerajaan Lui Zang untuk istirahat di dekat depan gerbang....
__ADS_1
...Xao ba berbaring di atas tempat tidur yang empuk dan di terangi cahaya lampion yang berada di atas meja dekat jendela tengah kamar itu....
...San Fei menaruh pedang Katananya bersarung kunig dengan oranye di pinggir tempat tidur dekatnya, lalu terbaring di atas tempat tidur tserebut dan bersiap untuk tidur....
...Namun sebelum dirinya tidur......
..."Xao ba, apa memang di kerajaan mu sedang dalam stiuasi waspada di kerajaan Tuanmu Lui Zang? Karena aku lihat banyak penjaga yang berada di area bangsawan, kau juga menceritakan kalau salah satu bangsawan terlibat dalam penculikan istri Lui Zang." Tanya San sebelum mengakhiri hari di malam yang sudah larut tersebut....
..."Rumor yang beredar seperti itu, maka itu sekarang, aku sebagai tim penyelidik sedang mengawasi beberapa bangsawan yang ada di dekat kerjaan, karena di saat Lui Zang sedang lemah, mereka berencana melakukan kudeta untuk menyingkirkan Lui Zang. Tapi pada akhirnya mereka gagal dengan Lui Zang kembali pulih." Xao melirik ke arah kanan dimana San Fei berada di seberang tempat tidur lainnya di ruangan tersebut....
..."Sebelumnya kerajaan Tuan Han Wei juga mendapatkan rumor yang demikian, beberapa orang sepertinya mulai berani mencoba ingin membunuh Tuan Han Wei dengan cara apapun, tapi hampir semuanya tidak berhasil." Tatap ke arah langit-langit San Fei sambil mengangkat satu Kakinya....
..."Sebenarnya akhir-akhir ini memang tersanter jelas kejahatan di wilayah selatan, tetapi aku dan Haku, nama dari sahabat istrinya Tuan Lui Zang yang memiliki senjata yang bisa bicara itu mengatakan kalau semua ini pastilah dalangnya adalah Naga Hitam yang ingin membuat kekacauan di beberapa wilayah, apalagi kebangkitannya itu sangat cepat sekali." Xao kembali memikirkan dimana ketika itu Haku dan dirinya berdiskusi di ruangan khusus tempat dirinya sebagai ketua penyelidik....
...Beberapa minggu lalu....
...Xao Ba sedang duduk sambil memeriksa laporan beberapa prajurit yang mengawasi para bangsawan yang mereka awasi di ruangan khusus miliknya di dekat kediaman para prajurit kerajaan di istana Lui Zang bagian luar sisi timur di pagi menjelang siang musim gugur....
...Haku datang bersama Liano yang menunggu di luar pintu ruangan tersebut dimana pas mengarah langusung ke taman tempat prajurit berlatih....
..."Xao.. Apa kau menemukan sesuatu?" Tanya Haku serius sambil membuka pintu itu lebar-lebar untuk Liano masuki kepalanya....
..."Belum ada dan mereka sepertinya hati-hati melakukan gerakan di wilayah para bangsawan, sedikit saja salah, mereka tau akan langsung di seret dan di penggal kepalanya untuk menghukum bagi bangsawan yang ingin mengkudeta kerajaan Lui Zang di saat dirinya lemah. Sebenarnya itu membuktikan kalau ada banyak yang ikut serta dalam pengkudetaan ini, dimana kediaman dari Ling Hao masih kami geledah dan menurunkan semua tahta kepemilikan rumah bordir tersebut dari keluarga Ling Hao lainnya, mereka juga di usir dari kerajaan dan tidak boleh masuk ke manapun wilayah desa kerajaan." Ucap Xao dengan sedikit panjang mengenai laporan tersebut....
...Haku lalu duduk di kursi dengan satu menja bulat di samping kiri dekat dinding dengan dirinya menghadap ke arah Xao Ba yang juga sedang duduk di kursi dan mejanya yang banyak tumpukan kertas di sisi kanannya....
...Angin sepoi-sepoi dingin musim gugur masuk dari celah pintu yang terbuka, dimana wajah Liano masuk di pintu tersebut....
..."Aku percaya kalau semua ini adalah Naga Hitam yang menjadi dalang di balik semua kekacauan tersebut, rasa dendam dan kebencian, juga kerakusan. Ketika aku dan Liano bertarung dengan Naga hitam tersebut, aku merasakannya begitu kuat dari tubuhnya yang seperti Lendir atau karet, dimana bisa memelar dan lainnya, walau memang belum sempurna tubuhnya, tetapi aura pancarannya demikian adanya." Tatap Haku ke arah Xao Ba sambil menaikan kaki kirinya ke kaki kanannya layaknya duduk seorang perempuan....
..."Apa benar semua ini dalanya adalah Naga Hitam?" Tanya balik Xao Ba....
..."Aku sebenarnya sediki mengetahui sebuah alur yang dimana pastinya ada sesuatu kejanggalan mengenai rasa dendam, keserakahan dan kebencian, pasti akan di dalangi sesuatu, karena energi Naga hitam itu pun kami berdua rasakan memang demikian. Bahkan sampai kami rasakan di dalam diri, perasaan yang tidak enak itu." Lirik Haku ke arah kanan dimana wajah Liano berada yan tidak bisa masuk ke dalam karena tubuhnya yang besar....
..."Yang di bilang Haku benar, Xao.Ketika aku memakan tubuhnya saat itu, memang aura tersebut terselimuti sisi gelap perasaan dari seorang manusia. Seakan memang kami memahami kenapa dirinya muncul begitu cepat, yaitu dia mengumpulkan energi tersebut untuk di jadikan pembangkit dirinya, walau mungkin memang masih lambat karena pada akhirnya rencananya gagal berkat perempuan itu. Ucap Liano sambil mengingat perempuan misterius yang menyelamatkan Hikari....
..."Benar yang di katakan Liano. Aku mendengar juga dari Ang Pu mengenai jika mereka berhasil dan menangkap Hikari bersama bayinya itu sampai menarik mereka paksa dari rahimnya. Naga Hitam tersebut akan memanfaatkan janin bayi yang terselimuti kekuatan netral yang di turunkan oleh ibunya beserta DNA dari Lui Zang untuk membuat dirinya makin kuat dan menyatukan bersama tubuhnya, walau nantinya mungkin mereka tidak mendapatkan Hikari, tetapi DNA yang sudah tertanam akan di manfaatkan untuk dirinya melahirkan bayi dari tubuhnya dan memakan janin itu sendiri sebagai konsumsi energi besar. Walau memang ada aspek lain dimana dirinya akan membesarkan salah satu anak dari Hikari dan Lui Zang, ketika ada satu bayi perempuan di dalam rahimnya yang kemungkinan terjadi, pastinya dia akan memanfaatkan tersebut seperti layaknya menumbalkan janin-janin yang akan ia lahirkan untuk konsumsi juga kekuatan Naga Hitam tersebut, sampai mungkin melampaui kekuatan Lui Zang, bahkan ke empat penguasa wilayah di dunia ini." Ucap Haku tertunduk....
..."Aku bersyukur bencana besar itu tidak terjadi karena sosok perempuan itu yang sangat penting. Tapi apakah kekuatan Istri Tuan Lui Zang bisa memperkuat Naga Hitam itu? Bukan kah energinya akan ternetral?" Tanya bingung Xao Ba dengan kekuatan Hikari....
..."Kekuatan dirinya memang ternetral, tapi semakin ternetral beserta kekuatan itu, akan melahirkan kekuatan suci yang jauh lebih kuat dari ternetralnya kekuatan itu, dengan catatan kekuatannya yang semakin meningkat kuat , bukan bagian luarnya. Tetapi karena dunia ini memiliki kekuatan, pada akhirnya itu bisa saja terjadi berdampak kepada sisi luar dan dalam. Kurang lebihnya seperti kita mengisi balon udara dengan perbedaan mengisi balon dengan air. Ketika balon yang terisi udara, akan masih ringan dan balon itu bisa terbang, tapi jika sudah terisi air, maka tentu dirinya akan kuat juga berat, sama konsepnya dengan apa yang tadi aku katakan mengenai kekuatan di dalam, tidak dengan fisik, akan tetapi karena dirinya memiliki kekuatan, tidak mustahil luarnya akan ikut membesar kekuatannya, seperti balon air yang terlapisi kekuatan hingga dirinya tidak akan mudah pecah karena energi di dalamnya yang berat."...
..."Jadi konsepnya seperti itu. Memang benar itu bisa jauh lebih buruk, ternyata kau pintar juga, Haku." Puji Xao Bao dengan sudah memahami apa yang Haku maksudkan....
..."Tidak, itu juga berkat penjelasan dari Ang. Hehehehe." Haku tersenyum balik....
...Next......
...Terima kasih bagi pembaca setia yang sudah membaca sampai di capter ini, kalian hebat....
...Jika belum update silahkan menunggu, tapi jika sudah silahkan membaca lanjutannya....
__ADS_1
...Terima Kasih....