Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic Cinta 55: Usulan-usulan Haku dan Liano.


__ADS_3

...Pemimpin pencuri keliling itu melesat ke arah Haku dengan kedua tombak panjang di kedua tangannya bersama para pengikutnya yang juga membawa senjata pisau, gada, panah dan lainnya....


...Kerbau itu pun mengarahkan tanduknya ke arah Haku berada....


..."RASAKAN SERUDUKAN DARI KERBAU KU INI, PEREMPUAN KECIL." Ucap Laki-laki bertubuh besar itu....


...Haku tersenyum dan mengepalkan telapak tangan kanannya dengan kedua kakinya siap dalam kuda-kuda....


..."MAJU LAH, GENG RENDAHAN."...


...Serudukan kerbau itu pun beradu dengan pukulan dari tangan kanan Haku....


...'BUUUUSSSHHHHHH'...


..."Hah!" Laki-laki besar itu kaget....


..."CUKUP LUMAYAN JUGA MEMANG KEKUATANNYA, TETAPI..." Haku menyeret telapak kaki kanannya dan mengeluarkan tenaga penuh....


..."OOOOORRRRRRAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA..." Teriak Haku....


...'WUSSSHHHHHH...'...


...'BURRRSSSSSHHHHHHHHHH...'...


...Kerbau Hitam itu terhempas jauh kebelakang....


...'DUARRR... DUARRR... DUARRR..'...


...Tubuhnya menghantam banyak pohon di belakangnya dan seketika para anggota dari laki-laki bertubuh besar itu perlahan tidak ada yang berani mendekat dan tunggangan mereka perlahan menghentikan langkahnya....


...Haku dengan tatapan mata biru gelapnya yang bercahaya membuat tekanan kuat yang bisa di rasakan oleh seluruh anggota pencuri keliling itu....


...Ketika itu Haku sedang dalam tahap dimana begitu marah karena walau bertemu Hikari saat itu, tapi dirinya kesal dengan fakta dirinya tidak bisa melindungi dirinya....


..."MAJU LAH, KALIAN PARA CECUNGUK BRENGSEK... MELANGKAH LEBIH JAUH AKAN AKU LEPASKAN KEPALA KALIAN." Tatap Haku dengan wajah yang begitu terlihat tanpa ampun sambil telapak tangannya menggeretak seakan tidak sabar membunuh mereka....


...Mereka pengikut dari laki-laki besar itu berkeringat dan merasakan tekanan yang memang bukan orang biasa yang di lawan oleh mereka selama ini....


...Dalam situasi yang sunyi ini....


...Laki-laki besar itu muncul dengan kemarahan dimana dirinya sedikit terluka dan kembali menunggangi kerbau hitamnya dengan tanduknya yang patah keduanya....


..."RRRAAAAAAAA!!! DASAR PEREMPUAN KURANG AJAR KAU.." Teriak Laki-laki besar itu dengan terus melesat ke arah Haku berdiri dengan aura yang penuh kemarahan....


...Haku langsung melirik ke arah suara itu berada dan merendahkan tubuhnya dengan kedua kakinya ia sedikit lekukan untuk ancang-ancang melesat ke arah itu....


...'WUSSHHHH...'...


...Seketika Haku hilang di tempat awal dirinya berdiri....


...'Buggg..'...


..."DASAR BODOH.' Haku sudah berada di samping kanan laki-laki itu dan kaki kanannya menendang keras kepala laki-laki itu hingga putus....


...'Crrrrsssss..'...


...Darah keluar dari leher laki-laki itu yang kepalanya terpental ke arah kerumunan pengikutnya....


...'Duarrr....'...


...Kepalanya penuh darah dan tertanam di tanah akibat kerasnya tendangan dari Kaki kanan Haku....


...'HUAAAAA!!! LARII.... DIA IBLIS... LARI.... SELAMATKAN DIRI...'...


...Teriak para pengikut laki-laki yang telah tewas itu dan kocar-kacir berlari menyelamatkan diri dari Haku....


...Tubuhnya laki-laki besar itu jatuh dari atas kerbau tersebut dengan tanpa kepala....


...Namun Haku yang menjunjung tinggi keadilan langsung dan tidak terima dimana mereka juga berbuat kasar di saat menjalankan aksinya....


...Haku menarik Reapernya yang sedang terbang di atas langit langsung ke tangan kanannya ia tangkap....


...'Tap.. Trangg.. Wushh..'...


...Haku langsung membuka Reaper itu yang tadinya terlipat menjadi menunjukan senjata aslinya....


..."KALIAN INGIN LARI KEMANA? AKU MULAI MENDAPATKAN IDE UNTUK MENEBAR TERROR DI KALANGAN KALIAN PENCURI RENDAHAN. SIAPA SAJA YANG SUDAH MELIHAT MARAH DIRIKU DENGAN MEMEGANG REAPER, TIDAK ADA BAGI DIRINYA YANG AKAN SELAMAT HIDUP." Ucap Haku dengan tatapan datar dan aura membunuh yang besar....


..."JANGAN LAGI KAU TAHAN.. YEAAHHH.' Ucap Reaper itu....


...Haku lalu mengayunkan vertikal dengan cepat ke arah kanannya dan muncul langsung tebasan angin yang mengarah ke arah para pencuri keliling itu yang lari untuk menyelamatkan diri dengan tunggangan kerbau mereka....

__ADS_1


...'NGIIIINNNGG...'...


...Suara bising kematian itu terdengar dan tubuh kerbau tunggangan mereka gunakan untuk lari terbelah semuanya dan tewas....


...Para penunggan itu terjatuh dan wajah takut menyertai mereka melihat tebasan itu yang belum berhenti sampai menebas pohon-pohon besar dengan rapih di depan mereka....


...Mereka langsung berlari berpencar sekali lagi....


...Suasana yang tadi awalnya ramai dengan para gerombolan pencuri keliling untuk menjarah desa yang tidak jauh lagi berada dekat kerajaan Lui Zang berada di sisi Selatan langsung sunyi....


...Dimana mereka semua lari ke hutan di sekeliling mereka tunggang-langgang takut dengan kekuatan Haku....


..."Sepertinya itu sudah cukup untuk mengusir mereka." Tersenyum Haku yang ternyata hanya menggertak saja....


...Akan tetapi pemimpin pencuri keliling itu memang pantas dengan kematiannya....


..."Hah... Kau hanya berpura-pura marah sampai mengeluarkan aura itu hanya untuk menggertak saja?" Tanya Reaper itu....


..."Sudah lah, tidak perlu kau komentar, sekarang kita pulang sebelum prajurit dari Lui Zang tau kalau aku merusak jalan." Haku melipat Reapernya dan di taruh di punggungnya....


..."Baiklah-baiklah.. Hei bagaimana dengan tunggangan laki-laki itu?" Tanya Reaper....


..."Biarkan saja. Dia akan menjadi liar dan siapa tau ada yang ingin merawatnya." Haku berjalan santai di jalan sunyi yang hanya di terangi cahaya bulan langit malam....


..."Dasar kau itu... Lalu sekarang kita mau kemana?" Tanya Reaper itu....


..."Pulang. Mereka yang selamat pasti akan memilih untuk tidak lagi ingin mencoba merampok di wilayah selatan ini dimana akan tersebar rumor diriku yang memang aku pantas di sebut sebagai dewa kematian, apalagi dengan senjataku ini yang Seperti di pakai film fiksi sebagai senjata dewa kematian." Tersenyum puas Haku....


..."Pulang? Dewa kematian? Kau perlahan juga mulai gila, Haku." Jawab Reapernya....


..."Intinya aku tidak ingin ada lagi orang-orang seperti mereka. Padahal mereka bisa hidup bersama dari pada jadi pencuri keliling dan membuat desa kecil. Ehhh.." Sejenak Haku terdiam dan menghentikan langkah kakinya....


..."Kenapa kau terdiam tiba-tiba?" Tanya Reaper itu....


..."Itu dia. Wilayah ini masih sangat luas dan mereka bisa membuat desa mereka sendiri dengan aku sebagai ketua desa mereka." Haku memikirkan ide yang lebih baik....


..."Hei... Jangan buat ide gila lagi." Jawab Reapernya....


..."Esok pagi aku akan bicarakan ini kepada Lui Zang dan Hikari... Hehehe... " Haku tersenyum dengan berjalan santai menuju ke pintu gerbang selatan untuk kembali setelah menyelesaikan tugasnya yang singkat itu....


...*****...


...Sementara itu di ruangan dimana Ang berada dan sedang duduk termenung di atas tempat tidur ruang perawatan itu....


...Yang paling ia tidak pahami lainnya adalah, sosok putih itu yang selalu memberikan sebuah petunjuk di masa depan dimana Ang selalu harus memilih dengan tangannya sendiri....


..."Sebenarnya apakah kami semua memiliki sesuatu yang di butuhkan untuk dunia ini?" Ucap bingung Ang kepada dirinya sendiri....


...Dirinya masih merasa penuh misteri walau sudah hidup lama di dunia ini....


..."Tetapi aku memilih tidak lagi peduli Sebenarnya, tapi entah kenapa di saat aku melihat dirinya, seakan rasa penasaranku kembali muncul. Walau dirinya menetralkan dimana sudah aku ketahui dari sosok putih itu, tetapi benar kah hanya itu." Ang merasa ada sesuatu yang lain dari sisi Hikari....


...Namun kembali dirinya untuk tidur dan istirahat agar lukanya cepat sembuh dan Ang ingin kembali menjelajahi wilayah lainnya dengan melihat sudah banyak berubah kah di wilayah lainnya di saat dirinya tinggal lama di wilayah selatan menunggu kehadiran orang yang di maksud dalam misteri ingatan itu....


...Dimana Ang sudah hampir satu tahun menetap di wilayah selatan dan tinggal di kediaman rumah keluarga milik Nam dengan memanipulasi ingatan mereka untuk mengetahui kejadian itu benar atau tidak dengan tanda Selir dari Lui Zang itu menjadi pernikahan terakhir dirinya....


...Ang menunggu juga di waktu yang pas dengan kejadian yang ada....


...*****...


...Sementara itu di area taman dekat kediamsn Lui Zang dan Hikari....


...Liano sedang membaringkan tubuhnya dan memejamkan kedua matanya di lantai taman sambil menggunakan kekuatan penditeksinya....


...Walau dirinya tidak sepenuhnya tidur, tapi yang ia lakukan hanya untuk mengisi energinya yang ia keluarkan itu, karena belum terbiasa....


...Sementara itu....


...Naga besar milik Lui Zang datang dari atas menghampiri Liano yang tengah terbaring itu di taman dan tubuhnya ia lingkari di sekeliling taman, saking besarnya tubuhnya tersebut....


..."Hei. Apa itu kekuatan barumu?" Tanya Si,ryu....


...Nafas Naganya begitu terasa di tubuh Liano, karena wajahnya begitu dekat dan besar....


...Liano membuka kedua matanya perlahan....


..."Benar, aku mempelajarinya sendiri dimana ketika aku bertarung dengan Naga Hitam yang tubuhnya seperti lendir itu, aku mencabik dan tidak segan memakan tubuhnya yang aku koyak itu. Hingga pada akhirnya aku bisa menggunakan kekuatan ini." Jawab Liano sambil melihat Naga Hijau besar itu di hadapannya....


..."Kau bisa jauh lebih berkembang melebihi ini, kau juga kuat bisa menahan dan memakan tubuh Naga Hitam yang terkutuk itu. Aku sempat berfikir kalau kau itu memang mirip seperti istri dari tuanku kekuatannya." Naga Hijau itu menapakan kaki depannya di dinding tinggi yang hampir 5 meter dimana dinding itu mengelilingi seluruh tempat utama Lui Zang berada di istana itu....


...Wajahnya melihat ke arah langit....

__ADS_1


..."Bagaimana dengan dirimu, apa kau juga semakin kuat? sudah lama kita tidak saling bicara setelah kau mengajariku terbang dengan sayapku ini." Tersenyum Liano melihat Si'ryu yang di awal dirinya tinggal beberapa hari di istana Lui Zang karena Hikari di paksa menikah dan tinggal di istana ini....


..."Diriku? Tentu bisa di bilang jika di ukur dari sisi dimana manusia itu tidak memiliki kekuatan, aku adalah Naga Hijau yang kekuatannya over power, dengan Lui Zang yang menjadi kontrak manusia ku untuk menjaga wilayah ini dari hasil di pilih oleh batu besar yang menjadi jantung wilayah selatan ini, tentunya dirinya adalah seorang pemimpin yang kuat walau sebelumnya memang ada yang lebih kuat dari dirinya." Naga Hijau itu menjawabnya dengan santai sambil melirik ke arah kiri dan kanan dengan kumis naganya yang begitu panjang....


..."Jadi sebelumnya ada yang lebih kuat di bandingkan majikanmu sekarang ini?" Liano kembali memejamkan kedua matanya....


..."Tentu saja. Tapi tentunya di saat yang masih belum terbebas dari bayang kegelapan Naga Hitam yang terus mencoba merusak wilayah selatan ini, memaksa Lui Zang dan diriku harus lebih kuat." Tersenyum Si,ryu....


..."Bagaimana kapan-kapan kita bisa berlatih bersama Haku, dimana wilayah ini masih banyak tanah lapang yang luas walau sepenuhnya banyak pohon-pohon yang besar." Liano membuka kedua matanya perlahan dan tersenyum....


..."Kau yakin ingin berlatih bersama diriku ini?" Lirik Si'ryu ke arah Liano berada di belakang samping kanan kepalanya....


..."Kalau jika kau mau, tapi jika tidak, tidak apa. Tapi akan lebih menarik jika bisa latihan bersama untuk mempersiapkan sesuatu yang nanti datang. Karena Naga Hitam itu belum kalah." Tatap serius Liano....


..."Aku tidak masalah, tapi apa kau yakin? Kekuatanku itu sangat besar dan tidak seperti yang kau bisa bayangkan dengan sekarang pun, kau tidak bisa mengukurnya." Tatap serius balik Si'ryu....


..."Tidak masalah, itu jauh lebih menarik lagi aku bisa melihat kekuatan dirimu yang besar itu. Jadi, kapan kita coba berlatih dengan kekuatan maksimal?" Tatap Liano....


..."Tuanku yang memutuskan, karena kekuatanku terbagi, artinya jika diriku untuk mengerahkan kekuatan maksimal, Tuanku juga harus ikut dengan kekuatan maksimal juga nantinya. Tapi jika cukup dengan diriku seperti ini, maka tidak apa, artinya tanpa Tuanku, aku bisa menemani kalian berlatih dengan hanya sebatas kekuatan diriku tanpa menggabungkan kekuatan dari Tuanku." Tersenyum Naga Hijau itu....


..."Terserah saja, sebenarnya aku juga penasaran dengan kekuatan dirimu, yah walau mungkin belum maksimal." Liano balik senyum....


..."Kalau begitu mungkin kalian berdua bisa dengan cepat meminta itu kepada Tuanku besok. Sebentar lagi hari libur dan Tuanku tidak bekerja di satu hari itu." Naga Hijau itu kembali menerbangkan tubuhnya ke atas langit....


..."Baiklah, aku tunggu di hari itu." Tersenyum Liano....


..."Aku akan berpatroli kembali, mohon bantuannya." Si'ryu pergi kembali terbang dan tubuh melingkar panjangnya itu kembali terlihat jelas di langit malam yang cerah itu....


...*****...


...Sementara itu di tempat Haku berada....


...Haku masuk ke dalam kamar tempat yang di sediakan oleh Lui Zang yang tidak jauh dari menara utama tempat Hikari tinggal bersama suaminya itu....


...Haku melompat dari tempat tidur dan memejamkan kedua matanya sambil menggapai pegangan tangan senjata Reapernya dan ia lempar ke dinding namun berhenti seakan membeku tanpa menyentuh dinding itu....


..."Ahhh... Rasanya nyaman.." Terpejam Haku yang mengantuk....


..."Hoi... Jangan seenaknya melempar diriku." Reaper itu benar-benar kesal dengan Haku....


..."Sudah lah kau diam.. Aku ingin tidur. Besok aku ingin menguluskan sesuatu kepada suaminya Hikari." Haku menutup kepalanya dengan bantal....


..."Dasar kau ini... Setidaknya tadi kau mengamuk dulu. Aku tau kau bisa membunuh mereka dengan mudah dan berlatih mengejar musuh."...


..."Aku bukan orang yang begitu kejam dimana harus menjadikan mereka mainan untuk sekedar bersenang-senang. Lagi pula yang aku incar hanya pemimpin pencuri keliling itu, dimana otak masalah ada di dirinya. Aku akan terus mengincar pemimpin tertingginya jika aku bisa bertemu dirinya." Jawab Haku lemah karena mengantuk....


..."Hoi... Aku ingin sekali kau mengeluarkan kekuatan besarmu itu. Hasrat ku sebagai senjata begitu menggebu-gebu saat kau mengeluarkan kekuatan besarmu itu, Haku dan --.."...


...Reaper itu terus mengoceh di saat Haku sedang berusaha ingin tidur....


...Hingga pada akhirnya....


...'Brakk..'...


...Haku membuka pintu dan Reaper sudah ada di tangan kanannya yang siap untuk di lempar....


..."Dasar kau... Berisik.... Pergilah..."...


...'Wussshh...'...


...Haku melempar Reapernya tepat di atas dinding kerajaan dimana di atasnya ada prajurit yang berjaga....


..."Hooiiii... Lagi-lagi kau melempar ku seenaknya."...


...'Trang..'...


...Reaper Haku menancap di sisi dalam dinding dan di lihat satu penjaga di atasnya....


...Haku langsung menutup pintu kamar miliknya dan kembali ke tempat tidur....


..."Dasar, berisik.." tatap jengkel Haku sambil memalingkan wajahnya dan tidak peduli terhadap Reapernya itu....


..."Hoiii... Hakuuuu... Cepat cabut aku dari sini." teriak Reaper itu yang di dengar oleh penjaga malam di sekitar dinding itu dengan perasaan aneh, dimana senjata bisa bicara....


...Next.....


...Mungkin kembali santai yah....


...Aku sedikit merasa bingung, tapi tetap lanjut tentunya....


...Silahkan like, comment dan vote jika kalian suka cerita ini....

__ADS_1


...Selalu tunggu kelanjutannya yah....


...Terima Kasih....


__ADS_2