Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic Cinta 53: Pesan Ang dan Hasrat Cinta Hikari.


__ADS_3

...Malam yang indah itu dimana Haku pergi untuk memata-matai pencuri keliling untuk membantu pengamanan penjagaan wilayah yang Lui Zang jaga dengan para utusan prajuritnya....


...Dimana Haku sangat mendukung untuk membuat kedamaian dunia yang sekarang mereka tinggali....


...Namun di saat Haku sedang berjalan santai menuju keluar gerbang kerajaan Lui Zang dimana beberapa penjaga dan pelayan berjalan dan penerangan obor di setiap sisinya....


...Ang muncul dari balik pohon besar dekat bangunan di kanan Haku dengan masih ada perban di seluruh tubuhnya yang terlihat jelas....


..."Bisa kita bicara sebentar." Ucap Ang sambil menghampiri Haku dari arah kanannya....


...Haku menghentikan langkahnya dan melirik ke arah Ang berada....


..."Bisa saja, tapi aku tidak bisa berlama-lama. Ada tugas yang harus lakukan." Jawab serius Haku....


..."Aku hanya ingin memberitahu kalau kau dan sahabatmu itu bukan dunia ini bukan?" Tanya Ang....


..."Tentu saja, kau pasti juga, karena crystal yang ada di dahimu itu menunjukan seperti kami yang tiba-tiba sudah terpasang di bagian tubuh dan tidak bisa lepas." Tatap serius Haku....


..."Kau, benar. Tetapi aku yang terlebih dahulu ada kedunia ini sebelum dirimu dan sudah banyak menjelajahi tempat dan wilayah yang terlarang sekali pun." Tatap serius balik Ang....


..."Menjelajah, Tempat terlarang? Jadi kau bisa di bilang sudah banyak tau mengenai dunia yang aku dan sahabatku tinggali ini?" Tanya Haku serius....


..."Bisa di bilang seperti itu, tetapi aku tidak ingin menceritakan lebih banyak mengenai masalah itu, karena aku hanya ingin menitip pesan kepadamu sebelum aku pergi untuk kembali menjelajah, yaitu jagalah sahabatmu itu. Karena dia adalah kunci kedamaian untuk negeri selatan ini yang aku sendiri tidak mengetahui apa yang di maksudnya itu, mungkin karena dirinya bisa menetralkan sesuatu." Ang membalikan tubuhnya dan berjalan kembali ke arah dalam kerajaan Lui Zang meninggalkan rasa penasaran Haku....


..."Ehh.. Menetralkan sesuatu?" Haku merasa penasaran namun tidak begitu ingin tau melalui dirinya, karena dirinya cukup mencoba menjelajahi dengan kekuatannya yang kuat bersama Reapernya yang selalu ia tinggal di sebuah gudang kamar karena dirinya begitu cerewet bicara masalah ini itu, hingga pada akhirnya senjatanya itu ia biarkan tergeletak di kamar....


...Sementara kekuatan Hikari, dirinya bisa memahami itu walau tidak semuanya....


...Reaper milik Haku memang tidak terlihat dan itu alasannya....


...Karena Haku bisa dengan mudah mengambilnya kembali dengan kekuatan dirinya sejauh apapun Reapernya di tinggalkan di suatu tempat dan Reaper itu tidak akan menurut kata orang selain Haku....


...Haku pergi dengan tangan kosong untuk melatih kekuatan fisiknya tanpa Reaper di punggungnya....


...Dirinya keluar dari gerbang besar yang di bukakan oleh dua penjaga kerajaan yang menunggangi kerbau perak dengan zirah khususnya....


...*****...


...Tempat dimana Lui Zang sedang menyelesaikan tugasnya dengan kertas-kertas itu....


...Dengan serius Lui Zang membaca dengan teliti dan menyaring apa yang perlu persetujuannya dan yang tidak....


...Namun kertas-kertas itu terus datang dari luar yang di bawa oleh seorang laki-laki tua dengan kumis dan jenggot yang panjang berwarna abu-abu yang dimana waktu itu Lui Zang di panggil sebelumnya untuk menyelesaikan tugasnya....


..."Saya membawa lagi kertas-kertas perizinan lainnya dari desa-desa dan juga tentang hasil mengekspor barang-barang, buah dan makanan ke wilayah lainnya." Ucap laki-laki tua itu sambil menaruh tumpukan kertas di dekat meja Lui Zang sedang duduk....


..."Ba-Banyak sekali.. Kenapa ini terus berdatangan.." Lui Zang sedikit agak kesulitan untuk menyelesaikan semuanya, karena itu menyangkut kedepan dan tidak sekedar hanya bertarung dan selesai seperti yang mudah Lui Zang lakukan....


..."Anda bisa mengerjakan lebih cepat dan bisa menyelesaikan hingga tidak ada tumpukan kertas-kertas ini lagi selama anda selalu konsisten." Jawab laki-laki keriput itu....


..."Iya-iya.. Aku paham.." Lui Zang menyandarkan tubuhnya di kursinya dan melihat sejenak sekeliling tempat dirinya bekerja yang penuh tumpukan kertas yang menunggu di bereskan olehnya sebagai seorang penguasa....


...*****...


...Kemudian di dalam Kamar satunya dimana Hikari sedang duduk di pinggir tempat tidur....


...Hikari termenung sejenak memikirkan sesuatu sampai Nam mencoba bertanya kepadanya....


..."Nona Hikari ada apa? Apa ada yang ingin anda makan atau lakukan?" Tanya Nam yang sedang berdiri di dekat meja di ruangan itu....


..."Tidak, tidak ada yang aku inginkan. Hanya sedikit merenung dan berfikir. Aku akan merebahkan tubuhku di tempat tidur, Nam." Hikari naik ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya miring ke arah kanan sambil menarik selimut....


...Sebenarnya saat itu Hikari memikirkan Lui Zang....


...Dimana sekarang dirinya jatuh hati sekali kepadanya, apalagi mengingat di saat tadi dirinya baru bangun dari tidur nyenyaknya di tubuh Liano dan menatap wajah tampannya....


...Hikari tersenyum mengingat hal itu sambil menggenggam selimut yang menutupi seluruh tubuh bawahnya....


..."Lui Zang.."...


...*****...


...Malam mulai semakin larut dan Lui Zang selesai waktunya yang harus di ganti karena meninggalkan pekerjaanya dan tidur bersama Hikari di taman....


..."Aku kembali, Sayangku." Ucap Lui Zang yang masuk ke pintu kamar keduanya itu....


...Nam kembali menyapa dan langsung pergi setelah Lui Zang datang dengan di ikuti pengawal perempuan di depan pintunya juga....


...Lui Zang melihat Hikari sedang terbaring menyamping di tempat tidur yang tidak terlalu luas itu dan duduk di celah untuk masuk ke tempat tidur tersebut sambil mengelus kepala Hikari....


..."Tidur yang nyenyak yah, Sayangku." Ucap bisik Lui Zang....

__ADS_1


...Namun saat itu Hikari membuka kedua matanya dan perlahan bangun dari terbaringnya....


..."Aku belum tidur, Sayang. Hanya istirahat menunggumu pulang." Tersenyum Hikari dan langsung menggenggam kedua tangan Lui Zang....


..."Me-Menungguku? Kau tidak perlu menungguku, Sayang. Kondisimu jauh lebih penting dan jangan memaksakan jika kau ingin menungguku." Tatap lembut Lui Zang....


...Saat itu Hikari tertunduk malu-malu secara tiba-tiba dan melirik-lirik ke arah wajah Lui Zang....


..."Humm.."...


..."Ada apa?" Tanya bingung Lui Zang....


..."Humm... Sayang.. Humm.. Aku... Aku.." Memerah kedua pipi Hikari di wajahnya yang sulit mengatakan sesuatu....


..."Apa? Apa kau sakit atau menginginkan sesuatu untuk ku lakukan, Sayang?" Jawab bingung Lui Zang yang tidak tau apa yang di inginkan oleh Hikari....


...Saat itu Hikari memegang pipi kiri Lui Zang dan mencium bibirnya sambil mengangkat tubuhnya sedikit untuk menggapai bibirnya itu....


...'Mucchh..'...


...Lui Zang terkejut melihat Hikari mencium bibirnya....


...Lui Zang sedikit paham apa yang di inginkan malam itu oleh Hikari dan memegang kedua pundaknya setelah ciuman tersebut....


..."Jadi itu yang kau inginkan, Sayangku?" Tersenyum Lui Zang....


...Hikari tertunduk malu dengan kedua pipi memerah....


...Lui Zang kemudian membuka ikatan pakaian luar Hikari yang tepat di atas perutnya dan perlahan melepasnya dari tubuh Hikari dan menyisakan sebuah pakaian pendek berwarna putih yang sengaja di pakaikan bersamaan dengan pakaian luar yang jauh lebih besar dan seperti dress panjang....


...Pakaian putih itu dengan lengan pendek terangkat di depannya dimana karena perut Hikari yang buncit dan memperlihatkan pakian bawah dalaman miliknya yang berwarna putih terbuat dari kain halus menutup kesuciannya yang indah....


...Kedua kaki Lui Zang naik ke atas tempat tidur dan Hikari berlutut di atas kedua Kaki Lui Zang dimana mereka kembali berciuman dengan mata Hikari yang terpejam....


...Ciuman hangat itu di iringi belaian tangan Lui Zang yang merabah bagian tubuh Hikari yang sensitif dan memainkan bagian bawahnya yang hangat dan masih terbalut pakaian dalam bawahnya yang mulai terasa basah....


...Ciuman bibir itu mulai merasuk lidah mereka masing-masing dan tubuh Hikari di peluk oleh Lui Zang yang sudah tidak lagi ada jarak....


...Lui Zang merabah bagian belakang bawah Hikari sambil membuka ikatan pakaian dalam bawahnya itu....


...Setelah pakaian dalam bawahnya terlepas, Lui Zang menaruhnya di lantai kamar dan dirinya beralih membuka kancing pakaian kaos pendek tanpa lengan yang Hikari kenakan....


...Tersisa kaos tanpa lengan di tubuh Hikari....


...Lui Zang menggendong Hikari dan di dudukan di atas kursi kayu....


...Sekarang dirinya yang membuka seluruh pakaian di tubuhnya dan memperlihatkan otot di tangan dan perutnya yang begitu keras dan seakan bukan otot biasa....


...Lui Zang duduk di kursi dan meminta Hikari duduk di atasnya dengan menghadap memebelakangi tubuh Lui Zang....


..."Duduklah dan berpegangan di meja itu, aku tidak ingin tempat tidur itu ternodai. Tapi jika kamu lelah, bilang lah." Tersenyum Lui Zang dengan wajahnya ikut memerah dan jatungnya berdegup kencang untuk melakukan itu lagi di hari kedua malam tersebut dimana Hikari yang meminta....


...Hikari pun juga wajahnya memerah dan jantungnya ikut berdegup kencang....


...Dirinya mengangguk dan perlahan duduk di atas antara kedua kaki Lui Zang yang sedang duduk di kursi tanpa busana lagi menutupi tubuhnya....


..."A..aa..hh...aaa.." Hikari merasakan kembali milik Lui Zang masuk perlahan dan dirinya duduk tepat di atas kedua paha Lui Zang dengan bagian lainnya masuk ke dalam milik Hikari....


..."Uhh.. Rasanya posisi ini membuat jauh kedalam, Sayang.. Uhh... Bagian ujungku terasa ada yang mengganjal." Ucap Lui Zang dengan nada berat sambil memegang kedua pinggul Hikari....


..."I-Iyahh... Ahh... Ter-Terlalu dalam... Uhh..." Hikari mencengkram bagian pinggir menja yang bulat itu dan sedikit mengangkat kakinya agar tidak sepenuhnya duduk di kaki Lui Zang....


...Terlihat tetesan air jatuh di lantai dimana seakan air ketubannya milik Hikari keluar saat itu terjadi walau sedikit....


...Lui Zang menggenggam erat pinggul Hikari dan dirinya berdiri perlahan dan membiarkan Hikari di posisi menungging dan menggenggam meja itu....


..."Kita posisi seperti ini saja, Uhh.." Ucap bisik Lui Zang....


...Perlahan pinggul Lui Zang bergerak ke arah depan dan belakang....


..."Uhhhh...." Hikari merasakan milik Lui Zang memenuhi bagian dalamnya, seakan menghangatkan miliknya dimana dirinya juga merasakan miliknya Lui Zang menyentuh bagian dimana bayinya berada....


...Tetapi Hikari menikmatinya....


...Lui Zang mencengkram erat pinggul Hikari dengan otot-otot lengannya dan permainan pinggul yang tidak terlalu cepat....


...Sesekali Lui Zang membungkukan tubuhnya dan mengelus perut Hikari dari pakaian kaosnya yang masih ia kenakan dan juga memainkan kedua dadanya yang mulai membesar karena memproduksi ASi di masa kehamilannya itu....


..."Kau menikmatinya, sayang... Uhh.. Uhh.." Ucap Lui Zang dengan nada berat dan jantung berdetak cepat....


...Hikari menaruk dahinya di atas meja dan merasakan nikmatnya rasa itu lagi dimana tubuhnya ikut bergerak....

__ADS_1


..."Iyahh... Aku menikmatinya.. Uhhh... Ini sangat nyaman.. Uhh.." Hikari dapat posisi yang nyaman....


...Lui Zang lalu mencoba membungkuk dan memeluk Hikari sambil mengigit daun telinga atas kanannya dengan lembut sambil kedua tangannya memainkan perutnya yang tergelantung dan juga dadanya....


..."Hmmp..."...


..."Kyaahhh..AHHH..." Hikari mendesah lembut dan di lantai kembali terlihat tetesan air bening jatuh di saat yang bersamaan....


...Kedua kakinya ia rapatkan sambil menggengam kedua sisi meja tersebut....


...Lui Zang merasakan bagian dalam Hikari basah dan hangat....


...Lui Zang lalu memegang dagu Hikari untuk di hadapakan ke arahnya dan masih dalam posisi Lui Zang di belakang Hikari....


...Dirinya mencium bibir Hikari dimana saat itu meringis karena hasrat puncaknya itu di posisi terebut hingga ringisannya itu tertahan akibat bibir Lui Zang yang begitu liar mencium bibir Hikari sampai lidahnya masuk....


...'Muchh.. Muchh..'...


...'Mmmpp.. Hmmp..'...


...Lui Zang menikmati setiap gerakan, rabahan dan sensinya....


..."Kau menikmatinya sayang... Ahh.. Aku sangat menikmatinya dalam posisi ini." Ucap bisik Lui Zang di telinga kanan Hikari....


..."Ahh..aaaku jugahh.. hahhh.. uhh.." Hikari tidak bisa menahan hasrat itu....


...Lalu tiba-tiba Lui Zang mencoba mengangkat kaki Kiri Hikari dalam posisi itu....


..."Pegangan yang kuat di meja, sayang. Aku akan sedikit mengangkat kaki kirimu untuk melihat keindahan kesucian dirimu dimana ketiga bayi kita akan lahir di tempat saat aku juga merasakannya." Bisik Lui Zang yang perlahan mengangkat kaki kiri Hikari....


...Tubuh Hikari sedikit posisi miring dan memperlihatkan sisi samping dan perutnya yang besar dan cantik itu....


...Namun tiba-tiba Hikari mencoba merapatkan kakinya yang di angkay itu karena reflek klimaksnya tercapai di posisi itu....


..."AAhh.. Ahhh.. Ahh.." Tubuh Hikari sedikit mengencang di saat telah sampai puncaknya dan sampai dirinya buar air kecil sedikit dan tercampur air ketubannya yang keluar....


...Lantai itu pun kembali terbahasi akibat Hikari kembali memuncak....


..."Kau sampai... Hehehe..." Lui Zang tersenyum di situasi itu....


..."Maaf.. Aku tidak tahan dan tidak di sangka sampai buang air kecil.. Uhh.." Hikari ikut tersenyum dan malu....


...Lui Zang bukan jijik, melainkan semakin bergairah dan merasa istrinya itu begitu imut....


...Dengan posisi kaki di angkat itu, Lui Zang bermain perlahan cukup lama, sampai dirinya memasukan lebih dalam dan mengeluarkan kesuciannya di dalam Hikari sambil menurunkan satu kakinya itu dan berganti mencengkaram bokongnya yang lembut dan putih itu....


..."Ahh.. Aku ingin sampai di titik puncak, sayang." Desah bisik Lui Zang....


...Hikari merasakan lagi bagian dalamnya di keluarkan cairan suci dari Lui Zang....


...Perlahan Lui Zang menjauhkan diri dari belakang Hikari yang dalam posisi berdiri dan menungging....


...Lantai di kamar itu kembali ternodai sebuah cairan suci yang di keluarkan Lui Zang dari dalam milik Hikari....


...Kedua kaki Hikari gemetar dan sedikit menurunkan lututnya agar mengeluarkan semua cairan suci milik Lui Zang yang baru saja di keluarkan di dalam miliknya....


...Lui Zang berdiri di samping kanan Hikari dan merangkul dirinya sambil menicum bibirnya....


...'Muchh..'...


...Lalu Lui Zang membantu Hikari duduk di kursi tempat dirinya duduk dan mengangkat kedua kakinya di antara sisi tangan kursi itu sambil berkata....


..."Mari kita lanjutkan di permainan kedua, sekarang kau cukup duduk di sini dengan kedua kaki terbuka dan melihat perut dan dadamu yang juga semakin besar itu." Tatap lembut Lui Zang....


..."Lui Zang... Uhh.." Tatap balik lembut Hikari yang memegang lengannya yang berotot sedang membuka kedua kakinya lebar-lebar di bangku yang ia duduki itu....


...Terlihat milik Lui Zang sudah siap kembali di masukan ke dalam tempat kesucian Hikari yang indah itu, dimana juga akan menjadi jalur lahir utaman ketiga bayinya nanti....


...Perlahan namun pasti dan Hikari mengerang sambil menggengam erat lengan Lui Zang yang sedang menumpu kakinya yang terbuka lebar di kedua sisi kursi kecil itu....


..."Ahhh.."...


...Next.......


...AAAAhhhh.... Penulis berada dalam bahaya......


...Penulis basahhhhhh... Huhuhuhu.....


...Maafkan penulis dan jangan di tiru jika belum menikah, karena mereka sudah menikah, ok......


...silahkan tinggalkan jejak.....

__ADS_1


__ADS_2