Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic Cinta 48: Nam, Hikari dan penyelidikan laporan.


__ADS_3

...Pagi yang cerah itu di istana Lui Zang....


...Lui Zang datang tergesa-gesa terlambat karena urusan pagi yang dirinya dan Hikari lakukan....


...Para pelayan perempuan dan prajurit langsung tertunduk saat dirinya berajalan cepat melewati mereka....


...Lagi-lagi mereka bertanya-tanya tentang kondisi yang di alami oleh Kaisar mereka itu....


...Ketika sampai ruangan kerjanya....


...Terlihat peramal Xion sudah duduk di meja tempa biasa ia duduk dengan sudah ada kertas-kertas untuk membagi pekerjaan dirinya....


..."Selamat Pagi, Tuan Lui Zang." Ucap Peramal Xion sambil beranjak dari tempat duduknya untuk memberi salam tunduk kepada Tuannya itu yang datang....


..."Pagi, Peramal Xion. Bisa kah kau perintahkan pelayan makanan untuk membawakanku makanan pagi?" Ucap Lui Zang sambil duduk dan langsung menarik salah satu kertas untuk dirinya putuskan....


..."Baiklah, Tuan Lui Zang." Peramal Xion beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke pelayan makanan untuk menyiapkan makanan Tuannya di ruangan tersebut....


...Tidak lama dirinya kembali dan memberi hormat sambil mengatakan kalau makanan akan segera di antar....


...Saat itu Lui Zang bersemangat sekali mengawali hari itu setelah malam dan paginya terpuaskan....


...Senyum indahnya kembali terpancar saat mengerjakan tugasnya sambil megingat wajah Hikari yang cantik itu....


...*****...


...Sementara itu di kamar mandi kerajaan lantai dua yang hanya ada kolam untuk menapung air dan toilet yang masih semuanya terbuat dari keramik dan kayu....


...Hikari tidak menyangka kalau Nam benar-benar membersihkan tubuhnya yang sudah tertutupi busa sabun dengan kondisi berdiri dan melihat ke arah dirinya yang juga dalam kondisi tidak berbusana....


...Hikari melihat tubuh Nam yang kecil itu tanpa busana sedang mengusap beberapa bagian tubuh dirinya di kamar mandi....


..."Nona Hikari punya kulit putih yang cantik dan lembut, dengan dalam kondisi sedang hamil pun, Nona masih terlihat cantik dan menggoda." Puji Nam yang sedang membersihkan bagian bawah Hikari sambil berjongkok di depannya....


..." Ehh.. Te-Terima Kasih... Nam Ju-Juga pu-punya tu-tubuh yang i-indah kok." Jawab gerogi Hikari sambil melihat ke arah bawah dimana Nam berada dan Hikari tidak bisa melihat area V miliknya lagi karena tertutup dengan perutnya yang buncit itu....


...Nam tidak ragu membersihkan tubuh Hikari dengan sebuah alat seperti spons yang ia tahu dan di tuangkan cairan seperti sabun wangi hingga bisa membilas bersih tubuh dirinya....


...Bahkan Nam dengan lembut membersihkan area bagian bawah Hikari sampai ke selanya....


..."Nona Hikari, bisa kah anda sedikit meregangkan kedua kaki anda?" Senyum Nam dari bawah perut Hikari....


..."Ahh iya.. Maaf.." Hikari meregangkan kedua kakinya di hadapan Nam untuk di bersihkan....


...Tangan kanannya Hikari taruh di atas perutnya dan yang kiri berpegangan ke sebuah genggaman yang ada di tempat itu berbentuk besi panjang di dinding....


...Nam kemudian membersihkan area bawah Hikari dengan spons tersebut sampai ke celah belakang....


..."Nona Hikari pasti kesulitan dengan tingkah Tuan Lui Zang saat sedang berduaan di kamar." Ucap Nam yang terus membersihkan bagian bawah Hikari....


..."Ehh.. A-Apa yang kamu maksud?" Tanya Hikari gugup dan malu....


..."Nona memiliki sesuatu yang begitu indah di bawah perut anda yang buncit ini, saya yang melihatnya pun merasa iri dengan kecantikan milik anda ini yang begitu indah, apalagi itu juga menjadi nantinya ketiga bayi anda bisa lahir ke dunia." Nam kembali memuji Hikari....


...Hikari hanya bisa terdiam malu dengan dirinya di puji dan tidak bisa melihat lagi bagian bawahnya yang indah itu....


...Nam lalu berdiri dan mulai membersihkan area perut Hikari....


...Tangan kanan Nam memutarkan spons itu di perut Hikari yang balik memutar se arah jarum jam....


..."Perut anda sangat indah dan hangat, mereka bertiga pasti nyaman di tubuh anda yang cantik ini." Nam kembali tersenyum di saat dirinya membersihkan bagian tengah tubuh Hikari sampai ke pinggang belakangnya....


...Lalu beralih ke atas payudara Hikari berada untuk di bersihkan....


..."Milik payudara Nona pasti juga akan jauh lebih besar nantinya karena akan memproduksi ASI untuk nanti di minum bayi anda." Tatap ramah Nam yang membersihkan diri Hikari....


...Saat itu Hikari baru mengetahui hal tersebut dan mencoba bertanya....


..."Tu-Tunggu dulu. Apa dadaku juga akan tumbuh seperti perutku?" Tanya bingung Hikari....


..."Tentu saja Nona, tapi tentu tidak sebesar Nona bayangkan seperti perut anda ini, mungkin ukurannya bisa C atau mungkin sampai D." Jawab Nam dengan menatap dan membersihkan area atas tubuh Hikari....

__ADS_1


..."C.. D... ???" Hikari tau maksud yang di gambarkan ukuran dadanya nanti dimana ia pernah sedikit tau dari teman gengnya yang membicarakan masalah wanita saat dulu berkumpul di Base mereka....


..."Iyah.. Tuan pasti akan semakin suka dan cinta kepada anda, karena dalam fase kehamilan ini lah, terkadang perempuan bisa jauh lebih cantik dan seksi bagi sebagian laki-laki walau tubuh mereka berubah. Tetapi Nona Hikari berbeda, dimana walau sedang hamil pun, tubuhnya masih terlihat seperti perempuan yang tidak merasa hamil dengan payudara juga ikut bertambah besar nantinya. Tubuh yang di idamkan banyak perempuan. Tuan juga pasti setuju dengan itu." Tersenyum Nam....


..."Ehh.. Ahh.. Masa.." Tatap Hikari yang sedikit tidak paham masalah tersebut....


..."Kebanyakan di antara mereka akan berubah raut wajahnya, tubuhnya mejadi sedikit gemuk, pergelangan kaki bengkak dan sejenisnya, tetapi Nona Hikari hanya sebagian tubuhnya yang indah saja terlihat semakin memperindah tubuh Nona itu, seperti Pinggul dan Payudara Nona Hikari, selebihnya tubuh anda seperti perempuan yang normal dengan perut buncit membesar. Andai kata Nona menunjukan sebagian tubuh ini kepada Laki-laki, pasti lah mereka akan tergila-gila dengan anda, Nona Hikari. Tuan pasti juga demikian." Tersenyum Nam....


...Kemudian Nam mengambil gayung kayu yang sudah terisi air dan membasuhkannya ke tubuh Hikari agar busa-busa itu Hilang dari tubuhnya dan memperlihatkan kembali tubuh polosnya yang indah tanpa sehelai kain pun....


...Nam lalu menyuruh Hikari duduk di kursi kecil untuk membersihan rambut dan kepalanya dimana Hikari melihat tubuhnya yang cantik itu di depan dinding yang terdapat cermin besar berada di hadapannya....


..."Tubuhku.. " Ucap terheran Hikari melihat tubuhnya yang indah itu sedang duduk di kursi kecil dan rambut panjag terurai....


...Nam berada di belakang tubuh Hikari dan dirinya memberikan sebuah cairan seperti shampo ke atas rambut Hikari....


..."Rambut anda juga begitu cantik, hitam dan lurus sempurna." Tersenyun Nam....


..."Ehhh.." Hikari tersenyum malu....


..."Anak-anak anda pasti akan cantik dan tampan setelah mereka lahir nanti." Ucap Nam dengan senyuman yang masih hadir di wajahnya....


...Hikari saat itu membayangkan wajah Lui Zang dan dirinya yang terlihat di cermin dengan perutnya yang buncit....


..."Seperti apa nanti wajah mereka." Gumam Hikari sambil mengelus perutnya dengan tangan kanannya itu....


...Setelah selesai mandi bersama Nam di kamar mandi....


...Hikari di temani dan di tuntun oleh Nam yang sama-sama sudah berpakaian khusus setelah mandi....


...Nam dan Hikari masuk dan menutup pintu itu....


...Terlihat sudah ada tergantung baju besar kekaisaran wanita khas china dengan lagi-lagi berwarna putih dan Hijau untuk Hikari pakai di sekat penghalang untuk memakai Pakaian yang ada di kamar itu....


...Nam terlebih dulu memakaikan pakaian dalam Hikari dan lalu pakaian utamanya....


...Hikari lalu duduk di kursi yang sudah tersedia makanan di atas meja dan langsung memakannya karena lapar....


...Sementara Nam memakai pakaian miliknya kembali yang di bawa olehnya dari kamar mandi....


...Nam mengambil sisir di atas meja rias dan berdiri di belakang Hikari sambil menyisir rambut dirinya yang sudah wangi dan lembut itu sampai hampir ke bawah lantai....


...Nam menata bagian depan rambut Hikari seperti sebelumnya dan di pakaikannya aksesori kepala agar lebih cantik....


...Hikari seperti biasa saat ada makanan enak, dirinya bisa lupa dengan di sekelilingnya seperti sebelumnya yang tidak sadar kalau dirinya sudah menikah dengan Lui Zang dengan terpaksa....


...Nam merasa sangat senang bisa melayani sosok Hikari yang banyak di rumorkan kalau dirinya seorang dewi yang turun khusus untuk di jadikan selir Lui Zang....


...Itu terbukti tadi dimana terlihat tubuh cantik dari atas sampai bawah Hikari yang Nam lihat memang sangat berbeda....


...Apalagi kondisinya yang tengah hamil besar pun, tidak menutup kecantikannya, bahkan karena kehamilannya itu, payudara dan bokong berserta pinggulnya jadi terlihat lebih seksi....


...Wajahnya pun tidak sekali pun berubah walau sudah di persunting oleh Tuannya dimana hampir 80% perempuan akan berbeda wajahnya setelah dirinya menikah, begitu juga dengan laki-laki, bahkan sampai kondisi Hikari hamil pun, wajahnya tidak berubah seperti remaja pada umumnya....


...Namun Lui Zang dan Hikari sangat berbeda, dimana masih tampan dan cantik seperti sebelumnya....


...Nam begitu sangat terhormat bisa menjadi pengawal selir Tuannya yang memang seperti dewi yang jatuh dari langit dan bahkan bisa melihat tubuhnya dari dekat, juga sampai bisa menyentuhnya....


...Nam benar-benar seperti merasa ikut jatuh hati kepada selir Lui Zang sebagai sesama perempuan....


...*****...


...Menjelang siang hari di istana Lui Zang....


...Hikari yang sedang duduk di pinggir tempat tidur kamar itu, sedikit dalam berdiam diri....


...Lalu tiba-tiba Hikari kembali menginginkan sesuatu sebelum menemui sahabatnya Haku dan kucingnya Liano....


..."Nam, bisa kah aku meminta tolong kepadamu untuk kembali menyiapkan makanan asam, tapi sekarang cukup 4 saja yah." Tersenyum Hikari....


..."Ehh Makanan yang asam? Buah-buahan tentu ada." Nam tersenyum....

__ADS_1


...Namun saat itu Hikari memikirkan sesuatu....


...Sesuatu yang bisa di lakukan olehnya di luar taman kerajaan itu sambil juga bisa menemui sahabat dan kucing kesayangannya itu....


..."Nam, bisa kamu panggilkan perempuan yang bernama Haku dan Liano, kucing ekor sembilan yang memiliki sayap untuk datang ke taman di belakang menara ini? Lalu sediakan alas untuk kita dan mereka duduk bersantai menikmati musim gugur yang cerah ini di taman?" Hikari mencoba seperti piknik kecil-kecilan di pertemuannya kembali itu....


..."Itu ide yang cukup menarik, Nona Hikari. Kalau begitu saya akan bergegas memberitahu pelayan dan beberapa makanan siang untuk anda makan juga." Nam tersenyum lebar dan langsung keluar dari pintu kamar tersebut untuk kembali memerintahkan pelayan perempuan kerajaan menyiapkan makanan manis dan untuk makan siang juga....


...Tidak lupa dirinya juga menyuruh untuk Haku dan Liano datang ke belakang menara dimana tempat singgasana dan tempat tidur kerajaan Lui Zang berada....


...Hikari tidak sabar ingin kembali berbincang dengan Liano dan Haku, sahabatnya itu....


..."Ini pasti akan menarik." Tersenyum Hikari sambil mengelus perutnya yang buncit itu dengan tangan kanannya....


...*****...


...Sementara di ruangan Lui Zang berada dan peramal Xion membantu pekerjaan dirinya....


...Xao Ba yang sebelumnya jarang muncul, sekarang kembali menghadap Tuannya dan memberi kabar mengenai beberapa bangsawan yang terkekaitkan masalah penculikan istrinya dan Ling Hao yang pada akhirnya menghilang....


..."Sampai saat ini, kunci kita hanya di Ling Hao yang di bilang oleh Mei kalau dirinya terasuki, dan di bawa oleh aura gelap itu bersama dengan Naga Hitam yang juga merasuki tubuh seorang perempuan bernama Hang Da di desa kedua dimana dirinya di sebut sebagai peramal dan penjual aksesoris." Tertunduk Xao Ba sambil melaporkan....


..."Walau yang lain berkaitan, seperti Bangsawan Quan Gi, kau belum bisa mendapatkan bukti yang cukup?" Jawab lesu Lui Zang yang belum ada perkembangan kasusnya itu....


..."Benar, Tuan. Tetapi pengawal Quan Gi sendiri yang bernama Ghyo Ro juga ikut hilang dan dirinya pun tidak mengetahui dimana sekarang berada."...


..."Hmmm... Begitu. Intinya sekarang aku tidak ingin satu pun bangsawan atau lainnya ku izinkan datang ke area kerajaan dalam diriku ini sampai seluruh bangsawan yang mencoba mengkudeta dan melibatkan istriku semuanya di tangkap. Aku tidak ingin istriku yang sedang hamil anak berhargaku itu kembali merasakan rasa pahit sampai dirinya ketika itu menangis dan berdarah di bagian bawahnya." Tatapan Lui Zang berubah menjadi jengkel sambil tangannya meremas alat tulis kayu itu sampai patah....


...'ctakk.'...


..."Seperti kata Mei, kalau sepertinya saat itu Naga Hitam tersebut ingin mengambil paksa janin yang terdapat di rahim istri anda dari tempat jalur lahirnya dengan tangan Hang Da, Tuan. Andai kata jika saat itu mereka telat datang, sudah pasti akan berakibat buruk kepada Ketiga bayi anda dan tentunya istri anda juga."...


..."Saat itu memang sekilas aku melihat tangannya satunya mencekik leher istriku dan tangan satunya berada di bawah dirinya. Andai kata aku tidak mendahulukan kondisi istriku yang tengah teraniaya itu dan butuh perawatan, sudah pasti aku akan mengamuk di area itu tanpa ampun walau dengan kutukan ini." Lui Zang merasa sangat marah mengingat sebelumnya Hikari dalam kondisi berbahaya, apalagi kondisinya yang tengah hamil itu tidak bisa berbuat banyak dengan tubuhnya lemah....


...Sampai Lui Zang melihat luka di telapak kaki Hikari yang tentunya pasti dirinya berlari di hutan mengindari kejaran Hang Da waktu itu....


...Walau pada akhirnya dirinya selamat....


...Tetapi itu sangat nyaris membuat dirinya celaka....


...Telat beberapa detik, mungkin Lui Zang tidak bisa merasakan kehamilan Hikari dan Bayinya nanti yang akan lahir dari tubuh cantiknya tersebut....


...Bisa juga Hikari tewas setelah di ambil paksa rahimnya dengan cara kasar seperti itu....


..."Kalau begitu saya akan kembali ke dalam penyelidikan bersama tim prajurit yang saya buat untuk mengawasi pergerakan beberapa bangsawan lainnya yang tercurigai seperti Quan Gi." Ucap Xao Bao sebelum dirinya kembali pergi....


..."Maaf karena telah menugaskanmu kembali, Xao Ba. Walau aku mengizinkan kalian tinggal di istana seperti dulu agar bisa bertemu dengan istri dan anak perempuan lucumu bernama Yue, waktumu jadi tersita banyak untuk pekerjaan ini." Lui Zang menatap lembut Xao Ba yang merasa tidak enak kembali menugaskan dirinya....


..."Tidak apa, Tuanku. Anda tidak perlu memikirkan saya yang sekarang sudah bahagia dengan keluarga kecil saya itu. Saya juga tidak masalah membantu anda, apalagi dimana anda sekarang telah resmi menikah dengan perempuan yang bisa memberikan anda keturunan. Itu sesuatu yang juga membahagiakan untuk saya dan istri saya sebagai dahulu rekan bertarung bersama, anda nikmati waktu anda bersama istri anda yang tengah hamil buah hati anda, biarkan saya yang mengurus penyelidikan ini, dimana sekarang sahabat istri anda dan Tunggangannya ikut bergabung sekedar untuk mengisi waktu mereka yang senggang." Tersenyum Xao Ba....


...Lui Zang baru tau kalau Haku dan Liano ikut bergabung ke penyelidikan Xao Ba lakukan dengan divisi tim kerajaan yang dia pilih....


..."Begitu rupanya. Mereka berdua ikut bergabung bersama kau dalam penyelidikan ini."...


..."Iya, Tuan."...


..."Baiklah, karena aku menugaskanmu di pengintaian kembali sebagai ketua, tentu hak mu untuk menerima mereka berdua tidak bisa aku gugat kecuali ada masalah tentunya."...


..."Kalau begitu saya permisi, Tuan Lui Zang."...


...Xao Ba pun pergi meninggalkan ruangan itu untuk kembali menyelidiki hal lainnya mengenai kudeta dan penculikan Hikari....


...Next.....


...Xao Ba akhirnya muncul juga setelah beberapa part tidak muncul....


...Sekarang kalian tidak penasaran dengan kenapa dirinya tidak muncul....


...Silahkan Like, Comment dan Vote jika suka selalu kisah ini yah....


...Terima Kasih banyak yang selalu mengikuti kisah sampai di part ini....

__ADS_1


...Peluk untuk pembaca setia Yuki......


...Tunggu kelanjutan kisahnya kembali yah....


__ADS_2