Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic Cinta 49: Mengungkapkan Sisi lembut Hikari 1.


__ADS_3

...Menjelang Siang di musim gugur yang sejuk....


...Haku dan Liano sedang bersantai di taman istana dimana Haku sedang duduk di bangku taman yang terbuat dari batu dan Liano terbaring di tanah yang sudah di alas batu baru saja masuk dalam divisi peyelidikan yang Xao pimpin untuk menemukan lebih banyak tersangka dan para bangsawan yang bersekongkol bersama Ling Hao....


...Tiba-tiba mereka berdua di datangi oleh pelayan perempuan kerajaan....


..."Nona Haku dan Hewan tunggangan Nyonya Hikari, kalian di persilahkan mengikuti saya untuk piknik di taman bersama Nyonya Hikari." Ucap Penasehat perempuan itu....


...Liano langsung terbangun dari tidurnya....


..."HIKARI... DIMANA? DIMANA TEMPATNYA." Tanya penasaran Liano yang ingin sekali bertemu Hikari....


..."Pada akhirnya dirinya yang terlebih dahulu untuk menemui kita, Liano." Senyum Haku sambil beranjak dari tempat duduknya itu....


...Dengan pakaian baru yang berwarna merah dan masih dalam khas tradisional pakaian china pada umumnya dan Bahu kirinya sudah lebih baik....


...Haku menjadi tampak lebih cantik dan gagah sebagai wanita yang membawa senjata Sabit besar di belakang punggungnya yang bisa merekat begitu saja....


..."Silahkan ikuti saya." perempuan pelayan itu berjalan ke arah taman istana dekat menara utama Lui Zang tinggal....


...Terlihat Liano yang begitu tidak sabar ingin menemui Hikari kembali dan merasakan elusan dari tangan dirinya yang halus itu lagi....


...Mereka berbelok ke arah kanan dimana sudah ada dinding di depan mereka....


...Lalu terlihat lah sebuah alas besar berwarna merah muda dengan sudah tersedia makanan di atasnya di tengah taman yang luas dan ada 4 pohon besar di 4 sudut yang sudah memerah dedaunannya....


...Mereka berdua kemudian melihat sosok yang tidak asing lagi sedang duduk dalam posisi miring di alas besar pinggir berwarna merah muda itu dengan Nam, pengawal sekaligus penasehat Lui Zang....


..."Hikari.." Haku melihat Hikari tersenyum....


..."HIKARIIIII...." Liano langsung berlari ke arah Hikari berada dan langsung menempelkan hidungnya di tubuh Hikari yang sedang duduk santai itu....


..."Liano... Kucing kesayanganku... Kenapa kau tidak menemuiku?" Senyum lebar Hikari sambil mengelus-elus kepala Liano yang lembut itu dimana sudah beberapa hari berlalu tidak ia lakukan....


..."Masalah itu..." Liano langsung merebahkan tubuhnya seperti kucing di pinggir luar alas itu dan tidak enak dengan Hikari....


..."Kami berdua tidak menemuimu karena kami merasa bersalah telah lalai menjagamu di saat itu, Hikari." Haku tertunduk sambil berjalan ke samping kanan Hikari....


..."Ehhh... Jadi begitu..." Hikari mengingat awal kejadian itu bermula....


..."Kami berdua merasa bersalah dan membiarkan kau bersama Lui Zang untuk sementara waktu memulihkan pikiranmu yang mungkin sedang kalut." Ucap Liano sambil menatap khawatir Hikari menyalahkan dirinya....


..."Bahkan kami sempat ingin menghancurkan kerajaan selatan karena kau hilang di culik. Tetapi Xao Ba, tangan kiri Lui Zang menjelaskan semua dan menghentikan di saat diriku sangat marah. Ternyata perbutan itu bukan dari Lui Zang, melainkan orang lain. Aku juga merasa bersalah dengan para prajurit Lui Zang yang menjaga pintu utama di saat aku mengamuk. Hingga pada akhirnya, kau malah di temukan berkat orang-orang di sisi Lui Zang." Haku duduk tepat di samping kanan Hikari dan ada Liano berada sedang bermanja wajahnya di dekat Hikari....


..."Itu semua kecelakaan, Haku, Liano. Aku malah sempat khawatir kenapa kalian tidak ingin menemuiku? Padahal aku kangen dengan kalian berdua." Tersenyum Hikari ke wajah Haku sambil mengelus kepala Liano dengan tangan kanannya yang di taruh di atas alas itu....


..."Tapi... Seakan kami telah gagal melindungi dirimu." Haku melirik ke arah Nam, penasehat Lui Zang yang menjadi titik terpenting Hikari bisa di temukan....


..."Sudah lah, sejenak lupakan itu. Sekarang aku tidak apa-apa. Mari kita makan bersama dan menikmati piknik kecil kita, Haku." Hikari tersenyum dan mengambil sebuah makanan yang ia pesan sebelumnya dan memberikan makanan itu kepada Haku dan Liano....


...Nam duduk di samping kiri Hikari....


...Piknik di suasana yang sejuk walau matahari menyinari siang itu di mulai dengan kembalinya Haku, Liano dan Hikari....

__ADS_1


...Haku mencoba makanan yang Hikari berikan di sebuah mangkuk kecil, dimana terlihat seperti makanan buah-buahan yang bentuk dan warnanya agak aneh....


...Setelah Haku memakan satu buah berwarna biru muda itu....


..."Hueeekkk... Asam sekaliii... Ihhhhhhh buah apa ini..." Wajah jelek Haku yang ke asaman itu membuat Hikari tersenyum....


..."Hehehe... Aku sengaja meminta buah yang asam untuk kita cicipi, entah kenapa aku ingin yang asam-asam." Hikari memakan buah yang asam itu dan merasa baik-baik saja walau memang terasa demikian....


...Liano pun ikut makan dan dirinya juga wajahnya sampai mengkerut....


..."Asaaaammm... Hyeekk.. Assaaammm sekali wuuuhhh.." Liano menulurkan lidahnya dan sampai memejamkan kedua matanya....


..."Maklum saja, Nona Hikari dalam fase ingin memakan atau ingin menginginkan sesuatu di saat dirinya hamil, dimana itu wajar di lalui oleh banyak perempuan lainnya juga." Ucap Nam yang juga ikut makan buah-buah yang asam sampai wajahnya menjadi jelek....


...Hikari malah tertawa melihat wajah-wajah mereka yang merasa ke asaman dengan buah yang mereka makan....


..."Hahahaha... Kalian semua lucu.."...


...Haku senang melihat Hikari bisa tertawa seperti itu di waktu yang cukup singkat....


...Liano pun juga demikian senang melihat majikannya yang sudah terlihat sehat dan baik-baik saja....


...Semua itu karena kasih dan cinta Lui Zang berikan kepada Hikari dengan segala usaha yang dirinya lakukan sebelumnya....


...Mereka pun setelah memakan asamnya buah itu langsung makan siang bersama dengan hidangan sehat yang tersaji di alas besar berwarna merah muda dengan penuh aneka macam makanan....


...Hikari, Liano, Nam dan Haku berbincang ringan bersama di hari itu yang cerah....


...Liano menggunakan diteksi di ekornya untuk memeriksa para pelayan dan pengawal kerajaan jauh agar tidak ada yang menguping pembicaraan mereka....


...Setelah area di jarak yang jauh telah aman....


...Haku lalu mulai bicara mengenai Hikari....


..."Hikari, sebenarnya aku merasa begitu janggal dengan sifatmu yang berubah menjadi feminim dan hampir tidak aku kenal lagi. Bisa kau ceritakan bagaimana itu terjadi, selain hormon perempuan dari kehamilanmu itu?" Lirik serus Haku yang menyilakan kedua kakinya di alas itu dengan siap mendengar jawaban dari Hikari....


..."Akhirnya kau menanyakannya juga." Tersenyum Hikari....


..."Kenapa kau bertanya seperti itu, Haku. Dia tetaplah Hikari dan manjikan kesayanganku. Aku tidak peduli sifatnya berubah, intinya aku bisa bersama dirinya lagi." Tersenyum Liano....


..."Sebelum jawab, aku ingin menyandarkan tubuhku di tubuh Liano seperti dulu, karena seperti yang kau lihat, perutku sudah besar dan aku sedikit tidak nyaman jika duduk posisi tegak terus." Lirik Hikari ke Liano....


..."Degan senang hati, Hikari." Liano membaringkan tubuhnya di lantai dekat belakang Hikari hingga sampai Hikari akhirnya bisa sandaran kembali di tubuh Liano yang empuk dan hangat itu....


..."Begini lebih enak rasanya, hahhh... Memang tubuhmu tidak tergantikan, Liano. Walau tempat tidur kaisar sekalipun." Sandar Hikari di tubuh Liano yang dirinya bisa merasakan gerakan nafas Liano di perutnya di saat bersandar itu....


...Haku ikut bersandar di samping kanan Hikari dan memiringkan tubuhnya ke arah dirinya berada....


...Hikari pun mulai bercerita mengenai dirinya itu....


..."Awal diriku bangun dan terlempar ke dunia ini, perasaanku sebenarnya sudah berubah dan seakan diriku ini begitu sangat lain aku rasakan, tetapi masih mengingat siapa diriku sebenarnya walau tidak bisa seperti dirimu yang kuat status pendirian laki-lakinya." Tersenyum Hikari....


..."Waktu aku dan Liano mencoba mencari jawaban mengenai dimana kami berdua berada, tidak di sangka ada kejadian dimana aku ingin di rampok oleh pencuri keliling di dekat pintu depan dinding kerajaan istana Lui Zang berada, pertengkaran itu dimana Liano belum bisa lebih tau mengenai kekuatan dirinya sampai aku akhirnya di tangkap oleh Lui Zang yang datang karena adanya keributan di depan gerbang utama."...

__ADS_1


..."Jadi itu awal mula kau bisa masuk ke kerajaan ini? Baru saja terbangun sudah mendapatkan masalah besar." Haku tersenyum....


..."Aku juga benar-benar tidak menyangka kalau itu bisa terjadi. Singkatnya Lui Zang membawaku karena katanya aku ini adalah dewi yang di utus untuk menghilangkan kutukan, dimana saat itu aku tidak mengenakan sehelai pakaian pun." Hikari merasa malu....


..."Heh.. Kau telanjang?" Tanya Haku terkejut....


..."Aku awalnya besembunyi di punggung bulu Liano, tapi terjatuh akibat di seruduk kerbau dari ketua pencuri keliling itu dan Lui Zang melihatku."...


..."Hemm... Aku paham." Tatap serius Haku mendengarkan cerita Hikari....


..."Awalnya sifat kelaki-lakian ku masih ada dan menolak ketika peramal Xion mengatakan aku perempuan yang ada di ramalan dirinya dan Lui Zang mempercayai dirinya sampai secara tiba-tiba aku langsung di paksa menikah dimana aku bahkan belum tau masalah dan dunia ini, benar kan, Liano?" Tanya Hikari ke Liano....


..."Itu benar, Hikari di paksa menikah katanya untuk menghilangkan kutukan dari Lui Zang dan dirinya adalah yang di ramalkan setelah sekian lama." Jawab Liano yang mengingat kejadian gila itu....


..."Lui Zang hampir setiap hari meniduri diriku setiap malam dan di pagi hari setelah bangun, bahkan dia tidak segan-segan mengeluarkan kesuciannya di dalam diriku, walau aku meronta dan mencoba menolak halus karena diriku masih takut dimana baru bangun dari kematian, aku harus merasakan kematian lagi, aku tidak ingin dan memilih pasrah beranggapan kalau yang di lakukan itu sia-sia." Hikari mengelus perut buncitnya dengan tangan kanannya....


..."Lalu dengan sifatmu yang berubah?" Tanya Haku yang melihat Hikari sedang mengelus perutnya yang buncit itu....


..."Ketika berhubungan hampir setiap malam dan pagi, seakan sifat laki-laki ku terkikis dan aku saat itu merasakan sedikit kasih sayang di diri Lui Zang walau aku tahu dirinya melakukan hal itu hanya untuk memberikan keturuan walau sebelumnya dirinya tidak memberitahu kalau juga hal itu bisa menghilangkan kutukan darinya ke diriku yang aneh ini. Waktu aku kecil, aku tidak merasakan kasih sayang yang benar-benar aku rasakan hingga sampai diriku dewasa dan bergabung dalam geng Harusame kita untuk menjalani kehidupan berat setelah lulus sekolah, dimana keadaan pemerintahan dunia mulai berbuat seenaknya, termasuk jepang, tempat tinggal kita. Ketika aku menangis di malam-malam Lui Zang melakukan hubungan itu dengan tubuh ini dimana rasa tangis itu tidak bisa aku bendung, perlahan dirinya memeluk, mengelus dan bermain kata-kata indah di selingi dirinya selalu bermain dengan tubuhku ini, perlahan diriku merasa nyaman dengan diriku yang perempuan ini, dimana di saat aku harus tegar dahulu menghadapi kenyataan pahit dan menahan air mata ini, di sisi perempuan ku sekarang, aku bisa mengekspresikan itu dan nyaman sampai pada akhirnya tubuh ini seakan mengambil alih pikiranku yang coba sedikit aku pertahankan menjadi nyaman selama waktu berjalan." Tersenyum tipis Hikari....


..."Jadi kau juga merasa nyaman dengan tubuhmu sekarang?" Tanya Haku yang mulai paham....


..."Faktor kurang kasih sayang itu memperkuat diriku menjadi ingin sekali di sayang oleh seseorang, dari kecil hingga kematian ku tiba, tidak ada sekali pun orang yang menyayangi dan tau diriku yang sebenarnya butuh sekali seseorang untuk menyanggah tubuhku yang tengah mulai rapuh. Liano satu-satunya yang bisa dan menyayangiku walau dirinya tidak paham dahulu sebagai kucingku." Elus tubuh Liano dengan tangan kanan kiri....


..."Kasih sayang yah. Lalu setelah kau di susul oleh Lui Zang di desa itu, kenapa kau lari?" Tanya Haku....


..."Karena aku mulai paham kalau dirinya sekedar menyayangiku karena suatu alasan di dalam diriku saja. Setelah bertemu dengan dirimu dan Liano yang bisa bicara, hingga menyayangi balik diriku, aku bebrfikir tidak masalah meninggalkan dirinya dengan ada orang-orang yang sekarang menyayangi diriku, walau ketika itu aku tau kalau diriku tengah hamil anak dari Lui Zang akibat pembuahan yang ia lakukan terus kepadaku, dimana titik itu memuncak dan hasrat ke sifat perempuanku semakin kuat seperti sebuah kereta uap berjalan cepat yang melaju ke jalur yang telah di atur oleh petugas untuk ke tujuan akhirnya, yaitu diriku sebagai seorang perempuan. Sampai pada akhirnya aku tidak bisa lagi mundur dan di titik dimana aku merasa nyaman dan harus aku terima diriku, apalagi seperti yang kau lihat, sebentar lagi aku akan berstatus sebagai ibu dari ketiga bayi yang sedang tenang di dalam perutku ini, Haku." Lirik Hikari lembut ke kanan dimana Haku berada....


...Haku melihat kisah kejujuran dari Hikari yang memang dirinya begitu dahulu penyayang dan bukti itu dimana dirinya selalu bersama-sama dengan Liano, kucing kesayangannya yang ia pungut waktu di jalan saat masih bayi di tengah hujan yang deras saat pulang dari perang antar geng dan Hikari terluka sambil membawa Liano ke apartemenya....


..."Kau sudah nyaman dan menerima sifat yang ada di tubuh perempuan mu itu, walau dirimu juga seakan di paksa dengan hormon kehamilan dan lainnya, mungkin aku sedikit belum bisa memahami karena tidak sepenuhnya merasakan, tapi memang walau diriku seorang perempuan, aku juga perlahan mulai menganalisa bagaimana seharusnya perempuan bertingkah dan lainnya ketika di saat mengintai bangsawan Quan Gi yang selalu bersama wanita sewaan di setiap malamnya, tapi tentu sepertinya aku bisa mengendalikan dan menjadi perempuan tangguh tentu bukan lah masalah bagiku." Haku tersenyum....


..."Mungkin satu hal yang terbesar merubah diriku perlahan menjadi seperti ini juga, karena perasaan cinta, cinta dari Lui Zang di awal malam saat kami berhubungan walau Lui Zang sendiri mungkin tidak ada rasa cinta, tapi entah kenapa cinta itu seakan hadir dan menguatkan semuanya. Tubuhku seakan miliknya." Hikari memiringkan tubuhnya ke arah Haku dan memeluk perutnya yang buncit itu....


...Haku balik memiringkan dirinya ke arah Hikari berada, menapakan tangan kanannya di atas perut buncit Hikari dan tersenyum....


..."Cinta yah... Mungkin kau telah menemukan cinta di saat malam pertama walau dalam paksaan itu." Haku tersenyum....


..."Iyah, Hasilnya adalah ini. Buah hati yang sempat ingin aku besar dan lahirkan sendiri bersama kamu dan Liano dalam perjalanan menuju tempat tinggal tenang yang ingin kita tinggali bersama, tetapi takdir demikian, dimana seakan buah hati ini menuntun ku kembali ke Ayahnya yang kuat dan seorang kasiar penguasa wilayah selatan." Hikari begitu senang dengan hasilnya sekarang dimana dirinya bisa berbahagia dengan Lui Zang di sampingnya, walau ada insiden tidak mengenakan di balik kesenangannya sekarang itu....


...Apakah itu adalah takdir Hikari ketika dirinya masuk ke dunia yang aneh tersebut, dimana beberapa orang memiliki kekuatan? Juga dengan rasa cintanya itu....


...Nextt.......


...Aduh semakin panjang penjelasannya yah dan memang ini saat yang tempat untuk penulis ungkap semuanya....


...Jadi jangan lewatkan satu part pun dan selau tunggu kisah mereka....


...Jangan lupa klik like, comment dan vote....


...Terima Kasih.....


...Penulis lelah... istirahat terbaring di kasur yang empuk......

__ADS_1


__ADS_2