
...Lui Zang menggelar alas di bantu Mei, sementara Hikari membuka makanan yang akan di hidangkan dengan beberapa mangkuk dan lainnya....
...Sementara Haku naik di Punggung Liano dengan Reapernya yang sudah di genggam....
...Saat itu Liano berkata kepada Reapernya Haku yang diam saja....
...Karena biasanya dirinya banyak bicara....
..."Kenapa kau diam, Reaper." Tanya Liano yang sedang terbang terdiam di langit dengan kepakan sayap di punggungnya....
..."Aku sedang tidak ingin bicara. Aku lebih tidak tahan di tinggal sendirian." Jawab Reaper yang terkesan jengkel....
..."Hahahaha..." Haku tertawa lepas....
...Lalu Naga Hijau Lui Zang datang....
..."Kalian sudah siap untuk berlatih bertarung denganku?' Tanya Si'ryu kepada Liano dan Haku....
...Haku meluruskan tangan kanannya yang menggenggam erat Reapernya itu ke arah moncong dari Naga Hijau itu....
..."Siap kapanpun, keluarkan kemampuanmu." Tatap tajam Haku dengan masih senyum manisnya....
..."Baiklah kalau begitu."...
...Sementara itu....
...Lui Zang dan Hikari duduk berdampingan dengan banyak makanan dan minuman sudah tersedia di alas berwarna merah muda besar itu dengan ada Mei juga....
...Hikari melihat pemandangan luas di depannya dimana ada Liano yang terbang dengan Hikari dan Haku di punggungnya....
...Sementara Lui Zang lagi-lagi menyandarkan tubuh Hikari di tubuhnya dengan makanan manis sudah ia pengang di tangan kirinya....
..."Mari aku suapi dirimu, sayang." lagi-lagi kedua matanya yang indah itu menatap lembut wajah Hikari yang cantik....
..."Terima Kasih, Lui Zang." Hikari tersipu malu dengan tubuhnya lagi-lagi bersandar di dada Lui Zang....
...*****...
...Naga Hijau itu terbang melingkar ke belakang, kemudian dari mulutnya keluar laser berwarna Hijau yang tiba-tiba....
..."BUUUURRRRRSSSSSHHHH.'...
...Sontak Haku dan Liano kaget....
..."Liano.. Menghindar." Ucap Haku....
...Liano menghindari serangan tersebut dengan terbang ke arah kanan....
...'DUAAAAAARRRRRRRRR''...
...Serangan itu membuat pohon-pohon di bawah mereka hancur terbakar....
...Liano dan Haku pun melesat cepat ke arah wajah Naga Hijau tersebut yang besar....
..."Ayo, Liano."...
..."Yah, Haku."...
...Akan tetapi....
..."Liano, menghindar."...
...Liano menghindar ke belakang dimana ekor Naga itu hampir menebas tubuh dari kiri Liano....
..."Hampir saja, Haku."...
..."Sepertinya akan sulit mendekatinya."...
..."Baru melewan Naga ini saja sudah cukup sulit, walau badannya besar, tapi gerakannya cepat."...
..."Memang pantas jika dirinya jadi penguasa wilayah, Hummp." Tersenyum Haku....
..."Aku belum mengeluarkan sepenuhnya tenagaku, tidak perlu sungkan untuk melakukan serangan." Ucap Naga Hijau itu....
...Hikari yang melihat Naga milik Lui Zang itu tergagum takjub....
..."Hebat sekali Nagamu itu, Lui Zang. Hmmmnmm..." Lirik Hikari yang masih mengunyah makanan yang di suapi oleh Lui Zang sebelumnya....
..."Karena berkat dirimu, kutukan di tubuhku sudah hampir sepenuhnya hilang dan begitu juga dengan Nagaku tentunya. Kita nikmati pertunjukan ini." Lui Zang kembali menyuapi Hikari dengan sendok kayu di tangan kanannya yang sudah ada makanan untuk Hikari makan....
...Kembali ke pertarungan....
...Haku melesat dari punggung Liano dan Liano melesat dari arah Lainnya dengan kecepatan tinggi....
..."Rasakan ini." Haku yang merasakan angin akibat melesat tubuhnya ke depan itu harus fokus menyerang Naga tersebut dengan sabitnya yang ia genggam di tangan kanannya....
...'Trak.'...
...'Criiiiiiinnnnnngggggg.'...
...'BURRSSSHHHHHH..'...
...Haku membuat gelombang sayatan besar di udara yang mengarah ke tubuh naga tersebut yang besar....
...Liano menggunakan kekuatan Ice sihirnya untuk menyerang bagian bawah Naga Hijau itu dari mulutnya....
..."GRAAAAAAHHHHH.... MEMBEKULAH KAU..." Teriak Liano....
...Namun......
...Naga itu memutar tubuhnya seakan membuat perisai angin dan dari atas ada petir-petir yang menyambar berwarna biru dan membuat sebuah barrier yang mementalkan serangan dari Haku dan Liano....
..."A-APA!" Haku benar-benar terkejut....
...Tetapi pantulan serangan itu menuju ke arah Hikari yang sedang duduk bersama Lui Zang dan Mei....
..."Kyaahhh... Lui Zang.." Hikari memeluk tubuh Lui Zang sambil memegang perutnya, dimana dirinya sedang di belakang tubuhnya....
...Lui Zang hanya satu tangan kanannya yang ia arahkan ke depan lalu mengeluarkan energinya sambil tangan kirinya memeluk Hikari yang ketakutan....
__ADS_1
...Serangan dari Haku seakan terbelah dan hanya menyisakan sisi kiri dan kanan di dekat pohon itu yang melewati mereka....
...'Duarrrrrr...'...
..."Tidak perlu cemas, sayang. Kekuatanku telah kembali berkat dirimu." Lui Zang tersenyum....
...Hikari perlahan melepaskan pelukan itu....
..."Syukurlah.." Tersenyum Hikari....
...Sementara itu....
..."Waduh, gawat.." Haku panik....
..."Sepertinya kita semua bisa membuat Lui Zang marah." Ucap Naga Hijau itu....
..."Hehehe... Semoga dirinya tidak marah." Haku khawatir....
...Liano hanya diam dan seakan tidak ingin ikut campur....
...Lalu kembali Haku melesatkan dirinya dengan cara menumpukan kakinya di Reapernya itu dan menariknya setelah melesat....
...Kali ini dengan tangan kirinya....
...'Trak..'...
..."AKAN AKU TEBAS EKORMU.' Haku mengeluarkan seluruh amarahnya dengan tekanan yang di rasakan oleh Naga Hijaunya itu dimana sabitnya ia arahkan horizontal....
...Si'ryu tau ada yang tidak beres dengan kekuatan Haku dan dirinya kali ini bukan menangiks, tapi mengindarinya ke arah kanannya....
...'WUSSHH.'...
..."Kekuatan apa itu... Aku merasa seperti melihat ekorku terpotong."...
...'DUAAARRRRRRRRRRRRR......'...
...Serangan Haku yang Horizontal tersebut sampai ke bawah bumi dan memotong beberapa pohon hingga menimbulkan ledakan....
...Para pencuri keliling dan pemimpinnya melihat juga pertarungan gila itu yang berlangsung di atas langit yang jauh tempat mereka sedang membangun rumah mereka sementara....
..."He-Hebat.." Ucap pemimpin pemilik gada....
..."Kalau kita tadi melawan seperti orang bodoh itu, pastinya memang dengan mudah mereka mematikan nyawa kita." Pemilik pedang itu tersenyum dengan hati dan pikiran yang penuh rasa takut jika melawan mereka yang kekuatanya benar-benar gila....
...Haku melepar Reapernya dan berpijak untuk melompat hingga melesat ke arah Naga Hijau tersebut....
...'CRank..'...
...'Wushhh.'...
..."JANGAN LARI KAU, NAGA JELEK." Haku sudah dalam mode seriusnya....
...Alasan Haku jarang memakai tangan kairinya ialah, karena sebenarnya kekuatan tangan kirinya jauh lebih kuat di banding tangan kanannya....
...Ketika dirinya seperti sekarang menggunakan tangan kirinya untuk menggenggam reapernya, artinya Haku 2x lebih dari tebasan sebelumnya....
...Namun ada misteri lain yang belum Haku ketahui....
..."Graaaaaaaahhh.'...
...Kembali laser hijau di arahkan ke arah Haku yang sedang melesat itu....
...Haku menarik Reapernya dan membuat tebasan dengan tangan kirinya membentuk simbol plus (+) untuk memotong serangan itu....
...'CRING..'...
...'CRING..'...
..."HAHAHAHAHAHA INI MENYENANGKAN.." Tertawa kembali Haku dengan puas....
...Serangan itu tidak mengenai Haku dan melewati dirinya....
...Naga itu menghindar dari sabitan Haku yang sudah dekat di mocongnya....
...'CRINGG...'...
...Namun tidak kena....
..."Kekuatannya tidak seberapa, tapi anehnya aku merasa seperti dirinya bisa dengan mudah menebasku." Naga Hijau itu bingung dengan instingnya....
...Lalu Liano menyemburkan api yang mengenai kulit dengan kaki belakang Si'ryu....
..."GRAAAAAAAAAHHHHH... RASAKAN APIKU ITU.." Tatap tajam Liano....
...Naga itu memundurkan dirinya dan terlihat ada bagian terbakar di dekat kaki di tubuhnya....
...Haku menaruh Reapernya di kakinya untuk pijakan dan bersiap kembali untuk menyerang....
...Begitu juga Liano....
..."Kekuatan mereka berdua sungguh bisa di bilang aneh. Dengan mudahnya mereka bisa melancarkan seranganku, bahkan instingku yang kuat ini seakan melihat tebasan-tebasan dari perempuan itu bisa memotongku dengan mudah. Kalau begini." Naga Hijau itu mulai mencoba serius....
...Ketika itu Lui Zang tersenyum....
..."Hmm.."...
..."Kenapa kau tersenyum tiba-tiba, Lui Zang?" Tanya Hikari dimana masih bersandar di tubuh Lui Zang....
..."Nagaku akan serius malawan Haku, sepertinya dia baru menyadari ada yang aneh dengan kekuatan temanmu itu dan juga tunggangan kesayanganmu itu, sayangku." Lui Zang mengelus wajah Hikari yang cantik di samping kirinya....
...Mereka pun kembali melihat ke arah mereka sedang berlatih bertarung itu....
...Tiba-tiba Naga Hijau Lui Zang ukurannya berubah menjadi lebih besar dari ukuran sebelumnya yang hampir 2 kali lipat....
...Giginya semakin tajam, tanduknya lebih besar dan tubuhnya bersinar hijau seperti sebuah batu Giok Hijau yang trasnparan....
...Terdapat petir-petir di sampingnya yang menghentak di tanah sampai pohon-pohon di bawahnya terkena petir itu sampai terbakar....
...Kedua matanya pun berubah seperti saat Lui Zang marah yang bercahaya Hijau terang....
__ADS_1
..."Tenaganya.." Haku kaget melihat Naga itu melebih tubuh Liano sebelumnya yang bisa di bilang hampir sama walau tubuhnya panjang dan ramping....
...Tetapi kali ini berbeda....
...Bahkan dirinya berdiri seperti ular kobra dengan rambut juga kumisnya yang besar, cakaran di kedua tangan dan kakinya pun seperti ada bola hijau dengan listrik....
...Haku seperti melihat Dewa di dalam sebuah Game....
...Hikari pun terkejut kalau Naga Milik Lui Zang bisa lebih besar di bandingkan sebelumnya....
...Bisa setengah tubuhnya cukup mengitari kerajaan pusat Lui Zang....
...Sangat besar....
...Langit pun berubah menjadi gelap dengan gemuruh petir walau tidak ada angin kencang berhembus....
...Lui Zang melirik ke arah Hikari....
..."Tidak perlu cemas, sayang. Aku akan melindungi. Juga kau Mei." Lui Zang melirik ke arah Me selanjutnya dimana dirinya sedang duduk di kanan Lui Zang yang sedikit berjauhan....
..."Hahaha tenang saja tuan, Aku bisa menjaga diri." Mei tersenyum dan memang dirinya memiliki kekuatan lain selain teleportasinya membuka gerbang itu....
..."Mari kita mulai kembali." Ucap Si'ryu....
..."Yah." Haku dengan percaya diri menjawab....
...Tetapi....
...TIba-tiba cengkraman besar tangan kiri Naga Hijau itu sudah begitu dekat di tempat Haku sedang berdiri dan terlihat cahaya Hijau terang di kiri Haku dimana tubuh besar Naga Hijau itu melesat dengan tangannya yang bisa mencengkram seluruhnya tubuh Haku....
..."A-APA.'...
...'CRCCCRCRTTCRRCCTCTCR..'...
...Haku tersentrum dan tercengkram seluruh tubuhnya....
...'WUSHHH...'...
...'DUARRRRRRRRRRR...'...
...Setelah tersetrum itu, Haku terpental ke belakang dengan cepat sampai menyentuh tanah dan membuat lubang retakan....
...Haku dengan mudah terkena 3 serangan beruntun....
..."HAKUUUUUU!!!" Liano berteriak dan langsung menghampiri Haku yang tubuhnya tertanam di bawah tanah dengan pohon dan bebatuan di samping-sampingnya....
..."AAHHKK... KEKUATAN MACAM APA ITU.." Darah keluar dari mulut Haku dan tubuhnya terluka gores dengan sisi-sisinya seperti terbakar....
..."Haku, kau baik-baik saja." Liano melihat kondisi Haku yang sudah terluka....
..."Apa aku terlalu berlebihan?" Tanya Naga Hijau itu....
..."HOI... KAU ITU MAU MEMBUNUH DIA YAH.." Teriak Liano....
..."Hahahaha... Aku tidak akan melakukannya, lagi pula instingku bagaimana seranganku bisa mematikan atau tidak, temanmu itu masih kuat." Tersenyum Naga itu....
...Haku bangun dan terduduk sambil meludah darahnya yang keluar dari dalam mulutnya itu....
..."Cuih... Sepertinya instingmu memang benar-benar tajam, terbukti serangan itu tidak membuatku terbunuh, tetapi kerusakannya di tubuhku.... Terlalu besar." Haku merasa memang terluka walau belum ada tulang yang patah....
...Reapernya pun terpental jauh di kanan Haku berada....
..."HOI HAKU... MARI KITA SERIUS.." Teriak Reapernya Haku....
..."Yah.. Aku belum kalah. Hahahaha.." Haku kembali berdiri tegap sambil tertawa....
..."Kau itu benar-benar berbeda sekali dengan Hikari. Jiwa laki-lakimu masih berobar besar, Haku. Andai Hikari juga seperti dirimu sekarang, pasti kalian bisa kerja sama dengan baik seperti dulu." Liano membayangkan jika Hikari seperti Haku yang begitu kuat jiwanya....
...Tetapi walau sekarang dirinya menjadi lemah lembut dan dalam kondisi mengandung, tetapi memang suatu takdir jika pada akhirnya dia seperti itu di dunia ini....
...Dari awal memang Liano melihat kalau Hikari ini nyaman dengan tubuhnya itu....
..."Hikari sudah lebih baik di tangan yang tepat dan di lindungi olehnya, dari awal memang sebenarnya aku tau kalau jiwanya penyayang dan lemah lembut saat dirinya bergabung. Walau mungkin ia tutupi. Mungkin itu juga alasannya ketika dirinya terbangun sebagai perempuan di dunia ini, sifat aslinya terbawa. Dirinya juga pernah cerita kalau tidak pernah di sayangi oleh kedua orang tuannya, bahkan menjadi berandalan. Takdir itu sudah ia pilih dan dengan kehamilan juga yang telah ia rasakan selama ini, tidak ada lagi alasan Hikari untuk kembali, karena aku juga senang jika sekarang dengan dirinya yang nyaman itu. Aku yang juga di tubuh wanita ini tidak menyesal, karena aku masih bisa bersemangat dan membangun kehidupan yang baik bersama dirinya. Liano. Mari kita yang bekerjasama mengalahkan Naga besar itu." Tatap tajam Haku ke arah Naga besar Hijau itu yang bersinar tubuhnya dengan petir-petir di samoingnya....
...Lagi-lagi para gerombolan pencuri itu melihat takjub kekuatan dari Naganya Lui Zang yang menggunakan versi seriusnya....
...Xao Ba yang sedang menggendong Yue di saat dimana buah hati miliknya itu ia ajak melewati teleportasi yang di buat oleh Mei, istrinya itu untuk membantu Haku tersebut memantau para pencuri keliling dimana dirinya juga melihat kalau pada Akhirnya kekuatan dari Lui Zang telah kembali setelah kutukan Naga Hitam itu bersemayam di tubuhnya....
..."Tuan, Akhirnya aku bisa melihat kekuatan sesungguhnya dari Naga Tuan yang dahulu mati-matian melawan Naga Hitam tersebut." Ucap Xao Ba ke arah langit tempat Naga Hijaunya sedang menampakan diri begitu besarnya lalu melihat wajah anak perempuannya yang sedang tersenyum itu....
...Sementara itu di tempat Lui Zang dan Hikari....
..."Ngomon-ngomong, Lui Zang. Sebenarnya bagaimana metode melenyapkan kutukan Naga Hitam itu dari tubuhmu, aku belum paham masalah itu." Lihat dengan wajah Lugu Hikari....
...Lui Zang langsung tersenyum dan memegang dagu Hikari dengan tangan kanannya....
..."Apa kau tidak tau?" Tanya Balik Lui Zang....
...Mei memasang wajah memerah dimana dia tau bagaimana metodenyanya....
..."Tidak, aku tidak tau." Jawab polos Hikari....
...Lui Zang mendekatkan bibirnya di telinga kanan Hikari dengan senyuman manis di wajah tampannya....
..."Yaitu dengan berhubungan dan mengeluarkan kesucianku di dalam tubuhmu, itu lah metodenya. Kau pasti lihat kesucianku ada noda hitam di saat aku keluarkan hingga aku sulit memiliki keturunan. Tapi kau menetralkannya dan pada akhirnya, benihku termurnikan dan sekarang sedang tumbuh di rahimmu itu, Sayang." Bisik Lui Zang sambil memegang perut Hikari....
...Wajah memerah Hikari kembali tampak dan rautnya malu-malu....
..."Ja-Jadi begitu..." Hikari baru paham....
...Mei merasa malu mendengarnya juga....
...Tapi pertarungan itu masih berlanjut dan apakah Haku dan Liano bisa mengalahkan kekuatan Naga dari Lui Zang yang sudah dalam mode serius....
...Next......
...Silahkan tunggu kelanjutan kisahnya dan jangan lupa, Klik Like, Comment, Vote dan selalu tunggu....
...Terima Kasih......
__ADS_1
...Hehehe.....
...Mucch.....