Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic Cinta 51: Legenda Baru dan Bergabungnya Sang Kaisar.


__ADS_3

...Perbincangan itu pun berlanjut dimana Ang menceritakan kondisi Hikari yang hampir kehilangan mentalnya akibat yang Ling Hao rasakan....


...Sesekali wajah marah terlihat di raut muka Lui Zang yang tampan itu dimana dirinya bisa tega meninggalkan dirinya dalam sendirian dan andai saja ia menarik paksa sebelum itu terjadi, mungkin lain cerita....


...Tetapi kalau dirinya di saat itu menarik paksa Hikari pun, tentu belum tentu Hikari menerima dan bisa saja dirinya kembali berlari...


.......


..."Semua kisah Hikari telah aku berikan kepadamu di saat itu, dimana ku menghapus setiap kenangan buruk mengenai Ling Hao dan apa yang di lakukan oleh Ghyo Ro kepada dirinya di dalam hutan saat dirinya di bawa olehnya." Tatap serius Ang....


..."Terima kasih atas ceritanya. Kalau begitu aku jadi punya alasan jauh untuk terus melindungi dirinya sampai kami berdua terpisahkan oleh kematian." Tatap serius Lui Zang....


..."Lalu apa yang ingin kau ketahui kembali?" Tanya Ang....


..."Bukan ingin mengetahui kembali, tetapi ingin menjadikan dirimu seorang pahlawan untuk wilayah selatan ini, kau akan menjadi terkenal dan kau bisa masuk kemana pun tanpa pemeriksaan, dengan catatan kau tidak mendapatkan sesuatu yang mencurigakan, jika kau mendapatkan kecurigaan itu, kau akan langsung di cabut gelar tersebut dan kembali seperti pada umumnya orang luar, apalagi dengan kekuatan dirimu yang bisa memanipulasi ingatan, itu sungguh kekuatan yang mengerikan jika jatuh ke tangan yang salah." Tatap serius Lui Zang....


..."Hmm... Tenang saja. Aku sudah muak menjadi penjahat dan di perbudak penjahat lainnya di kehidupan ku sebelumnya." Tersenyum Ang....


..."Apa maksudmu dengan kehidupan sebelumnya?" Tanya Lui Zang dengan rasa penasaran....


..."Kau tidak perlu tau masalah itu, Kaisar. Intinya aku sekarang orang baik dan ingin menuntaskan masalah lainnya di belahan wilayah lainnya. Mungkin aku akan pergi setelah luka-luka ku sembuh. Tapi ingat kalau Naga Hitam itu belum kalah dan mungkin sewaktu-waktu aku akan kembali melalui komunikasi Adikku yang sekarang sedang mengawal istri tercintamu." Tersenyum Ang....


..."Akan ku berikan uang sebagai ucap rasa terima kasihku dan surat kabar akan memberitakan dirimu sebagai seorang pahlawan yang di angkat olehku." Lui Zang beranjak dari duduknya dan bergegas berjalan ke arah pintu kamar tersebut....


..."Suatu saat jika kau butuh sesuatu, panggilah diriku melalui adikku itu. Sesuatu yang tidak bisa kau pahami atau yang lainnya. Aku akan segera mendatangimu, karena ini belum bisa di katakan selesai keseimbangan dunia bisa selalu terjaga, karena kegelapan selalu mengintai di balik bayang." Tatap Ang serius ke arah Lui Zang....


...Lui Zang lalu menghentikan langkahnya sejenak....


..."Aku tau itu, sampai saat itu tiba. Aku akan jauh lebih kuat." Tersenyum Lui Zang sambil kembali menggerakan kedua kakinya kembali untuk keluar....


...Ang hanya tersenyum dan merasa bersyukur di ingatan sebelumnya tidak terjadi....


...Walau kegelapan masih ada....


...*****...


...Ketika Lui Zang keluar dan menemui Peramal Xion sedang sedang berbincang bersama Nam....


...Lui Zang ingin bergabung di piknik kecil itu....


..."Penasehat perempuanku, sekarang kau ikut bersamaku menuju istriku yang sedang piknik itu." Tersenyum Lui Zang....


..."Baiklah, Tuan Lui Zang." Nam bergegas mengantar Lui Zang....


..."Peramal Xion, kau bisa sebentar mengerjakan tugasku dan aku tau kau bisa ku andalakan untuk memecahkan masalah tentang kota dan desa." Tatap Lui Zang ke arah Peramal Xion....


..."Baik, Tuan." Peramal Xion kembali ke tempat Lui Zang mengurus beberapa kertas masalah kota dan desa di sebuah ruangan yang ada di lantai dasar kerajaannya....


...Lui Zang dan Nam berjalan menyusuri lorong terbuka dan taman istana yang selalu ada pelayan dan prajurit kerajaan berlalu lalang sedang bekerja dan mengurus keperluan lainnya....


...*****...


...Saat di tempat piknik itu....


...Haku dan Liano merasakan energi besar datang dengan seorang yang Liano juga kenal aroma tubuhnya....


...Liano mengangkat kepalanya dan menengok ke arah kiri....


..."Itu... Lui Zang dan pengawal pribadi Hikari." Ucap Liano....


..."Yah, aku merasakannya juga." Tersenyum Haku sambil beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Lui Zang berada....


...Lui Zang pun sampai di taman yang luas itu dengan melihat Haku dan Liano....


..."Haku, Liano. Sudah beberapa hari kita tidak berjumpa." Tersenyum ramah Lui Zang....


...Haku balik tersenyum....


..."Bagaimana rasanya bercinta dengan sosok perempuan yang cantik dan begitu lembut dirinya?" Tanya Haku....


..."Apa pertanyaan itu harus aku jawab? Kau bisa lihat senyum di wajahnya itu bukan? Aku tentu sebagai seorang laki-laki wajar jika melakukan hal itu, karena laki-laki membutuhkan sosok seorang perempuan untuk berada di sampingnya agar dirinya bisa terus tegak dan lurus semnagat melanjutkan hidup, apalagi seperti yang kau tahu, dirinya sedang hamil anak berhargaku." Ucap Bangga Lui Zang yang merasa hebat bisa membuahi Hikari sampai dapat 3 bayi sekaligus....


..."Heeee... Hampir 80%nya itu kekuatan dari sahabatku itu, kau hanya menyodorkan kesucianmu di tubuhnya, selebihnya dirinya yang menanggung." Tersenyum Haku....


..."Sudah lah... Aku tidak ingin bahas itu dan kau aneh membahas itu di sini, istriku tentu pasti akan mendengarnya." Tatap Lui Zang yang melirik-lirik melihat sekitar dimana tidak ada Hikari....


..."Tenang saja, dia sedang tertidur di tubuh Liano yang hangat dan lembut itu. Sepertinya dirinya memang dalam kondisi begitu lemah, karena energinya aku rasakan semakin terserap banyak ke sebuah sosok kecil yang sedang berkembang di perutnya. Tidak aku sangka dirinya bisa menahan rasa itu, apalagi kekuatan dirinya hampir selalu terserap." Sejenak pandangan Haku tertunduk dan kembali melihat Lui Zang....

__ADS_1


...Lui Zang melewati Haku dan mengarah ke tempat Liano sedang terbaring....


...Terlihat di balik tubuh bulu putihnya itu, ada Hikari yang sedang tertidur bersandar di tubuh Liano dengan satu ekor miliknya di jadikan selimut untuk menutupi tubuhnya....


...Lui Zang menghampiri dirinya dan Liano mengangkat ekor yang di jadikan selimut untuk Lui Zang duduk di sampingnya....


...Lui Zang duduk dan menatap wajah tenangnya Hikari yang tertidur pulas dengan kedua tangannya di atas perutnya yang buncit itu....


...Tangan kanannya mengelus dahi dan wajahnya dengan lembut, sampai dirinya ikut terbaring menghadap Hikari yang sedang tertidur pulas....


..."Jangan kau ganggu majikanku." Ucap bisik Liano....


..."Tentu tidak aku lakukan, aku hanya ingin ikut tidur bersamanya sampai dirinya bangun." Senyum Lui Zang dengan dirinya ikut bersandar dan memiringkan tubuhnya ke arah Hikari berada lalu tangan kanannya mengelus perut Hikari yang buncit itu....


...Tiba-tiba Hikari tubuhnya menyamping ke arah Lui Zang berada dan wajah mereka saling berhadapan....


...Lui Zang melihat wajah ketenangan Hikari yang sedang tidur nyenyak itu untuk memulihkan dirinya....


...Kembali ciuman bibir di berikan oleh Lui Zang dan di lihat oleh Haku, Nam dan Liano....


...'Mucchh.'...


..."Mimpi indah, sayangku. Aku akan menemanimu." Lui Zang memeluk tubuh Hikari yang tengah tidur saling berhadapan itu di tubuh Liano....


..."Aku membayangkannya sedikit jijik." Senyum Haku yang melihat ciuman bibir antara Hikari dan Lui Zang....


...Nam melirik ke arah Haku....


..."Jijik? Wajar jika seorang laki-laki dan perempuan saling cinta melakukan hal tersebut bukan? Itu normal." Senyum Nam yang ikut bahagia melihat mereka berdua tidur bersama di taman dan di alasi dengan tubuh Liano yang lembut bulunya....


..."Hehehehe.. Terserah saja." Haku masih memiliki sifat laki-lakinya dan itu ia anggap seperti antara ciuman antar laki-laki walau Hikari sudah 100% menjadi perempuan sutuhnya....


...Karena dahulunya dia masih mengingat kalau Hikari seorang laki-laki yang juga ganas dan kasar sampai tidak takut mati....


...Tetapi sekarang dirinya menjadi wanita yang lemah lembut dan begitu di cintai oleh seseorang....


...Haku pergi meninggalkan kemesraan antara Lui Zang dan Sahabatnya itu menuju ke tempat ruangan Xao Ba berada untuk menyelidiki hal lainnya sebagai pekerjaan dirinya sekarang untuk menghilangkan rasa jenuh....


...Satu sisi, Haku merasa juga ingin di cintai oleh orang lain seperti Hikari yang di cintai oleh Lui Zang....


...Pikiran sebagai perempuan itu memang ada, namun tidak seperti Hikari yang begitu langsung mungkin di takdirkan di dunia ini sebagai perempuan yang begitu lembut hati dan pikirannya....


...*****...


...Dimana suasana menjelang musim dingin semakin terasa di luar....


...Tapi tidak dengan Lui Zang dan Hikari yang sedang sama-sama tertidur terlelah di selimuti 3 ekor Liano yang menghangatkan tubuh mereka berdua dimana Liano juga ikut tertidur....


...Perlahan kedua mata hikari terbuka....


...Posisinya yang tidur menyamping ke arah kanan membuat dirinya melihat wajah tampan Lui Zang yang masih menutup kedua matanya....


..."Ehh... Lui.. Zang.." Hikari sedikit kaget melihat Lui Zang sudah berada di sampingnya....


...Lalu Lui Zang terbangun setelah mendengar suara dari Hikari....


..."Kau sudah bangun rupanya. Bagaimana tidurmu? Apa kau mimpi indah dengan adanya diriku di sapingmu." Senyum Lui Zang sambil menggoda Hikari....


..."Ehh I-Itu.. Ak--"...


...'Muchh..'...


...Lui Zang langsung mencium bibir Hikari sambil memegang dagunya....


...Kedua mata mereka saling menatap dan wajah memerah dari Hikari perlahan terlihat....


...Ciuman itu pun berakhir....


..."Bibirmu itu selalu bisa menjadi obat rasa cintaku yang begitu menggebu-gebu dengan dirimu, Sayangku." Kembali Lui Zang berkata khiasan manis ke Hikari....


..."Ehhh..." Hikari hanya bisa tertatap malu dengan bibirnya yang sedikit terbuka dan merasakan kehangatan bibir Lui Zang....


...Lui Zang lalu mengarahkan tubuhnya ke arah atas dimana dirinya melihat indahnya langit malam yang cerah penuh kelipan cahaya bintang tanpa awan sedikitpun....


..."Langit menuju musim dingin selalu cerah dan indah." Tersenyum Lui Zang menatap langit sambil terbaring bersandar di tubuh Liano yang hangat itu....


...Hikari ikut mengarahkan tubuhnya ke posisi menghadap langit musim dingin yang indah itu....

__ADS_1


..."Kau benar, Sayang. Langit menuju musim dingin memang selalu indah." Hikari tersenyum....


...Angin sepoi-sepoi menerpa wajah mereka berdua dan membuat dedaunan bergesek satu sama lain menimbulkan suara khasnya di suasana yang begitu tenang....


...Rambut Lui Zang yang panjang dan juga Hikari di terpa angin yang menyejukan itu di malam yang cerah dengan lampion dan obor sudah di nyalakan di seluruh tempat di istana dan juga kota tentunya....


...Saat itu Haku yang sudah kembali dari tempat Xao Ba, kembali duduk bersama denga Nam sambil menyalakan api unggun di dekat pohon dinding yang mengelilingi singgasana kerajaan Lui Zang yang cukup jauh....


...Dimana di samping api unggun itu ada ikan yang sudah terbakar matang dan siap untuk di santap....


..."Romantis sekali mereka berdua yah. Hummm..." Ucap Haku lemah sambil melihat api unggun di malam yang sejuk itu dengan angin lembut menerpa....


..."Nona Haku juga bisa mendapatkan seseorang yang juga tampan dan baik seperti Tuan Lui Zang itu, karena anda juga cantik." Nam melirik ke arah Haku yang sedang duduk melipat kedua kakinya dan memeluknya, memperlihatkan kakinya yang halus dan juga bersih dengan kulit sedikit agak ke kuning langsat....


..."Bukan aku mengharapkan seperti Lui Zang, tapi mengharapkan seperti Hikari." Tatap balik Haku ke arah Nam....


..."Hah.. Nona Hikari? Jadi anda juga suka Nona Hikari rupanya." Nam terkejut....


..."Dalam segi rasa iya dengan misalkan di tubuh laki-lakiku, tapi kalau sekarang aku di tubuh perempuan, tentu sekedar menjadi sahabatnya juga sudah cukup bagiku. Mungkin kalau aku laki-laki, aku akan memperlakukan hal yang sama seperti Lui Zang lakukan." Haku membayangkan jika dirinya juga seorang laki-laki di dunia itu yang mungkin sifatnya akan lebih kasar dari ini dan bahkan bisa menentang Lui Zang untuk mendapatkan Hikari....


...Namun ibarat ada sisi lembut yang juga ada di tubuh tersebut, seakan Haku juga tau dan tidak terlarut marah, karena sisi perempuannya itu juga merasa tidak ingin atau berbuat hal yang aneh-aneh....


...Dengan dua keperibadian itu membuat Haku sebenarnya sangat sempurna menjadi perempuan, dimana dirinya juga kuat dan begitu lembut, walau tidak selembut Hikari....


...Lui Zang dan Hikari tiba-tiba beranjak dari tidurnya....


..."Aku bantu, Sayang." Lui Zang membantu Hikari bangun dari tidurnya....


..."Hehehe... Terima kasih... " Senyum Hikari yang di bantu oleh Lui Zang bangun dari tubuh Liano....


...Mereka berdua ingin menghampiri Haku dan Nam yang sedang berada dekat di api unggun yang Haku buat....


...Lui Zang kembali menyodorkan lengan kanannya untuk Hikari genggam saat berjalan itu menuju ke arah mereka....


...Hikari menggenggam lengan kanan Lui Zang itu dan mereka berdua berjalan bersama menuju ke arah mereka berdua yang sedang duduk santai di bawah lantai taman yang semuanya sudah di alasi batu-batuan....


...Ketika Lui Zang dan Hikari datang......


..."Pasangan romantis di kerajaan ini sudah datang.. Huummm.. " Goda Haku sambil melihat Hikari yang terlihat raut wajahnya bahagia menggandeng lengan Lui Zang....


..."Boleh kami bergabung?" Tanya lembut Hikari....


..."Tentu saja boleh, kecuali orang yang di sampingmu itu, Hikari." Haku melirik Lui Zang dan tersenyum tipis di bibirnya....


..."Kau tidak berkenan memilih di area kerajaanku, tentu aku akan selalu berada di samping dirinya, bahkan sampai anak di dalam kandungannya ini lahir." Lui Zang membuka jubah besarnya dan di taruh di lantai taman untuk Hikari duduki....


...Hikari perlahan di duduki oleh Lui Zang dekat api unggun dan tepat di hadapan Haku yang juga sedang duduk di seberangnya dan menatap sahabatnya itu yang di perlakukan layaknya seperti tuan putri oleh Lui Zang....


...Hikari saat itu ingin jatuh saat ingin duduk karena pakaiannya yang besar....


..."Kyahh.."...


..."Hupp.. Aku tangkap..."...


...Lui Zang untungnya cepat sigap dan memegang tubuh Hikari yang hampir terjatuh itu....


..."Terima kasih, Lui Zang." Senyum Hikari dan dirinya sudah terduduk di atas jubahnya Lui Zang yang besar itu....


..."Itu lah kenapa diriku harus selalu berada di sampingmu, sayang. Aku tidak ingin kau terluka sedikit pun dan membahayakan bayi kita." Tatap khawatir Lui Zang yang hal buruk di Hikari tidak lagi terjadi....


...Wajah tampannya itu membuat Hikari kembali tersipu malu....


...Haku dan Nam hanya bisa melihat keromatisan dari kedua pasangan itu....


..."Ya ampun.." Haku tertunduk senyum....


..."Hehehe.." Nam tertawa sedikit....


...Next......


...Benar-benar suasana yang tepat dimana sekarang juga menuju tahun baru yah.....


...Bagaimana kelanjutan kisah mereka?...


...Selalu tunggu update dari penulis yah....


...Terima kasih dan jangan lupa selalu tinggalkan jejak, Like, Comment dan Vote....

__ADS_1


...Jangan sekedar di baca, tapi coba berikan like yang tidak sampai satu detik di lakukan dan itu geratis tanpa syarat, tidak ada salahnya mendukung penulis bukan? Walau mungkin masih banyak kekurangan, tetapi kalian yang mengikuti dan membaca tanpa jejak, itu membuatku terkadang sedih.....


__ADS_2