
...Siang itu di kediaman Bangsawan Ling Hao....
...Xao sudah berada di sana dan menemui penjaga gerbang kediaman Ling Hao tersebut....
...Dimana mereka mengenakan baju zirah berwarna merah dan juga hijau bermotif kipas dengan senjata tombaknya. ...
..."Penjaga, aku ingin bertemu dengan Ling Hao."Ucap Tegas Xao Ba....
..."Apa anda tuan Xao Ba?"Tanya prajurit penjaga laki-laki yang di temui oleh Xao Ba itu....
..."Sudah jelas, ini buktinya."Xao memperlihatkan batu giok hijau miliknya....
...Penjaga itu paham, namun tentu dirinya sudah di berikan arahan dari Ling Hao....
..."Ternyata benar itu anda, tapi maaf kalau nona Ling Hao tidak ingin di ganggu sekarang."Ucap prajurit penjaga itu....
...Kemudian para prajurit lainnya yang sedang berjaga di area dinding kediaman bangsawan Ling Hao mengehampiri Xao saat sedang bicara....
...Seakan mereka ingin mengepung dirinya Xao....
..."Biarkan aku bertemu dengan dirinya, minimal Mao Lan menatap wajahku ini."Kesal Xao dengan tingkah aneh mereka....
..."Tuan Mao Lan juga tidak ada di sini, jadi kami menjaga kediaman Nona Ling Hao saat tidak ada Tuan Mao Lan."Ucap tegas prajurit penjaga itu....
...TIba-tiba Mao Lan datang dengan dirinya sudah terobati dimana luka-lukanya sudah terperban di beberapa tubuhnya....
..."Ada apa ini?"Tanya Mao Lan kepada Xao yang dirinya baru sampai di kediaman Ling Hao....
..."Mao Lan, aku ingin bertanya kepadamu tentang malam itu. Apa yang terjadi dengan dirimu?"Xao langsung bertanya dan mendekati dirinya sambil menatap tajam wajahnya yang terlihat masih babak belur itu....
..."Aku tidak berhak menjawabnya, karena ini urusan pribadi, bukan urusan mu dan kaisar."Jawab sini Mao Lan sambil berjalan ke arah kediaman Ling Hao....
...Namun Xao tidak ingin diam dan tidak juga ingin bersifat lembut....
...Xao pun mengeluarkan ekor Naga emasnya yang di ujungnya sangat runcing seperti pisau dan mengarahkan ke leher Mao Lan....
..."Jawab pertanyaan ku atau kepalamu melayang."Tatap serius Xao....
..."Kenapa kau ingin tau sekali? Bukan kah kau sudah tidak lagi ada urusan dengan Kaisar mu itu setelah pertarungan terakhirnya?"Tersenyum Mao Lan menggoda Xao yang sedang serius....
..."Aku sedang tidak main-main. Cepat jawab apa yang terjadi dan kau ketahui dimana aku menemukan area hutan yang tertebas itu dan penuh mayat para anggotamu dan pencuri keliling."Tatap tajam Xao yang muak dengan tingkah dirinya....
...Karena Xao sendiri memiliki dendam pribadi kepada Xao....
..."Sudah aku bilang di awal, kalau itu bukan urusanmu. Kalau aku cerita dengan dimana aku secara tidak sengaja berpapasang dengan para pencuri keliling dan bertarung sampai para prajurit Ling Hao tewas, kau juga tidak akan percaya."Tersenyum Mao Lan....
...Xao Menarik kerah baju dari Mao Lan dengan tangan kanannya yang kuat itu....
..."Apa kau bertemu dengan seseorang?"Tanya kesal Xao....
..."Siapa? Aku tidak bertemu siapa pun kecuali dirimu dan kematian anak buahku."Tersenyum Mao Lan sambil menatap datar Xao....
...Xao melepaskan tarikan kerahnya Mao Lan....
..."Lalu kemana Ling Hao?"Tanya kembali Xao dengan nada kesal....
..."Para penjaga memang tidak memberitahu dirimu? Dia tidak ingin di ganggu untuk sekarang."Jawab Mao Lan sambil membenarkan kerahnya kembali....
..."Aku tidak pernah percaya sekali pun kepada ucapanmu, Mao Lan. Yang bisa aku percayai darimu adalah, kebohonganmu itu."Tersenyum Xao....
...Mao Lan menatap serius Xao....
..."Kau itu hanya beruntung saja dengan kekuatan Nagamu itu. Seorang warga rendahan seperi dirimu itu tidak pantas menjadi tangan kirinya sang Kaisar yang kuat. Kau benar-benar beruntung terlahir dengan kekuatan bakat alami. Tidak heran Kaisar mengangkatmu dan juga istrimu sekarang itu."Tersenyum Mao Lan yang nadanya terlihat benar-benar mengejek Xao Ba dari kalangan bawah....
...Sontak kepalan kedua tangannya di kepal kuat dan menatap tajam Mao, karena benar-benar merendahkan dirinya dan istrinya dari kalangan bawah....
..."Jaga omongan mu, Brengsek. Suatu saat aku pasti akan membunuhmu."Tatap marah Xao ke Mao Lan....
..."Aku nantikan itu."Tersenyum Mao....
...Xao Ba meninggalkan Mao Lan dan menuju tempat peramal Kaisar berada tanpa memberitahu Lui Zang....
...*****...
...Istana Lui Zang....
...Lui Zang secara tiba-tiba gelisah dan tidak bisa tenang perasaanya saat sedang berada di singgasanannya....
..."Hikari."Ucap nama Lui Zang yang sedang gelisah tubuhnya. bahkan tidak lama duduk, dirinya mondar-mandir di tempat singgasanannya berada....
...Penasehat perempuannya itu melihat tingkah laku Lui Zang benar-benar sangat gelisah....
...Tidak ada yang berani menegurnya, termasuk peramal Xion dan Tabib khusus Lui Zang....
...*****...
...Hari menjelang sore di tempat Haku dan Liano berada....
__ADS_1
...Dimana mereka tidak jauh lagi akan ke istana Lui Zang untuk menemui dirinya....
..."Itu istanannya."Tatap tajam Liano yang hampir kelelahan karena memaksakan dirinya terbang secepat mungkin....
..."Saat di sana, kau istirahat dahulu saja. Biar aku yang obrak-abrik kerajaanya itu."Tatap serius Haku....
..."Aku mengandalkan mu, Haku."Jawab Liano yang kedua bola matanya kembali ke berwarna merah agak kekuningan....
..."Tentu Liano."Haku berdiri di punggung Liano dan bersiap turun....
...Liano melewati desa pertama dan di lihat oleh para penjaga kerajaan Lui Zang....
...Saat dirinya mendekat dengan kecepatan tinggi itu pun, Liano sudah terlihat ingin di hadang oleh para pasukan dinding depan Kerajaan Lui Zang berada....
...Dimana anak panah sudah di sediakan untuk menghalau dirinya agar tidak masuk ke dalam....
...Namun Haku berencana untuk turun di depan gerbang itu dan menghancurkan para prajuritnya itu....
..."Sampai di sini saja, Liano."Haku mencengkram erat Reapernya dan berdiri di pundak Liano untuk bersiap melompat ke arah gerbang itu....
..."Tolong selamatkan Hikari, Haku."Liano perlahan melemah tubuhnya yang sudah mencapai batasnya untuk menggunakan kecepatan cepatnya untuk ke istana Lui Zang dari posisi yang sangat jauh dan hampir bisa berminggu-minggu jika berjalan secara santai....
...Karena wilayah selatan itu sangat-sangat luas penuh dengan daratan dan danau....
...Liano tubuhnya melemah dan tidak sanggup lagi terbang hingga akhirnya dirinya jatuh....
...(WUUUSSSHHHHH....)...
...Haku melesat cepat sampai wajahnya begitu terasa cepat menabrak angin menuju ke pintu gerbang utama luar kerajaan Lui Zang yang sudah banyak penjaga....
...(Brrrkkkkkk....)...
...Liano terseret jatuh ke tanah dengan tubuhnya yang sudah lemah itu....
...Haku fokus dan mencengkram Reapernya saat sedang melesat ke depan menukik layaknya elang yang ingin memangsa....
..."Rasakan ini, dasar prajurit rendahan."Tatapan Haku kembali berubah datar dan kedua bola matanya bersinar biru gelap, begitu juga reapernya yang mengeluarkan kobaran aura seperti api yang menyala di setiap sisinya berwarna biru gelap....
..."ORRRRRAAAAAAAAA!!!! RASAKAN INIIIIII...."Teriak Reaper....
...(CRINGGG......)...
...(WUUUSSSHHHH....)...
...Dan.......
...Saking kencangnya melesat dan langsung mengarahkan serangan ke titik pusat gerbang....
...Sampai memicu ledakan hebat sampai tanah yang di dekat tempat Haku melesat menimbulkan getaran seperti gempa kecil....
...Para prajurit Lui Zang yang menjaga gerbang utama itu, semuanya terpental dan terluka akibat serangan dari Haku yang tidak sekali pun ia tahan....
...Walau dirinya tidak membunuh para prajurit itu untuk sekedar memastikan dahulu apakah Hikari belum meninggal atau masih hidup....
...Tentu kalau dirinya sudah tewas, Haku tidak akan segan-segan memporak-porandakan kerajaan Lui Zang....
..."HHHUUUUUUUUAAAAAAAAAAAAAAA..... JANGAN ADA YANG COBA-COBA MENGHENTIKANKU.."Tatap tajam Haku ke arah para prajurit yang takut melihat Haku yang beraura biru gelap di sekujur tubuh dan senjatanya....
..."INI YANG SEBENARNYA AKU TUNGGU-TUNGGU... MARI KITA TEBAS KEPALA NAGA PENGUASA SELATAN ITU."Ucap Reaper....
...Sontak hal itu menimbulkan kegaduhan dan membuat warga juga takut dengan ledakan besar yang tiba-tiba di buat oleh Haku dengan tebasan senjatanya....
...Xao yang baru ingin menemui peramal Xion pun langsung bergegas ke arah pintu utama....
..."Apa ada penyerangan?"Lirik Xao ke arah belakang, dimana ada asap debu di gerbang utama masuk....
...Xao langsung bergegas pergi ke arah tempat itu berada dan langsung melihat apa yang sedang terjadi....
...Haku dengan tenangnya berjalan dimana kaki yang di pijakan olehnya untuk masuk ke dalam kerajaan itu hancur akibat tekanan aura dari Haku keluarkan....
..."HOOIII LUI ZANG... KELUAR LAH,..."Teriak Haku....
...Kemudian di istana Lui Zang....
...Lui Zang melihat dan merasakan ada aura kuat sedang mendekat ke dalam kerajaan dirinya dari area luar terbuka singgsanannya itu....
..."Siapa orang itu. Berani sekali menyerang kerajaan ku."Ucap Lui Zang yang tidak mengetahui kalau itu adalah teman dari istrinya yang di ceritakan oleh Xao....
...Si'ryu pun datang dan menatap serius, dimana dirinya sedang berada dekat di singgasana Lui Zang berada juga di atas menara....
..."Tuan.. Sepertinya dia cukup kuat."Lirik Si'ryu yang sudah bersiap kepalanya di naiki oleh Lui Zang....
..."Tunggu sampai dirinya ke gerbang kota. Sombong sekali dirinya datang dan berjalan ke arahku."Tatap Tajam Lui Zang....
...Para penasehat Lui Zang takut jika nanti ada pertempuran kembali dimana tubuh Lui Zang belum pulih....
...Termasuk Tabib yang selalu memberi obat dirinya kepada Lui Zang....
__ADS_1
...Dengan keadaan marah dan murka yang teramat sangat, Haku berjalan dimana para prajurit mau pun warga desa di dekat luar dinding tidak berani mendekat dan menjauh....
...Xao yang melihat kalau itu Haku langsung bertindak dan melesat cepat....
..."Kenapa dia datang kesini? Cepat sekali juga dirinya datang, apa jangan-jangan telah terjadi sesuatu juga."Xao takut jika dirinya mungkin sudah tau kalau Hikari adalah selir kaisar Lui Zang dan Hikari mengilang dari dirinya....
...Maka itu Haku datang....
...Itu yang di pikirkan oleh Xao Ba....
...Tentu dirinya harus menghentikannya segera jika dirinya akan memberitahu Lui Zang dan malah menambah gaduh....
...Xao mengeluarkan kedua sayapnya lagi dan langsung melesat cepat dimana kedua kaki dan tangannya pun ia rubah menjadi kaki dan tangan naga emas....
...(Wussshhhhhh....)...
...Haku melihat ada yang mendekat cepat dan dengan sigap langsung menangkis serangan tersebut dengan Reapernya....
..."Haku, awas.."Ucap Reapernya....
..."Aku tau.."Tatap serius Haku dengan mengerahkan kembali kekuatannya....
...Xao dan Haku pun beradu aura dan kekuatan.....
...(DUAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!!!!!...)...
...Lagi-lagi ledakan hebat tercipta dari dua kekuatan besar yang berbenturan....
...Asap debu membummbung tinggi akibat ledakan tersebut sampai serpihan batu-batu pun berterbangan....
...Dalam asap debu itu, Xao dan Haku sedang berhadapan dan saling menatap....
...Xao sedang terbang dengan sayapnya dan kaki kirinya mencengkram Reapernya Haku dengan kuat....
...Haku berhasil menangkis cakaran kaki milik Xao yang telah berubah menjadi naga emas dengan kuku-kuku panjangnya....
..."Haku..."Ucap Xao Ba....
..."XAO... TERNYATA BENAR KAU ADALAH MATA-MATA DARI LUI ZANG... MANA HIKARI???"Tatap tajam Haku yang mencoba menebas Xao yang menahan Reapernya itu....
..."Apa? Apa yang kau maksud itu? Aku tidak tau dimana Hikari."Bingung Xao yang masih menahan reaper Haku yang ingin di gerakan....
..."JANGAN PURA-PURA KAU BRENGSEK... HIKARI TIDAK ADA DAN SEMALAM DIA DI CULIK. NAMUN SEBELUM ITU, LUI ZANG MENGUTUS SESEORANG UNTUK MEMBUNUH HIKARI DENGAN PASUKAN BELALANG DAN PASUKAN KERBAU HIJAUNYA...IIIHHHKKKK..."Haku benar-benar kesal....
..."Tu-Tunggu dulu... Kau pasti sudah salah paham dengan apa yang terjadi. Hikari tidak ada di sini."Jawab Jujur Xao....
..."JANGAN PURA-PURA BODOH DI HADAPANKU LAGI. DIMANA KAU ITU BUKAN PENGELANA BIASA DAN AKU TIDAK AKAN TERTIPU LAGI."Haku mencoba menarik Reapernya, tapi di cengkram kuat oleh Xao dengan kaki naganya....
..."Aku juga kesini untuk mencari tahu masalah Hikari. Aku memang mata-mata Lui Zang untuk memata-matai Hikari agar dirinya kembali ke istana dengan pendekatan lembut bersama istriku itu, kami tidak di suruh membunuh oleh Tuan Lui Zang dan Tuan Lui Zang sendiri juga tidak memerintahkan prajuritnya untuk menangkap dirinya saat di desa, Karena kami ingin dirinya datang dengan hati terbuka."Xao menjelaskan semuanya....
..."PEMBOHONG... LALU DIMANA HIKARI SEKARANG DAN BAGAIMANA ADA ORANG YANG MENGAKU DI UTUS OLEH LUI ZANG SENDIRI, DIMANA TENTUNYA DIA ADALAH KASIAR DI WILAYAH INI... AAAHHHKKK.."Haku terus mencoba melepaskan reapernya dari cengkraman Xao dan membuat dirinya semakin marah....
..."Aku tidak sama sekali berbohong kepadamu. Kalau kau tidak mau percaya, aku bisa mengatarmu ke istriku dan jangan kau ke tempat Lui Zang berada. Jika dirinya mendengar Hikari hilang, Tuan Lui Zang akan sangat marah dan bisa-bisa dirinya terbunuh akibat kutukan yang memakan kemarahannya itu... Sekarang sebaiknya kita bicara terlebih dahulu, karena Tuan Lui Zang hanya mengutus kami untuk mengawasi Hikari, tidak ada yang lain."Xao Ba terus meyakinkan Haku....
..."BAGAIMANA BISA AKU PERCAYA KEPADAMU DENGAN SEMUA KEBOHONGAN INI?"Ucap Haku yang belum percaya....
..."Lui Zang membutuhkan Hikari untuk melepaskan kutukan itu. Tidak mungkin dirinya akan memerintahkan untuk membunuh dirinya, apalagi yang kami sadari kalau dirinya tentu sedang mengandung anak dari Tuan Lui Zang yang ia idam-idamkan selama hampir beberapa puluh tahun. Tidak mungkin dirinya akan melakukan hal itu."Tatap serius Xao....
...Kata terakhir itu sedikit meluluhkan hati Haku....
..."......"Haku terdiam sejenak dan kekuatannya sedikit ia turunkan....
..."Kami sendiri yang mengabarinya ke Kaisar Lui Zang kalau Hikari hamil anaknya yang selama ini Kaisar Lui Zang tunggu, sampai-sampai dirinya menangis dan ingin bertemu dengan dirinya lagi dimana hatinya tengah terbuka untuknya secara rela. Ingat saat dimana Hikari dan Lui Zang saling menatap dan Hikari pergi? Saat itu Kaisar semakin sedih karena dirinya berpaling."Xao pun menurunkan tenaganya karena Haku tidak lagi mencoba berontak....
...Haku mengingat hal itu dan terlihat wajah Xao yang meyakinkan....
..."Aku butuh penjelasan lebih rinci."Ucap Haku serius....
..."Sebaiknya kita pergi dulu dari sini, jangan sampai Kaisar Lui Zang tau mengenai kabar hilangnya Hikari. Kondisinya karena kutukan itu membuat khawatir."Xao pun menarik Reaper itu dan membaw terbang Haku ke arah luar dinding....
...Sementara itu di menara singgsana Lui Zang berada....
..."Bukan kah itu, Xao.. Apa dia yang menghentikan orang tersebut."Lui Zang bingung dan untungnya Haku masih belum sampai ke tempat Lui Zang berada....
...Karena bisa-bisa Lui Zang akan mengamuk tanpa memperdulikan kondisinya lagi....
...Bersambung.........
...Haduhh... Semakin rumit......
...Selalu tunggu kelanjutan keseruan kisah cinta mereka yah yang di balut pertarungan dan lika-liku masalah yang menghampirinya....
...Karena tentu kehidupan dimana pun pasti akan ada masalah....
...Silahkan tinggalkan Like, Vote dan Commentnya untuk mendukung karya ku ini yah.....
...Terima kasih......
__ADS_1