Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic Cinta 47: Awal Pagi yang mengejutkan.


__ADS_3

...Setelah malam yang begitu sangat berkesan dan berbeda yang di alami oleh Hikari dan Lui Zang....


...Pagi musim gugur yang cerah datang....


...Lui Zang terbangun dimana dirinya tidur menyamping ke kiri dan memeluk Hikari yang masih tertidur pulas....


...Lui Zang mendudukan tubuhnya perlahan di atas tempat tidur dan mengelus kepala Hikari dengan tangan lembutnya itu yang sedang tertidur tenang....


..."Tidur lah yang nyenyak dan istirahat lah untuk bayi kita, Sayangku. Maaf, aku mungkin masih terlalu kasar, tetapi sungguh aku merasakan sesuatu yang berbeda dengan dirimu yang sekarang, apalagi dengan adanya bayi kita di saat kita saling menghangatkan." Ucap Bisik Lui Zang....


...Lui Zang kemudian mencium pipi kiri Hikari sambil mengelus perutnya yang terselimuti selimut tebal itu....


...'Mucchh'...


...Hikari merespon sedikit dan bibirnya tersenyum tipis....


..."Aku pergi mengurus urusan wilayah ku dahulu, Sayang."...


...Lui Zang beranjak dari tempat tidurnya dan pergi untuk ke kamar mandi membersihkan diri....


...Setelah membersihkan diri dan kembali masuk ke kamarnya kembali lalu berganti dengan pakaian kekasiarannya....


...Lui Zang masih melihat Hikari yang tertidur lelap yang sekarang posisinya celentang memperlihatkan perutnya yang buncit itu seperti gunung....


...Dirinya tersenyum dan menghampiri Hikari lalu duduk di samping tempat tidur kembali dekat Hikari berada....


...Detak jantung Lui Zang tidak bisa di tekan lambat dengan melihat kecantikan wajah Hikari sambil membayangkan dirinya semalam....


...Seakan Lui Zang tidak bisa melupakan rasa, suara dan sentuhan itu....


..."Ehhh... Kenapa aku merasa ingin melakukan hal itu lagi. Tahan dirimu, Lui Zang, istrimu butuh istirahat." Ucap bisik Lui Zang sambil mengelus dahi Hikari dengan lembut....


...Namun Lui Zang tidak bisa menahan kembali untuk mencium bibir Hikari dan pada akhirnya dia mencium bibir Hikari yang masih tengah tertidur tersebut....


...'Mucch.'...


...'Mucch.'...


...'Mucchh'...


...Beberapa kali Lui Zang mencium bibir Hikari dengan cama sedikit membuka mulutnya dan lidahnya ia keluarkan juga, dengan tangan kanannya menapak di perut Hikari....


...Karena yang di lakukannya itu, perlahan kedua mata Hikari terbuka dan melihat Lui Zang sedang mencium bibirnya....


..."Hmm.."...


..."Ahh.. Sayang... Maaf membuatmu terbangun." Lui Zang kaget Hikari terbangun....


...Hikari langsung melirik ke arah Lui Zang dengan masih posisi tidur celentang dan Lui Zang duduk dekat di kepala Hikari berada....


..."Apa yang sedang kau lakukan, Sayang?" Tanya Hikari dengan lembut yang baru bangun tidur dan kedua matanya belum sepenuhnya terbuka....


..."Ehh.. Aku.. Aku.. Aku benar-benar tidak bisa memalingkan atau hasratku saat melihat wajah cantik dirimu dan mengingat malam tadi, seakan aku tidak bisa menahan rasa ingin merasakannya lagi walau aku sudah mulai bersiap kembali bekerja." Tertunduk Lui Zang menatap wajah cantik Hikari dengan wajahnya yang tampan itu sambil mengelus perut Hikari....


...Hikari dalam pikiraanya juga masih belum hilang dan rasa kenikmatan yang ia rasakan seakan belum bisa ia hilangkan dari pikirannya....


...Ketika itu Hikari sedikit bisa merasakan sebagai seorang laki-laki yang tentu penuh kebimbangan dengan hasratnya antara di lakukan atau tidak dengan kondisi melihat sisi perempuan yang lelah dan bahkan sedang hamil dimana kehamilannya ini tidak biasa....


...Hikari memang melihat Lui Zang bukan orang yang jahat dan wajar jika ia berfikir mesum seperti itu dan menginginkan kenikmatan itu ia rasakan....


...Hikari kemudian berfikir untuk memberikan kesempatan lagi kepada Lui Zang di pagi yang dingin itu untuk kembali merasakan seperti di waktu malam....


...Perlahan Hikari beranjak dari tidurnya dan duduk bersandar di dada Lui Zang, lalu dirinya perlahan membuka pakaian tidurnya yang dimana memperlihatkan kembali tubuh cantik dirinya yang belum masih mengenakan pakaian dalamnya, atas mau pun bawah....


..."Aku memberi kesempatan agar kau bisa tenang nanti kerjanya, tapi ingat, jangan lama-lama yah." Ucap Hikari dengan kedua pipinya yang memerah dan detak jantung yang berdegup kencang....


...Lui Zang sejenak terdiam dan dirinya langsung ke arah bawah kaki Hikari dan menyikap pakaian bawah kekaisarannya yang besar itu....


...Hikari di posisikan miring ke kanan dengan kaki kirinya Lui Zang Angkat....


..."Ahhhh.." Hikari yang baru memulihkan dirinya harus bersiap kembali di pagi yang dingin itu....


..."Aku mulai, Sayang.. Uhhh.. Uhhh.." Lui Zang langsung menggerakan pinggulnya kembali....


...Hikari yang posisi miring itu mencengkram bantal yang ada di bawah kepalanya dan menggerakan kaki kirinya yang putih itu di angkat oleh Lui Zang ke atas pundaknya karena merasakan klimaks kembali....


...Hikari benar-benar lebih sensitif dan jantungnya berdetak kencang....


..."SShhhh... Hhhhh..." Hikari mencoba menahan dan tidak mengeluarkan suara karena ada pelayan yang sudah berjaga di luar pintu depannya....


...Lui Zang pun tidak berani bersuara....

__ADS_1


...Tangan kanannya sebagai tumpuan Kaki kiri Hikari yang di angkat dan tangan kirinya ia tapakan di perut Hikari yang buncit itu sambil beberapa kali mengelusnya agar Hikari nyaman....


...Ketika itu juga Hikari menggunakan tangan kirinya menapak di perutnya karena merasakan guncangan di perutnya itu....


...Tidak lama kemudian, Hikari mengerang lemah sambil menutup wajahnya dengan bantalnya dimana dirinya merasakan ada yang hangat mengalir di dalam bawah dirinya sambil mencoba kedua kakinya ia rapatkan yang tidak mungkin karena Lui Zang genggam pergelangan Kaki kiri Hikari ke atas....


...Lui Zang menghentikan gerakannya dan sudah dalam mencapai klimaks dengan cepat karena di pacu waktu dan menaruh kaki kiri Hikari kembali ke atas tepat tidur....


...Lui Zang beranjak dari bawah kaki Hikari sambil mengambil sehelai sapu tangannya dari kantung pakaiannya yang besar itu untuk membersihkan miliknya....


...Hikari yang menutup wajahnya tadi dengan bantal perlahan membukanya dan terlihat kembali keringat di dahinya....


...Namun Hikari saat itu sudah terbuai dan ingin melakukan sesuatu yang mungkin baru ia ingin lakukan selama hidupnya....


..."Sayang, bisa kau duduk di dekat kepalaku seperti tadi?" Tanya sayu Hikari dengan wajah yang terlihat memerah....


...Lui Zang yang sedang membersihkan bagian bawahnya kembali beranjak naik ke atas tempat tidur dan duduk di dekat kepala Hikari....


..."Hehh... Baiklah."...


...Ketika itu kedua Kaki Lui Zang di luruskan dimana Hikari ada di antara kedua Kaki Lui Zang....


...Kemudian tiba-tiba Lui Zang terkejut....


..."Sa..Sayang.. Apa yang kau lakukan kepada bagian bawahku itu? Itu tidak bersih.." Bingung Lui Zang yang dimana Hikari melakukan sesuatu....


...Namun Hikari Hiraukan dan melakukan hal tersebut dengan bibir dan mulutnya....


...Perlahan Lui Zang ikut menikmati apa yang di lakukan Hikari sambil mengelus kepalanya yang tidak jauh di antara kedua belah kaki atasnya....


..."AAhhh... Aku merasakan akan kembali ke puncaknya, Sayang.. Uhhh.." Lui Zang kembali merasakan dirinya akan kembali ke titik puncak itu dengan apa yang Hikari lakukan....


...Hikari mencoba lebih melakukan agar Lui Zang kembali ke titik puncaknya itu....


...Sekarang gantian Lui Zang yang menggenggam erat seperai tempat tidur itu sambil tertunduk dan mencengkram lembut kepala Hikari....


..."Sayang... Ahh.. Jauhkan kepalamu... Akuu.. Uhhh..."...


...Hikari tidak melepaskan dan ......


...Hikari merasakan hangat seperti yang ia rasakan sebelumnya, namun sekarang di dalam mulutnya dan sedikit masuk ke tenggorokannya saking kuat dan tiba-tibanya itu terjadi keluar dari milik Lui Zang....


..."Uhukk.uhukk..uhukk.." Hikari mengeluarkan sebuah cairan suci yang bercampur dengan seperti ada noda hitam dari mulutnya....


...Lui Zang langsung panik dan menyikap rambut Hikari yang panjang itu ke sisi kiri untuk melihat apa yang terjadi....


..."Sayang, kau tidak apa-apa? Apa yang kau lakukan sebenarnya, itu bisa saja ternodai." Ucap Lui Zang panik....


...Lui Zang melihat Hikari meludah di atas tempat tidur miliknya yang begitu banyak cairan suci miliknya menodai sampai tercampur ke cairan mulut bening milik Hikari....


..."Uhuukk.uhukk.. Hueekk.. Hueekk" Hikari masih terbatuk dan bahkan ingin muntah....


...Lui Zang mengelus punggung Hikari dengan wajah panik....


..."Keluarkan, Sayangku. Kau itu benar-benar aneh." Tatap Lui Zang yang panik dan khawatir terjadi sesuatu kepada dirinya....


...Lalu Lui Zang berinisiatif mengambil air yang ada di dekat meja kepala tempat tidur dan memberikannya kepada Hikari....


..."Minumlah."...


...Hikari perlahan minum sambil posisi terbaring miring di dekat kaki kiri Lui Zang berada....


...Setelah semua itu berakhir....


...Lui Zang mengangkat tubuh Hikari ke pelukan dirinya dan menutup tubuhnya yang terbuka itu dengan pakaian tidurnya....


..."Jangan lakukan itu lagi, Sayang. Itu sangat tidak aku sukai, walau bisa membuat diriku mencapai titik puncak, tapi kau bisa menelan cairan milikku." Ucap Lui Zang yang masih merasa takut sampai memeluk erat tubuh Hikari di pelukannya yang hangat itu....


...Hikari merasa malu dan itu hanya sekedar rasa penasaran dimana sudah ia rasakan tidak enak dari segi rasa dan aromanya sampai membuat dirinya hampir muntah....


..."Maaf. Aku hanya ingin mencoba sesuatu." Ucap sayu Hikari yang menikmati pelukan hangat dari suaminya itu....


..."Jangan lagi kau lakukan, aku tidak ingin kau terjadi sesuatu. Walau aku juga mengeluarkan milikku di dalam, tapi itu tidak masalah dan sudah terbukti, sampai menjelang dirimu akan melahirkan pun, hal itu juga di sarankan agar mempercepat kelahiran bayi kita nanti ke dunia di saat mereka telah sempurna." Ucap Lui Zang yang menatap lembut wajah Hikari di pelukan dadanya....


...Hikari di elus kepala dan di cium dahinya saat masih di peluk oleh Lui Zang....


...Namun Lui Zang saat itu menggendong tubuh Hikari dan membawanya menuju pintu keluar ruangan itu....


..."Ma-Mau kemana kita? Sa-Sayang.." Tanya Hikari yang bingung dimana tiba-tiba di gendong oleh Lui Zang....


..."Kau akan aku pindahkan ke kamar lainnya yang lebih kecil dekat kamar ini karena tempat tidur kita berdua ternodai bukan?" Jawab Lui Zang sambil tersenyum....

__ADS_1


...Hikari memang melihat banyak noda hanya dalam waktu semalam itu terjadi hingga pagi ini....


...Pintu kamar itu di buka oleh tangan Hikari yang dimana Lui Zang tidak bisa membuka karena kedua tangannya di pakai untuk menggendong Hikari dan dirinya takut Hikari jatuh....


...Ketika berada di luar kamar, terlihat Nam sudah menunggu di depan sambil menundukan dirinya kepada Lui Zang bersama perempuan pelayan penjaga pintu kamar....


...Lui Zang berjalan ke lorong terbuka yang mengarahk ke kamar mandi dan di ikuti oleh Nam dan penjaga pelayan Kamar itu....


...Kemudian terlihat pintu yang lebih kecil dan Lui Zang masuki dengan di bukanya oleh pelayan penjaga di depan ruangan itu....


...Terlihat ruangan lebih kecil dengan ada tempat tidurnya yang kembali bergaya tradisional china, lengkap dengan ada meja dan kursi untuk santai, lemari, sekat penutup untuk memakai baju....


...Lui Zang meniduri kembali Hikari ke tempat tidur yang ada atapnya dan celah hanya di satu arah dengan perlahan....


..."Istirahat lah dahulu di sini sampai tempat tidur kita kembali di bersihkan, Sayangku." Tersenyum Lui Zang....


..."Apa kau sudah akan pergi bekerja?" Tanya Hikari dengan senyum manis di wajahnya....


..."Iyah, Aku akan juga sarapan di bawah karena sudah telat karena kerjadian tadi itu. " Tatap Lui Zang yang wajahnya di dekatkan ke wajah Hikari....


...Hikari lalu memegang kedua pipi Lui Zang dalam posisi terbaring di tempat tidur dan sedikit mengangkat kepalanya untuk mencium bibir miliknya sebelum dirinya pergi....


...'Mucchh.'...


..."Terus lah menjadi pemimpin yang baik untuk semua warga mu dan nanti keluarga kecil kita." Ucap Hikari dengan tatapan dalam dengan senyuman kembali hadir di bibirnya yang kecil dan merah muda itu....


...Lui Zang balas ciuman bibir itu dengan ciuman bibirnya beberapa kali....


...'Mucchh..'...


...'Mucchh..'...


...'Mucchh..'...


...'Muchh.'...


..."Kau adalah istri yang cantik dan terbaik yang pernah aku miliki, Sayangku. Hidupku benar-benar terberkahi dengan dirimu di sampingku selama hampir banyak pernikahan yang telah aku lalui, tetapi hanya kau yang bisa sampai ke titik ini dan membahagiakan ku, sampai pada akhirnya aku tidak akan lama lagi memiliki bayi yang langsung kau berikan tiga untuk hidup ku ini." Tatap balik lembut Lui Zang sambil mengelus perut Hikari yang buncit....


..."Terima kasih telah menyelamatku dan bayi yang tidak berdosa ini saat itu, Sayang." Hikari memeluk Lui Zang dan Lui Zang balik memeluk tubuh Hikari yang masih terbaring di tempat tidur....


...Kemudian Lui Zang menarik selimut tebal yang ada di atas tempat tidur itu ke tubuh Hikari....


...Lui Zang keluar dari pintu kamar itu dan tidak lama Nam masuk dengan membawa nampan berisi makanan berupa sayuran dan lainnya....


..."Selamat pagi, Nona Hikari." Ucap Nam sambil membungkuk....


..."Selamat pagi, Nam." Sapa balik ramah Hikari....


..."Anda ingin langsung makan atau membersihkan diri anda terlebih dahulu?" Tanya Nam sambil menaruh nampan berisi banyak makanan itu di atas meja di tengah ruangan tersebut....


..."Bisa kah aku membersihkan diri dahulu dan bantu aku membersihkan diriku ini? Aku sedikit kelelahan dan takut jika terjadi sesuatu." Hikari beranjak dari tempat tidurnya dan duduk di pinggir tempat tidur yang hanya ada satu celah untuk keluar itu....


..."Tentu saya bisa melakukannya, Nona Hikari." Nam langsung membuka lemari di kamar itu dan mengambil handuk serta pakaian seperti yang di pakai Hikari untuk sementara di pakai sebelum pakaian khususnya datang di bawa oleh pelayan perempuan lainnya yang mengurus pakaian selir Lui Zang....


...Hikari berdiri perlahan sambil menolak pinggang kirinya seperti biasa karena perutnya yang besar itu....


..."Hummpp.. Uhhh.. Rasanya semakin sulit saja aku untuk bangun dari tempat tidur." Ucap Hikari....


...Nam langsung memegangi tubuh samping Hikari sambil membawa pakaian gantinya nanti di kamar mandi....


..."Nona Hikari Hati-hati, ayo jalan perlahan dan berpegangan bersama ke tangan saya ini." Ucap Nam....


...Hikari pun pergi untuk membersihkan diri dengan Nam membantunya berjalan dan nantinya juga membersihkan dirinya di kamar mandi....


...Hikari merasakan memang harus di bantu dimana kondisi fisiknya terlalu lelah akibat pagi itu....


...Tapi dirinya senang dan bisa merasakan rasa penasaran yang dahulu ingin ia rasakan sebelum meninggal dan terlempar ke dunia itu bersama Lui Zang....


...Senyum hadir di bibir Hikari yang sedang berjalan bersama Nam, pengawal khususnya itu untuk pergi ke kamar mandi....


...Next.....


...Aduh penulis jadi ikut merasakan apa yang di rasakan oleh Hikari yah walau masih sendiri... Huhuhuhu......


...Namun dengan catatan kalau itu bisa di lakukan setelah menikah seperti mereka, jadi menikah lah sebelum itu terjadi agar aman dan jelas buah hati kalian....


...Silahkan Like, Comment dan Votenya yah....


...Terima Kasihhhh......


...Penulis tegang menulisnya,,, uh.......

__ADS_1


__ADS_2