Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic 11: Pertemuan tak Terduga


__ADS_3

...Malam di hutan lebat tempat Liano dan Hikari berada....


...Liano membakarkan sebuah daging hewan yang seperti domba dengan bulunya berwarna hijau untuk Hikari makan setelah di bersihkan di danau....


...Liano membawa 3 hewan yang belum pernah di lihatnya itu dan terkesan aneh, tetapi Liano merasa tidak ada yang aneh dengan hewan itu untuk di makan....


...Karena secara sadar, Liano memiliki penditeksi aura kuat dan mungkin bisa juga merasakan makanan yang menurut dirinya beracun dari penciumannya....


...Sementara ekor 9 nya seperti sebagai alat sensor menditeksi kekuatan kuat dari jarak yang cukup lumayan jauh....


...Daging yang sudah di bersihkan dan matang sempurna di bakar oleh Liano dengan semburan api dari mulutnya di taruh di sebuah daun lebar di dekat pintu pohon itu....


..."Makan lah, Hikari."Tatap pilu Liano ke wajah Hikari, majikannya yang terlihat masih lemas....


..." Terima Kasih, Liano."Tersenyum sayu Hikari sambil mengambil daging hewan yang sudah terpotong-potong dan matang di bakar itu oleh api Liano....


...Liano mengarahkan salah satu ekornya ke arah Hikari yang sedang duduk dan makan di tengah api unggun, menyerahkan sebuah gelas yang terbentuk dari Ice buatan Liano....


..."Ini minumnya, Hikari. Aku membuatkan gelas dari Ice untuk mu minum, karena aku tidak menemukan sebuah kelapa atau yang bisa di jadikan alat untuk menampung air. Maaf kalau airnya mungkin akan menjadi dingin karena Ice itu." Ucap Liano sambil melingkari tubuh Hikari agar dirinya terlindungi....


..."Tidak apa, ini sangat cukup bagiku, Liano.. Aku ucapkan banyak terima kasih." Hikari tersenyum sambil mengelus kepala Liano yang ada di belakang kanan dirinya sedang merebahkan tubuhnya di bawah....


...Luano menjilat dan mengelus-elus tubuh Hikari dengan kepalanya layaknya kucing yang sedang ingin bermanja dengan majikannya....


..."Rrrr... Miaww.."...


..."Hehehe... Liano Sayang.." Tersenyum Hikari....


...Hikari makan dengan lahapnya seperti pada umumnya, tetapi dirinya masih sedikit merasakan mual sedikit saat minum atau menelan....


...Namun perlahan mualnya hilang....


...Kalung biru yang ia gunakan masih bersinar biru redup dan belum padam hingga sekarang....


...Liano merasa Hikari seperti terlihat kurang sehat, apalagi di dunia yang baru mereka pijaki ini....


...Tentu akan sangat menjadi masalah besar jika Hikari sampai sakit....


..."Hikari... Kau merasa sakit atau bagaimana? Kalau kau masih kurang sehat, sebaiknya kita kembali saja." Tanya Liano yang khawatir....


...Hikari tersenyum lebar"Heee... Aku sudah baikan kan hanya sedikit ada mual saja. Selebihnya hanya lemas dan sedikit pusing. Tidak perlu terlalu berlebihan, Liano. Kalau aku sudah sakit parah, kau pasti paham tandanya bukan?"...


..."Hehehe... Kau benar juga." Tertawa Liano....


...Liano merasa memang kondisi Hikari masih bisa di bilang baik dan tidak melihat ke anehan, kecuali setitik cahaya yang ada di bagian bawah perutnya....


...Namun Liano tidak ingin cerita dan mungkin itu sesuatu yang baru di miliki oleh Hikari di dalam tubuhnya....


...Selesai makan, Hikari masuk ke dalam pohon itu bersama Liano yang membentangkan sayap kirinya untuk di jadikan selimut hangat saat Hikari tidur di sandaran tubuh dirinya....


...Bahkan 9 ekornya di gunakan sebagai pelindung di sekeliling Hikari agar tetap hangat....


...Karena malam itu cukup dingin dan gelap, walau api unggun itu masih menyala....


...Malam yang sunyi dan tenang itu pun di lalui Hikari dan Liano di sebuah hutan yang lebay tanpa di ketahui Lui Zang....


...*****...


...Esok paginya di hari yang cerah....


...Hikari kembali di suguhkan makan oleh Liano berserta minumannya....


...Liano benar-benar merawat HIkari seperti layaknya dirinya dahulu saat Hikari merawatnya dengan baik....


...Namun lagi-lagi Hikari mual dan memuntahkan cairan hitam itu dengan mungkin cukup sedikit di bandingkan kemarin yang begitu banyaknya....


..."Huekkk... Ahhh... Kenapa masih mual seperti ini..."Ucap Hikari Jengkel....


..."Benar kau tidak apa, Hikari? Kalau kau masih tidak sehat, kita akan langsung saja memeriksakan dirimu ke dokter saat berada di sebuah kota atau desa yang akan kita temui nanti."Ucap Liano mengkhawatirkan Majikannya itu yang masih terlihat belum sehat....


...Hikari tersenyum dan mengelus kepala Liano"Sudah lah, kau terlalu khawatir. Sekarang ayo kita berangkat dengan jalan."Ucap Santai Hikari kepada Liano yang ada di depannya....

__ADS_1


..."RRrrmmm... Kalau memang kau sudah baikan, baiklah kita jalan saja."Tersenyum Liano sambil mngerang seperti kucing....


...Setelah makan pagi itu....


...Liano dan Hikari meneruskan perjalanan dengan berjalan, dimana Hikari menaiki punggung Liano kembali dan Liano berjalan setengah berlari memutari danau besar itu ke arah kirinya untuk menyeberangi danau itu dari tepian....


...Hikari yang sedang duduk di punggungnya Liano bertanya tentang masalah dirinya yang bisa menggunakan sihir dan kekuatannya....


...Liano menjelaskan kepada Hikari sepanjang jalan saat sedang memutari danau itu, kalau dirinya baru menyadari bisa menggunakan kekuatan itu dari mulutnya secara ia bayangkan....


...Kedua matanya menunjukan kekuatan apa yang akan di gunakan oleh Liano saat menggunakan kekuatan elemet sihir itu, seperti yang di lakukan sebelumnya....


...Kata Liano ke HIkari pun, kalau Liano di berikan petunjuk oleh Laki-laki besar yang sebelumnya di lawan olehnya bersama kerbau hitam itu....


...Hikari pun memahami semua dari cerita Liano itu dan paham dengan kekuatannya....


..."Jadi kau membayangkannya, lalu secara otomatis kekuatan itu muncul? Hebat sekali kamu, Liano."Kagmu Hikari kepada Liano mendengar cerita itu....


..."Begitu lah, sekarang aku bisa menggunakan kekuatan full diriku sepenuhnya untuk melindungi dirimu, Hikari."Ucap tegas dan yakin Liano kepada Hikari itu....


..."Waahh... Terima kasih yah... Liano... Aku sekarang di dunia ini yang malah di lindungi oleh mu... Tubuh perempuan ini bagiku hanya tubuh yang lemah dan sebelumnya aku membayangkan kekuatan seperti dirimu bisa mengeluarkan api atau apa, tetapi malah tidak bisa, hahaha."HIkari tertawa dengan menceritakan dirinya yang di dunia ini sangat lemah....


..."Aku tentunya akan ada di samping mu terus, Hikari."Tersenyum Liano sambil terus berjalan melewati pinggiran danau itu....


...Kemudian Liano berjalan lurus menembus hutan yang gelap seperti sebelumnya untuk menemukan jalan keluar....


...Liano dengan santai berjalan sedikit berlari dan tidak ada tanda-tanda kekuatan atau sesuatu yang mencurigakan dari radius yang bisa ia diteksi dengan ke sembilan ekornya, bahkan penciumannya yang tajam pun ia gunakan untuk memaksimalkan ke waspadaan jika sewaktu musuh datang....


...Lalu Liano dan HIkari melihat cahaya dan sebuah jalan desa seperti sebelumnya terbentang lurus di depannya....


..."Sepertinya itu jalan. Mau kita kesana berjalan?"Tanya Liano kepada Hikari....


..."Kalau masih aman, maka lebih baik kita jalan di jaan itu saja, siapa tau kita menemukan seseorang untuk bisa di tanya-tanyakan."Jawab Hikari dengan senyum manisnya....


..."Baiklah kalau begitu, ayo."Liano mempercepat langkahnya untuk ke jalan yang tanpa banyak pohon itu dan keluar dari hutan yang gelap dan lebat....


...(WUSSHHH) Liano kelaur dari hutan lebat itu dengan Hikari di punggungnya....


..."Sepi sekali jalan ini, sangat berbahaya kalau jalan sendiri. Bisa di rampok oleh geng Laki-laki sebelumnya."Ucap Liano sambil berjalan ke arah Timur....


..."Benar juga. Pantas saja laki-laki itu menyebut dirinya sebagai pencuri keliling."Ucap Hikari melihat sekitar jalan itu....


...Liano berjalan dan berjalan, belum melihat tanda-tanda ada desa atau kota yang bisa di singgahi sejauh matanya memandang....


...Namun tidak jauh lagi ia merasakan ada beberapa kekuatan yang rendah di depan dan ada sesuatu yang aneh dengan penciumannya....


..."Hikari.."Tegur Liano....


..."Ya.. Ada apa Liano?"Jawab Hikari....


..."Aku mencium aroma yang tidak biasa di depan tidak jauh dari kita. Aromanya sangat aku kenal."Ucap Liano sambil menatap tajam ke depan....


..."Aroma yang kau kenal? Apakah itu Lui Zang?"Tanya Hikari....


..."Tidak... Berbeda... seperti Aroma bau dari seseorang di dunia kita, Hikari."Ucap Liano dengan tegas....


..."Apa? Tidak mungkin. Bukan kah aroma tubuh itu berbeda-beda dan tidak mungkin sama walau sekecil apapun, itu menurutku sih... Entah bagi dirimu sebagai kucing."Hikari sedikit terkejut mendengar hal itu....


..."Memang benar yang kau katakan, tetapi ini benar aku ingat Aromanya. Seperti aroma bau tubuh dari kelompok Harusame, kalau tidak salah namanya, Haku Nagai."Liano melirik ke arah kanan dirinya ke belakang melihat Hikari....


..."Haku Nagai? Itu Senpai [Kakak Angkatan] ku di geng Harusame, dia adalah orang yang membimbingku dan ikut terlibat ehh... Kalau tidak salah pencurian sesuatu sebelum kita tertabrak kereta... Kenapa di bagian itu aku tidak ingat."Ucap Yakin Hikari....


..."Apa Haku Senpai juga ada di dunia ini?"Bingung Liano....


..."Bagaimana kalau kita memastikannya, Liano?"Tersenyum Hikari....


..."Boleh juga, kekuatannya aku rasakan tidak terlalu besar. Kalau pun salah, tentu kita bisa menghadapinya."Ucap Liano dan kembali fokus pandangannya ke arah depan sambil mempercepat jalannya....


...Liano berlari menuju seseorang yang menurut dirinya ia kenal sekali dari aroma tubuhnya....


...Setelah berlari, akhirnya bertemu lah Liano dengan seorang perempuan berbaju hijau khas tradisonal china yang roknya tebuka di bagian kedua sisi kakinya, memperlihatkan paha dan kakinya yang seksi itu....

__ADS_1



...Namun terlihat jelas ada sebuah senjata yang menggelantung di belakang dirinya seperti tombak, tetapi di atas ujungnya besar dan berbeda....



...Tiba-tiba......


...Liano merasakan dirinya akan menyerang....


..."Hikari!! Pegangan!!" Ucap Cepat Liano dan dia mengepakan sayapnya ke atas....


...Lalu......


...(WUSSSHHHHHHHH...... DUARRRRRRRRR...) Suara serangan seperti tebasan tipis yang tidak terlihat sampai menumbangkan beberapa pohon di sisi kiri dan kanan jalan itu....


..."HUAHHH... SERANGAN APA ITU, LIANO.."Kaget Hikari....


..."Untunglah aku cepat menghindar, kalau tidak, mungkin tubuhku sudah tertebas seperti pohon-pohon besar itu." Tatap tajam Liano ke perempuan berambut panjang lurus berpakaian Hijau itu....


...Perempuan itu ternyata dengan cepat sudah memegang senjatanya dan dalam kuda-kuda serius....


...Senjatanya yang ia gunakan itu adalah Parang atau Celurit yang besar berwarna hitam dan biru gelap menyala....


...Celurit itu tenyata terlipat sebelumnya dan Liano merasakan kekuatan yang cukup kuat dari perempuan itu setelah dalam mode menyerang....


...Liano memutuskan untuk terbang di langit....


..."Hoi perempuan yang ada di bawah, kenapa kau tiba-tiba menyerang kami?"Tanya Liano kepada Perempuan berambut panjang itu dari atas langit....


..."Apa kau adalah komplotan pencuri keliling seperti yang beberapa hari lalu aku temui?"Tatap serius perempuan berambut panjang lurus sepinggang itu ke Liano berada dengan kedua matanya yang berwarna biru gelap....


..."Pencuri? Kami bukan pencuri. Kami hanya ingin memastikan sesuatu."Ucap Liano....


...Kemudian Hikari bicara....


..."Apa kau benar Haku Nagai? Seorang laki-laki dari geng yang bernama Harusame? Karena peliharan ku ini mengatakan kalau aroma mu seperti orang yang dulu kami kenal."Ucap Hikari datar....


...Tiba-tiba Perempuan itu berdiri tegak dan menurunkan senjatanya....


..."Heh? Dari mana kau tau namaku? Siapa kalian berdua ini sebenarnya."Terkejut perempuan berambut panjang itu setelah Hikari bicara mengenai nama Haku Nagai....


..."Jadi benar kalau kamu adalah Haku Nagai? Senpai ku di geng Harusame. Aku Hikari Tenkawa, Hikari... Senpai."Tersenyum Hikari....


..."Hikari? Hikari yang terkadang membawa kucing kesayangannya itu ke base kita? Benar aku Haku Nagai."Haku tersenyum setelah tau yang di depannya adalah Hikari....


...Sebuah pertemuan yang aneh dan tiba-tiba itu di dunia ini....


...Liano pun turun bersama dengan Hikari....


...Hikari turun dari punggung Liano dan menghampiri Haku....


..."Haku-Senpai... Kenapa kamu juga ada di dunia ini."Tersenyum Hikari....


..."Hikari... Kau juga ada di dunia ini rupanya? Aku setelah terjatuh dari tebing tinggi sekitar 20 meter ketika di kejar oleh polisi dan langsung terbentur sebuah batu di bawahnya. Aku kemungkinan telah tewas, tetapi entah kenapa aku tiba-tiba bangun sudah ada di dunia ini dan senjata yang selalu aku bawa bisa bicara tiba-tiba."Ucap Haku sambil menaruh senjatanya di belakang punggungnya....


..."Hei Haku... Aku juga tidak tau kenapa bisa hidup dan memiliki ingatan dari senjata dirimu."Ucap Celurit itu yang ada di belakang tubuh Haku....


...Dimana saat dirinya bicara, akan menyala di beberapa sisinya....


..."Benar kan dia bisa bicara? Aku sendiri juga heran."Tersenyum Haku dengan cantik wajahnya....


..."Hebat... Kalau aku kucing ku ini bernama Liano jadi sebesar raksaksa seperti yang kau lihat."Tunjuk Hikari ke arah Liano berada....


..."HEEEE... JADI DIA ITU LIANO? KUCING KESAYANGAN MU YANG DULU SELALU KAU BAWA-BAWA?"Terkejut Haku melihat Liano....


..."Hahahaha... ekspersi yang lucu, Haku-Senpai. Aku memang Liano yang menjadi kucing berekor sembilan dan memiliki sayap."Ucap Bangga Liano ke Haku-Senpai yang ada di samping kanannya....


...Haku mendekati Liano dan mengelus kepalanya....


..."Tidak aku sangka kita bisa bertemu lagi di dunia yang berbeda yah, Laino, Hikari."Tatap lembut Haku ke Hikari sambil mengelus kepala Liano....

__ADS_1


..."Aku juga tidak menyangka kita bisa bertemu, Haku-Senpai."Hikari tersenyum gembira karena ada Senpai yang mungkin bisa saling kerja sama di dunia ini yang belum banyak di ketahui olehnya....


__ADS_2